
Pagi hari yang menyilaukan. Sinar mentari menembus gelapnya kamar yang tertutupi oleh kain gorden.
Seorang pria tampan nampak mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam mata. Angin masuk menyeruak kedalam tubuh membuat nya benar-benar kedinginan. Tangan besar pria tersebut menarik selimut namun sangat susah. Seperti ada yang menahannya.
Perlahan tapi pasti, pria tersebut membuka lebar-lebar matanya. Setelah matanya terbuka lebar, Enhart terdiam. Ia mencerna apa yang sudah terjadi pada dirinya tadi malam.
Dilihatnya kembali wajah seorang wanita cantik yang tengah terlelap dengan tenang. Tatapan Enhart semakin turun dan melihat tubuh wanita tersebut yang tidak menggunakan sehelai benang pun.
Enhart langsung terduduk. Tiba-tiba ingatannya tentang kemarin malam berjalan didalam pikiran layaknya sebuah film. Ia masih mengingat jelas saat dirinya tidak sengaja meminum minuman yang di berikan oleh seorang pelayan yang mengatakan bahwa minuman tersebut adalah minuman bonus untuk nya disebuah bar di hotel ini.
Menjambak rambut " Apa yang sudah aku lakukan! Aku.. aku merenggut paksa kesucian seorang wanita." Rupanya semua bukan mimpi. Itu nyata!
Semakin menjambak rambut, frustasi. Ia sangat syok dan frustasi akan apa yang menimpanya. Apakah sekarang dirinya adalah seorang korban? Atau pelaku? Bisa jadi keduanya!
" Bagaimana ini? Aku sangat brengsek... Dasar pria bajing*an." Memaki diri sendiri
Mata Enhart beralih melihat wajah wanita yang ia paksa semalam " Cantik." Gumam tanpa sengaja.
Enhart kembali membaringkan tubuh di samping wanita cantik tersebut. Ditatapnya lama, Entah dorongan dari mana, Enhart mengecup kening Rani dengan khidmat.
Setelah cukup lama memandangi wajah cantik tersebut, Enhart bangkit lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai bersama dengan pakaian nya dan juga pakaian Rani.
Ia menghubungi Sky, beberapa kali Enhart menatap Rani yang sedang tertidur dengan ulasan senyuman. Terkadang ia juga mengelus kepala Rani dan menciumnya beberapa kali. Setelah itu, pria tersebut pun masuk kedalam kamar mandi.
Rani mulai menggeliat, ia meregangkan otot-otot tubuh. Kasur yang sangat empuk bak awan membuat wanita tersebut enggan untuk bangun. Namun, tiba-tiba ia merasa ada yang aneh.
Empuk? Kenapa tiba-tiba kasurnya menjadi empuk? Ingatan nya berputar bak film yang memutar adegan kemarin malam. Sontak Rani membelakak dan langsung terduduk. Dilihatnya sekeliling dan benar saja ia masih ada di hotel.
Dan apa ini? Dia telanjanng! Bagaimana bisa!. Melihat tidak ada seseorang disana dan hanya dirinya, Rani menduga pria tersebut sudah pergi. Ia memegang kepalanya, rasanya sangat sakit. Semuanya! Seluruh tubuh rasanya sakit
Diperhatikan di beberapa bagian dada terlihat tanda merah yang mana semakin membuat nya ingin menangis " A... Apa yang harus aku lakukan..." Bibirnya bergetar.
Ceklek...
Suara pintu tersebut membuat Rani langsung melihat ke sumber suara. Matanya membola Melihat seorang pria dengan menggunakan jubah mandi keluar dari dalam kamar mandi. Wajah tampan yang sangat ia kenali.
Benci? Tentu! Namun, ada rasa nyaman saat melihat pria tersebut.
Sedangkan Enhart mematung. Ia dengan perlahan berjalan mendekati ranjang. Melihat hal itu, sontak Rani langsung mengangkat tangan menahan Enhart agar tidak semakin maju " Berhenti! Aku mohon, jangan lagi.." menggigit bibir bawah menahan rasa takut
Enhart berhenti, ada rasa sedih saat wanita itu terlihat ketakutan saat melihat nya. " Aku hanya ingin membicarakan tentang kejadian kemarin malam. Aku benar-benar minta maaf..." Membungkuk
Rani melihat dengan wajah getir. Memangnya dengan meminta maaf semuanya akan kembali semula? Memangnya dengan meminta maaf hidupnya akan kembali? Dan bagaimana dengan kondisi mentalnya?
