Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Dia Kekasihku!


__ADS_3

Kemarahan Detrick langsung naik ke ubun-ubun. Wajahnya memerah, ia marah dan khawatir melihat Fiona yang tersungkur ke lantai


" Fiona!!." Teriak Detrick


Dengan langkah cepat ia menghampiri Fiona yang sudah tidak sadarkan diri di lantai. Di ikuti oleh Michael di belakang.


Michael memperhatikan sekeliling, ia menatap tajam satu persatu orang disana. Michael sadar kalau Fiona adalah gadis spesial bagi sang tuan muda, ia tidak akan diam saja jika ada yang berani mengganggu kebahagiaan sang tuan muda.


Wajah Dewi langsung berbinar, ia yakin kalau sang CEO akan membelanya. Secara ia adalah manager dari divisi Humas.


" Tuan Detrick... Anda sudah datang. Maafkan saya, tapi office girl rendahan itu yang mengejek saya duluan." Ucap Dewi dengan bangga. Entah setebal apa wajahnya, perilaku nya yang seperti anak-anak malah ia banggakan.


Detrick menatap tajam Dewi. Ia kembali geram, namun mencoba untuk mengabaikan nya.


Detrick kemudian mengangkat tubuh Fiona ke pangkuannya. Ia memeriksa wajah sang wanita yang nampak pucat, rasa khawatir dan marah nya sudah tak terbendung


" Siapa yang berani melukai kekasih ku." Teriak Detrick


Sontak mereka yang ada disana yang sudah tidak dapat berkata-kata akan tingkah sang CEO, semakin dubuat terkejut akan teriakan Detrick yang mengatakan bahwa seorang Office girl adalah kekasih nya. Semakin di buat tak berkutik Dewi


Tidak hanya mereka, bahkan Michael pun ikut terkejut. Jujur saja ia memang tahu ada hubungan sesuatu antara majikan dan juga gadis yang ia manfaatkan, tapi tidak ada pikiran sama sekali kalau hal ini akan terjadi.


" A.. apa yang..."


" Kau!!." Menatap tajam ke arah Dewi yang akan angkat bicara " Kau 'kan. Sialan!! Ku bunuh kau." Ia sudah akan berdiri namun Michael segera menahannya.


Ia sangat tahu akan sifat sang tuan muda " Tahan tuan, yang paling penting sekarang adalah kondisi Nona Fiona." Ucap Michael menatap tajam kearah Dewi " yang disini serahkan saja pada saya."


Rani yang kebetulan juga akan masuk kedalam ruangan divisi Humas untuk mencari Fiona, berniat untuk memberikan obat maag kepada temannya itu malah tak sengaja melihat Fiona yang pingsan di lantai, dan yang lebih parahnya lagi sang CEO juga ada disana.


Tanpa banyak kata, Rani langsung lari menghampiri tubuh Fiona " Fio! Fiona!!." Pekik Rani


" Siapa kamu." Ucap Detrick melihat Rani dengan tatapan tak bersahabat


" Tuan, bukan itu yang penting sekarang. Fiona butuh dokter." Ucap Rani panik


Detrick langsung mengangkat tubuh Fiona ala bridal style, lalu berlalu dari sana meninggalkan mereka yang dilanda kebingungan dan ketakutan. Sedangkan Rani mengikuti Detrick dari belakang.


Michael segera menelepon Allen, lalu ia juga menelpon Iden, sekretaris Detrick untuk mengurus masalah yang terjadi di divisi Humas sebelum ia turun tangan.


Dengan langkah cepat Detrick membawa Fiona ke ruangannya.


'sebenarnya ada hubungan apa tuan Detrick dengan Fiona?' Monolog Rani yang sedari tadi berlari menyusul Detrick yang sedang menggendong Fiona dan juga Michael.


Brak..


Detrick langsung menendang pintu ruangannya, padahal Michael sudah ambil aba-aba ingin membuka pintu tak bersalah itu. Tapi, apalah daya kalau sang tuan muda sudah bertindak maka tak ada lagi yang bisa menghentikannya.


