
Saat itu Farhan yang sedang mabuk tidak sengaja melakukan one night bersama seorang wanita malam. Dan wanita itu adalah ibumu. Kami belum tahu saat itu kalau ibu mu sedang mengandung. Sampai Farhan tidak sengaja mendapatkan informasi mengenai dirimu yang sedang dikandung ibumu.
Namun saat itu rupanya ibumu sudah menikah dengan ayahmu. Menurut informasi yang Farhan dapatkan, ibumu sengaja menjebak ayahmu agar menikah dengan nya mempertanggung jawabkan bayi yang dikandung. Farhan tidak terima, ia lantas menemui ibumu dan mengatakan yang sebenarnya.
Farhan juga mengatakan kepada aku kalau ingin menikahi ibumu. Tapi, waktu itu entah aku kemasukan apa tapi aku tidak setuju akan keputusan Farhan. Anak sulungku. Aku juga tidak ingin mengakuimu sebagai cucu ku, sebab kamu lahir dari rahim wanita malam. Maafkan kakek...
Hanya ini yang ingin kakek sampaikan padamu. Kakek menyuruh Enhart untuk menjemput mu saat kedua orang tua mu meninggal karena rasa bersalah. Apalagi saat Farhan meninggal akibat kecelakaan. Farhan menitipkan amanat agar menjaga anaknya baik-baik dan melekatkan nama keluarga di nama belakang mu.
Sekali lagi kakek benar-benar minta maaf... Kakek menyesal.. kakek menyayangi mu...
Fiona memejamkan mata, perlahan-lahan ia membuka mata sembari tertawa hambar " Bahkan kakek kandung ku tidak menginginkan aku juga."
Menatap surat yang dipegang, Fiona menatapnya dengan miris " Menyesal? Heh? Tidak masuk akal." Ketus Fiona
Ia bangkit dari duduk lalu menuju ke ruang kerja sang kakak. Belum sampai di ruang kerja, ia sudah mendapati kakaknya di sofa ruang tengah bersama Sky. Dengan langkah cepat, Fiona menghampiri kedua pria tersebut untuk meminta penjelasan.
Sebuah surat tidak akan menyelesaikan semuanya 'kan
Melihat Fiona datang ke arah nya dengan terburu-buru sembari menggenggam sebuah amplop coklat yang diberikan tadi, Enhart tersenyum tipis. Ia sudah tahu maksud adiknya
" Duduklah Fio." Titah Enhart kepada sang adik sesaat Fiona sudah ada di depannya
Fiona menurut dan duduk di sofa depan Enhart dan juga Sky. " Sepertinya kakak sudah tahu apa yang aku inginkan." Menaruh amplop coklat tersebut diatas meja penghalang kedua sofa
'kamu tetap tidak berubah' sikap Fiona yang terkesan dingin dan bodo amat masih terlihat. Enhart sempat meragukan nya saat melihat adiknya menangis saat itu, tapi sekarang ia sudah yakin kembali. Mungkin memang ada masanya seorang wanita yang kuat juga butuh menangis saat memang harus
Mengambil nafas sejenak dan menghembuskan perlahan. Ia menatap Fiona dengan wajah serius dan Fiona juga tak kalah seriusnya " Tidak ada kebohongan dalam surat itu." Satu kalimat itu memperjelas semuanya membuat Fiona mempercayai apa yang tertulis di dalam surat
'rupanya amplop coklat memang selalu mengejutkan' dan sekarang amplop coklat yang disalahkan
Tak ada raut wajah terkejut dari wajah Fiona. Wanita itu hanya menatap datar setelah nya ia tertawa hambar " Jadi, kak Enhart memang benar-benar kakak aku. Apa kita memang benar terhubung dengan ikatan darah?"
Enhart mengangguk " Paman Farhan adalah kakak papa Edward." Seru Enhart
" Sejak kapan? Kakak mengetahui kebenaran nya."
" Sejak pertama kali kita bertemu. Saat aku pertama kali membawamu pulang bersama ku." Jelas Enhart
" Apa pria tua ini yang menyuruh kakak?" Melempar sebuah gambar, dimana didalam gambar tersebut terlihat seorang pria tua dengan wajah galak. Rupanya dalam amplop tadi masih tersisa satu gambar dan itu adalah gambar orang yang menulis surat
Enhart terkekeh. Belum ada yang berani mengatakan pria tua kepada orang tersebut. Namun adiknya tak dapat menahan bibir untuk tidak mengatakan nya " Yah seperti itulah." Mengangkat kedua bahu
" Kakak hany di titipkan amanah untuk memberikan amplop coklat itu kepada cucu perempuan nya." Lanjut Enhart
Terdengar decakan lidah Fiona " Aku masih tidak mengerti dengan semuanya. Artinya keluarga Eren sengaja mengadopsiku karena sudah mengetahui siapa aku yang sebenarnya."
