Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Balas Dendam Geo


__ADS_3

Sesuai perkataan Detrick tadi, setelah membersihkan bagian nya Fiona naik ke lantai paling atas.


Fiona mengetuk pintu, setelah terdengar sahutan dari dalam ia pun pelan-pelan membuka pintu, takut menganggu Detrick


" Permisis tuan." Ucap Fiona, disana terlihat Detrick yang duduk di kursi kebesarannya dan terlihat juga Michael yang sedang berdiri di depan Detrick


Kedua pria tampan itu menoleh melihat Fiona yang masuk " Silahkan masuk nona." Ujar Michael


Fiona hanya mengangguk dan berjalan sampai di samping Michael.


" Bersihkan ruangan ini." Ucap Detrick saat Fiona sudah tepat berada di depannya


Fiona sedikit bingung, bukannya membersihkan ruangan Detrick pada hari ini adalah tugas Deon? Kenapa jadi semuanya di limpahkan pada Fiona " Maaf sebelum nya tuan, tapi bukannya Kak Deon yang bertugas membersihkan ruangan anda hari ini?."


'Kak Deon? Gadis ini memanggil pria jelek itu dengan sebutan Kak! Huh! Gadis ini tidak memakai matanya dengan benar!' Dengus Detrick dalam hati. Entah mengapa ia kesal sendiri mendengar Fiona menyebut nama Deon dengan panggilan akrab, menurut Detrick


" Hmm Deon di skors karena beberapa hal." Jawab Michael. Ia yang menjawab sebab Detrick hanya diam


Fiona hanya manggut-manggut 'sebenarnya kak Deon ada salah apa' Tanyanya dalam hati.


" Kalau begitu saya akan memulai membersihkan ruangan anda, tuan. Semoga anda berdua bisa nyaman dengan kehadiran saya." Menunduk sedikit, ia mulai memperlihatkan keprofesionalnya


Detrick hanya mengangguk dan mengibas-ngibaskan tangan di udara, agar Fiona segera melakukan tugasnya.


Fiona mulai mengambil sapu dan kain pel lantai, ia mulai membersihkan lantai 'kak Deon di skors sehari setelah tuan Detrick kambuh sindrom nya' monolog Fiona sembari mengepel lantai


'ada yang aneh. Apa jangan-jangan pelaku yang membuat tuan Detrick kambuh sindrom nya adalah kak Deon? Tapi.. sepertinya itu tidak mungkin.' terjebak dalam pemikirannya sendiri. Fiona tak percaya kalau Dion berani mengkhianati Detrick.


'aku yang paling tahu seberapa takutnya dan setianya kak Deon dengan tuan Detrick' Ia masih melamun. Bahkan tangan nya sudah tidak bergerak


" Ehem.. nona, tangan anda berhenti." Ujar Michael


" Eh! Ma.. maafkan saya." Menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bisa-bisanya dirinya melamun di saat bekerja


" Tidak perlu berpikiran hal yang tidak ada urusan nya dengan mu." Sindir Detrick. Ia bisa mengetahui apa yang di pikirkan Fiona


Fiona semakin menunduk " Maaf." Ucapnya dan melanjutkan pekerjaannya " padahal aku yang menyembuhkan nya." Gumam Fiona


" Apa?!."

__ADS_1


" Eh! Ti.. tidak! Saya akan melanjutkan pekerjaan saya!." Melanjutkan pekerjaannya dengan cepat


.........


Sedangkan di sisi lain, lagi-lagi Geo mencoba mencari Fiona di kampus. " Ck sebenarnya Fiona kemana." Gerutu Geo. Ia masih tidak terima di putuskan begitu saja, walaupun ia juga tahu bahwa dirinya juga yang salah disini


" Geo.. apa yang kamu lakukan?." Tanya Erin menghampiri Geo


" Tidak.. bukan apa-apa." Dalihnya menghindari tatapan Erin


Erin mendengus, ia bisa tahu kalau kekasihnya yang bermodalkan tubuh ini sedang mencari wanita lain " Fiona tidak akan mau dengan mu lagi Geo. Dia sudah pergi bersama seorang pria tua yang lebih kaya dari mu." Ketus Erin


" Jangan mengada! Fiona tidak mungkin Melakukan hal semacam itu!." Meninggikam suaranya


