Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Pelacur


__ADS_3

Setelah drama yang entahlah, Michael sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi tadi. Pria dengan perawakan menyeramkan namun terlihat tampan nan gagah tersebut duduk di kursi sekretaris sebelah kursi Iden. Keduanya membahas mengenai pekerjaan.


Tiba-tiba pintu ruangan sang CEO terdengar terbuka. Sontak keduanya menoleh dan mendapati sang tuan muda yang keluar dari ruangan dengan hanya menggunakan kemeja hitam, dan dua kancing diatas terbuka. Serta lengan yang ia gulung


Sontak mereka berdua berdiri. Michael dengan sigap menghampiri sang tuan muda " Tuan, apa anda baik-baik saja?." Tanyanya dengan wajah yang khawatir


" Jangan berikan wajah seperti itu. Tidak cocok." Ketus Detrick menatap tajam ke arah Michael. Seperti nya Detrick sudah sembuh dari syndrom nya


Sontak Michael merubah Wajah nya menjadi datar. Padahal ia hanya khawatir dengan keadaan sang tuan muda, tapi dianggap salah.


" Anda ingin kemana tuan?." Padahal tadi bosnya masih histeris karena syndrom nya kambuh, namun sekarang sudah akan pergi lagi


Detrick menatap tajam Michael. Tatapannya seolah-olah mengartikan agar tidak mencampuri urusan nya. Dan tanpa banyak kata ia melangkah pergi darisana. Namun, bukan Michael namanya kalau tidak sedikit keras kepala. Asisten serbaguna tersebut tetap mengikuti langkah sang tuan muda pergi, dan Detrick pun tak melarang.


Hingga keduanya sampai di tempat parkir. Michael segera membukakan pintu untuk sang tuan muda, setelahnya ia juga ikut masuk dibelakang kemudi.


" Anda ingin kemana tuan?."


" Jalan xxx." Datar tanpa ekspresi. Michael seperti kembali melihat seorang Detrick Reventoon yang dulu. Pria dingin angkuh kejam nan sombong sebelum bertemu dengan Fiona. Yah walaupun setelah bertemu masih tetap sama


" Apa? Tapi tuan.__"


" Berani-beraninya kau membantah ucapkan ku. Kau sudah berani karena akhir-akhir ini aku melunak."


Brak..


Menendang jok kursi yang sedang di duduki Michael " Kau sudah tidak sayang ngawa mu!." Nada rendah namun selalu dapat membuat Michael tak berkutik dan hanya bisa menunduk


" Maafkan saya tu..__"


" Jalan!."


Tanpa banyak bertanya lagi, Michael pun melajukan mobil sesuai titah sang tuan muda. Ia sangat menghormati Detrick. Kalau dibilang takut, tidak juga. Bukannya mereka sama-sama manusia? Pikir Michael.


Hanya saja Michael Memang sangat menghormati seorang Detrick Reventoon dibandingkan siapapun. Ia akan selalu patuh pada setiap perintah sang tuan muda walau hal absurd sekalipun. Michael tak pernah membantah, ia hanya akan mengatakan 'baik tuan muda' atau 'akan saya kerjakan ' dan masih banyak lagi.


Walaupun akhir-akhir ini ia memang sedikit melunak dan Michael sadar akan perubahan sifatnya sendiri. Mungkin efek dari bertemu Fiona? Pikir nya


Hingga beberapa menit mereka pun sampai. Dengan sedikit ragu, Michael membukakan pintu untuk sang tuan muda.


Detrick turun dari dalam mobil dan langsung masuk kedalam sebuah club. Dentuman musik memenuhi gendang telinga namun tak digubris oleh kedua pria tersebut.


Seorang pria yang mungkin seumuran Detrick menghampiri kedua pria yang baru masuk kedalam club namun tak jarang sudah jadi perhatian disana.


