
" Lakukanlah jika kau sudah tidak sayang nyawa mu." Suara rendah nan basah tersebut sangat di kenali Fiona
Glek..
Fiona berbalik " Tu.. tuan Detrick. Sejak kapan anda di sana?."
Detrick menaikkan sebelah alisnya " Menurutmu?."
" Haha mmm apa anda ingin sarapan tuan? Saya sudah membuatkan sarapan untuk anda." Ia mulai mundur saat Detrick maju mendekati nya
Semakin lama, Detrick semakin maju dan mengukung Fiona yang sudah mentok di dinding dekat kompor.
" Tu.. tuan.." Menahan dada Detrick yang sangat dekat dengannya
" Kom.. kompornya." Detrick mematikan kompor
" Apa kau tidak panas? Coba lihat pakaian mu." Ujar Detrick mengelus pipi Fiona
" Tidak, sebentar lagi musim dingin. Jadi, saya memakai switer ini karena kedinginan." Dalih Fiona
Detrick lagi-lagi mengangkat sebelah alisnya " hmm benarkah?." Tangannya mulai turun ke leher Fiona
" Bukan karena..__." Menelusupkan kepalanya ke leher Fiona, ia mengecup leher putih nan mulus yang sudah ada banyak tanda percintaan di sana
" Euhh tu.. tuan.." Menutup mulut mencoba menahan desahaan
Detrick tersenyum menang " Tahan suaramu, aku tidak menjamin kamu bisa selamat setelah mendesaah seperti itu." Tukas Detrick dengan suara basah nan rendah, tiba-tiba hasratnya naik hanya dengan mendengar suara laknat Fiona
Fiona menggeleng dengan menutup mulutnya 'bagaimana aku bisa menahan suaraku' Batinnya meronta-ronta
Detrick membungkam bibir Fiona dengan lumataan-lumataan kecil, ia menarik tengkuk Fiona sedangkan sebelah tangan nya menarik pinggang Fiona agar menempel
Fiona ikut membalas ciuman Detrick. Sekarang ia tidak ingin memikirkan hal apapun, lagipula di negeri nya hal seperti ini memang sudah biasa.
Detrick melepas pagutannya " Manis." Ujarnya melepas pelukannya.
" Cepat lah, aku lapar." Setelah mengatakan itu ia pergi begitu saja meninggalkan Fiona yang masih terbengong.
Blush...
" Ahhhhkkk bisa-bisanya aku hanyut dalam Ciumannya. Sialan!." Gerutunya memukul-mukul pelan kepalanya lalu melanjutkan acara memasaknya.
Padahal niatnya memasak sarapan agar tidak usha kembali ke kamar Detrick dan tidak bertemu dengan Detrick, tapi ia sama sekali tak menyangka sang bos akan datang menghampirinya.
" Hufhhhh."
Selesai memasak, ia pun menyajikan nya di meja makan. Dan rupanya di sana sudah ada Detrick yang sedang duduk sembari bermain ponsel dan sudah lengkap dengan kemeja dan dasinya, jas nya ia taruh di sandaran kursi.
" Silahkan tuan." Menaruh makanan yang ia buat di depan Detrick
Detrick melirik sekilas Fiona lalu ke makanan yang ada di depannya, setelah itu ia pun ikut duduk di depan Detrick.
__ADS_1
Detrick tertawa geli melihat cara berjalan Fiona yang sedikit mengakang " Kura-kura." Gumam Detrick dengan menahan tawa
Fiona yang mendengarnya mendengus " salah siapa, sialan!." Gerutu Fiona dengan menggumam
Mereka berdua pun sarapan bersama dengan di iringi oleh dentingan sendok dan piring yang saling bersentuhan.
.........
Selesai sarapan seperti biasa, mereka akan langsung berangkat menuju ke perusahaan.
Michael membukakan pintu mobil untuk sang tuan muda, seperti biasa tanpa banyak bicara Detrick masuk kedalam mobil. Sedangkan Fiona mengikuti dari belakang, ia juga ikut masuk kedalam mobil.
" Nona, apa anda baik-baik saja?." Tanya Michael sebelum Fiona benar-benar masuk kedalam mobil
" Hmm Memangnya saya kenapa?."
" Apa kaki anda baik-baik saja? Entah ini hanya perasaan saya atau tidak, tapi anda berjalan dengan sedikit mengakang." Ujar Michael
Blush ....
Semburat merah langsung keluar dari pipi Fiona. Di tanya seperti itu, ia Bingung mau jawab apa 'setidaknya jangan berbicara terang-terangan'
" Hmm sa... Saya sepertinya salah posisi tidur tadi malam." Dalih Fiona dengan tertawa canggung
" Sebelum tidur sebaiknya anda memperbaiki posisi tidur anda terlebih dahulu. Apalagi anda tidur satu kamar dengan tuan Detrick." Beo Michael. Fiona hanya mengangguk sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Pffftt." Sedangkan yang sudah duduk tenang di dalam mobil harus menahan tawa mendengar percakapan kedua bawahannya di luar, untung saja tidak ada yang mendengarnya
Sontak Fiona dan Michael langsung menunduk hormat " Maafkan kami tuan." Ucap keduanya
" Cepatlah." Ketus Detrick
Setelah itu mereka kembali ke tempat biasanya dan Michael mulai melajukan mobil membelah jalan.
