Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Takdir memang luar biasa


__ADS_3

Kelima orang itu pun duduk di tempatnya masing-masing, walaupun ada dua orang yang tidak terima tapi mereka juga tak bisa menolak


Sedangkan Fiona sendiri juga tak kalah gugupnya. Sebenarnya ada apa ini, ia bertanya-tanya dalam hati. Aura-aura yang aneh menurut nya apalagi Detrick yang sedari tadi menatap tajam ke arahnya


Kakek Bry tersenyum senang " Makanlah Fiona. Anggap ini makan-makan gratis dengan lauk yang mewah." Memecah keheningan


Fiona terkekeh mendengar perkataan kakek Bry " Tentu saja. Aku tidak akan duduk disini kalau bukan makan gratis." Ia seakan lupa kalau bukan hanya mereka berdua di sana


Leticia ikut tersenyum " Makan yang banyak. Sering-seringlah kemari." Seperti mendapatkan putri baru. Ia selama ini cukup kesepian karena hanya mempunyai satu putra yang jarang pulang sedangkan suaminya juga sibuk di perusahaan nya


Fiona tersenyum kikuk, ia merasa malu akan ucapan nya tadi " Terima kasih bibi."


Setelah itu mereka pun makan malam dalam keheningan. Semua orang disana terjebak dalam pemikirannya masing-masing. Sebenarnya ada apa ini? Pikir salah seorang disana. Ada hubungan apa mereka dengan wanita itu? Salah seorang lagi tak kalah berpikir


Hingga kelima orang disana selesai makan malam. Ditrian yang sedari tadi menyimpan keingin tahuannya akhirnya membuka suara


Masih dengan di meja makan " Jadi apa tidak ada yang ingin kalian jelaskan."


Bryanskara mulai menceritakan awal pertemuan dengan Fiona serta hubungan di antara keduanya. Detrick dan Ditrian manggut-manggut mengerti. Sedangkan Letcia terkekeh geli di dalam hati 'padahal Fiona anak baik-baik. Tapi bocah itu malah mendandaninya seperti wanita penggoda' mengingat saat Detrick datang membawa Fiona sebagai kekasihnya


Fiona hanya diam mendengarkan. Sebenarnya ia juga butuh penjelasan disini. Tapi karena tidak berani angkat bicara ia hanya mengiyakan


" Dan aku sama sekali tidak menyangka kalau cucuku yang manis mempunyai kekasih seorang singa." Menyindir seseorang yang memang tersindir


Sedangkan Detrick memutar bola mata malas " Setidaknya induk singa tidak akan memangsa anaknya sendiri."


Leticia tertawa kecil " Takdir memang luar biasa yah." Bagaimana bisa rupanya mereka memang sudah berhubungan sebelum bertemu


.........


Sean masuk kedalam markas dan rupanya di dalam hanya ada Eliza, istrinya. Dengan langkah cepat ia memeluk Eliza dari belakang lalu menenggelamkan wajah di tengkuk leher sang istri


Eliza tersenyum lalu mengelus kepala Sean " Kamu lelah?."


" Hmmm."


" Awas. Nanti di lihat anak-anak." Ucapnya. Para anggota Dark Blood sedang keluar untuk melaksanakan tugas yang baru saja di berikan


Sean mendongak melihat wajah sang istri yang sedang melihat nya " Mereka sedang tidak ada."


" Oh yah bagaimana dengan permintaan pria itu? Sudah dapat? Aku juga penasaran." Berbalik menghadap Sean, tangannya ia kalungan di leher sang suami


Sean mengecup sekilas bibir Eliza " Sudah. Mau aku katakan?." Memeluk pinggang sang istri. Eliza mengangguk


" Jadi, sesuai yang aku dapatkan. Nona Fiona adalah anak dari seorang pencuri dan juga wanita malam..." Ia mulai membahas mengenai Fiona sebelum di adopsi keluarga Eren " Dan akhirnya ia di adopsi oleh keluarga Eren."