Dengan perlahan Rani bangkit dari ranjang sembari memakai selimut untuk menutup badannya, dipungut pakaiannya yang berserakan di atas lantai " Aku mau mandi." Ucap Rani dan langsung melewati Enhart yang masih menunduk di depan pintu kamar mandi.
Setelah Rani masuk, Enhart segera mengangkat kepala. Ia menghembuskan nafas kasar. Jujur saja apa yang sudah ia lakukan tidak pantas di maafkan, ia tahu itu. Namun melihat penolakan terang-terangan wanita tersebut membuat sesuatu dalam tubuh pria tersebut sakit.
Enhart memutuskan untuk memakai pakaiannya kembali. Dilihatnya di sprey ranjang sebuah noda merah yang membuat Enhart tersenyum senang. Di ambilnya ponsel dan mulai memotret noda tersebut. Gila memang! Namun, ia sepertinya merasakan getaran aneh dengan wanita yang ia gauli semalam.
Beberapa saat kemudian..
Rani yang sudah mengumpulkan keberanian, akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian lengkap dan juga wajah yang sudah lebih segar. Sebisa mungkin ia menahan diri untuk tidak menangis walau sebenarnya ia sangat ingin meraung-raung meratapi nasibnya.
Ceklek..
Matanya langsung tertuju pada seorang pria yang sedang duduk di atas sofa sembari menatapnya juga 'tampan! Dia sangat tampan' seandainya pertemuan mereka lebih baik, mungkin Rani akan Langsung jatuh hati
Pria tersebut nampak tersenyum tipis lalu berdiri 'sangat cantik' batinnya.
" Kita harus bicara." Ucap Enhart dengan wajah yang serius
Rani hanya mengangguk lalu duduk di sofa seberang Enhart.
" Tentang kejadian kemarin malam. Sekali lagi aku minta maaf, aku tidak tahu siapa yang memasukkan obat perangsang di dalam minuman ku." Lirihnya dengan nada yang menyesal
Rani terdiam. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan " Jangan dipikirkan, saya telah memaafkan anda." Ucapnya mencoba tegar. Ia bukanlah wanita Yang akan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Walaupun suka uang, bukan berarti dia akan menjadi murah dihadapan uang.
Bukannya lega, Enhart malah terlihat kesal. Pria tersebut menggeram dalam hati dengan tangan yang terkepal kuat dibawah meja.
__ADS_1
" Lupakan saja apa yang sudah terjadi." Lanjut Rani yang mana semakin membuat Enhart kesal
" Tidak bisa! " Seru Enhart dengan nada sedikit tinggi
Sontak Rani yang terkejut menatap Enhart dengan tatapan heran. Kenapa pria tersebut malah marah? Bukannya seharusnya yang marah disini adalah dia, sih korban.
" Apa maksud anda? "
" Keperjakaan ku hilang kemarin malam. Dan aku tidak bisa menerima nya begitu saja." Ucapnya sarkas
Kening Rani mengerut. Memangnya akan ada perubahan jika keperjakaan seorang pria Hilang? Pikirnya
" Tunggu dulu tuan, saya disini yang korban loh." Ucap Rani membela diri
" Pokoknya aku tidak peduli. Kamu haru tanggung jawab! " Tegas Enhart menatap tajam Rani yang bengong tiba-tiba saat pria tersebut berkata hal yang tak masuk akal
Rani memegang kepalanya " Sudah saya bilang tuan, disini saya yang korban. Kenapa malah anda yang minta pertanggungjawaban? " Menatap heran pria di depannya
Enhart tersenyum sinis " Aku juga korban disini. Bukannya tadi aku sudah bilang bukan, keperjakaan ku hilang dan diambil oleh mu."
