Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Mereka masih di bumi


__ADS_3

Enhart memeluk tubuh sang istri dari belakang. Sudah hampir 3 bulan pernikahan mereka dan semuanya berjalan baik. Pertengkaran kecil terkadang menghampiri namun hal itu malah membuat kedua nya terlihat menggemaskan.


Rani sedang memasak sarapan untuk suaminya. Ia sudah tidak kerja lagi, dan tugasnya sekarang hanya menjadi seorang wanita rumah tangga. Dan ia tak keberatan akan itu.


Enhart keluar dari ruang gym. Ia melangkah kearah dapur, dimana aroma masakan tercium sangat harum.


Ia melihat istrinya hanya dengan menggunakan pakaian terusan sampai di atss lutut berlengan pendek dengan memakai celemek. Pria itu bersiul melihat bongkahan belakang sang istri yang padat dan bulat, bergoyang-goyang mengikuti irama gerak Rani


Dengan masih bertelanjang dada, Enhart berjalan sangat perlahan dan langsung memeluk tubuh Rani dari belakang.


" Kyaa..." Pekik wanita cantik tersebut " Oh my... Kau mengagetkan ku." Gerutunya, namun tidak melepas pelukan Enhart


Mengecup pipi Rani berkali-kali " Kamu sangat seksi sayang." Lirih nya " apalagi di bagian ini." Meremaas bongkahan pantat Rani


" Tangan mu! "


" Yang ini juga sudah jauh lebih besar." Kali ini ia meremaas salah satu gundukan Rani


Rani berdecak " Oh astaga... Bisakah kau berhenti sekarang. Aku sedang sibuk." Menepis tangan Enhart yang masih asik bertengger di gundukan nya


Enhart terkekeh, ia menjatuhkan kepala di atas pundak sang istri " Hari ini kita berkunjung ke mansion Fiona, yah. Sudah lama kita tidak bertemu dengan nya lagi. Sekalian juga kita berpamitan pulang ke negara asal." Ucap Enhart


Rani terdiam. Tadi malam Enhart memang sudah mengatakan bahwa akan membawa Rani pulang ke mansion nya di negara asal.


" Hmm kenapa? Apa kau masih marah pada Fiona? " Tanyanya saat tidak mendapat jawaban


Rani menghela nafas panjang. Ia masih mengingat dua bulan lalu saat ia tahu kalau Enhart rupanya kakak Fiona. Dan yang membuatnya marah saat Fiona dengan sangat santai mengatakan


'untunglah kakakku yang mengambil perawan mu waktu itu' wanita hamil itu seperti bersyukur akan musibah yang ia alami


Dan yang semakin membuat Rani kesal, saat Fiona malah menyuruhnya berterima kasih padanya ataupun kakaknya karena sudah menikahi Rani. Sebab rencana Fiona, ia ingin menjodohkan Rani dengan Michael yang benar-benar ditakuti Rani.


Rani berbalik melihat suami tampan nya walaupun dadakan " Baiklah. Kalau begitu cepatlah mandi dan kita berangkat setelah nya." Enhart mengangguk. Sebelum pergi di labuhkan kecupan berkali-kali di kedua pipi istrinya.


.........


Detrick dan Fiona yang kini sedang melakukan yoga khusus ibu hamil di gym dalam mansion. Hanya ada mereka berdua, pintu sengaja dikunci. Detrick sengaja menguncinya, bagaimana tidak sekarang Fiona sedang memakai pakaian ketat yanga hanya menutupi kedua gundukan nya dan celana legging yang panjang.


Semua yang ada dalam diri Fiona tercetak jelas sekarang. Detrick tak akan rela tubuh indah sang istri sampai di lihat mata orang lain.


" Ahhh aku capek." Ujar Fiona duduk di matras


Detrick memberikan air minum kepada istrinya. Lalu ikut duduk di samping nya " Kita istirahat sebentar yah." Mengusap keringat yang keluar dari dahi sang istri


Fiona tersenyum " Iya." Mengusap perutnya yang sudah lumayan besar.


Fiona meluruskan kaki lalu menggerai rambut dan kembali mengikatnya. Ia terlihat sangat seksi dengan posisi nya sekarang. Lekukan tubuhnya yang proposal walaupun bagian perut sudah mulai membuncit. Keringat yang keluar dari tubuh Fiona membuat tubuhnya mengkilap sungguh menggugah selera Detrick.


Glek..


" Jangan menggoda ku, sayang." Suaranya serak


Sontak Fiona melihat heran kearah suaminya " Siapa yang menggoda mu? " Tanyanya dengan heran, memiringkan kepala yang mana semakin membuat Fiona terlihat menggemaskan di mata Detrick


Detrick menarik pinggang istrinya " Kamu sayang, sangat menggoda." Berbisik tepat di wajah Fiona yang hanya berjarak beberapa sentimeter, sangat dekat bahkan sampai hidung mereka bersentuhan


Blushh...


