Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Aku tidak setuju


__ADS_3

Setelah keadaan menjadi tenang. Fiona beralih melihat Bryanskara yang hanya tersenyum tipis melihatnya. Fiona mencebik, bagaimana bisa kakeknya hanya diam begitu saja.


" Tidak ada acara bulan madu! " Tegas Leticia menatap tajam sang putra. Saat Leticia yang terkenal anggun, lembut dan ramah berubah menjadi garang tak akan ada yang berani membantah


Detrick ingin angkat bicara. Namun, seketika nyalinya menciut saat melihat wajah sang ibu yang memerah dan matanya melotot kearah dirinya " Baik bu. Maafkan aku." Bahkan Detrick pun pasrah.


Ditrian dan Bryanskara hanya diam. Jujur saja mereka juga tidak berani angkat bicara jika seorang Leticia Ayunda Aritmaja berubah menjadi mode garang. Sedangkan Enhart dan Sky tersenyum menang melihat seorang Detrick Reventoon pasrah dihadapan sang nyonya.


" Detrick! Kau tau ibu adalah orang yang beradat 'kan! Ibu mu ini berasal dari negara yang mempunyai banyak adat dan sopan santun." Detrick menunduk lalu mengangguk. Fiona tercengang melihat hal tersebut. Rupanya Leticia yang selalu sabar pun mempunyai batas kesabaran yang bahkan tidak ada yang berani melawan jika sudah melewati batas tersebut


Ditrian menahan tawa melihat anaknya yang angkuh dan dingin duplikat sang ayah patuh dan tunduk kepada sang istri. 'rasakan anak tengik' sifatnya sama sekali tidak ada yang mirip dengan Detrick


" Kau pulang membawa gadis baik-baik dan memaksanya memakan pakaian kurang bahan! Mencoba menipu ayah dan ibumu! Ibu sama sekali tidak pernah mengingat mengajarkan mu seperti itu! " Tegas Leticia.


Enhart dan Sky menelan Saliva nya susah-susah. Wanita yang lemah lembut jika marah tak bisa dibantah.


" Sudah cukup ibu memberikan mu kebebasan. Kamu sendiri tahu ibu juga punya batas kesabaran! " Detrick semakin menunduk. Ia menggenggam erat tangan sang istri. Ia merutuki dirinya karena lupa asal ibunya


" Menikahi anak gadis baik-baik tanpa mengatakan nya terlebih dahulu. Bahkan kau sudah pernah menghamilinya. Seharusnya waktu itu ibu menendang bokong mu itu atau memotong masa depan yang bergantung tak berguna itu! " Sungguh kali ini Leticia benar-benar marah. Dulu ia hanya menahan diri, apalagi melihat keadaan putranya yang tak baik-baik saja membuat Leticia urung untuk memarahi Detrick


Namun, sekarang berbeda. Ia merasa tidak dianggap sebagai orang tua. Menikah tanpa persetujuan orang tua? Ohh hal itu tidak dibenarkan. Di negara manapun, tapi jika yang menikah orang Indonesia harus atas restu orang tua atau wali. Itulah prinsip Leticia


Leticia mengatur pernafasan nya, terlalu banyak berbicara bukanlah kepribadian nya. Ditrian merangkul pundak sang istri " masih ada lagi, hmm? " Bertanya dengan lembut


" Aku tidak setuju dengan pernikahan ini! " Tegas Leticia membuat semua orang disana menatap tak percaya. Bahkan Ditrian yang sangat mengenal sang istri melongo melihat keputusan yang diambil wanita yang dicintainya tersebut


" Bu! Tidak bisa seperti ini bu. Fiona sudah menjadi istri ku." Tegas Detrick namun masih dengan nada sopan. Sedangkan Fionaz matanya sudah berkaca-kaca


" Huh! Itu salah mu sendiri! "


" Ibu.. " Lirih Detrick. Kemudian pria itu melirik ayahnya meminta bantuan " Ayah.."