Enhart menggeleng " Tidak ada yang tahu identitas asli mu di keluarga Eren kecuali aku. Dan juga mereka tidak mengetahui identitas asli mereka sendiri."
Kening Fiona berkerut " Aku semakin tidak mengerti."
" Orang yang menulis surat itu bernama Alexander Lemos Edebenderg. Kakek Alex bercerai dengan istrinya saat papa Edward berusia 3 tahun. Istri kakek Alex membawa papa Edward bersama nya, sedangkan kakek Alex merawat paman Farhan." Menghentikan ucapannya dan menarik nafas lalu kembali melanjutkan ucapan
__ADS_1
" Mungkin memang sudah takdir. Siapa yang sangka anak yang diadopsi keluarga Eren adalah anak yang selama ini dicari-cari keluarga Edebenderg."
Fiona mematung. Akhirnya ia mengerti " Ja.. jadi aku adalah anak orang kaya." Pekik Fiona. Kalau selama ini ia adalah anak orang kaya, kenapa dia harus susah-susah banting tulang selama ini??!
" Hmm seperti itulah. Maafkan kakak yang tidak mengatakan yang sebenarnya. Selama ini kakek Alex ingin bertemu dengan mu, tapi dia selalu merasa bersalah setiap melihat foto mu. Apalagi wajahmu yang hampir mirip dengan paman Farhan."
Fiona mengambil nafas dalam-dalam. Sangat banyak kejutan yang ia dapatkan. Jadi, untuk apa dia selama ini banting tulang mencari uang? Padahal dia sebenarnya anak orang kaya!
Ia berdiri " Hahhh bagaimana bisa. Maaf kak, aku butuh menenangkan diri terlebih dahulu." Setelah mendapatkan anggukan, Fiona pun menuju kembali ke kamar
Enhart dan Sky menghela nafas panjang " nona muda terlihat sangat syok."
" Kau benar. Tapi dia Fiona, kau tau bagaimana dia 'kan." Adiknya bukanlah orang yang suka berdrama. Walaupun kemarin Fiona sempat berdrama dan yang lebih mengejutkan nya bumi juga menyetujui drama Fiona, dimana air hujan yang ikut turun untuk menyempurnakan drama air mata Fiona
.........
Michael menguap beberapa kali. Sudah hampir tengah malam tapi ia masih belum tidur. Saat siang hari, Michael menemani Detrick untuk mencari Fiona. Namun saat malam hari Michael tidak akan langsung tidur begitu saja, ia harus menyelidiki gambar perselingkuhan Fiona. Entah itu nyata atau tidak
Michael kembali meretas CCTV hotel tempat Fiona membawa seorang pria paruh baya sama seperti yang ada di gambar " Dapat." Kantuknya seketika hilang saat ia berhasil meretas keamanan hotel
Di putar nya video yang menampakkan Fiona masuk kedalam hotel. " Sudah ku duga, itu semua salah paham." Kalau bisa, ia sangat ingin berteriak sekarang.
Di ambilnya gambar dimana didalam gambar tersebut Fiona sedang memasangkan dasi Kepada seorang pria muda.
" Siapa dia?" Menatap lekat-lekat punggung kekar pria tersebut
" Tidak asing." Gumam nya lagi. Ia kemudian mengambil ponselnya dan melihat gambar seseorang disana
" Ti... Tidak mungkin. Sudah ku duga ini semua adalah perbuatannya." Menggeram kesal. Karena kecemburuan yang tidak mendasar, membuat Fiona harus menjadi korban, dan Detrick pun ikut tertimpa
" Ahh... Seharusnya dari kemarin aku melakukan ini." Memejamkan mata. Lebih memilih tertidur di sofa
.........
Pagi-pagi buta, Michael sudah berada di mansion Detrick. Sangking bersemangat dan tak sabarnya untuk menunjukkan hasil kerja kerasnya.
" Pak Michael." Sapa Pak Ziel
" Pagi pak Ziel. Apa tuan muda masih tertidur?" Tanya Michael kepada pria tua di depannya yang melihat herann kepada dirinya
" Iya, tuan muda masih berada dikamarnya. Tapi, kenapa anda datang sangat pagi sekali?" Bahkan matahari belum muncul menyinari bumi
Menggaruk tengkuk yang tak gatal. Michael jadi tidak enak sendiri " Ada yang harus saya laporkan kepada tuan muda." Jawab Michael
Pak Ziel hanya mengangguk. Mungkin hal penting yang ingin disampaikan. Sampai-sampai pagi-pagi buta Michael sudah datang ke mansion dengan pakaian rapi.
