
Fiona mengatur pernafasan terlebih dahulu, sekarang ia sudah berdiri di depan pintu kamar Detrick
" Kamu pasti bisa Fio! Semangat." Ujarnya penuh semangat
" Medan perang sebenarnya, tepat di balik pintu ini. Fight Fio!." Setelah itu ia pun mengetuk pintu dengan sangat hati-hati
Tok.. tok.. tok..
Setelah mendengar sahutan dari dalam, Fiona kembali mengela nafas panjang lalu menghembuskan nya kasar.
Ceklek..
" Apa pakaian mu kau taruh di ujung dunia!." Suara berat nan mengancam itu langsung memenuhi gendang telinga Fiona saat ia baru melangkahkan kakinya
" Se.. selamat malam tuan." Mencoba mengalihkan pembicaraan. Ia tidak berani untuk masuk lebih dalam
Keadaan hening, Detrick sama sekali tidak menjawab. Membuat Fiona tak tahu harus apa
" Hmm tu..__"
" Kau seperti nya sangat suka menjadi patung."
" Ya?."
" Ck. Kemarilah." Ujar Detrick yang sedang duduk di sofa
Dengan langkah yang sangat berat, Fiona berjalan mendekati Detrick yang sedang duduk di sofa sembari melihat tablet nya.
'padahal tadi dia seperti anak kecil yang imut, sekarang hanya mendengar suaranya aku sudah takut' Ia sudah berdiri di samping Detrick
" Duduk." Titah Detrick tanpa mengalihkan pandangannya pada tablet
Fiona menurut, ia duduk di samping Detrick. Tepatnya di ujung sofa, ia sama sekali tidak berani untuk berdekatan dengan bosnya yang sedingin es dan angkuh bagaikan besi
" Apa aku semenakutkan itu." Meletakkan tablet yang ada di tangan nya di atas meja, ia melihat tajam ke arah Fiona
" Eh... Haha mana mungkin." Tertawa canggung 'iya!! Sangat menakutkan!!' suara hati Fiona sungguh menyedihkan
" Susun barang-barang mu, di closet. Kita juga akan tidur dalam satu ranjang, jadi dekat-dekat lah dengan ku."
Fiona sempat terbengong " Tu.. tunggu dulu tuan. Tidur bersama? Bukannya dalam perjanjian saya akan tidur di paviliun. Kenapa saya jadi di pindahkan di mansion." Protes nya, walaupun dengan nada yang sangat rendah agar tidak terdengar membangkang 'apalagi harus tidur satu ranjang. Dasar Gila!'
" Hah! Kau membantahku?!." Mulai menaikkan suaranya
" Y.. ya? Ti.. tidak." Jawabnya cepat
" Pffhhh ehem...." Menahan tawa 'dia benar-benar menggemaskan'
'dia tertawa!!!!!! Sebenarnya apa yang merasukinya!!' bukannya senang melihat wajah tampan sang bos yang tertawa, ia malah bergidik ngeri. Apakah kali ini ia akan selamat?
__ADS_1
" Sudahlah. Kau lupa dengan inti penting perjanjian lisan yang kita buat waktu itu."
Fiona hanya terdiam menunggu lanjutan perkataan Detrick 'bukan kita! Tapi anda!'
" Semua perkataan ku adalah mutlak!." Menekankan perkataan nya di akhir
Glek...
'lagi-lagi aku tertipu hiks'
" Tapi tidak akan ada kontak fisik 'kan." Setidaknya biarkanlah dia menawar untuk kali ini
Detrick menaikkan sebelah alisnya " hmm." Berfikir " Sudah aku bilang. Semua perkataan ku adalah mutlak. Jika sekarang aku bilang tidak ada kontak fisik, bukan berarti di menit selanjutnya hal itu akan berlaku."
" Baiklah terserah anda saja." Ia tidak akan menang dalam berdebat dengan bos nya yang satu ini. 'seharusnya waktu itu aku menuntun untuk membuat hitam di atas putih. Hiks...'
Detrick tersenyum menang " Masukkan barang mu di closet. Aku akan ke ruang kerja." Ucapnya, tanpa mendengar jawaban dari Fiona, ia langsung Pergi dari sana meninggalkan Fiona yang hanya bisa menangisi nasib nya
Dengan langkah gontai Fiona masuk kedalam walk closet untuk menyusun pakaiannya yang tidak seberapa.
Sedangkan di sisi lain, Detrick masuk ke dalam ruang kerja. Dan rupanya sudah ada Michael di sana
" Bagaimana?." Ujarnya setelah duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan Michael berdiri di depan Detrick. Mereka terhalang meja yang berisi dokumen-dokumen penting dan berharga Detrick
" Seperti yang di duga. Kali ini, sindrom anda kambuh karena obat yang ada di dalam kopi yang anda minum. Obat itu adalah obat yang berdosis sangat tinggi."