" Sayang, pikirkan dengan tenang yah. Dengan kepala dingin." Mengelus pundak sang istri.


Leticia menatap tajam suaminya. Ditrian meneguk salivah susah-susah. Ia lalu melihat anaknya dan mengangkat kedua bahu. Pasrah, ia tidak bisa membujuk sang istri


" Kakek.." kemudian beralih ke Bryanskara.


Jujur saja, Bryanskara tak tega melihat Detrick yang sampai harus mengibah bahkan Fiona yang tertunduk dengan wajah yang sudah berkaca-kaca. Namun, ia juga tak bisa membantah perkataan Leticia. Sebab semua yang dikatakan Leticia itu benar


" Pokoknya aku tidak merestui pernikahan kalian. Jika tidak dilakukan di depan mata ku sendiri." Ketus dengan wajah yang dibuang ke samping membuat mereka semua tersenyum senang.


Detrick langsung menghela nafas panjang. Ia lega, untung saja hubungan nya tidak benar-benar ditentang. " Tapi kami sudah menikah, bu." Ucap Detrick


Ditrian berdecak " Resepsi pernikahan nya belum." Ketus pria paruh baya tersebut


Detrick terdiam. Sebenarnya ia keberatan melaksanakan resepsi. Bukan karena memang tidak suka, tapi ia tidak ingin istri cantiknya dilihat oleh publik. Rasanya ia ingin mencolok mata para pria yang melihat tubuh istrinya


Mata pria tersebut melirik kearah samping " Bagaimana? Kamu mau? " Tanya pada Fiona


Leticia langsung melotot tajam kearah putranya " Tentu saja Fiona mau! Wanita manapun pasti menginginkan resepsi jika menikah."


Fiona tersenyum canggung " Aku tidak terlalu memikirkan tentang resepsi. Bukankah tanpa resepsi pun kami tetap akan menjadi suami istri." Celetuk Fiona yang memang tidak suka dengan hal yang merepotkan. Bukankah sama saja? Pikir nya

__ADS_1


Leticia sebagai satu-satunya wanita disana melongo mendengar penuturan menantu nya. Hah! Bagaimana bisa ada seorang wanita seperti itu? Bahkan Ditrian juga tak percaya dengan perkataan Fiona


Lain halnya dengan Bryanskara, Detrick, Enhart dan Sky yang memang sudah bisa menebak jawaban wanita tersebut.


" Tapi nak, ini acara sekali seumur hidup loh." Meyakinkan Fiona


Fiona menggaruk tengkuknya " Emm aku tidak terlalu mengerti, bibi. Bukankah sama saja yah." Tersenyum kaku


" Hahhh bukan bibi. Tapi ibu!, Lalu mengadakan resepsi dan tidak itu sangat berbeda! Pokoknya kalian harus mengadakan resepsi! Biar seluruh dunia tahu kalau kalian sudah menikah." Tegas Leticia dan sudah tidak ada yang bisa membantah


Detrick berdecak " Tapi yang sederhana saja." Tegasnya


Semua orang melirik tajam kearah Detrick " Dasar pelit! " Seru mereka semua bersamaan kecuali Fiona yang juga setuju dengan perkataan Detrick


Detrick hanya berwajah datar. Ia sama sekali tidak mengambil hati perkataan mereka semua. Lagipula, sederhana yang dikatakan seorang milyarder sangat berbeda tingkatan apalagi kalau seorang Detrick Reventoon yang mengatakan nya.


" Bagaimana nak? " Tanya Ditrian kepada Menantunya


" Aku tidak keberatan, pam.._"


" Ayah! Panggil ayah." Tegas Ditrian


Fiona tersenyum malu " Iya ayah. Aku tidka keberatan."


Sedangkan Enhart hanya menghela nafas dan tersenyum melihat keluarga Detrick yang rupanya sangat ramah dan terbuka berbeda dengan Detrick. Sebenarnya ia pergi ke mansion utama Reventoon karena Bryanskara yang memanggil dan mengatakan ingin memberikan sebuah kejutan.