" Sayang... Jangan menggombal sekarang." Memalingkan wajah dengan semburat merah di pipi.

__ADS_1


Detrick menahan dagu istrinya dan membawanya ke depan wajah. Ia tak akan melepaskan istrinya bergitu saja. " Aku tidak menggombal, ini kenyataan." Lalu melumaat pelan bibir Fiona. Wanita itu terdiam sesaat dan turut membalas ciuman memabukkan sang suami.


Saat sedang asik melumaat bibir satu sama lain, tiba-tiba pintu terdengar diketuk seseorang, membuat ciuman itu harus terhenti. Detrick berdecak kesal. " Mereka benar-benar ingin mati." Kesal Pria tersebut


Fiona terkekeh lalu mendorong pelan dada suaminya " Buka dulu." Ucapnya kemudian. Pintu semakin diketuk dengan keras


Detrick mengambil jaket olahraga lalu memakaikannya di tubuh sang istri " Hanya aku yang bisa melihat tubuh indah mu." Mengecup pipi Fiona sekilas. Wanita itu hanya tersenyum menanggapi


Dengan langkah yang berat Detrick membuka pintu gym. Ia sudah siap memberikan semburat ultimatum kepada orang yang mengangggu aktivitas nya.


Ceklek...


Pria itu berdecak " Ck ada apa." Ketua Detrick melihat siapa yang datang


Enhart, Rani dan Michael tengah berdiri dengan sangat santai di depan pintu tanpa rasa bersalah sama sekali. Sungguh Detrick ingin membuang mereka ke lautan yang paling dalam.


" Saya hanya mengantar, Enhart dan juga istrinya. Tuan." Jawab Michael. Ia tidak ingin mendapatkan masalah, makanya Michael mengopor masalah kepada biang keladi


" Aku ingin bertemu Fiona." Jawab santai Enhart yang nota bet nya adalah kakak dari sang istri. Seandainya bukan keluarga, Detrick pasti sudah memberikan Bogeman mentah kepada pria itu


" Siapa, sayang? " Seru Fiona dari dalam. Wanita itu tak berani beranjak dari duduknya akibat peraturan dari sang suami


" Masuklah." Ucap Detrick melangkah terlebih dahulu. Enhart tanpa rasa bersalah menarik tangan Rani mengikuti langkah adik ipar.


Sebenarnya Rani sedikit sungkan, apalagi mengingat Detrick adalah atasannya dulu. Namun ia mencoba untuk bersikap seperti Enhart walaupun di bumbui sikap sedikit baik.


Detrick langsung mengangkat tubuh Fiona dan membawanya ke sofa di ruang gym tersebut. Wanita itu tak membantah, mengalungkan tangan dileher Detrick. Ia masih tidak sadar akan kedatangan kakak dan juga kakak iparnya.


" Eh! Kakak? Rani? Sejak kapan kalian ada disini? " Kebingungan nampak jelas diwajah penuh peluh keringat Fiona


" Sejak kamu digendong." Duduk disofa tepat didepan Fiona lalu menarik istrinya untuk duduk di samping


Enhart menghela nafas pelan. Begini nih, kalau punya adik ipar tak tahu sopan santun, bawaannya selalu mengusap dada bila bertemu. Menggenggam tangan sang istri " Kami hanya ingin pamit." Menatap wajah sang istri yang juga balik menatapnya


Kening Fiona menyerngit " Memangnya kakak dan Rani mau kemana? " Tidak pergi kemana-mana 'kan, pikir Fiona


" Aku ingin pulang ke negara asal. Membawa Rani tinggal di mansion." Hal yang sudah ia janjikan kepada Rani sejak hari pertama menikah


" Hmm baiklah itu terserah kakak. Tapi, harus sering-sering datang berkunjung." Mengangkat telunjuknya


" Tentu saja." Jawab Enhart. Rani hanya diam, sebenarnya ia juga ingin berbicara namun tak akan ada keberanian yang menghampiri jika berhadapan dengan Detrick yang nyatanya hanyalah manusia biasa dengan kepribadian yang sedikit unik


" Bagaimana Rani? Apa kau senang? " Tentu Pendapat Rani adalah yang terpenting


Rani mengangguk " Tentu saja. Kami akan sering berkunjung. Apalagi nanti kalau kau sudah melahirkan, aku pasti akan datang." Ia tetap akan berbicara apabila ditanya. Persetanlah dengan mantan atasannya yang sangat ia takuti juga berada disana.


