Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Aku tidak bisa


__ADS_3

Dengan penuh pertimbangan akhirnya ia membantu wanita paruh baya tersebut. Terlebih dahulu ia mengabarkan kepada Nia kalau dia akan terlambat


" Kenapa tidak meminta kepada satpam atau petugas hotel?." Tidak mungkin 'kan karyawan hotel memperlakukan tamunya dengan tidak hormat


Wanita paruh baya tersebut menunduk " Saya sudah melakukan nya, tapi... Nona lihat sendiri kepada keluarga saya."


Fiona bisa langsung mengerti hanya dengan melihat nya. Sungguh, dunia hanya berpihak pada orang-orang yang berkuasa dan mempunyai uang


Fiona tersenyum " Baiklah, nyonya. Saya akan membantu anda." Ucapan Fiona membuat wanita paruh baya tersebut tersenyum lega dan senang


" Terima kasih.. terima kasih, saya benar-benar berterima kasih." Ia sampai menunduk beberapa kali


Fiona mengangkat tangan sebatas dada, sembari tertawa canggung " haha tidak Malasah nyonya."


" Oh yah. Perkenalkan saya Dila." Memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan


Menerima uluran tangan " Fiona. Anda bisa memanggil saya Fiona. Madam."


Dila tersenyum " Sekali lagi terima kasih dan maaf." Memberikan sebuah kartu akses kepada Fiona


Fiona menerima kartu tersebut " Tidak masalah." Dengan tersenyum ia menjawab 'lagipula lantainya sama dengan yang ku tuju'


Setelah itu, Dila pun pamit dan menitipkan suaminya yang sedang mabuk kepada Fiona. Wanita itu menghembuskan nafas kasar Melihat seorang pria paruh baya yang tengah tepar di kursi tunggu loby


Dengan terpaksa Fiona mengangkat pria tersebut " uhhh berat.." memapah suami Dila dengan susah payah menuju ke lift


Di sisi lain, Carl dan juga Sura berhasil menyusul Fiona. Kedua orang itu sempat kehilangan jejak Fiona karena tiba-tiba jalanan macet di akibatkan sebuah drama perselingkuhan.


Dasar! Masalah rumah tangga harusnya di bahas di dalam rumah! Gerutu sepanjang jalan Carl


Carl celingak-celingukan mencari keberadaan Fiona di loby ditemani oleh Sura " Tuan. Sepertinya itu nona Fiona." Menunjuk seorang wanita yang nampak kesusahan membawa seorang pria paruh baya yang sedang mabuk kedalam lift


" Benar." Seru Carl. Ia kembali memperhatikan wanita Tersebut. Ujung bibirnya tertarik sebelah " Akhirnya dia menunjukkan taring aslinya." Menatap tajam dengan tersenyum smirk


Sura tak dapat membantah. Jujur saja ia juga terkejut melihat adegan yang baru saja terjadi. Apa mungkin pemikiran sang tuan muda selama ini benar? Pikirnya. Siapapun yang melihat adegan tadi pasti akan berpikiran yang macam-macam


" Ayo kita ikuti dia." Tanpa banyak bicara Sura mengikuti langkah Carl masuk kedalam lift lain. 'akhirnya! Dasar rubah sialan!'


" Apa kau sudah menyuruh seseorang untuk memotret hal yang di lakukan wanita itu sehari ini?." Perencanaan Carl kini benar-benar matang dan Sempurna. Mata-mata yang sudah di hilangkan Detrick, ia kembali kan. Bahkan tak lupa seorang fotografer handal juga jadi mata-mata didalam rencana Carl


Sura mengangguk " Pastinya tuan." Carl semakin tersenyum licik 'kebusukan mu akan segera terbongkar'


Di sisi lain


Dengan susah payah Fiona memapah tubuh suami dari Madam Dila kedalam kamar bernomor 105. Dengan menggunakan kartu akses, Fiona membuka pintu kamar hotel tersebut. Karena tidak ada orang yang bisa dimintai tolong, dan juga pria tersebut yang sudah benar-benar tak sadar diri, akhirnya dengan terpaksa Fiona masuk kedalam kamar untuk membaringkan tubuh pria tersebut.


