Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Dia wanita ku!


__ADS_3

Jet pribadi Detrick mendarat pada malam hari ini. Dari tadi Detrick gelisah sebab Fiona tidak membalas-balas pesannya, bahkan teleponnya juga tidak di angkat padahal tersambung.


" Ck gadis bodoh itu sebenarnya sedang apa!." Gerutu Detrick yang sudah ada di samping mobil


" Mungkin nona Fiona sedang ada urusan jadi tidak bisa melihat ponselnya saat ini." Ucap Michael menenangkan sang tuan muda


Detrick berdecih " Memangnya dia siapa? Memangnya orang seperti dia mempunyai urusan yang lebih penting daripada menjawab pesan dan telepon ku."


Michael hanya diam, sekarang ia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi mengenai pemikiran sang tuan muda yang tidak masuk akal.


Detrick masuk kedalam mobil, setelah itu Michael pun melajukan mobil membelah jalan.


" Langsung ke tempat pertemuan, tuan?." Tanya Michael


" Ck! Harus berapa kali aku katakan." Menatap tajam Michael di kaca spion depan


" Maaf tuan, saya kira anda akan ke mansion terlebih dahulu sebelum ke tempat pertemuan."


" Seperti yang kau katakan, aku inginnya seperti itu. Tapi, sepertinya Gadis itu memang mempunyai urusan yang harus dilakukan nya sehingga mengabaikan pesan dan telepon dari ku." Ujar Detrick kembali melihat ponselnya berharap Fiona membalas atau pun menelepon nya kembali


'aku tidak pernah mengatakan tentang nona Fiona. Sudahlah, jangan di pikirkan Michael'


Tak berapa lama, mobil memasuki parkiran di sebuah club tempat Detrick melakukan pertemuan.


Dengan santai Detrick berjalan memasuki club bersama Michael. Saat masuk music yang cukup keras mulai terdengar, banyak orang-orang yang menarik kesana-kemari di dalam.


Detrick tidak memperdulikan nya, apalagi tatapan mata lapar dari beberapa wanita tidak mampu membuat Detrick goyah dan mengubah ekspresi nya yang datar sama dengan Michael.


Hingga ia sampai di depan sebuah ruangan VVIP


" Tuan Detrick, selamat datang. Apa anda akan masuk?." Ucap manajer di sana yang sepertinya baru keluar ruangan


" Iya, tuan Detrick akan masuk." Michael yang menjawab karena Detrick tidak berniat untuk menjawab.


" Kalau begitu silahkan, dan seperti yang anda tahu tuan Michael."


" Tenang saja aku tidak akan masuk." Ucap Michael yang sudah berdiri di samping Pintu. Sekretaris sepertinya memang tidak bisa masuk kedalam kecuali orang-orang yang berpengaruh.

__ADS_1


Sebenarnya Michael bisa saja menerobos masuk dan pastinya tidak akan ada yang melarang atau lebih tepatnya tidak ada yang berani membantah, namun Michael ingin menghormati dan menghargai peraturan di club ini. Jujur saja Michael juga salah satu orang yang berpengaruh, apalagi dia adalah tangan kanan Detrick Reventoon sang penguasa.


Michael membukakan pintu untuk Detrick. Dengan langkah cool dan angkuhnya ia masuk kedalam.


Ceklek...


Aroma tembakau bertebaran kemana-mana.


" Selamat datang tuan Detrick." Ucap semua orang di sana.


Detrick mengabaikan semuanya dan langsung duduk di salah satu sofa yang kosong. Yang memang sudah di sediakan khusus untuk nya.


Detrick meneliti orang-orang disana. Ada lima orang pria. Dua di antaranya berumur seperti ayahnya. Sedangkan yang tiga nya, Detrick mengenal mereka. Ketiga pria tersebut adalah anak dari rekan-rekan bisnisnya, sebenarnya Detrick terpaksa hadir di pertemuan ini hanya untuk memberi muka.


Detrick masih menelisik orang-orang yang berada bersama di dalam ruangan, ada beberapa wanita bayaran. Dan yah seperti biasa, kini Detrick dilihat dengan tatapan mata lapar oleh wanita-wanita di sana tapi tidak ada yang berani mendekat.


Detrick menyerngit 'kan kening saat melihat wanita di depannya yang sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal. Sedari tadi wanita itu hanya menunduk namun selalu bergerak gelisah, nampak ia juga beberapa kali menepis tangan pria bejat yang ada di sampingnya.


'siapa dia? Kenapa aku merasa dia tidak asing?'