" Kau sungguh bodoh, Geo! Menurut mu bagaimana bisa Fiona hidup selama ini jika tidak di biayai oleh sugar Daddy nya! Selama ini kau di bohongi! Dan kau menerima nya begitu saja." Tak kalah meninggikan suaranya


Geo terdiam. Apa benar yang di katakan Erin? Jika memang benar, ia tidak akan menerimanya begitu saja! Seharusnya dirinya yang menyampakkan Fiona, bukan Fiona yang menyampakkam nya. Pikir Geo


Senyum tipis nan sinis tersinggung di bibir Erin 'berhasil! Dasar pria bodoh! Sangat gampang di pengaruhi!'


" Selama ini Fiona hanya berpura-pura bekerja sambilan dengan keras agar ia terlihat menyedihkan sehingga orang-orang bersimpati dengan nya." Semakin menghasut


Semua perkataan Erin di cerna baik-baik oleh Geo. Ia semakin panas saat mendengar perkataan terakhir Erin


" Selama ini dia hanya pura-pura suci. Menurut mu sudah berapa banyak pria yang menidurinya." Membalikkan perkataan. Padahal ia yang selalu tidur dengan berbagai pria, tapi ia malah menuduh Fiona yang tidak-tidak


" Ini tidak bisa di biarkan." Gumam Geo mengepalkan tangannya, wajahnya memerah karena marah, rahangnya mengeras menahan amarah


'padahal selama ini dia selalu menolak ku sentuh! Tapi dia dengan suka rela memberikan tubuhnya pada laki-laki lain' Entah semangat dari mana, Geo berniat untuk membalas Fiona


'lihat saja, aku pasti akan mencicipi tubuhmu juga'


.........


Fiona kini ke minimarket untuk bekerja sambilan. Hari ini ia akan menghabiskan waktunya untuk bekerja sambilan, kecuali di malam hari karena pastinya Detrick tidak akan menyetujui Fiona bekerja sampai malam hari


Gadis cantik nan manis itu kini sedang berdiri di perempatan jalan, tepatnya di depan zebra cross. Ia kini sedang menunggu sampai lampu merah.


Tinggal menyeberangi zebra cross maka ia sudah sampai di halaman minimarket.

__ADS_1


Lampu merah kini menyala dan lampu hijau untuk pejalan kaki juga ikut menyala. Saat Fiona baru akan melangkahkan kakinya untuk ke seberang tiba-tiba ada yang menarik tangannya dari samping


" Ahkk apa-apaan ini!." Bentak Fiona


" Fiona! Akhirnya aku menemukan mu!." Geo dengan wajah yang menjijikkan di mata Fiona datang dan langsung memegang lengan Fiona


" Geo! Lepaskan aku!." Fiona mulai merendahkan suara


" Tidak! Ikut aku!." Menarik tangan Fiona


Fiona berusaha untuk menahan " Lepaskan aku! Dasar Gila." Bentak Fiona


" ******! Ikut aku." Mencengkram erat lengan Fiona


" Sshh sakit... Geo lepaskan aku! Brengsek."


Geo tidak mendengarkan Fiona dan tetap menarik tangan Fiona dengan kencang. Fiona berusaha untuk melepaskan diri dengan cara memberontak.


Kekuatan Fiona terlalu lemah untuk ukuran Geo yang memang atletis " Tolong... Tolong.."


" Diam!! Dan ikuti aku." Bentak Geo tetap menyeret Fiona untuk masuk kedalam mobilnya


Fiona menggeleng keras " Kau Gila! Geo! Lepaskan aku brengsek! Aku tidak akan melaporkan mu ke polisi jadi lepaskan aku."


" Masuk!." Mendorong tubuh Fiona untuk masuk kedalam mobil


Fiona menahan dirinya di badan mobil, ia tidak akan menyerah begitu saja " Tidak! Aku tidak mau! Tolong.. tolo.__"


Plak..


" Diam ******! Ini balasan mu untuk tamparan waktu itu." Bentak Geo


" Kau gila!!!!! Aku akan membunuhmu!!." Pekik Fiona. Ia tidak terima di tampar seperti ini padahal tidak salah apa-apa


Bugh...


.


.

__ADS_1


__ADS_2