" Tuan, keperawanan saya juga hilang gara-gara anda." Ia mulai menaikkan suaranya
" Tidak pokoknya aku tidak terima. Kau harus nikahi aku! " Perkataan Enhart kemudian berhasil membuat Rani menganga
" Apa? Kenapa malah saya yang harus menikahi anda? "
" Yah memang harus seperti itu. Tapi tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya. Huh! Seharusnya kau berterimakasih, aku yang korban disini dan seharusnya kau menikahi ku tapi malah aku yang menyiapkan semuanya." Dengus pria tersebut mendramatisir
" Apa!! Anda gila tuan!! " Bangkit berdiri. Pernikahan? Kenapa tiba-tiba berbicara mengenai pernikahan
" Kita bahkan tidak saling kenal?! " Melihat dengan tatapan heran
" Saling kenal? LaRani, seorang wanita yatim piatu yang bekerja di perusahaan Dbr Kingdom sebagai og. Tidak memiliki saudara, hobinya memasak, makanan kesukaan Seafood, minuman kesukaan coffe latte, golongan darah A+, alamat rumah dijalan..." Ia terus berbicara panjang lebar membuat Rani melongo
" Tu.. tunggu.." mengangkat tangan menahan pria tersebut agar menghentikan ucapan nya " Anda menyelidiki saya, tuan? "
" Apa? "
Enhart berdiri lalu menarik Rani " Aku Enhart." Ucapnya lalu menarik tangan wanita itu keluar dari sana dengan cepat, bahkan Rani belum sempat merespon
" Tunggu tuan, Tolong lepaskan saya." Mencoba menarik tangannya, namun semakin ia memberontak semakin keras pula Enhart menariknya.
Enhart berhenti " Jangan memberontak. Kau harus tanggung jawab. Atau kalau kau tidak ingin bertanggung jawab, dengan gantinya bayar kinerja keras ku semalam." Ucapnya sarkas
" Apa? Saya tidak ada uang. Bagaimana saya bisa membayar anda, dan bukannya anda yang memaksa saya semalam."
" Aku tidak peduli. Kau hanya punya tiga pilihan. Menikahi aku, membayar kinerja ku semalam atau aku akan membawa kasus ini ke jalur hukum." Sontak mata Rani membelakak
" Seharusnya saya yang pantas melaporkan anda. Lagipula pihak kepolisian pasti akan membela saya." Walaupun ia berbicara dengan dengan tegas, tetap saja ia tidak merasa yakin. Bukannya uang akan selalu menang?
Enhart tersenyum sinis " Kau yakin, aparat hukum akan membela mu? Memang nya siapa kau? " Perkataan sarkas tersebut membuat Rani terdiam.
Enhart kembali tersenyum menang lalu menarik tangan Rani masuk kedalam lift. Rani masih diam, ia hanya mengikuti pria tersebut. Pria yang meminta pertanggungjawaban kepadanya dan menyuruhnya menikahi pria gila itu.
Di dalam lift hening. Enhart sudah menyuruh Sky untuk mempersiapkan semuanya. Sebenarnya Enhart ingin menikahi Rani dengan baik-baik, tapi ia mengingat kisah cinta adiknya yang pelik membuat Enhart takut Rani akan pergi karena membencinya. Dan entah mengapa Enhart tidak akan rela.
'apa aku benar-benar akan menikah dengan cara seperti ini? Apa aku juga akan menjadi kaya instan?' pikirannya blong. Mana yang di bawah masih sakit lagi.
" Aku ingin mengambil handphone ku dulu." Ucap Rani membuka suara dan masih mencoba melepaskan genggaman tangan pria tampan tersebut
Enhart mengerti, ia pun melepas tangan Rani " Baiklah. Aku tunggu di parkiran." Tersenyum manis. Tepat ia mengatakannya, pintu lift pun terbuka.
Rani langsung keluar dari dalam lift dengan langkah cepat. Wajahnya memerah merona melihat senyuman manis pria tersebut. Apalagi mengingat kegiatan panas mereka semalam yang sangat lembut membuat Rani benar-benar malu.
Enhart terkekeh geli melihat tingkah Rani. Ia pun keluar dari dalam lift " Fiona pasti memarahi ku jika tau aku melakukan hal bejat pada sahabatnya." Menghembuskan nafas kasar lalu melanjutkan langkah menuju ke parkiran.
.........
Setelah mengambil ponselnya, Rani pun keluar dari dalam hotel.
__ADS_1
" Rani.." panggil seseorang membuat Rani menoleh
" Pak Yuda." Seru Rani melihat manager hotel datang menghampiri nya
" Ada apa, pak? " Tanya Rani tanpa basa-basi. Ia merasa sudah terlalu lama meninggalkan Enhart. Ia hanya takut pria gila itu masuk kembali kedalam hotel mencarinya
" Tadi malam kamu tidak pulang 'kan? " Tanya Yuda. Ia melihat barang-barang Rani semalam masih berada di loker yang kebetulan tak tergunci.