" Wa.. wah.. wah.. rupanya ada tuan muda Detrick Reventoon. Lama tidak berjumpa tuan. Apa kabar? Akhirnya anda datang lagi kesini."! seru pria tampan tersebut


Seperti biasa Detrick hanya menatap datar " Siapkan yang seperti biasa. Oh yah berikan aku 3." Ucap Detrick


Pria tersebut tersenyum lebar " Tentu saja. Anda benar-benar hebat tuan."

__ADS_1


" Tuan. Apa anda yakin?." Michael gusar saat mendengar perkataan Detrick.


Detrick menatap tajam Michael " Kau benar-benar berani yah."


" Tunjukkan jalannya." Titah Detrick. Michael sudah tidak berani angkat bicara lagi. Hari ini sudah beberapa kali ia ditegur


Kemudian pria muda pemilik club tersebut menuntut Detrick untuk masuk kedalam sebuah ruangan VVIP.


" Silahkan masuk, tuan." Ujar pria tersebut. Detrick hanya diam dan masuk kedalam diikuti oleh Michael


Didalam ruangan tersebut, ada tiga wanita malam dengan baju yang sangat minim. Parfum yang menyengat menghantam hidung. Lampu yang tidak terlalu terang, sangat sunyi didalam berbeda dengan keadaan diluar. Di atas meja terdapat beberapa botol wine beserta gelas.


Dengan sangat amat santai, Detrick duduk di sebuah kursi panjang disana. Setelah duduk, ketiga wanita malam tersebut langsung duduk di samping Detrick. Michael hanya berdiri dekat pintu sembari memperhatikan.


Salah seorang wanita terlihat menuangkan wine kedalam gelas dan memberikan nya pada Detrick. Salah seorang lagi terlihat bergelayut manja di lengan kekar Detrick, bahkan ada yang sengaja melukis-lukis didada pria yang tidak dapat ditebak tersebut.


.........


Ceklek..


Fiona masuk kedalam ruangan tersebut " Sayang.." lirih Fiona melihat penampakan didepannya. Lebih menyeramkan dibandingkan melihat penampakan yang ada dikiburan


Detrick yang tengah meneguk wine. Dengan dua orang wanita disampingnya, lalu di belakang sofa yang sedang di duduki juga ada seorang wanita malam yang tak kalah seksi.


Pria tersebut melirik kearah pintu yang baru saja dimasuki seseorang. Ia tertawa sinis. Tatapannya seakan-akan mengatakan, apa yang kau lihat! Mungkin seperti itulah.


Fiona memejamkan mata sejenak, menahan air mata yang siap jatuh 'semangat Fio!' ia yakin sang kekasih hanya khilaf dan sebentar lagi pasti akan sedar.


" Sayang... Kita pulang yah. Bukannya kita harus makan malam. Masakan ku jadi sia-sia kalau tidak dimakan loh." Ucapnya tegar, menahan getaran bibir


Wanita itu mendekat. Detrick menghembuskan asap tembakau yang ia hirup " Duduklah disini! Bukannya kau sama saja dengan mereka." Sarkas pria tersebut dengan senyum sinis. Sungguh, sebenarnya pikiran Detrick melayang kemana? Kenapa dia sangat bodoh sekarang!


Sekali lagi Fiona menahan kekesalan dan juga air matanya. Apa katanya tadi? Mirip? Jadi menurut nya, kekasih hatinya sendiri mirip dengan wanita malam?!


Fiona tak menggubris. Hatinya memanas melihat bagaimana wanita-wanita itu bergelayut manja di lengan sang kekasih. Ada juga yang sengaja bersandar di dada kekasih hati nya semakin membuat Fiona meradang 'aku ingin mematahkan leher wanita sialan itu'


Fiona mendekati Detrick lalu menyingkirkan wanita yang bersandar didada pria nya. Ia menatap tajam wanita yang sekarang terjatuh di lantai membuat wanita tersebut langsung menciut merasakan dan melihat tatapan tajam Fiona.