__ADS_1


Eliza menghela nafas kasar " Sangat miris." Dua kata yang ia ucapkan setelah mendengar cerita sang suami


" Yah seperti itulah. Walaupun kita merasa paling susah, tapi sebenarnya di luar sana masih ada orang yang lebih susah."


" Hmm di atas langit masih ada langit. Jadi, kamu akan memberikan ini kepada pria itu." Ia benar-benar tak sudi untuk menyebutkan nama Detrick


" Nanti, ini belum semua. Apalagi katanya tuan Detrick akan ke luar kota." Menarik tangan sang istri untuk duduk


Eliza manggut-manggut " jadi dia akan meninggalkan Fiona lagi? Huh! Dasar pria brengsek." Umpatnya


Sean geleng-geleng kepala " Biarkan saja. Lagipula tugas kita hanya untuk mencari informasi bukan yang lain. Sebaiknya kita tidak melewati batas." Membelai pipi Eliza


Eliza hanya mengangguk menurut perkataan sang suami. " Kalau belum semua berarti masih ada lagi dong. Memangnya apa yang kurang?." Perasaannya semuanya sudah di katakan Sean tadi. Lalu, dimananya yang kurang?


" Aku masih mencari informasi siapa yang menyembunyikan data-data nona Fiona. Hanya untuk jaga-jaga. Apa dia musuh atau sekutu? Yang pasti kita harus tetap waspada."


" Dan kalaupun terjadi sesuatu, kita bisa langsung mengantisipasi 'kan." Timpal Eliza


Sean yang gemas langsung mencium bibir sang istri dan dengan senang hati ciuman tersebut di sambut tanpa beban. Dan yah terjadilah yang memang harus terjadi


.........


Setelah berbincang-bincang dan berbagi cerita satu sama lain, akhirnya Detrick memutuskan untuk pulang membawa Fiona. Walaupun Bryanskara dan juga Leticia meminta Fiona dan Detrick untuk tinggal namun Detrick menolak dengan alasan ia akan pergi keluar kota.


Berbanding terbalik dengan Ditrian yang malah mengusir putranya namun ingin menahan Fiona untuk tinggal. Pria sialan umpat Detrick dalam hati


Keadaan hening, Michael diam-diam melirik dari balik kaca spion depan. Ia sangat terkejut saat mengetahui Fiona dan Bryanskara saling kenal bahkan sangat akrab. Apalagi melihat seorang tuan besar Bryanskara yang terlihat meistimewakan Fiona membuat Michael yakin kalau wanita itu memang beda 'padahal aku mengira tuan besar akan sangat marah dan menentang hubungan tuan Detrick dan nona Fiona' menghela nafas


Senang? Tentu. Kecewa? Iya juga!. Michael senang karena pasti sang tuan muda akan selalu bahagia dan juga akan memikirkan untuk mengurus dirinya. Namun ia kecewa karena tidak bisa melihat drama bak adegan sinetron ikan terbang


Sial! Beberapa kali memaki dirinya sendiri agar segera sadar


Sedangkan yang di belakang masih asik sendiri dengan pemikirannya. Fiona menatap keluar jendela dengan senyum yang tak luput dari garis Bibis wanita tersebut. Betapa senangnya hatinya saat keluarga pria yang di cintai sangat terbuka padanya


'semoga ini akan selalu berlanjut' biarlah dia sedikit berharap untuk saat ini. Sama sekali tidak terpikirkan oleh Fiona sekarang jika ia akan jatuh. Tapi, memangnya itu mungkin? Entahlah


" Kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau mengenal kakek?." Pria di sebelah nya yang sedari tadi dia bayangkan akan mempunyai kehidupan harmonis buka suara


Fiona beralih menatap pria tampan nan mempesona tersebut " Hmm aku tidak sengaja bertemu dengan kakek Bry. Aku juga tidak tahu kalau kakek Bry kakek mu."


" Katanya kamu menolongnya?." Teringat akan cerita yang di ceritakan sang kakek tadi


Fiona mengangguk " Iya." Singkatnya


" Tanpa curiga sama sekali?." Sekali lagi Fiona mengangguk. Detrick menghembuskan nafas kasar " Astaga. Bagaimana jika orang yang kamu tolong bermaksud jahat? Atau menipumu?." Membayangkan hal tersebut saja sudah membuat Detrick darah tinggi

__ADS_1


Dengan polos nya Fiona menjawab " Tapi kakek Bry tidak akan melakukan nya 'kan."


