Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Alice in wonderland


__ADS_3

Flash back off


Saat Detrick tiba-tiba masuk kedalam kamar mandi, Fiona memutuskan untuk merapikan kembali kamar dan juga mengambilkan pakaian ganti untuk sang bos


" Apa aku ambil makanan juga yah?." Gumamnya " Sudahlah aku ambil saja."


Ia pun keluar dari dalam kamar Detrick. Baru juga ia menutup pintu kamar, sudah ada yang menyambut nya dari luar


" Eh! Pak Michael dan dokter. Ada apa?." Tanya Fiona


" Bagaimana keadaan tuan Detrick?." Michael balik bertanya


" Tuan Detrick sudah baik-baik saja. Sekarang dia sedang mandi." Ujar Fiona


" Tapi, bagaimana bisa tuan muda menjadi tenang?." Tanya Allen


" Hmm bagaimana kalau kita pindah tempat terlebih dahulu?." Tawar Fiona. Ia sedikit tidak enak berbicara sambil berdiri di depan pintu


Keduanya setuju, dan mereka pindah tempat di ruang tengah. Ketiga nya duduk berhadapan


" Sebenarnya saya juga kurang tahu bagaimana bisa tuan Detrick tenang saat saya memeluk nya tadi." Ucap Fioan setelah tadi kembali di tanya


" Hmm." Allen dan Michael nampak berfikir


" Begitu yah." Lirih Allen, seperti memikirkan sesuatu.


Michael juga hanyut dalam pemikiran nya 'sebenarnya apa yang ada di dalam diri gadis ini, hingga bisa membuat tuan Detrick tenang seperti itu. Memang dia cantik...' Melirik Fiona


" Ah! Nona, bukannya anda juga harus di obati?." Tanya Michael, ia baru sadar kalau Fiona juga terluka


Allen ikut memperhatikan kening Fiona yang terluka " Sepertinya itu bekas terkena lemparan benda keras." Timpalnya " Sebentar saya akan obati." Mulai mencari tasnya yang berisi obat-obatan


" Tidak perlu, ini tidak sakit. Hmm sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan.." Terlihat ragu untuk mengatakan nya. Jujur saja ia takut malah seperti mengganggu privasi seseorang


" Apa ini tentang penyakit tuan muda?." Tebak Allen


Fiona mengangguk " Iya." Jawabnya sembari melirik Michael. Allen juga ikut melirik Michael, mereka ingin melihat reaksi apa yang akan di berikan Michael


Sedangkan Michael hanya menghembuskan nafas halus " Ini sebuah rahasia. Tapi, karena nona juga sudah melihat semuanya. Baiklah saya akan mengatakan nya." Jelas Michael. Tidak mungkin juga ia tutup mulut saat di tanya oleh korban

__ADS_1


Allen sedikit terkejut mendengarnya, karena ini memang hal yang sangat di rahasiakan.


" Tapi, seperti yang nona tahu. Kalau hal ini adalah hal yang sangat di rahasiakan, dan hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya. Jika sampai bocor... Nona tidak keberatan 'kan kalau nona yang di salahkan." Ucapnya dengan wajah datar


Glek...


" Ba... Baik." Tidak ada alasan untuk mundur 'sepertinya aku baru saja menggali lubang kubur ku'


Michael melihat Allen, ia ingin agar Allen yang lebih memahami penyakit yang di derita sang tuan muda untuk menjelaskan semuanya. Allen hanya mengangguk


" Seperti yang anda tahu, penyakit yang tuan muda derita adalah salah satu penyakit psikologis. Hmm sebenarnya itu bukan penyakit, tapi lebih tepatnya sebuah sindrom." Allen mulai menjelaskan


" Sindrom?."


" Iya, Sindrom. Sindrom Alice in Wonderland, yang juga dikenal sebagai sindrom Todd atau dismetropsia, merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan perubahan persepsi dan disorientasi. Penderita sindrom ini bisa tiba-tiba merasa tubuh atau bagian tubuhnya menjadi lebih kecil atau lebih besar, atau merasa letak suatu benda menjadi sangat jauh atau sangat dekat, padahal kenyataannya tidak demikian." Jelas Allen


" Saya pernah mendengar tentang sindrom todd ini." Ucap Fiona 'pantas saja tuan Detrick ketakutan setengah mati untuk membuka mata'


" Biasanya penderita sindrom dismetropsia, takut akan hal-hal di sekitarnya. Dan penyebab kambuh nya sindrom tuan muda biasanya karena stress, atau efek samping obat-obatan." Ucap Allen


" Cara penyembuhan nya, semuanya tergantung dengan korban sendiri. Kami para dokter tidak bisa melakukan apa-apa, bila penderita sendiri tidak dapat mengatur hidupnya." jelas Allen dengan sedikit lesu.