'kejutan anda hampir membuatku jantungan tuan Bryanskara'


.........


" Ma.. lepaskan mah. Aku belum menyiapkan hati." Seru Carl menahan langkah, namun madam Emma tak menggubris


Wanita tersebut tetap menarik paksa tangan Carl " Tidak! Hari ini juga kamu harus bertemu Fiona dan meminta maaf! " Tegas Madam Emma berbalik menatap tajam putranya.


Madam Emma baru saja mendapatkan kabar, bahwa Detrick sudah menemukan Fiona dan kini keduanya berada di mansion utama Reventoon. Madam Emma segera keluar dari dalam butik dan menghubungi sang putra dan suaminya. Dan disinilah mereka sekarang.


Callin terkekeh geli " Menyerah saja. Lagipula kita sudah ada didepan mansion. Tidak ada gunanya memutar arah." Menepuk pundak Carl


Carl mendengus " Huhhh! Baiklah." Akhirnya ia pasrah dan membiarkan sang ibu menarik tangannya. Sebenarnya bukannya Carl tidak ingin meminta maaf, namun ia terlalu takut dan malu bertemu dengan Detrick apalagi Fiona. Wanita baik-baik yang ia tuduh dan jebak dengan perilaku nya yang tidak-tidak


Tap.. tap.. tap..


Suara langkah kaki ketiga orang tersebut terdengar kian mendekat ke ruang tamu tempat semua orang berkumpul disana. Mereka masih membicarakan mengenai resepsi yang akan diadakan nanti.


Saat sampai, madam Emma langsung tersenyum senang " Wah.. rupanya sudah sangat ramai. Tidak sia-sia kami datang." Celetuk Emma yang membuat semua orang disana menoleh melihat siapa yang datang


" Emma.." Panggil Leticia yang langsung berdiri " Ada apa? " Tanyanya kemudian


Emma melirik anaknya, dimana yang dilirik menundukkan kepala tak sanggup untuk mendongak. Apalagi melihat tatapan tajam dari sang kakak yang membuat nyalinya yang memang sebiji jagung berubah menjadi sebutir debu.


Leticia mengerti meksud kedatangan mereka bertiga. Ia hanya diam, karena memang menurutnya Carl harus meminta maaf pada Fiona karena sudah menuduh menantunya yang tidak-tidak


Fiona dapat merasakan genggaman sang suami yang semakin kencang. Ia melirik Detrick yang seperti sedang menahan amarah. Tangan Lentik Fiona pelan-pelan mengusap punggung tangan Detrick. Entah apa yang membuat suaminya itu marah, namun sebagai seorang istri, Fiona mempunyai tugas untuk menenangkan suaminya saat ini.

__ADS_1


Ia melihat madam Emma bersam dua orang pria. Yang satu ia kenal, namun yang satunya tidak terlalu


Pelan-pelan Carl mendongak. Ia dapat melihat wajah keterkejutan dari Fiona dan wajah yang menahan amarah dari kakaknya 'santai Carl. Semangat kamu pasti bisa!' hanya ini yang bisa ia katakan pada dirinya. Apalagi Sura sedang tidak ada menemani nya.


Melepas tangan dari genggaman sang ibu " Hai Fiona.. kita bertemu lagi." Sembari melambaikan tangan Tersenyum manis, semanis mungkin bahkan harus sampai manisnya dapat meredakan emosi sang kakak.


Namun sepertinya itu tidak berhasil, wajah Detrick malah semakin kesal melihat Carl yang sok akrab dengan istrinya


Fiona mengangkat kedua alis. Ia memang belum mengetahui masalah yang ia dapat ada campur tangan dari Carl " Carl? Kamu Carl 'kan. Wah... Kebetulan sekali, bagaimana bisa kamu ada disini? " Tanya Fiona dengan wajah yang gembira yang mana semakin membuat Detrick kesal