" Hahhhh! Melelahkan." Berkacak pinggang melihat tubuh suami dari madam Dila yang sudah dibaringkan di tempat tidur

__ADS_1


Carl yang melihat Fiona masuk kedalam kamar bersama pria yang dipapah pun berjalan dengan cepat " Cepatlah. Dia sungguh berani selingkuh dari kak Detrick. Benar-benar tak takut mati." Menggeram kesal


Namun baru juga Sura ingin menyusul, tiba-tiba suara dering ponsel menghentikan langkahnya. Ia melihat siapa yang menelepon dan mengirim pesan secara bersamaan. " Tuan, sepertinya kita harus kembali ke perusahaan." Beo Sura sembari memperlihatkan pesan yang baru saja masuk kedalam ponsel nya


Carl berdecak. Padahal tinggal sedikit lagi " Sial! Seharusnya aku memang tidak membawamu. Dasar pembawa sial!." Ia kesal karena tak bisa menyelesaikan nya sampai akhir. Namun ia lebih kesal sebab tak percaya wanita seperti Fiona bisa bermain dibelakang kakaknya. Sungguh gila!


Sura ikut berdecih " Ada cctv di lorong ini tuan. Bukannya itu sudah cukup menjadi bukti." Memutar bole mata " Dan jika saya tidak ada, maka pekerjaan anda tidak akan ada yang selesai. Menurut ramalan zodiak, saya ini cukup beruntung." Mempermasalahkan hal yang sama sekali tidak ada kaitannya


" Ck. Hanya cukup beruntung, bukan sangat beruntung. Itu masih sebelas dua belas dengan kesialan." Akhirnya mereka berdebat seperti biasanya


" Anda salah tuan. Bukannya ramalan zodiak anda yang hari ini mempunyai kesialan besar yah." Masih tidak ingin mengalah, seraya memencet tombol lift untuk turun


" Sialan!! Memangnya kenapa. Lagian ramalan zodiak juga tidak selalu benar." Geram Carl, walau begitu tak menciutkan nyali seorang Sura, sang sekretaris muka tebal cap badak


Menaikkan kaca mata berbentuk persegi panjang " Tidak selalu, artinya diantaranya pasti benar. Dan selamat sepertinya ramalan hari ini tepat sasaran." Dengan wajah datar ia mengatakan nya


Carl berdecak dalam hati. Kenapa dirinya tidak bisa menang dalam berdebat dengan sekretaris nya? Hah! Semakin di pikir semakin membuat pikiran nya pusing.


.........


Setelah memastikan suami madam Dila tertidur pulas diatas kasur, Fiona pun memutuskan pergi dari sana. Dan sesuai yang dikatakan madam Dila tadi, setelah keluar dari kamar hotelnya ia meletakkan kartu akses di dalam pot samping pintu kamar


" Yap dengan begini tugasku selesai 'kan." Seraya berjalan meninggalkan kamar bernomor 105. Wanita manis itu menelusuri lorong hotel untuk bertemu dengan Nia disalah satu coffe shop didalam hotel di lantai ini.


Fiona masuk kedalam coffe shop tersebut. Ia celingak-celingukan mencari keberadaan Nia. Sedaat melihat seseorang yang sedang memunggunginya, senyum Fiona langsung mengembang. Dengan bergegas ia menghampiri orang yang dia cari dari tadi


Nia mendongak. Ia mengerutkan kening " Siapa?." Dengan wajah yang kebingungan


Fiona terkekeh lalu duduk tepat di hadapan Nia " Siapa lagi kalau bukan mantan pekerja mu, bos."


" Whatt!! Fio! Kamu benar Fio?!." Hampir saja menggebrak meja sangking terkejutnya melihat Fiona


" Yah siapa lagi. Memangnya ada lagi orang semanis aku." Dalam hati Nia langsung membenarkan. Benar, dia Fiona. Pikir Nia, siapa lagi selain Liana kalau bukan Fiona yang bisa senarsis diatas rata-rata


Nia meneliti penampilan Fiona dari atas sampai bawah, bahkan ia harus menunduk ke bawah meja " Kamu benar-benar sudah berubah. Sekarang sudah seperti orang kaya sungguhan."