" Kamu baik-baik saja 'kan? " Tanyanya kemudian. Sudah menjadi rahasia umum bagi para pekerja disana, bahwa Yuda menyukai Rani. Dan Rani juga tahu hal itu namun ia pura-pura tidak tahu.
Rani tersenyum ramah " Saya baik-baik saja, pak."
Yuda nampak menghela nafas lega " Syukurlah." Matanya melirik ke leher Rani. Ia tidak sengaja melihat sebuah tanda merah disana " Rani, leher mu kenapa merah-merah? " Tanya Yuda
Rani langsung memegang lehernya. Ia menarik kerah baju yang ia pakai " Ah.. bu.. bukan apa-apa. Sepertinya karena digigit nyamuk." Sangkal Rani
" Nyamuk? " Yuda merasa curiga. Tidak mungkin gigitan nyamuk bisa sebesar itu. Dan bentuknya 'seperti kissmark'. " Kamu yakin itu bekas gigitan nyamuk? " Memicingkan mata
Rani mengalihkan pandangan, tidak ingin menatap Yuda " I.. iya, tentu saja ini bekas gigitan nyamuk." Gugup Rani. Ia takut dikatakan yang tidak-tidak dan di pecat jika Yuda tau yang sebenarnya.
" Kalau begitu saya permisi, pak." Hendak pergi dari sana namum Yuda segera menahan tangannya
" Tunggu dulu.."
" Iya? Ada apa pak? Saya harus pergi." Menarik tangannya yang digenggam, namun Yuda Tidak mengindahkan.
" Jelas..__"
Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang Rani " Sayang. Sudah dari tadi aku tunggu rupanya masih ada disini." Ucap Enhart menatap lembut Rani yang juga menatapnya dengan tatapan terkejut
Tatapan Enhart beralih melihat Yuda yang melihatnya dengan tatapan terkejut juga " ada apa ini? "
" Tuan Enhart." Sapa Yuda membungkuk hormat
" Ada apa ini? " Mengulang pertanyaan
Yuda melihat tangan Enhart yang melingkar di pinggang ramping wanita yang disukainya " Saya ada urusan dengan Rani, tuan." Jawab Yuda
" Ohh ada urusan apa kau dengan calon istri ku." Perkataan Enhart sontak membuat semua orang yang disana terkejut. Bahkan beberapa pegawai lain juga ikut terkejut mendengar perkataan Enhart.
Siapa yang tidak mengenal seorang Enhart. Mereka tidak akan bisa melupakan wajah lembut tersebut walaupun terkadang terkesan dingin, dan jangan lupakan dengan hartanya yang membuat orang-orang semakin tertarik pada nya.
" Apa maksud anda? Calon istri? Itu tidak mungkin." Beralih melihat Rani yang hanya diam saja " Itu tidak mungkin 'kan, Rani."
" Apanya yang tidak mungkin." Seru Enhart menatap tidak suka kearah Yuda
" Saya tidak akan percaya begitu saja." Tegas Yuda
Enhart tersenyum smirk " Kau tidak percaya? Haha lucu sekali." Sarkas Enhart membuat orang-orang yang mengenal Enhart sebagai pria lembut langsung merinding.
Enhart menarik tengkuk Rani lalu melabuhkan ciuman panas di bibir wanita nya. Tangannya semakin menarik pinggang Rani membuat Rani tak bisa berontak. Apalagi sekarang mereka sedang di saksikan oleh orang-orang disana yang melihatnya dengan tatapan mata terkejut dan ada juga yang tersenyum malu-malu.
Wajah Yuda memanas. Marah! Dia sangat marah, sampai-sampai wajah nya memerah. Ia mengepalkan tangan namun tak bisa berbuat apa-apa. Ia bisa-bisa dipecat jika mengusik seorang Enhart.
Enhart merasa Rani sudah kehabisan nafas pun akhirnya melepas ciuman tersebut. Rani memandang tajam Enhart namun di balas kedipan mata dari pria tersebut.
" Kalau begitu kami pergi dulu. Aku ingin segera dinikahi oleh Rani." Ucapnya dan lalu pergi darisana menarik tangan Rani. Meninggalkan orang-orang yang melongo mendengar perkataan Enhart.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya π banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya βοΈ
...klik tanda love dibawah ini π...
Follow ig othorπ€π π \=> HimaSun_05
__ADS_1