Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Sarapan Bersama


__ADS_3

Sesuai rencana Erin dan juga Margareth untuk tetap mendekati diri kepada Geo Wijaya. Awalnya Erin selalu gagal, namun karena kegigihan Erin untuk menggoda dan mendapatkan harta serta hati Geo akhirnya Geo luluh dengan tubuh Erin lebih tepatnya


" Ah.. iya.. baby.. disana.. enak.. ahh.. ah.." Desah Erin saat Geo menghantam bagian bawahnya


Keduanya kini tengah melakukan hubungan badan di atas kasur tempat dimana Fiona pernah mendapati keduanya.


" Eughh ah.. liang mu sangat enak.. ah.. Erin..." Mata Geo merem melek merasakan batangnya di remas oleh liang milik Erin.


Geo memang berencana untuk mendapatkan kembali Fiona, tapi bukannya semua orang dewasa butuh kepuasan batin dan biologis? Pikirnya. Karena itu tanpa pikir panjang Geo langsung menerima tawaran Erin untuk berpacaran dengannya.


Nantilah ia pikirkan masalah nya dengan Fiona, asalkan batin nya puas, Geo akan melakukan apapun.


Geo terus bergerak maju mundur di atas tubuh Erin, desahaan demi desahaan menggema di dalam kamar.


" Ah.. ah.. a.. aku mau kelu ahh ar... Faster.. please ahh..."


" Ber.. sama.." Geo mengayunkan rudalnya dengan cepat dan dalam hingga mengenai bagian terdalam Erin


Sampai di mana erangan panjang terdengar dari keduanya. Kenikmatan surga dunia telah tercapai untuk keduanya.


Geo ambruk di samping Erin. Mereka mengatur pernafasan terlebih dahulu.


Setelah itu, Erin langsung naik ke atas Geo " Sekarang, biarkan aku memimpin." Ia perlahan-lahan memasukkan rudal Geo ke dalam liyangnya yang baru saja menerima ****** dari Geo.


Dan aktivitas mereka terus berlanjut layaknya pasangan suami istri.


'kali ini hanya tubuhmu, nanti hati dan harta mu akan berada dalam genggaman ku Geo Wijaya' Batin Erin bergoyang maju mundur di atas Geo


.........


Fiona menggeliat pelan. Ia mencoba untuk meregangkan otot-otot tubuhnya, tapi ia seperti terkurung dan tidak bisa bergerak 'eh! Ada yang aneh' Perlahan tapi pasti Fiona membuka mata


Matanya langsung membulat saat melihat pemandangan di hadapannya " Astaga! Aku lupa kalau mulai sekarang aku akan melihat wajah tampan ini setiap bangun pagi." Memperhatikan wajah pria tampan di depannya


" Haisss entah ini hikmah atau karma." Menghembuskan nafas kasar. Ia terlalu suka pria berwajah tampan dengan sifat yang cool. Sangking sukanya ia membaca novel mengenai percintaan CEO. Entah nanti kisahnya akan mirip dengan novel atau tidak


Hari masih gelap, jam menunjukkan pukul 4 pagi. Fiona memang terbiasa bangun pagi-pagi sekali. Walaupun ia tidur jam 1 malam, pasti ia akan bangun saat jam 4 pagi.


Dengan perlahan Fiona melepas tubuhnya dari dekapan Detrick.


" Fyuhhh berhasil.." Ia turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan wajah, setelah itu ia pun turun ke dapur untuk membuatkan sarapan.


Di dapur, nampak kosong. Karena hari memang masih gelap di luar jadi tak ada seorang pelayan pun yang berkeliaran. Apalagi mansion milik Detrick memang selalu bersih.


" Setidaknya aku harus membuatkan sarapan untuk tuan Detrick." Ujarnya dan mulai berkutik dengan bahan-bahan yang ada di dapur


" Nona, apa yang anda lakukan pagi-pagi buta di dapur?." Tiba-tiba Pak Ziel datang dari arah belakang Fiona, masih menggunakan piyama tidur


Sontak Fiona berbalik " Wah! Pak Ziel. Hmm sudah ku duga pak Ziel memang tampan." Meneliti penampilan pria paruh baya di depannya ini dari atas sampai kebawah.


" Pasti saat muda dulu, pak Ziel populer di kalangan wanita." Ia manggut-manggut sendiri mengatakan hal tersebut

__ADS_1


Pak Ziel terkekeh mendengar perkataan Fiona " Apa nona sedang memasak? Untuk siapa?." Tanya pak Ziel


" Untuk tuan Detrick. Eh! Tunggu dulu! Kapan pak Ziel kembali?." Ia baru sadar kalau dari saat ia kembali ke mansion pria paruh baya yang selalu menggunakan pakaian butler tidak ada saat Sang tuan muda sakit


" Saat larut malam, saya buru-buru pulang saat mendengar tuan muda kembali sakit." Ujar pak Ziel


" Memangnya pak Ziel dari mana?. Eh! Astaga masakan ku." Berbalik kembali ke hadapan kompor


" Saya dari melihat cucu saya nona, dia sedang jalan-jalan di kota ini. Jadi kebetulan sekali saya yang sudah lama tidak bertemu cucu dan anak saya, ingin menemui nya." Jelas pak Ziel


" Oh.. jadi anak dan cucu pak Ziel tidak tinggal di kota ini?." Tanya Fiona tanpa mengalihkannya pandangan dari panci


" Tidak, anak beserta istri dan anaknya tinggal di negara M." Jawab pak Ziel di belakang Fiona


Fiona hanya manggut-manggut " Pasti anak pak Ziel tampan seperti pak Ziel." Hal itu yang harus di pastikan Fiona terlebih dahulu. Jujur saja, Fiona adalah salah satu manusia yang tidak akan menolak suguhan wajah-wajah good looking


Pak Ziel terkekeh " Entahlah." Mengedikkan bahu


Setelah cukup lama di dapur, akhirnya sarapan ala Fiona pun jadi. Ia kembali naik ke atas kamar Detrick. Ia takut kalau sang bos yang angkuh nan dingin itu sudah terbangun.


