Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Diterima


__ADS_3

Brukk..


Prang..


Brak...


" Sialan!! Brengsek!! Detrick Sialan!!." Membanting meja di depannya.


Seorang pria sedang mengamuk di dalam ruangan kerjanya, ia terlihat sangat marah dan akan menghancurkan apapun yang ada di depannya.


Yah dia adalah Carl Reventoon, adik sepupu Detrick dari adik ayah Detrick.


Carl menaruh kakinya di meja yang sudah tidak terbentuk akibat di banting dan di injak " Ck! Aku harus mencari investor lain lagi. Hah!! Merepotkan." Geram Carl


ia sudah beberapa kali mengganggu kakak sepupunya untuk meruntuhkan kerajaan bisnis Detrick, walaupun tidak pernah sekalipun berhasil setidaknya hukuman atau imbalan yang biasanya Detrick berikan tidak sampai menghancurkan atau membuat Perusahaan nya bangkrut.


" Hanya karena aku mengancam orang kepercayaan nya dia sampai seperti ini. Sialan! Bukannya dia tidak tertarik dengan warisan." Gerutu Carl


" Tuan, sebaiknya anda hentikan ini semua sebelum anda benar-benar jatuh miskin." Ujar seorang pria berkacamata yang sedari tadi hanya menyaksikan sang tuan mengamuk


" Tapi kalau aku berhenti, pasti kak Detrick tidak akan memperhatikan aku lagi. Dia pasti akan melupakan aku, iya 'kan." Ia terlihat frustasi


Ya selama ini Carl mencari masalah dengan Detrick untuk mencari perhatian dari seorang yang sangat dingin nan angkuh yang tidak akan menurunkan harga dirinya, benar-benar tugas yang sulit.


Tapi, sebesar apapun usaha yang di lakukan Carl tetap saja tidak ada yang benar-benar berhasil membuat Detrick sampai harus menemuinya.


Sura, asisten pribadi Carl mendengus. Ia mendorong kacamata nya " Tuan itu tidak akan mungkin, walaupun anda sangat menyebalkan setidaknya hubungan darah akan tetap kental." Ujar datar Sura


Prang...


Carl melempar vas bunga ke arah samping Sura " Heh! Sekali lagi kau menghina ku. Bukan hanya dinding yang akan kena, Tapi wajah jelek mu." Ujar nya tersenyum sinis


Bukannya takut atau gemetar, Sura malah menghela nafas jengah melihat tingkah tuan nya yang satu ini


" Sepertinya bukan hanya sifat anda yang menyebalkan tapi mata anda juga bermasalah. Pahatan yang sangat sempurna seperti ini anda bilang jelek? Ckckck. Dan sebaiknya anda berhenti bertingkah sok keren dengan melempar barang-barang, nanti anda yang kena omelan dari nyonya "


Carl semakin geram " Huh! Kau memang menyebalkan." Ujarnya memalingkan wajah


'dia memang kekanak-kanakan, yah itulah tuan ku' bermonolog dalam hati, ia sama sekali tidak menyesal memiliki majikan seperti


" Tuan yang saya dengar, katanya Tuan Detrick tengah dekat dengan seorang wanita muda." Lapor Sura


" Oh.. katakan lebih lanjut." Dan Sura mulai melaporkan hal yang ia ketahui kepada sang tuan muda menyebalkan


Di sisi lain


" Ma, memang nya anak kriminal itu harus datang." Dengus Erin kesal dimana Fiona yang menutup telepon secara sepihak


" Mau bagaimana lagi, kita harus tetap mempertahankan reputasi keluarga Eren di depan publik." Ucap Margareth ikut duduk di samping sang putri


" Ck! Tapi dia menolak!." Ketus Erin " padahal dia hanya di beli sama om-om tapi bisa-bisanya dia sesombong itu. Lihat saja nanti."

__ADS_1


" Sudah.. sudah.. jangan di pikirkan, jika memang anak kriminal itu memang tidak ingin datang biarkan saja. Kita bisa berdalih di depan publik. Lagi pula tidak ada yang tahu kalau anak kriminal itu adalah bagian dari keluarga, tapi hanya seorang pelayan yang di beri belas kasih dari keluarga Eren." Ucap Margareth tak ingin ambil pusing


" Mama benar juga, orang-orang di luar sana tahunya Fiona hanya anak pelayan yang di beri belas kasih dari keluarga Eren yang mulia." Tersenyum licik


" Nah, papa juga sudah setuju. Yang terpenting, sekarang adalah Geo yang mengajukan pertunangan tanpa harus di jebak terlebih dahulu." Timpalnya dengan senyuman licik


" Yah lihat dulu siapa yang berhasil sampai membuat seorang Geo Wijaya berniat bertunangan, bahkan saat dengan Fiona dia sama sekali tidak ada niatan untuk bertunangan." Ucapnya dengan sangat bangga dan meyakinkan. Seakan-akan semua keinginannya sudah ada di depan mata, tinggal ia gapai walau hanya berjalan santai


" Iya dong. Anak mama memang sangat hebat, persis seperti mama."


Erin tersenyum senang, sebentar lagi ia akan menjadi tunangan resmi dari Geo Wijaya, ia juga senang sebab Fiona tidak perlu datang. Yah walaupun menurut nya sangat di sayangkan sebab ia tak bisa melihat wajah putus asa Fiona yang melihat mantan pacar yang dicintainya menikah dengan orang lain.


.........


Kembali ke Fiona yang masih ada di bar melepas rindu bersama bos dan temannya.


Masih di tempat yang sama, dimana Fiona yang sedang duduk di bangku bar bersama dengan Nia, sang mantan bos dan Liana. Dihadapan mereka sudah ada beberapa gelas wine yang kosong, dan tentu hanya Fiona yang meminumnya sendiri bersama dengan Nia.