" Saya sudah mengintrogasi nya, dan seperti dugaan. Dia di ancam dengan menggunakan keluarga nya." Jelas Michael
" Siapa?."
" Tuan Carl, tuan."
" Cih! Dia lagi." Geram Detrick. Ia bahkan mengepalkan tangannya yang sedang ada di atas meja.
Detrick kembali menyeringai " Buat dia menyesali perbuatannya kali ini. Berikan peringatan yang membuat nya ingin mati." Ucapnya dengan dingin. Tatapan mata yang sangat tajam membuat Michael harus menelan salivahnya saat berada di dekat Detrick kali ini
Michael menunduk " Baik tuan." Jawabnya 'dia benar-benar tidak kapok'
" Hmm jadwalku satu Minggu kedepan."
" Dua hari lagi, anda akan melakukan perjalanan bisnis selama lima hari." Jawab Michael yang memang sudah menghapal jadwal satu bulan kedepan untuk sang tuan muda
" Hmm baiklah. Setelah dari perjalanan bisnis aku akan menjalankan rencana ku."
Michael sedikit terkejut, ia kira Detrick akan mempermainkan gadis mungil yang ia jebak " Apa anda sudah mengatakan nya pada nona Fiona?."
" Tidak perlu memberitahukan nya." Ia seperti tidak peduli dengan pendapat Fiona atau bagaimana nanti reaksi Fiona setelah mengerjakan rencana yang di maksud Detrick
'rupanya anda memang tidak berubah tuan'
__ADS_1
.........
Setelah rapat dadakan nya bersama Michael, sekarang Detrick berjalan menuju kamarnya.
Ceklek...
Ia langsung membuka pintu, di lihatnya seorang gadis mungil cantik nan manis sedang duduk di sofa sembari berpangku dengan laptop dan memakai kacamata membuat gadis itu semakin cantik
Fiona yang tadi di tinggal Detrick memilih untuk mengerjakan tugas kuliahnya dari pada memikirkan hal yang akan membuat dirinya pusing sendiri.
Karena terlalu fokus, ia tidak sadar saat Detrick masuk kedalam kamar dan sekarang sedang memperhatikan nya.
Detrick melihat jam dinding, terlihat sudah hampir tengah malam 'kenapa dia masih belum tidur. Apa selama ini gadis bodoh itu tidur sampai selarut ini' batin Detrick. Padahal dirinya sendiri tidak bercermin sebelum mengomentari orang lain
Ia berjalan mendekati Fiona yang sama sekali tidak sadar akan kehadirannya 'benar-benar gadis bodoh. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran ku'
Tuk...
Detrick langsung menutup laptop yang ada di pangkuan Fiona " Tidurlah, ini sudah hampir tengah malam." Ujarnya
Sedangkan Fiona yang tadinya fokus dengan laptop tiba-tiba mematung saat laptopnya tertutup dengan cepat. 'laptop ku'
'hah?! Kenapa sekarang dia termenung seperti itu. Ck! Merepotkan kan' Menarik kacamata Fiona dan langsung menarik tangannya.
Detrick membawa Fiona untuk tidur di kasur bersamanya. Ia membawa Fiona yang masih belum kembali dari kesadarannya kedalam pelukannya.
" Eh! Tu.. tuan." Tentu Fiona terkejut. Seingatnya dia masih berada di sofa dengan stok saat tiba-tiba laptopnya tertutup. Laptop bekas yang ia beli saat baru masuk kuliah 'laptop bekas ku... Hiks semoga kamu tidak rusak'
" Diamlah! Dan tidur." Ujar Detrick memeluk Fiona. Ia tersenyum dalam hati 'harum' ucapnya sembari mengenduk rambut Fiona
'aku memang sudah menduganya, tapi tak ku sangka rupanya dia sangat kecil' Batin Detrick. Ia seperti tiba-tiba ingin melindungi tubuh mungil gadis di dalam pelukannya ini
Fiona diam, memberontak? Memangnya ia bisa?! Tidak 'kan. Jadi dia hanya bisa terdiam di dalam pelukan tubuh tegap sang bos. Pelukan yang sangat hangat 'aku pasti tidak bisa tidur'
Setelah beberapa saat terdengar dengkuran halus di balik dada Detrick. Ia menunduk, lengkungan tipis tak bisa ia tahan untuk tidak tersinggung di bibir " Selamat tidur." Ucapnya.
Ingin tidur? Sangat! Ia ingin tidur, tapi adik kecilnya sudah bangun di bawah sana
" Sialan! Sebenarnya apa bagusnya dari tubuh gadis ini hingga aku selalu tidak tahan setiap melihatnya." Gerutu Detrick
Ia mencoba mengatur pernafasan nya dan mencoba untuk menutup mata. Hingga ia benar-benar bisa tertidur
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
__ADS_1