Di sisi lain, Fiona yang tidak menyangka kalau Detrick sudah pulang dan ternyata sekarang ada di tempat ini tak berani mengangkat kepala memperlihatkan wajahnya.


'bagaimana ini? Kalau sampai tuan Detrick tahu sekarang aku ada di tempat ini, bisa mati aku. Mana sekarang tuan Detrick seperti melihat ke arahku lagi. Aduh.. tapi aku benar-benar gerah sekarang, bagaimana ini' Ia kembali menggelinjang


" Ada apa? Mau langsung ke kamar." Berbisik di telinga Fiona


Fiona menatap nyalang pria di sampingnya, tadi Fiona masih bisa menoleransi namun sekarang ia sudah tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri


Pria di samping Fiona mengelus paha gadis cantik tersebut, sontak saja Fiona kembali menepis nya.


'benar-benar pria brengsek' Gerutu Detrick. Ia tidak tertarik dengan kehidupan dan urusan orang lain karena itu ia hanya melihat dan tidak melakukan apapun.


Karena itu juga, para tuan muda di dalam satu ruangan Detrick tidak sungkan melakukan apapun jika hal itu tidak sampai mengganggu Detrick


" Dasar wanita sok jual mahal." Geram pria di samping Fiona dan mencengkram pipi Fiona erat sampai gadis tersebut mendongakkan kepalanya


Deg...

__ADS_1


Tak sengaja tatapan mata Fiona dan Detrick bertemu. Fiona langsung memalingkan tatapan matanya saat melihat wajah Detrick yang terkejut melihatnya. Entah mengapa Fiona tiba-tiba merasa bersalah


Detrick mengepalkan tangannya, gadis yang ia khawatirkan dan sedari tadi ia pikirkan sekarang sedang ada di depannya bersama pria lain dan yang lebih hebatnya lagi, Fiona tengah memakai pakaian kekurangan bahan yang sangat di benci Fiona sendiri.


'gadis nakal ini! Awas kau' Menatap nyalang Fiona. Ia mencoba menahan diri untuk melihat apa yang akan di lakukan gadis yang sudah memporak-porandakan hatinya


Fiona kembali menepis keras tangan pria tersebut " To.. tolong ja.. jangan kurang ajar." Geram Fiona, namun nada bicaranya tak dapat di kondisikan akibat obat perangsang yang ada di alkohol yang di minumnya tadi


" Hmm kurang ajar? Hei.. harusnya kau bersyukur karena aku tertarik pada mu." Menatap Fiona dengan tatapan mengejek, ia kembali memegang tangan Fiona sedangkan tangan yang lainnya merangkul pundak gadis itu


Fiona mengelak namun tenaganya sekarang benar-benar terkuras, ia bahkan sudah tidak bisa berdiri sekarang. Rasa jijik yang tadi ia rasakan saat pria yang ada di sampingnya menyentuh nya, kini sudah tidak ia rasakan. Malahan Fiona menginginkan lebih, namun bukan dari pria di sampingnya namun pria yang sekarang ada di depannya dan kini menatap tajam pada dirinya


'tuan Detrick tolong saya..' Ucap Fiona dalam hati, kini suara nya sudah tidak bisa ia keluarkan. Bukan tidak bisa! Hanya saja saat ia berbicara malah seperti desahaan yang keluar membuatnya jijik


Namun yang di tatap memelas hanya menatapnya datar tanpa ekspresi seperti tidak mengenal Fiona, membuat dada Fiona serasa remuk dan sesak


'jangan berharap Fiona, ini bukan seperti dirimu. Pasti tuan Detrick malu melihat ku'


Fiona menggenggam erat tangan pria yang ada di sampingnya yang kini ada di kedua pipi " Le.. ah pas.. kan." Ucapnya terbata-bata mengeluarkan semua tenaga yang tersisa.


Pria di samping Fiona semakin mencengkram kuat pipi gadis tersebut. Sedangkan tangannya yang lain mulai meraba-raba bagian sensitif Fiona


'brengsek' Gerutu Fiona masih mencoba bertahan


'tidak.. tidak.. aku tidak mau' ia menggeleng lemah, namun tangan bejat tersebut tidak akan berhenti hanya karena gelengan kepala


Perasaan Fiona mulai campur aduk, ia menunduk 'tidak... Aku mohon tolong jangan lihat aku' Mendongak melihat Detrick dengan air mata yang tidak bisa ia bendung. Rasanya ia jijik melihat tubuhnya di jamah tepat di hadapan orang yang di cintai


Brakk...


" Beraninya kau menyentuh tubuh wanita ku Brengsek!!."


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2