Fiona dan Nia cukup hebat dalam hal minum alkohol, keduanya sama-sama tahan dan tidak gampang mabuk dibanding dengan Liana yang hanya dua kali teguk sudah mabuk, karena itu Fiona dan Nia melarang Liana minum wine malam ini.


Bar di tutup lebih awal, agar ketiganya bisa leluasa bersantai dan mengobrol bersama


" Oh yah, besok kamu masuk kuliah 'kan?." Tanya Nia


Fiona mengangguk " Iya, aku juga harus menyelesaikan skripsi ku." Jawabnya


" Semangat, semoga cepat selesai agar cepat lulus." Ujar Liana


" Memangnya ada masalah apa dengan laptop mu?." Tanya Nia meneguk wine nya


" Bukan masalah besar, hanya saja aku berpikir lebih baik di ganti yang lebih bagus agar bisa di gunakan lebih lama lagi. Kalian tahu 'kan, kalau laptop ku sekarang adalah barang bekas." Jelas Fiona


" Benar juga. Tapi bukannya laptop cukup mahal? Kalau aku punya uang untuk beli laptop, mending aku pakai untuk beli makanan." Seru Liana, belum apa-apa dia sudah memikirkan makanan


" Ya itu kamu, berbeda dengan Fiona. Tapi, bukannya bos mu yang sekarang punya banyak uang? Tidak mungkin gaji yang di berikan tidak cukup untuk membeli sebuah laptop, bukan? " Sahut Nia


" Yah, kak Nia tahu lah. Hidup di dunia tidak segampang dan semurah yang di bayangkan." Dalih Fiona dengan sangat lancar 'tidak mungkin aku jujur kalau aku bekerja dengan bos yang segala-galanya itu untuk membayar utang'


" Hmm memang, iya? Bukannya uang cuman di gunakan untuk membiayai makan? Dan tempat tinggal? Ah! Benar juga, kalau sekolah juga harus menggunakan uang yah." Entah bagaimana polos pikiran Liana


Fiona terkekeh " Sebenarnya karena itu aku datang kesini. Aku ingin bertanya, apa ada tempat yang membutuhkan kerja paruh waktu dengan bayaran yang tinggi?."


" Aku tidak tahu, kalau pun ada pasti aku akan langsung mendaftar kerja disana." Beo Liana


Nia tampak berpikir, ada yang ingin ia katakan kenapa Fiona tapi tidak ingin Liana tahu agar tidak mengotori pikiran polos Liana


" Lia, di bagian belakang seperti nya tadi masih ada sampah yang belum aku buang. Bisa kamu buang untuk ku?." Melihat Nia yang sedari tadi memegang kemoceng di tangan nya


" Baik! Laksanakan." Menaruh tangannya di atas kening layaknya hormat dan pergi dari sana.


Setelah Liana tak terlihat lagi, Fiona mulai angkat bicara. Sebelum itu ia terlebih dahulu meminum wine nya " Jadi, hal apa yang ingin kakak katakan sampai harus mengusir Liana?." Tanyanya meletakkan gelas di meja bar

__ADS_1


" Aku hanya ingin menawarkan pekerjaan, tapi aku tidak ingin Liana sampai tahu."


" Kenapa?."


Nia terdiam sebentar, ia melihat Fiona lekat " Pekerjaan ini berada di club. Kamu tahu 'kan keadaan club itu bagaimana? Bayangkan jika Liana yang otak polos itu masuk ke lingkaran setan seperti itu?."


Fiona menghela nafas panjang " Sudah pasti saat keluar ia sudah tidak utuh." Ucapnya


" Nah, karena itu aku tidak ingin sampai Liana mendengarnya. Jadi, apa kamu mau bekerja di club? Cuman satu malam, tapi gaji nya... Jangan di tanya lagi."


" Wisss seperti nya menyenangkan. Tapi, kenapa hanya satu malam?." Bingung Fiona


" Sebenarnya ini pekerjaan pengganti, salah satu teman ku yang seharusnya bekerja, tapi dia sedang sakit. Lalu kalau kamu bertanya kenapa gajinya sangat tinggi?." Fiona mengangguk menanggapi


" Itu karena hari itu akan ada tamu penting yang akan datang. Jadi, bagaimana kamu mau?." Mulai mendekatkan diri ke arah Fiona


" Hari H-Nya?." Ia juga mulai mendekatkan diri


" Sekitar sepuluh hari lagi." Bisik nya


" Malam?." Fiona juga ikut berbisik, entah mengapa mereka berdua terlihat seperti membicarakan sesuatu yang sangat mencurigakan


" Tentu saja."


Fiona sedikit berpikir, jika malam ia kurang yakin. Bukan karena apa, tapi pasti Detrick tidak akan setuju, tapi...


" Bayarannya?." Bisik sangat pelan


Nia mendekat 'kan mulutnya ke arah telinga Fiona dan mulai berbisik.


" Woaaw." Matanya langsung berbinar " Deal! Aku akan pergi." Menjabat tangan Nia, dan dengan senang hati Nia menerimanya


" Aku tenang jika kamu yang pergi."


" Kenapa?."


" Karena aku percaya pada mu. Bukannya aku tidak percaya dengan Liana, tapi jika kamu pasti kamu akan baik-baik saja." Tersenyum manis


Fiona ikut tersenyum " Tentu saja." Biarlah Fiona menyetujui nya, urusan Detrick ia akan memikirkan nya nanti


Tak lama kemudian Liana pun datang dan mereka lanjut berbincang-bincang. Setelah merasa cukup lama di bar, dan juga sudah mulai tengah malam, Fiona pun memutuskan untuk kembali ke mansion.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2