Fiona manggut-manggut " Berarti kemungkinan sindrom tuan Detrick kambuh karena stress kali ini?." Fiona asal menjabarkan


" Karena tuan Detrick itu selalu bekerja siang dan malam. Bukannya pak Michael sendiri yang bilang, kalau tuan Detrick bahkan melewatkan sarapan dan makan siangnya hanya untuk bekerja." Ucap Fiona. Itulah yang selama ini yang ia perhatikan dari perilaku dan aktivitas Detrick


Michael hanya manggut-manggut " Kalau begitu sekarang luka nona juga harus di obati."


" Tidak perlu. Nanti saya bisa mengobati nya sendiri. Yang paling penting sekarang, saya harus cepat-cepat kembali ke kamar sebelum tuan Detrick keluar dari kamar mandi." Berdiri, ia baru sadar kalau telah terlalu lama ia meninggalkan Detrick


" Baiklah, tapi rahasiakan yang nona dengar tadi." Michael kembali memperingati


" Tenang saja pak Michael. Saya jago dalam menjaga rahasia." Setelah itu ia pun pamit dan pergi ke dapur untuk mengambil makanan, lalu membawanya ke dalam kamar Detrick


Flash back off


Dengan membawa tas berisi pakaian dan barang-barang nya, Fiona masuk kedalam mansion.


Di depan pintu ia tidak sengaja berpapasan dengan Allen " Anda sudah mau pulang dokter?." Tanya Fiona basa-basi

__ADS_1


" Seperti yang anda lihat. Nona sendiri, mau kemana?." Jawab Allen dengan bersamaan melontarkan pertanyaan


Fiona melihat tas nya " Oh, saya mau pindah ke dalam mansion. Sebelum nya saya tinggal di Paviliun." Jelas Fiona


Allen manggut-manggut " Apa tuan muda yang menyuruh?." Tanyanya dengan wajah bercanda. Ia Hanya melontarkan saja, tidak berharap akan jawaban yang pasti


" Iya tuan Detrick yang menyuruh saya pindah ke mansion." Jawab Fiona santai


" O.. oh." 'rupanya benar'


" Apa doktet tidak mau tinggal makan malam terlebih dahulu?."


" Tidak usah panggil Dokter, pnggil Allen saja. Tidak terimakasih atas tawarannya tapi saya sedang buru-buru." Melihat jam branded yang melingkar di pergelangan tangan


" Baiklah dokter All. Lain kali anda harus tinggal makan malam, masakan saya enak loh."


Allen sedikit terkejut saat Fiona memanggil nya dengan dokter All. Itu adalah nama panggilan nya saat kecil dulu " Wah saya sangat menantikan nya. Tapi karena sekarang saya buru-buru, saya permisi dulu nona." Hendak pergi dari sana


" Iya dokter All. Panggil Fiona saja." Tersenyum manis


Allen ikut tersenyum melihat gadis cantik di depannya ini yang sedang tersenyum sangat manis " Iya. Dan juga untuk panggilan nya, saya suka."


Fiona tersenyum menanggapi, Allen pun pergi dari sana. Setelah Allen benar-benar sudah tidak terlihat lagi Fiona pun melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam mansion.


Ia sudah memantapkan hati untuk berunding terlebih dahulu mengenai perkara satu kamar ini. Ia tidak akan mungkin bisa tidur satu kamar dengan pria, apalagi bos nya yang sangat dingin bagaikan es dan angkuh seperti besi.


Saat ia menunggu lift terbuka, rupanya ada Michael yang keluar dari dalam lift. Seperti nya ia dari kamar Detrick


" Selamat malam pak."


" Hmm malam."


" Nona mau naik ke kamar tuan Detrick?." Ia sudah di beri tahu mengenai tuan mudanya yang akan satu kamar dengan Fiona untuk mencari tahu kenapa Detrick bisa tenang saat ada di dekapan Fiona


" Seperti yang anda lihat." Memperlihatkan tas nya


" Baiklah. Hati-hati nona." Ucap Michael ambigu


Fiona memiringkan kepalanya " Hmm baik. Kalau begitu saya naik dulu, pak." Michael hanya berdehem, setelah itu Fiona pun masuk kedalam lift dan naik ke atas kamar Detrick

__ADS_1


.


.


__ADS_2