" Jadi kapan kakak akan berangkat? "


" Besok. Sedikit terburu-buru, ada masalah dengan perusahaan." Perkataannya membuat semuanya jelas mengapa pria itu terburu-buru memboyong keluarganya ke negara asal


Fiona tentu terkejut. Besok? Kenapa baru bilang sekarang " yah... Kenapa tidak dari kemarin kakak mengatakan nya." Ada rasa sedih mengingat ia harus berpisah dengan kakak dan juga sahabatnya


" Tenang saja, kami akan sering-sering datang berkunjung." Sahut Rani. Jujur saja ia juga sedikit sedih harus meninggalkan negara tempat ia lahir dan juga sahabatnya. Namun apalah daya, ia harus mengikuti kemana suaminya membawanya


Fiona menghela nafas panjang " Baiklah. Ingat harus sering-sering kemari."


Lain Fiona, lain juga Detrick. Saat Fiona sedih dan tidak rela kakaknya harus pulang, lain dengan Detrick yang malah bersorak dalam hati. Tak akan ada gangguan lagi dari kakak iparnya, perhatian istrinya juga akan selalu menuju kearahnya. Membayangkan hal itu saja sudah membuat Detrick seperti akan terbang ke langit ketujuh.


.........

__ADS_1


Keesokan harinya


Dan disinilah mereka, di bandara. Enhart, Rani dan Sky akan pulang hari ini. Terlihat Fiona yang sudah dari tadi memeluk sahabatnya dan enggan melepaskannya " Jaga dirimu baik-baik." Ucap Fiona


Rani mengelus punggung wanita hamil itu " Aku yang seharusnya mengatakan itu. Jaga dirimu dan juga keponakan ku baik-baik. Aku akan sering-sering berkunjung."


Lain dengan Detrick dan Enhart " Jaga Adikku baik-baik. Aku tidak akan tinggal diam jika kau menyakiti nya lagi." Menatap tajam sang adik ipar


Detrick berdecih. Ia paling benci di ingatkan akan kenangan pahit yang dulu " Tidak usah kau ingatkan." Ketus nya


" Huh! Aku akan sering berkunjung."


" Tidak perlu. Kalau perlu datanglah setelah lima tahun." Langsung menjawab


" Cih. Dasar adik ipar tak tahu di untung."


" Aku anggap itu pujian."


Enhart mengerlingkan mata kesal. Ada yah orang seperti Detrick. Kepedean nya sudah di atas rata-rata " Ya.. ya.. terserah kamu." Menatap kesal. Tatapannya berpindah kearah dua wanita kesayangannya


" Baby... Fio.. sudah acara perpisahannya? " Mending ia menyibukkan diri dengan wanita-wanita cantik dari pada bersama pria tampan namun dingin


Rani dan juga Fiona melepas pelukan mereka " Aku akan merindukan mu." Entah mengapa tapi air mata Fiona tak tahan untuk tak jatuh


" Hei.. aku tidak akan pergi selamanya. Sudah ku katakan kan aku akan sering-sering berkunjung." Mengusap air mata Fiona.


Fiona mengangguk " Aku tunggu."


" Sayang, mereka hanya pergi keluar negeri, bukan pergi selamanya." Mengusap pundak istrinya. Fiona terlalu sensitif dan dramatis selama hamil


" Iya Fio, kami akan sering berkunjung. Atau kau bisa mengunjungi kami." Merangkul pundak sang istri


" Baiklah."


" Kalau begitu kami pergi. Sekali lagi jaga kesehatan kalian." Mengangkat tangan dan menggoyang-goyangkan nya sembari bersay good bay.


Fiona juga melakukan hal serupa. Sky yang dari tadi berbicara dengan Michael pun langsung mengikuti langkah tuan dan juga nyonya, setelah berpamitan pada Fiona dan Detrick.


Enhart dan Rani menggunakan jet pribadi agar lebih nyaman dan cepat. Setelah ketiga orang itu sudah tidak terlihat, Detrick segera membawa kembali istrinya pulang ke mansion


" Tenang saja. Mereka masih ada di bumi." Kata-kata yang Detrick selalu ucapkan di dalam mobil ketika istrinya sekali lagi membahas Enhart dan juga Rani, jangan lupakan Sky yang pasti selalu ada.


" Aku tahu. Hahhh lain kali kita juga kesana yah." Memegang tangan Detrick penuh harap sembari memperlihatkan wajah memelas plus bling-bling disekitar wajah


Detrick tertawa geli. Ditnagkup nya wajah sang istri lalu melabuhkan ciuman hangat di seluruh wajah Fiona tanpa cela. " Aku tidak bisa menolak mu, sayang." Ucapnya berhasil membuat senyuman Fiona melengkung keatas


Michael hanya curi-curi pandang dari balik spion depan 'sekarang baru tau 'kan rasanya kehilangan' Untung lah Michael tak mempunyai keberanian tinggi untuk mengatakan apa yang dipikirkan nya sekarang.


Sudah dipastikan, tubuh Michael akan ditemukan di laut lepas mengambang dikelilingi hiu-hiu. Membayangkan nya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...klik tanda love dibawah ini πŸ‘‡...

__ADS_1


Follow ig othorπŸ€­πŸ˜…πŸ™ \=> HimaSun_05


__ADS_2