Detrick menatap datar Fiona membuat yang di tatap jadi merasa bersalah dan merasa paling bodoh 'salah nya dari mana' batin Fiona


Tuk..


" Au.. apa salahku." Protes karena jidatnya di sentil


" Bodoh. Lain kali jangan cepat percaya pada orang lain. Apalagi orang yang baru kau kenal. Padahal aku kira insting bertahan hidup mu sudah level pro, tapi tidak bisa membedakan yang baik dan buruk."


Fiona yang mendengar perkataan Detrick tentu tak terima. Apa maksudnya sih! Insting bertahan hidup Fiona selalu benar. " Insting ku tidak pernah salah. Aku menolong kakek Bry karena insting ku mengatakan kakek Bry itu baik dan bisa di percaya." Ia memberikan wajah kesal namun sangat menggemaskan di mata Detrick


" Aku juga bukan orang bodoh yang akan tertipu begitu saja. Huh!!." Bersedekap dada dan memalingkan wajahnya. Entah dapat keberanian dari mana namun sekarang Fiona tidak dapat mengontrol emosinya. Ia mirip seorang anak-anak yang sedang merajuk


Detrick menaikkan sebelah alis melihat wanitanya merajuk 'menggemaskan' seraya menarik tangan Fiona lalu mendekap tubuh mungil Fiona


Ia mengelus surai panjang Fiona. Sedangkan yang di berikan gerakan tiba-tiba mengerjapkan mata. 'eh ada apa ini' batinnya. Dalam hati ia bersorak karena di peluk dengan mesra


Detrick mencium kepala Fiona berkali-kali " Besok aku akan ke luar kota. Kamu pasti sudah lihat beritanya 'kan." Sangat berat ia mengatakan hal ini. Kenapa harus sekarang sih. Menyalahkan keadaan


Fiona mengangguk dalam dada Detrick. Ada rasa tak rela namun ia terlalu malu untuk mengungkapkan perasaan nya


" Atau kamu mau ikut?." Sekali lagi Detrick bertanya hal yang sama yang pernah ia tanyakan dulu. Masih berharap agar kekasih nya ikut. Di lepasnya pelukan hangat tersebut, kedua tangan Detrick mengapit pipi Fiona dan melihat mata wanita nya. Berharap agar angggukan yang di berikan.


Namun, realita tak selalu sesuai harapan. Fiona menggeleng pelan. Ia tak ingin merepotkan Detrick. Entahlah ia hanya merasa kalau pasti akan merepotkan Detrick jika ikut, dan membuat semua pekerjaan tak dapat selesai.


Dan sayangnya itu benar. Walaupun Fiona tidak tahu tapi Detrick tak sanggup mengalihkan pandangan jika ada Fiona di dalam satu ruangan dengannya.


Huh!


Menghembuskan nafas kasar lalu kembali mendekap tubuh Fiona. 'aku akan cepat pulang' belum berangkat tapi sudah berencana akan cepat pulang.


Jantung Fiona berdetak lebih cepat. Ia bahkan bisa mendengar suara jantung Detrick yang sepertinya ikut berdetak kencang juga sama seperti dirinya 'apa ini debaran cinta?' sedikit mendongak melihat Detrick. Pahatan yang sangat sempurna.


Tidak tersenyum saja sudah setampan dam segagah ini, bagaimana jika sudah tersenyum? Yakinlah Fiona pasti akan memuseumkan wajah kekasihnya sendiri 'apa sekarang aku punya harapan' setitik harapan seakan menerobos keluar dari hati Fiona. Ia yang tak pernah berharap lebih kepada seseorang sekarang malah berharap.


Sedangkan yang di depan dari tadi sudah menganga melihat sang tuan muda yang dinginnya sedingin es dan datar sedatar besi dapat berbicara lembut dengan tatapan penuh cinta. 'gila!'


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2