
Bryanskara, Ditrian serta Leticia sudah duduk di sofa sembari menunggu Detrick datang membawa serta kekasihnya untuk di kenalkan
Di depan meja sudah tersedia minuman dan beberapa cemilan untuk mengurangi kegugupan, bagi Leticia lebih tepatnya. Sedangkan Ditrian merasa tak perlu khawatir, walaupun nanti ayahnya tak menyetujui hubungan Detrick dan kekasih nya, ia sangat yakin kalau anak keras kepala itu tetap kekeuh. 'lagipula itu urusan anak keras kepala itu sendiri' seakan lepas tanggung jawab
" Ayah, bagaimana kalau kita menunggu di meja makan. Sekalian kita makan malam bersama dengan Detrick dan kekasih nya." Leticia bersuara yang kini duduk di samping sang suami, sedangkan Bryanskara sendiri duduk di kursi yang hanya bisa satu orang dan di paling tengah
Bryanskara tersenyum tipis, ia tahu menantunya yang satu ini pasti gugup akan responnya nanti saat melihat kekasih Sang cucu tertua " Tidak perlu. Kita tunggu Detrick dan wanita itu." Masih belum mau mengakui kekasih Detrick
'kalau di lihat dari gelagat Leticia yang gugup. Pasti wanita itu bukan wanita baik-baik' sudah menyimpulkan sendiri
Sedangkan Ditrian memegang tangan istrinya untuk menguatkan " Tenang saja." Bisik nya dengan tersenyum dan di balas senyuman manis dari sang istri
Tak lama kemudian datang salah seorang penjaga tuan besar Bryanskara " Tuan. Tuan muda dan kekasihnya sudah datang." Lapor nya. Ia hanya mendapatkan informasi seperti itu dari butler tanpa melihat siapa yang datang bersama Detrick
" Bagus suruh mereka langsung menemuiku." Datar Bryanskara. Sedangkan suruhannya hanya mengangguk dan kembali ke tempat, di belakang sofa yang duduki Bryanskara dimana disana sudah ada temannya
Seorang butler wanita paruh baya datang dari arah depan " Tuan muda dan nona muda sudah tiba." Beo nya dengan menunduk
Detrick berjalan di belakang butler tersebut sembari menggandeng Fiona yang bersembunyi di balik tubuh tegap Detrick. Sedangkan butler tadi sudah pamit undur diri
Leticia berdiri " Kamu sudah datang, nak." Ujar Leticia ingin menghampiri anaknya namun segera di tahan oleh suaminya
" Tidak perlu mengurus anak kepala batu itu." Ketusnya dan kembali menarik tangan sang istri untuk duduk.
" Hon..." Bisik Leticia kesal. Ia tahu suaminya hanya cemburu jika dirinya memberikan perhatian lebih kepada pria lain
Sedangkan Detrick memutar bola mata malas melihat tingkah sang ayah yang tidak masuk akal. Tatapannya beralih pada kakeknya yang masih terlihat gagah walaupun semua rambut sudah berwarna putih
" Kakek." Sapa Detrick
Glek..
Fiona di belakang Detrick semakin gugup. Tangannya kembali bergetar. Suasana di ruang tamu sangat mencekam menurutnya
Bryanskara hanya diam sembari curi-curi pandang melihat wanita mungil di belakang Detrick. Sangat terlihat sang cucu sangat melindungi wanita tersebut 'tapi tidak semudah itu' ingin merebut cucunya? Langkahi dulu mayat seorang Bryanskara
" Duduk." Titah Bryanskara dengan nada datar
__ADS_1
'eh!!!!?' Fiona terkejut mendengar suara tersebut. Ia menyembulkan kepalanya di balik tubuh kekar Detrick. Matanya langsung membulat " Kakek Bry." Pekik Fiona keluar dari tempat persembunyiannya
Sedangkan Bryanskara yang tadi sudah tidak memperhatikan Detrick dan wanita di belakang, langsung menoleh dengan cepat saat mendengar suara yang sangat ia rindukan. Cucunya yang berharga dan sangat di sayangi
" Fiona." Sontak ia langsung berdiri. Sedangkan kedua penjaga yang selalu setia di belakang sofa Bryanskara juga ikut terkejut melihat hal tersebut 'nona Fiona.' kedua penjaga itulah yang dulu membantu Fiona saat di serang oleh Geo
Fiona langsung melepas genggaman tangan Detrick dan segera memeluk Kakek Bry, dengan senang hati Bryanskara menyambut pelukan hangat yang sangat ia rindukan
Semuanya terdiam. Bengong, semua orang disana tak dapat berkata-kata melihat kedua orang berbeda kelamin dam generasi itu yang sedang melepas rindu dengan cara berpelukan
Fioan melerai pelukannya namun masih memegang tangan kakek Bry. Ia sedikit mendongak melihat wajah kakek Bry yang memang semampai walaupun sudah tidak muda lagi " Kakek Bry apa kabar? Aku kira kakek sedang ke luar kota." Tanya Fiona masih berpegangan dengan kakek Bry
Bryanskara tersenyum " Baik. Baru kemarin kakek pulang. Fiona sendiri, bagaimana?."