Menempuh beberapa menit, akhirnya mereka sampai di perusahaan juga. Fiona sudah di turunkan di perempatan, jujur saja kali ini Detrick keberatan menurunkan Fiona di perempatan jalan, sebab ia masih memikirkan ************ Fiona yang pasti masih sakit.
Namun, Fiona bersikukuh dan entah kenapa Detrick tidak bisa membantah. Hal asil untuk pertama kalinya ia mengalah untuk seseorang.
.........
Di sisi lain
Acara pertunangan keluarga Eren dan juga Wijaya sudah tersebar luas. Acara pertunangan antara dua keluarga kaya tentu akan langsung mendapatkan sorotan
Banyak para wartawan yang bertanya-tanya mengenai keberadaan Fiona. Dimanakah gadis yatim piatu yang di anggap beruntung karena di adopsi oleh keluarga berwibawa seperti keluarga Eren?
Tentu hal ini bukanlah hal yang sulit untuk di jawab bagi ular berbisa seperti keluarga Eren.
Di balik sorot-sorot lampu flash dari kamera, di sanalah ada dua orang yang bermuka tebal tengah di wawancarai.
" Fiona mengikuti Enhart ke luar negeri. Katanya dia lebih suka di sana di banding disini." Ucap Edwar saat di wawancarai
__ADS_1
" Biasalah, anak muda. Saat-saat dimana mereka ingin kebebasan. Yah tapi, kalian tahu lah kalau Erin tidak seperti itu." Timpal Margareth dengan membanggakan anaknya
Para wartawan hanya bisa manggut-manggut. Kalau bukan karena tuntutan pekerjaan, mana mungkin mereka sudi mengurus urusan keluarga orang lain.
Mengurusi hidup sendiri saja sudah susah, kenapa harus mengurusi kehidupan orang lain? Tapi, sekali lagi karena tuntutan pekerjaan mereka harus melakukan nya. Jika tidak, maka kehidupan mereka juga tidak akan berjalan lancar.
Karena itu, jangan hanya bisa menyalahkan para wartawan yang hanya melakukan pekerjaan nya semata.
" Tapi, bukannya saat acara pertunangan Enhart Putra Eren juga tidak nampak. Apakah karena ada alasan tertentu sehingga Fiona dan Enhart tidak hadir?." Tanya salah seorang wartawan yang dengan setia menjulurkan ponselnya
Dengan wajah tebal dua insan tersebut menjawab " Biasalah, karena masalah pekerjaan. Enhart menitipkan Hadiah, dan permintaan maaf. Katanya nanti saat adiknya menikah dia akan pulang." Ujar Edward
" Apa anda bisa mengatakan tanggal pasti dari acara pernikahan nya?." Tanya salah seorang wartawan
Margareth tersenyum " Saat sudah pasti, kami pasti akan mengkonfirmasi." Ucapnya dengan senyuman
Fiona yang saat itu tengah istirahat di pantry yang sedang kosong, ia tengah memakan cemilan sembari menonton tv yang di pasang di sana. Dan sangat kebetulan acara yang di setel menampilkan wajah-wajah mantan keluarga angkat nya
" Ck! Nikah sana, Memang yah pria brengsek pasti akan dapat wanita murahan." Maki Fiona. Ia tidka rela melihat keluarga Eren yang bisa hidup bahagia setelah apa yang ia dapatkan dari sana hanya sebuah luka
" Lihat saja. Setelah aku jadi orang kaya! Lihat saja! Aku pasti akan melenyapkan kalian!." Seru Fiona berapi-api
Tak...
" Tapi sebelum itu, kamu harus bekerja keras dulu." Ujar Rani yang datang dari arah belakang Fiona sembari menaruh pel di lantai
" Bagaimana? Sudah bersih?." Tanya Fiona kepada Rani
Rani berjalan mendekati Fiona lalu mengambil beberapa cemilan di depan Fiona " Beres. Melelahkan, bagaimana bisa mereka menumpahkan kopi dengan sengaja seperti itu." Gerutu nya lalu duduk di sebelah Fiona
Fiona tertawa kecil " Sabar, kalau ingin kaya kita memang harus banting tulang. Kecuali kalau kaya instan." Memakan cemilan nya
" Kaya instan? Caranya?." Memasukkan cemilan kedalam mulut
Fiona menguyah makanannya sampai habis " Menikah dengan orang kaya." Ucapnya dengan tertawa. Rani ikut tertawa mendengarnya. Ia mengiyakan apa yang dikatakan oleh Fiona.
Saat asik mengobrol, tiba-tiba bunyi pesan di dalam ponsel Fiona " Aku harus pergi." Ucap Fiona berdiri
" Kemana?."
" Ruang pak bos." Ucapnya " Kalo gitu aku duluan." Mengambil beberapa cemilan lalu berlari dari sana. Kakinya Sudah tidak terlalu sakit, walaupun tidak ia pungkiri masih ada sisa nyeri di dalam sana.
Rani mengangkat jempol jari nya dan lanjut makan cemilan beserta menonton tv.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
__ADS_1