Detrick masuk kedalam ruangan di ikuti oleh Michael dan juga Rani. Ia meletakkan Fiona sangat lembut di atas sofa " Kenapa All belum datang juga." Ucap Detrick tanpa melihat lawan bicaranya


" Sebentar lagi tuan." Jawab Michael 'baru lima menit di hubungi, bagaimana bisa langsung muncul. Maaf tuan, tapi Allen tidak punya pintu kemana saja'


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis Bodoh ini." Gundah, geram melanda Detrick. Ia menggenggam tangan Fiona Erat.

__ADS_1


" Tu.. tuan.." Rani yang sedari tadi hanya melihat akhirnya angkat bicara


Sontak Detrick menoleh melihat wanita yang memakai pakaian yang seragam dengan wanita nya " Ada apa?."


" Sebenarnya, Fiona sedang sakit maag. Tadi saya dari apotek untuk membelikan obatnya." Ucap hati-hati Rani, sembari menunduk


" Maag?." Gumam Detrick, ia terdiam sesaat sampai " Sialan!!." Ia baru sadar akan makanan yang tadi siang mereka makan, Detrick menatap tajam Michael


Glek ...


Ia segera menunduk 90 derajat " Maafkan keteledoran saya, tuan." Ucap Michael. 'padahal aku ingin membahas mengenai masa lalu nona Fiona, namun sangat sulit berbicara dalam keadaan seperti ini' apalagi sekarang ia juga yang sedang di salahkan disini.


Walaupun Sebenarnya ia tidak salah, sebab memang tidak mengetahui riwayat penyakit Fiona. Yang ia tahu hanya makanan kesukaan wanita sang tuan muda dan yang memberi tahukan nya juga tuan mudanya sendiri


Detrick berdecak, tiba-tiba dari arah pintu Allen datang dengan tergesa-gesa sambil membawa tas peralatan nya


" Tuan, apa anda tidak apa-apa??." Pekik Allen dengan nafas yang putus-putus. Sungguh dirinya sangat terkejut saat di telepon mendadak oleh Michael, untung saja Allen Memang berada di dekat perusahaan jadi dia bisq langsung melesat saat di panggil tadi


" Cepat periksa Fiona." Ucap Detrick


Allen langsung mendekati Fiona ia berjongkok tepat di hadapan Fiona " Kenapa Fiona bisa pingsan seperti ini?." Tanya Allen sembari membuka tasnya


" Sakit maag Fiona kambuh, tapi dia tidak ingin memakan obat." Seru Rani


'sejak kapan All dekat dengan Fiona' Batin Detrick seperti tak terima


Allen pun memeriksa Fiona, dan kali ini Detrick harus tahan untuk tidak mengganggu proses pemeriksaan. Ia menekan egonya dalam-dalam untuk Fiona.


Setelah Di periksa, perlahan-lahan membuka mata, sontak Detrick dan Rani langsung mendekati Fiona


" Fiona kamu baik-baik saja 'kan?." Tanya Rani


" Bagaimana perutmu? Sudah tidak sakit?." Tanya Detrick memegang perut Fiona


Fiona sedikit bingung, namun tetap menjawab" Ah! Saya baik-baik saja." Jawabnya dengan tersenyum paksa. Ia memperhatikan ruangan tersebut dan melihat ada banyaj orang disana


" Emm sebenarnya.. ini ada apa?." Tanya Fiona mendongak menatap Michael dan Allen yang juga ada di sana.


Detrick mengangkat tangan menandakan agar semua orang disana keluar meninggalkan dirinya dan juga Fiona yang baru bangun. Karena hanya Michael yang mengerti arti angkat tangan dari sang tuan muda, ia pun menunduk sedikit


" Karena saya ada urusan mendesak, saya akan pamit tuan. Ayo." Menarik tangan Allen, Michael berkedip untuk memberi kode pada dokter muda tersebut


" Saya juga ada urusan mendadak, kalau begitu saya juga pamit." Timpal Allen sedikit menunduk


" Bukannya kamu juga harus kembali bekerja, Nona Rani." Ucap Michael membuat Rani yang sedang berjongkok langsung berdiri


" Ah! I.. iya." Ucapnya gelagapan, ia mendekat ke telinga Fiona " aku tunggu penjelasan mu, Fio." Mengambil Tangan gadis yang kelihatan bingung tersebut " Ini obat maag mu." Ucapnya


" Kalau begitu saya juga pamit tuan." Menunduk sembilan puluh derajat lalu Pergi dari dana bersama dengan Michael dan juga Allen


Keadaan kembali hening....