Sedangkan orang-orang disana cukup terkejut dengan hal itu. Sejak kapan Carl saling kenal dengan Fiona? Ohh mereka sempat mengingat foto yang katanya foto perselingkuhan Fiona yang disalah satu Fotonya terdapat Carl disana. Tapi, mereka tetap tak percaya mereka saling kenal dan terlihat akrab


" Hahaha aku lupa memberi tahu nama lengkap ku. Biar aku perkenalkan diriku kembali." Berdehem. Setidaknya dengan berbasa-basi seperti ini dapat mengurangi rasa tegang nya


" Perkenalkan, Aku Carl Reventoon. Anak dari Callin Reventoon, cucu kedua dari Bryanskara la Reventoon, keponakan manis dari paman Ditrian dan juga bibi Leticia. Serta adik sepupu dari kak Detrick." Berucap dalam satu tarikan nafas.


Semua orang yang mendengar nya terkekeh geli. Sedangkan Detrick hanya diam menatap datar. Lain dengan Fiona nampak terkejut " apa? Wah... Jadi, putra madam Emma itu Carl kamu yah. Hahahha aku kira Carl yang berbeda." Tertawa. Rupanya dunia memang sempit


Carl ikut tertawa, namun saat melihat tatapan tak bersahabat dari kakaknya membuat Carl harus menelan Saliva nya. menggaruk tengkuk " emm Fiona, sebenarnya ada yang ingin aku katakan." Berjalan mendekat.


Kening Fiona menyerngit melihat ini Carl yang tiba-tiba canggung kepadanya. Saat sudah sampai tepat dihadapan Fiona dan Detrick, Carl langsung bersujud menempelkan kening keatas lantai " Fiona aku ingin minta maaf pada mu." Pekik Carl


Tentu Fiona terkejut " Hei.. apa yang kau lakukan? Bangunlah. Dan minta maaf untuk apa? " Ia merasa aneh dan juga tidak enak melihat Carl yang bersujud di depannya.


Enhart dan Sky saling pandang. Bukankah itu Carl Reventoon, salah seorang pebisnis handal? Dan terkenal dengan sikap datarnya. Tapi, bagaimana bisa seorang sepertinya bersujud seperti sekarang.


" Maafkan aku." Mengangkat kepalanya " Kau ingat saat di mall waktu itu? " Fiona yang belum mengerti semua ini langsung mengangguk


" Sebenarnya waktu itu aku sudah mengikuti mu sebelum mausk kedalam mall. Aku juga sengaja mendekati mu waktu itu. Itu semua aku lakukan karena aku menganggap mu wanita yang tidak baik dan juga aku merasa cemburu." Memberikan wajah memelas


Tentu perkataan Carl membuat Fiona terkejut dan tak habis pikir. Ia juga tidak sadar saat diikuti. Tapi " Cemburu? Cemburu dari apa? " Tidak mungkin Fiona merebut kekasih Carl. Apalagi kekasih pria tersebut yah pasti wanita.


Carl menghela nafas pelan " Aku cemburu karena kak Detrick lebih menyayangi mu dibanding aku, adiknya. Makanya aku mencoba membuat citramu didepan kak Detrick hancur." Kembali bersujud " Maafkan aku. Kalau bukan karena aku, aku yakin bayimu pasti masih selamat."


Deg...


Wajah Fiona kembali sendu mengingat sang anak yang sudah meninggal. Melihat hal itu, Detrick segera merangkul sang istri " Baguslah kalau kau sadar diri! Dan sebaik nya jangan menampakkan wajah mu lagi." Ucap Detrick dingin


Carl hanya bisa memejamkan mata mendengar hal tersebut. Sakit! Tapi, ini semua karma akan perbuatannya.


Apa yang kau tanam itu yang akan kau tuai! Peribahasa yang sangat cocok untuk Carl


" Sayang, jangan mengatakan hal kejam seperti itu." Tegur Fiona. Bukannya semua sudah berlalu? Ia hanya ingin hidup tenang tanpa beban


" Carl. Terima kasih karena sudah mengakui perbuatan mu." Ucap Fiona bijak


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2