Fiona tersenyum " Aku juga baik." Raut wajahnya tiba-tiba menjadi cemberut " tapi kenapa kakek tidak memberitahu kannya padaku." Memajukan bibir
Bryanskara terkekeh " Maafkan kakek yah. Tenang saja, kakek punya banyak oleh-oleh untuk mu." Ujar kakek Bry tersenyum senang
Fiona menampilkan gigi putihnya yang berderet rapi " heheh kalau itu bisa kita musyawarakan." Kakek Bry tergelak dan geleng-geleng kepala
" Tapi, apa yang kakek lakukan disini?." Akhirnya ia sadar
" Eh!." Fiona berbalik melihat Detrick sedangkan yang di tatap segera maju. Pria itu menarik tangan Fiona dari genggaman sang kakek
" Apa maksudnya ini?." Heran melihat hubungan kekasih dan kakeknya yang terlihat sangat akrab. Sedari tadi dia hanya diam dan memperhatikan
" Kakek mengenal Fiona? Kekasih ku?." Tanya Detrick lagi
Bryanskara membulatkan mata " Apa? Kekasih? Apa itu benar, Fio?."
Fiona yang masih belum tahu apa yang terjadi hanya mengangguk. Bryanskara kembali di buat terkejut. Alisnya bekerut, tidak mungkin seorang Fiona ingin menjadi kekasih dari seorang seperti cucu sulungnya " Kamu tidak sedang di paksakan?." Memegang bahu Fiona " Katakan pada kakek kalau bocah kurang ajar ini memaksamu, kakek akan pukul dia."
Rahang Detrick langsung mengetat namun ia mencoba untuk menahan. Untung saja kakeknya, kalau bukan sudah dia kubur hidup-hidup
Sedangkan yang di tanya menggaruk kepala tak mengerti " Aku tidak di paksa ko kek. Tapi, sebenarnya ada hubungan apa kakek dengan Detrick?." Ia tahu kakek Bry Memang orang kaya. Tapi, tidak sampai menjadi keluarga Reventoon 'kan? Keluarga yang katanya berisi orang-orang menyeramkan. Fiona menggeleng dalam hati. Itu tidak mungkin, pikirnya
Bryanskara tersenyum simpul " Kamu pasti akan terkejut dan tidak percaya, tapi sesuai dengan apa yang kamu pikirkan." Beo kakek Bry yang dapat menyimpulkan apa pikiran Fiona sekarang
__ADS_1
" Apa!?? Itu tidak benar 'kan." Sedikit berteriak, tidak percaya. Kalau memang benar selama ini ia sudah seperti terjebak di antara kandang harimau dan buaya
" Apa yang tidak mungkin? Dia memang kakekku." Seru Detrick melihat Fiona yang masih syok
" Jadi, selama ini aku...." Menyugar rambut ke belakang 'Gila! Ini benar-benar gila!' Ia tersentak saat merasakan sebuah tangan merapikan kembali rambut yang tadi ia rusak.
" Kamu memang cantik walau dalam kondisi apapun, tapi akan terlihat lebih baik jika rapi sayang." Pria dengan sejuta pesona itu merapikan rambut Fiona, membuat empunya terdiam dan hanya mengangguk dengan wajah yang sudah memerah.
Bryanskara tersenyum tipis melihat hal tersebut. Sepertinya pertemuan mereka semua Memang sebuah takdir 'dunia begitu kecil rupanya'
" Tunggu dulu. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi disini, tapi bagaimana kalau kita makan malam terlebih dahulu sebelum kalian menjelaskan semuanya." Ditrian yang sedari tadi hanya diam akhirnya angkat bicara. Leticia juga hanya mengangguk, ia melihat penampilan wanita yang di bawa anaknya sangat berbeda dengan yang terakhir kali
" Ah! Benar juga." Seru Detrick dan juga Bryanskara
Detrick segera menggenggam tangan Fiona, namun ia terhenti saat tak sengaja Bryanskara juga melakukan hal yang sama " Apa yang kakek lakukan. Fiona itu kekasih ku." Menekankan perkataan pada kata kekasih ku
Bryanskara tak kalah sengit " Fiona itu cucu kesayangan ku." Juga tak kalah menekankan perkataan
Ditrian menghela nafas lesu melihat tersebut sedangkan Leticia tersenyum simpul. Ia kemudian berjalan menghampiri Fiona lalu segera mengambil wanita yang sedang kebingungan itu dari kedua pria berbeda generasi yang selalu ingin memonopoli Fiona
" Apa maksud kalian. Fiona itu putriku." Seraya menarik tangan Fiona menuju ke meja makan meninggalkan semua pria berbeda generasi namun masih tetap gagah nan tampan
" Istri ku..." Lirih Ditrian tak rela di tinggalkan. Ia melihat putra dan juga ayahnya " Haiss ini semua karena kalian yang bertingkah kekanak-kanakan." Ketusnya lalu mengejar sang istri
Sedangkan Detrick dan Bryanskara saling pandang dan tanpa kata keduanya juga ikut masuk ke ruang makan. Di sana sudah terlihat Fiona dan juga Leticia yang duduk bersebelahan membuat kedua pria disana mendengus kasar
Ditrian yang ingin duduk bersebelahan dengan sang istri, sedangkan Detrick yang tidak rela dan juga ingin duduk di dekat kekasihnya. Sedangkan kakek Bry malah terkekeh melihat anak dan juga cucunya yang sedang kesal
Mereka kemudian duduk di meja makan. Ditrian dan Detrick bersebelahan di depannya ada dua wanita yang asik sendiri sedangkan Bryanskara duduk di paling tengah.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
__ADS_1
...klik tanda love dibawah ini 👇...