Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
cucuku!


__ADS_3

" aku akan membunuhmu!!!." Pekik Fiona tepat di depam wajah Geo


Bugh..


Tiba-tiba ada yang menarik kerah baju Geo dari belakang dan memukul Geo habis-habisan tanpa memberi Geo celah untuk melawan.


Fiona mematung, ia hanya menatap saat Geo saat di pukul oleh dua pria berbadan kekar dengan pakaian hitam seragam.


Fiona mengatur pernafasan nya, pipinya merah dan panas akibat tamparan keras dari Geo. Belum lagi di sekitar sudut bibirnya Keluar darah segar, sangking kerasnya tamparan yang di berikan Geo ke pipi mulus Fiona


" Minggir!!." Bentak Fiona saat ia sudah melap darah di bibirnya dengan kasar menggunakan tangan nya. Ini pertama kalinya ada yang memukul Fiona saat ia sudah bisa membela diri


Kedua pria berbadan kekar tersebut menghentikan pukulan mereka. " Ada apa nona?." Tanya salah seorang pria itu


Fiona tidak menjawab, ia maju dan melihat Geo yang sedang sekarat dengan banyak lebam dan darah di wajah tampannya.


Ia mengepalkan tangan dan...


Bugh...


" Aku akan membunuhmu sialan!!." Menendang habis-habisan tubuh Geo


" Brengsek!!." Menginjak wajah Geo. Biarlah Wajah Geo jadi buruk rupa, ia tidak akan melepaskan orang yang sudah memukul dirinya padahal ia tidak bersalah


" Berani nya sama perempuan!! Pengecut." Kembali menendang Perut Geo, hingga Geo mengeluarkan darah segar dari mulutnya


Dua pria kekar di belakang Fiona meneguk kasar salivahnya. Mereka tidak mengira gadis yang terlihat lemah itu akan melakukan kekerasan seperti ini. Ingin mereka lerai, tapi takut jadi sasaran empuk Fiona, keduanya hanya saling tatap dan mengedikkan bahu


Fiona menghentikan aksi menendang nya, ia bahkan sangat jijik untuk memegang Geo bahkan jika sekedar memukulnya.


Ia mengatur pernafasan, meredakan amarah nya yang sedang meluap serta kekecewaan yang tidak bisa ia gambarkan kepada pria yang sudah pingsan berlumur darah di depannya ini


" Fiona.." suara itu membuat Fiona menoleh


" Kakek Bry! Apa yang kakek lakukan disini?." Ia terkejut melihat kakek Bry yang sudah ada di belakangnya bersama dengan dua pria kekar yang membantu Fiona tadi


" Bagaimana? Kamu sudah melampiaskan amarahmu?." Tanya Kakek Bry


Sekali lagi, Fiona terkejut mendengar penuturan kakek Bry " heheh sudah kek. Tapi, kenapa kakek bisa tahu? Apa kakek yang mengirim dua orang itu untuk membantu Fiona?."


Kakek Bry tersenyum " Gadis pintar. Tidak mungkin kakek hanya diam saja melihat cucu kakek ini di seret-seret sama pria asing."


" Terima kasih kek. Kalau tidak ada kakek dan paman-paman sekalian, aku sudah tidak tahu bagaimana nasib ku." Ia benar-benar berterima kasih


" Tidak perlu berterima kasih. Kakek akan melakukan apapun kalau ada yang berani menyakiti cucu manis kakek yang satu ini."


Fiona terkikik " Kakek bisa saja." Melingkarkan tangannya di lengan kakek Bry


" Tapi kek, bagaimana dengan Geo?." Menunjuk pria yang sedang pingsan di Trotoar

__ADS_1


" Tenang saja, nanti bawahan kakek yang menyelesaikan nya." Ujar kakek Bry mengelus tangan Fiona yang melingkar di lengannya


Fiona semakin bersikap manja kepada kakek Bry " Fiona sangat sayang sama kakek."


" Kamu bisa saja. Kakek juga sayang sama kamu." Mengelus-elus kepala Fiona. Jujur saja kakek Bry memang sudah sangat menyayangi Fiona dan sudah menganggap Fiona sebagai cucunya.


Kakek Bry tidak pernah mencari tahu latar belakang atau pun masa lalu Fiona, bahkan apa yang di lakukan Fiona sekarang. Ia sangat percaya dengan Fiona, apalagi mata gadis itu, mata yang sangat kuat insting bertahan hidup nya.


Apalagi kakek Bry tidak memiliki cucu perempuan, ia hanya memiliki dua cucu laki-laki yang tidak ada manis-manisnya.


Keduanya pun berjalan menuju ke minimarket, sedangkan dua orang pria yang melihat interaksi Fiona dan kakek Bry menganga


" Apa benar dia tuan besar?." Tanya salah seorang pria disana, ia tidak percaya seorang tuan besar Bryanskara dapat tersenyum lembut seperti itu, padahal ia dikenal sangat dingin nan kejam


" Jangan tanya aku. Aku juga tidak tahu, sudahlah ayo kita bereskan pria bodoh ini." Ketus salah satu pria tersebut dan mulai membereskan Geo agar tidak menjadi tontonan orang-orang yang lewat


Sedangkan Fiona dan Kakek Bry sudah duduk di depan minimarket. " Tapi, kamu sangat kuat." Ujar Kakek Bry


" Hehe kakek melihatnya yah. Bagaimana? Aku memang sangat hebat."


" Iya.. iya.. gadis hebat." Keduanya pun tertawa bersama


.........