" Hahaha sebentar lagi. Mungkin aku akan jadi kaya instan." Cekikikan diakhir kalimat membuat Nia terkekeh


" Kalau begini, kamu jadi tidak perlu memerlukan pekerjaan lagi 'kan." Secara tampilan, yang tadinya seperti seorang gembel menjadi seorang nona muda. Memangnya terpikirkan untuk mencari kerja lagi


Fiona menggeleng pelan " Aku masih butuh." Sembari meminum kopi latte dingin yang baru saja datang, mungkin Nia yang memesannya. " Tapi, aku juga harus tahu bagaimana pekerjaan itu." Ia tak ingin kejadian seperti di club malam terulang lagi


" Hmm baiklah. Sepertinya kamu tidak akan mengambil pekerjaan kali ini."


Menaruh gelas diatas meja " Kenapa?." Sembari menaikkan sebelah alis


" Pekerjaan nya seperti yang lalu." Fiona langsung lesuh mendengar hal itu. Mengingat malam itu, membuat Fiona marah, kesal, sedih bercampur senang.

__ADS_1


Karena malam itu, adalah malam dimana ia memberikan kesuciannya pada bosnya sendiri. Ia kesal karena menunjukkan sisi memalukan nya, tapi seandainya hal itu tidak terjadi maka hubungan nya dengan sang bos tidak akan seintim sekarang. Jadi, semuanya mempunyai hikmah bukan?


" Benar. Aku tidak bisa menerima nya." Sekali lagi ia tidak ingin kejadian yang dulu terulang lagi. Untung saja dulu ada Detrick yang menolongnya, ingat! Keberuntungan tidak selalu datang dua kali


" Yah melihat tampilan mu sekarang, kamu juga sepertinya tidak membutuhkan nya."


" Oh yah. Bagaimana kabar Liana? Bar masih seperti biasa 'kan." Mulai membahas mengenai hal-hal yang menyenangkan.


" Yah seperti biasa, tidak ada yang berubah. Oh yah Liana seperti nya menyukai seseorang." Berbisik di akhir kalimat


" Apa? Benarkah? Seperti apa pria nya?."


Nia nampak berpikir " Hmm dia tampan, kaya dan emm seperti nya mapan." Ia sudah melihat gerak-gerik pria tersebut saat berinteraksi dengan Liana. Ia harus mengetahui bagaimana orang yang disukai karyawan yang sudah dianggap adik


Fiona menghembuskan nafas lega " Syukurlah kalau kak Nia sudah mengatakan dia cocok dengan Liana, aku juga ikut lega." Menurutnya penilaian sang mantan bos Memang sangat bagus


" Kalau kamu?." Menaikkan sebelah alis


Fiona mengerutkan kening " Aku? Memangnya aku kenapa?."


" Siapa dia? Pria bagaimana? Apa dia tampan? Kaya?." Bertanya bertubi-tubi dengan senyuman menggoda


Fiona yang awalnya bingung, langsung memerah saat mulai singkron " Bu.. bukan seperti itu." Mengalihkan pandangan ke samping


Nia semakin ingin menggoda Fiona " hmm benarkah?." Memajukan wajah semakin dekat dengan Fiona


" Su.. sudah aku bilang. Bu.. bukan seperti itu."


" Hmmm." Semakin memberikan wajah-wajah yang seakan tidak percaya dengan sengaja


" Ihhh aku sudah bilang bukan seperti itu." Bersedekap dada, membuang wajah. Pipinya ia kembungkan bagaikan seorang anak kecil yang sedang merajuk


Nia tergelak. Benarkah dia Fiona? Sih mawar berduri? Yang benar saja! " Hahhaha kamu sangat lucu Fio. Iya.. iya.. aku percaya." Sembari terkekeh geli melihat tingkah Fiona


Fiona langsung tersenyum senang. Sungguh perubahan emosi nya akhir-akhir ini benar-benar tidak bisa ia kendalikan.


Kemudian mereka kembali bercerita satu sama lain. Setelah cukup sore, Fiona pun pulang kembali ke mansion.


Dengan perasaan yang lega Fiona masuk kedalam mansion. Entah mengapa hari ini hatinya sangat berbunga-bunga. Kenapa yah? Entahlah ia juga penasaran akan hal itu.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2