Fiona duduk di sebelah Detrick. Ia hendak menarik tangan pria besarnya, namun " oh sekarang kau ingin melakukan tugasmu." Tersenyum mengejek


Wanita hamil tersebut mengepalkan tangan. Ia mencoba untuk kembali kuat dan kembali memegang lengan Detrick " Sayang.. ayo kita pulang." Menarik-narik tangan kekar Detrick


Detrick tak menggubris. Ia hanya diam dengan masih meminum wine ditangannya. " Tidak baik minum terlalu banyak." Hendak mengambil gelas yang ada ditangan kekasih hati nya


Prang...


Detrick menghempaskan tangan Fiona, hingga gelas yang dipegangnya juga ikut lepas dan hancur dilantai.


" Kya..." Teriak para wanita disana. Fiona juga terkejut namun ia hanya diam. Tiba-tiba perutnya kram. Mungkin karena ia terlalu terkejut.

__ADS_1


" Keluar." Sarkas Detrick. Membuat ketiga wanita malam tersebut tersenyum mengejek kearah Fiona. Apalagi wanita yang tadi sempat dihempaskan Fiona


" Aku akan keluar kalau kamu juga keluar." Fiona tetap kekeuh. Ia akan menyeret paksa sang kekasih jika memang harus. Berikanlah dirinya keberanian untuk melakukan hal yang ada dipikirannya sekarang!


" Aku mohon, ayo kita pulang. Apa kamu tidak kasihan dengan bayi kita, sayang." Memegang lengan Detrick


Detrick tertawa hambar " Bayi kita? Kita? Hahahha kau bercanda. Pelacuur seperti mu mengatakan bayi kita?!." Sarkas Detrick


" Hei.. jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Berapa banyak pria yang sudah meniduri mu!!" Memberikan senyum sinis


Deg...


" A.. aku bisa jelaskan. Yang digambar Memang aku, tapi__"


Brakk...


Detrick menendang meja yang diatasnya terdapat beberapa botol wine dan juga gelas. Semuanya berhamburan dan pecah semakin membuat suasan mencekam. Bahkan para wanita bayaran disana hanya diam memejamkan mata takut melihat kemarahan Detrick.


Sama, Fiona juga takut. Namun ia mencoba untuk berani. Apapun keadaannya ia akan tetap bertahan disana. Wanita hamil ini sudah memutuskan akan tetap bertahan kecuali jika ia disuruh pergi dari hidup kekasihnya


Telinga, hati dan seluruh tubuh Detrick memanas setiap kali Fiona membenarkan bahwa memang dirinya yang ada di gambar tersebut. Padahal Detrick hanya ingin bantahan secuil saja 'walaupun itu bohong sekalipun' ia tak akan keberatan


Detrick berdiri " Pergi dari sini lacur!!" Teriak Detrick.


Tes...


Air mata yang sedari tadi ditahan Fiona akhirnya tumpah. Mendengar makian dan cacian dari orang yang dicintai membuat hatinya sangat sakit. Lebih sakit saat Melihat mantannya dulu berhubungan intim dengan adik tirinya


Deg...


Detrick membeku. Ia sama sekali tidak bisa menahan diri saat melihat air mata wanitanya jatuh membasahi pipi, apalagi jika hal itu karena dirinya sendiri. Namun, ego masih tetap menguasai dirinya.


Ia mengepalkan tangan, dengan hembusan nafas yang kasar menahan kekesalan. Fiona ikut bangkit dari duduknya.


" A.. apa kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi?." Bertanya dengan mata yang berderai air mata


Detrick menatap datar " Pergi!." Terdengar dingin dan datar


Salah seorang wanita malam yang seperti melihat kesempatan didalam pertengkaran sepasang kekasih didepannya langsung mengambil kesempatan tersebut. Dengan perlahan wanita yang tadi sempat Fiona dorong mendekati Detrick lalu mengalungkan tangannya di lengan kekar pria tersebut


" Tenanglah tuan. Aku akan selalu ada untuk anda." Lirihnya " Jangan buang-buang waktu anda dengan wanita jahat." Melirik Fiona dengan senyuman licik


.


.


TBC


Detrick jahat yah😌 tenang ajah ceritanya udah othor buat sedemikian rupa, jadi lanjutin yah😘

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2