Tok.. tok.. tok..


Setidaknya Fiona mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.


Tidak ada sahutan dari dalam " Apa tuan Detrick masih tidur yah?." Gumam Fiona.


Ia pun membuka pintu perlahan takut membangunkan Detrick.


Ceklek...


Glek...


Baru masuk, Fiona langsung di suguhi dengan tatapan tajam sang bos yang sedang duduk di atas ranjang.


" A.. anda sudah bangun tuan. Apa saya harus..__"


" Dari mana saja kau." Sarkas Detrick, ia menatap tajam gadis cantik di depannya yang sedang gemetar ketakutan.


Tadi, saat ia bangun. Ia berusaha untuk mencari seseorang yang ada di sampingnya namun hilang bagai di telan bumi. Rahangnya mengeras, ia tidak terima di tinggalkan begitu saja saat bangun.


Fiona menunduk 'tau begini mending aku tunggu sampai dia bangun. Biarkan dia kelaparan'


" Saya dari dapur untuk membuatkan anda sarapan tuan."


" Cih tidak ada yang menyuruh mu."


'ck! Seharusnya kamu bersyukur aku membuatkan mu sarapan. Dasar bos gila!'


Keadaan kembali hening, Fiona tidak mempunyai keberanian untuk membalas ucapan sang bos


" Hmm apa saya perlu menyiapkan air hangat tuan?."

__ADS_1


" Menurut mu!."


" Ah.. ba.. baik, saya akan segera menyiapkan nya." Segera masuk kedalam kamar mandi untuk mempersiapkan air hangat untuk mandi


Setelah Fiona menyiapkan air hangat, ia pun keluar dari kaman mandi. Dan Detrick masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Fiona memilih untuk menyiapkan pakaian kerja untuk Detrick, setelah nya ia ke kamar mandi yang lain untuk membersihkan badan


Setelah mandi, Detrick keluar kamar mandi. Ia celingak-celingukan mencari jejak Fiona, tapi yang ia dapatkan hanya pakaian kerja yang ada di atas kasur serta kasur yang sudah rapi


" Apa dia masih belum selesai membersihkan badan." Gerutu Detrick. Ia sudah tidak heran lagi saat keluar kamar mandi dan tidak mendapati Fiona. Ia bisa langsung tahu kalau sekarang gadis cantik itu tengah membersihkan tubuhnya, walau bagaimanapun Fiona juga mempunyai urusan nya sendiri


Detrick memakai pakaiannya di tempat, tidak perlu ke walk closet untuk memakai pakaian. Lagi pula tak ada orang di sana kecuali dirinya


Tak lama kemudian, pintu kamar terdengar berbunyi. Ada yang mengetuk pintu kamar.


" Masuk." Sahut Detrick yang tahu siapa yang mengetuk. Kalau bukan Fiona, maka Michael.


Ceklek...


Nampak Fiona masuk kedalam kamar membawa nampan berisi nasi goreng. Fiona melihat Detrick yang kini sedang duduk di sofa sembari membaca majalah.


" Tuan, sekarang setidaknya anda harus sarapan pagi." Ujar Fiona menaruh nampan yang berisi sepiring nasi goreng beserta segelas air putih di atas meja depan Detrick


Detrick mengalihkan perhatian nya dari majalah ke depannya, terlihat Fiona yang sedang berdiri di depannya


" Tidak perlu!." Ketus Detrick dan kembali melihat majalah


" Tidak tuan! Kali ini setidaknya anda harus mengabulkan permohonan saya." Menyodorkan nasi goreng tersebut


Detrick melihat nasi goreng di depannya.


Glek..


" Ehem.. ba.. baiklah, karena ini permohonan mu akan aku kabulkan." Ujarnya menaruh majalah yang di pegang ke atas meja.


Fiona tersenyum senang " Terima kasih tuan, sudah mengabulkan permohonan saya." Senyuman tak lepas dari bibirnya 'bilang saja kau ngiler 'kan. Ck dasar gengsian. Anda tidak akan kenyang kalau gengsian seperti itu loh tuan'


" Apa kau tidak makan." Ucap Detrick tanpa melihat Fiona, ia menyendokkan makanan kedalam mulutnya


'wah... Ini enak! Aku baru pertama kali merasakan makanan seenak ini! Apa dia punya bakat untuk menjadi juru masak' Tanpa sadar memuji masakan Fiona di dalam hati


" Nanti saja tuan, setelah anda sarapan." Masih berdiri di depan Detrick. Ia tidak berani duduk ataupun keluar sebelum di suruh


Detrick menghentikan kunyahan nya, ia meletakkan sendok di atas meja " ambil makanan lain di dapur dan bawa kesini. Aku tidak akan makan jika kamu tidak makan juga." Entah mengapa tiba-tiba Detrick berlagak seperti ini


'cih sebenarnya aku kenapa, bisa-bisanya khawatir dengan gadis bodoh ini' Gerutunya, tapi ia tetap khawatir dan tidak ingin menarik perkataan nya


" Eh! Ba.. baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu untuk mengambil makanan." Ia langsung menyetujui nya, Fiona tak ingin mencari masalah di pagi hari. Apalagi ia harus pergi bekerja nanti, walaupun bos nya sekarang ada di depannya


.


.

__ADS_1


__ADS_2