Seperti biasa setelah sore hari Fiona pun pulang ke mansion Detrick


" Haisss apa aku harus tidur satu kasur dengan tuan angkuh itu." Dengan langkah gontai ia berjalan masuk kedalam mansion


" Ah halo pak Ziel." Jawab Fiona


Pak Ziel menyerngitkan dahinya " Anda kenapa nona?." Heran melihat Fiona yang kelihatan sangat lesu


" Hahhhh..." Ia menghela nafas sangat panjang


" Nona, tidak baik menghela nafas panjang seperti yang anda lakukan tadi." Tegur Pak Ziel, sebenarnya ia heran sendiri melihat anak muda zaman sekarang yang sedikit-sedikit mengeluh, sedikit-sedikit menghela nafas. Padahal saat zaman-zaman pak Ziel muda, ia sama sekali tidak mengeluh jika urusan sepele seperti ini


" Heheh maaf pak Ziel." Menggaruk kepalanya yang tak gatal. " tapi coba bayangkan, masa anak polos dan manis seperti ku harus tidur bersama dalam satu ranjang dengan seorang manusia yang dingin bagaikan es, apalagi tatapan matanya yang seperti binatang buas yang siap melahap mangsanya. Aku bisa mati kedinginan." Membayangkan tatapan Detrick saja sudah membuat nya bergidik ngeri


Pak Ziel terkekeh, sekarang ia mengerti perasaan Fiona. Bagaimana bisa seseorang tidur dengan seseorang yang sangat dingin dan kejam.


" Tapi anda sangat hebat mengetakan nya di depan saya, nona. Apa anda tidak takut saya melapor?." Goda pak Ziel


" Hahaha pak Ziel bisa saja, kalau pak Ziel memang menginginkan saya musnah, silahkan anda melapor." Mengatakan nya dengan ekspresi dan suara yang menyedihkan


Pak Ziel terkekeh " Saya bercanda nona."


" Saya tahu. Kalau begitu saya permisi pak Ziel, ingin membersihkan badan terlebih dahulu, serta membuat makan malam untuk tuan Detrick."


Pak Ziel mengangguk " Silahkan nona." Setelah itu Fiona pun masuk kedalam lift dan naik sampai ke lantai kamar Detrick

__ADS_1


.........


Setelah membuat makan malam, Fiona pun membersihkan tubuhnya kembali, setelah nya ia berisap untuk menyambut kepulangan Detrick. Sungguh dirinya merasa menjadi seorang istri.


Kini Fiona sudah berdiri di depan pintu mansion, dan diluar Detrick sudah berjalan menuju pintu mansion


Ceklek...


Pintu terbuka, Dengan bersama para pelayan lainnya. Fiona membungkukkan badannya " Selamat datang tuan muda." Ujar mereka


Bukannya menjawab, mata Detrick malah tertuju ke arah Fiona. Ia berjalan mendekati Fiona


Di pegang pundak gadis mungil di depannya ini " Angkat badanmu." Titah Detrick, Sontak Fiona langsung mengangkat badannya sesuai perkataan sang bos


Detrick terlihat meneliti semua bagian wajah Fiona. Matanya tertuju pada ujung bibir mungil Fiona yang sedikit robek, serta pipi Fiona yang masih terlihat sedikit merah.


Rahang Detrick mengeras, wajahnya memerah. Kilatan amarah nampak jelas pada kedua matanya. Tanpa sengaja ia mencengkram kuat pundak Fiona


'salah apa aku sebenarnya' Menelan salivahnya susah-susah. Ia tidak mengerti, kenapa sang bos tiba-tiba bersikap seperti ini? Dan apa yang telah dilakukan nya sehingga Detrick marah?! Pikir Fiona


Tanpa basa-basi Detrick menarik tangan Fiona menuju ke dalam lift di ikuti oleh Michael yang selalu setia berada di samping sang tuan muda.


Sedangkan para pelayan beserta pak Ziel tak berani angkat kepala sampai Detrick benar-benar masuk kedalam lift dan tak terlihat lagi


Di dalam lift hening, ketiga orang disana dilanda dengan pikirannya masing-masing. Fiona yang tengah gemetar ketakutan akan apa yang akan di hadapi nya nanti, sedangkan Detrick yang menahan kesal dan amarah yang seperti akan meluap saat di senggol barang sejengkal, dan Michael yang hanya bisa berdoa semoga ia tidak terlibat akan amarah sang tuan muda


Ting..


Pintu Lift terbuka, Detrick kembali menarik tangan Fiona masuk kedalam kamarnya.


Sebelum benar-benar masuk, Detrick menghentikan langkah dan berbalik melihat Michael " Musnahkan dalangnya." Sarkas Detrick dengan tatapan mata yang tajam dan sangat menakutkan


Glek...


'i.. ini sebenarnya ada apa!!!'


Michael membungkuk sedikit " Baik tuan." Ucapnya 'syukurlah aku tidak perlu melihat drama tsundere tuan Detrick'


Setelahnya Detrick kembali masuk kedalam kamar dengan masih menarik tangan Fiona. Detrick mendudukkan Fiona ke atas sofa, sedangkan dirinya mencari sesuatu di dalam laci. Setelah di temukan, Detrick kembali ke tempat Fiona


Ia duduk di samping Fiona, jasnya di lepas sedangkan dasi nya ia longgarkan. Serta lengan kemejanya di gulung sampai siku. Detrick membuka kotak p3k yang di ambil tadi.


" Emm tu... Tuan?."


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2