Sekarang tingggal lah Detrick dan juga Fiona yang masih di bumbui tanda tanya. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mereka semua bertingkah aneh? Pikir Fiona

__ADS_1


Detrick kemudian naik ke atas sofa tempat Fiona yang tadinya berbaring langsung duduk. " Ck! Pelan-pelan bodoh!." Membantu Fiona Duduk. Walaupun ia menggerutu tapi tetap membantu


" Hmm sebenarnya.."


" Tadi kamu pingsan." Potong Detrick, ia mengelus surai panjang Fiona


Blush ...


" Ta.. tapi kenapa saya bisa pingsan?." Sungguh sekarang Fiona tak tahu harus bagaimana. Kenapa juga sang bos tiba-tiba mengelus rambutnya, senang? Tentu saja tapi kalau begini ia tidak akan bisa menahan jantungnya yang seakan-akan ingin lompat keluar


Terdengar decihan dari bibir Detrick, ia menarik kembali tangannya " Seharusnya kamu mengatakan mengenai penyakit maag mu." Ketusnya


" Ma.. maafkan saya, tuan. Jadi saya pingsan karena sakit maag saya yang sedang kambuh?."


" Ck menurut mu." Oke, kalau sang bos sudah berkata seperti ini, artinya itu benar. Setidaknya itulah yang di ketahui Fiona


Sekali lagi Fiona menundukkan kepalanya " Maafkan saya yang sudah merepotkan anda." Lirihnya


" Itu kamu tahu, kalau kamu memang tidak ingin merepotkan ku lagi, maka jagalah kesehatan mu. Dan juga hari ini kamu istirahat saja." Ucap Detrick berdiri lalu melangkah ke sebuah pintu di ruangan tersebut


Fiona hanya mengangguk " Baik tuan." Dan mengiyakan, ia benar-benar menyesal telah merepotkan orang lain.


Detrick membuka pintu tersebut, setelah nya ia kembali ke sofa tempat Fiona berada dan langsung menggendong Fiona ala bridal style


" Ahkk tu.. tuan.." Sontak mengalungkan tangannya di leher Detrick


Detrick Terkekeh 'dasar menggemaskan' Tanpa banyak kata ia membawa tubuh Fiona ke dalam ruangan tersebut, dan rupanya di dalam sana ada sebuah kamar yang cukup luas.


Detrick membaringkan tubuh mungil tersebut ke atas ranjang " Istirahat lah." Ucapnya sambil mengambil selimut dan menutupi tubuh Fiona


" Tuan? Tidak perlu sampai seperti ini. Saya bisa beristirahat di sofa luar saja." Tak enak hati, sudah merepotkan orang lain sekarang ia malah seperti menjadi beban. Itulah yang di pikirkan Fiona


" Disini lebih baik. Kau mengganggu ku bekerja jika terus ada di luar." Ketus Detrick lalu Pergi begitu saja.


Ia tak akan bisa tenang Bekerja jika ada Fiona yang menurutnya sangat manis di depannya. Karena itu ia memindahkan Fiona ke kamar pribadi yang bahkan Michael sendiri tak pernah memasuki kamar tersebut selain Detrick sendiri.


Setelah Detrick menutup pintu, Fiona kembali berbaring " Sudahlah Fio! Nikmati saja semuanya!!." Ucap nya mencoba untuk optimis


" Tapi, aku masih terpikir dengan perkataan Rani. Penjelasan? Maksudnya apa yah?." Ia masih belum bisa mencerna kondisi " Ah.. bikin pusing, lebih baik aku tidur." Menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya sampai leher.


Ia memegang perutnya " Bit*h sialan! Ahhkkk aku pastikan kaki nya akan hilang." Sungguh rasanya ia sangat ingin memotong kaki Dewi. Ia tidak terima di tendang begitu saja, apalagi bagian perutnya


Fiona berdecih " Dasar wanita menyebalkan!." Memiringkan badan menatap lampu tidur di samping ranjang, ia menghela nafas.


" Besok aku akan memulai hari yang dengan semangat lagi!!."


Belum tahu saja dia, apa yang akan menanti nya besok di perusahaan


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2