" Hmm bagaimana dengan pencarian nona Fiona?" Tanya pak Ziel. Jujur saja ia sangat khawatir akan keadaan Fiona, apalagi tuan mudanya juga terlihat tidak baik-baik saja semenjak Fiona pergi.
Setiap malam selalu terdengar barang-barang yang seperti dibanting. Bahkan tak jarang pak Ziel menemukan Detrick dalam keadaan mabuk pulang ke mansion sembari menggumam meminta maaf kepada sang kekasih.
" Tenang saja pak. Sebentar lagi, kami pasti akan menemukan nona Fiona." Membuat seorang pria tua berpikir banyak bukanlah hal yang bagus. Jadi, terpaksa ia harus sedikit berbohong
__ADS_1
Michael memilih duduk di sofa setelah pak Ziel pamit undur diri. Michael kembali membuka ponsel yang terdapat kerja kerasnya tadi malam
'aku yakin tuan Bryanskara pasti sudah mengetahui nya. Tapi, kenapa sama sekali tidak ada pergerakan' tidak mungkin, orang seperti Bryanskara tidak mengetahui apa yang menimpa cucu kesayangannya.
Apalagi terlihat jelas, Bryanskara sangat menyayangi Fiona. 'aku yakin Tuan Bryanskara mempunyai rencananya sendiri'
Bergelut dengan ponsel, membuat Michael tak sadar sang tuan muda sudah keluar dari dalam lift hanya dengan memakai kemeja biasa.
" Apa yang kau lakukan." Suara barinton tersebut membuat Michael mengalihkan pandangan dan langsung berdiri
" Selamat pagi tuan." Membungkuk hormat 'bagaimana bisa anda terlihat sangat menyedihkan'
Detrick benar-benar terlihat seperti bukan dirinya. Kantong mata hitam yang besar tercetak jelas di bawah mata, wajah yang kusur serta rambut yang acak-acakan. Untung saja kemeja yang dipakai masih lebih bagus
" Anda baik-baik saja tuan?"
" Menurut mu. Aku tidak akan bisa baik-baik saja sebelum kekasih ku ditemukan." Mengeusap kasar wajahnya. Wajah yang selalu menjadi dambaan setiap wanita, namun sekarang terlihat sangat menyedihkan
" Mengenai hal itu. Sebenarnya saya sudah menyelidiki foto-foto tentang perselingkuhan nona Fiona." Lapor Michael, ia tiba-tiba bersemangat
Detrick menatap tajam asisten nya " Jangan Katakan lagi! Aku tidak peduli Fiona selingkuh atau tidak. Dia tetap kekasih ku!" Sarkas Detrick. Selama ini ia sengaja tak menyelidiki nya karena ia akan percaya pada sang kekasih.
" Bukan seperti itu, tuan. Nona Fiona tidak berselingkuh." Seru Michael menggebu-gebu. Masa sudah lelah-lelah mencari bukti, dan semua hasil kerja kerasnya harus di buang? Oh no. Tidak semudah itu.
Sontak perkataan Michael membuat Detrick menatap serius sang asisten " Apa maksud mu."
Michael tersenyum tipis " Sebaiknya anda duduk terlebih dahulu tuan." Tanpa banyak kata Detrick segera duduk di sofa. Ia sudah tidak sabar dengan apa yang ingin dilaporkan Michael
" Seperti yang saya katakan tadi. Saya sudah mencari bukti, dan yang saya dapatkan Nona Fiona tidak berselingkuh. Nona Fiona hanya membantu pria paruh baya tersebut untuk naik keatas kamar dan tidak melakukan apapun." Jelas Michael
Detrick terdiam. Tiba-tiba kepalanya mengingat momen saat Sang kekasih mencoba menjelaskan kepadanya. Dan teringat saat Fiona juga mengatakan hal yang sama seperti yang dilaporkan Michael.
'tunggu, jangan-jangan..'
" Foto yang ada di mall."
" Tentang itu, saya mendapatkan hasil yang sangat mengejutkan tuan." Memberikan gambar Fiona dan seorang pria muda disebuah mall. Michael juga memberikan ponselnya kepada sang tuan muda
" Coba anda perhatikan kedua pria tersebut. Bukankah keduanya adalah orang yang sama?"
Detrick menatap tajam foto-foto tersebut. Matanya membulat, tubuh Detrick seketika menegang.
" Sialan!!!"
Brakk...
.
.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...klik tanda love dibawah ini 👇...