
" masuk." Sahut Detrick lalu melepaskan tangannya yang ada di dahi Fiona, meninggalkan bekas yang sangat mendramatisir keadaan
Kemudian pintu terbuka, nampak Michael masuk bersama Allen ke dalam kamar.
" Cepat obati." Titah Detrick
Allen mengangguk dan perlahan berjalan mendekati Fiona. Ia kemudian berlutut di hadapan Fiona, mau bagaimana lagi. Ingin duduk di samping gadis yang ingin di obati, tapi ada sang bos disana
Allen kemudian memegang dahi Fiona " Baiklah saya akan memberikan antiseptik kepada lukanya yah nona. Katakan jika sakit." Ucap Allen mulai mengambil antiseptik dan juga kapas di dalam kotak p3k
Fiona yang masih belum paham akan keadaan ini hanya mengangguk 'sejak kapan orang yang sedingin es dan se angkuh besi ini menjadi perhatian, bahkan menyuruh dokter memeriksa ku' Akhirnya ia sadar akan ke anehan yang di perlihatkan Detrick dari tadi
Dengan perlahan Allen mulai menaruh antiseptik di luka yang ada di dahi Fiona, belum juga ada dua kali ia menaruj antiseptik di sana. Tiba-tiba...
Greb...
" Dasar dokter cabul! Biar aku yang melakukan nya." Rupanya dari tadi Detrick sudah memperhatikan sikap Allen saat ia duduk di hadapan Fiona.
Detrick tidak suka saat Allen menyentuh atau bahkan duduk di hadapan Fiona. Entah perasaan apa yang di rasakan nya sekarang, jujur saja ia tidak tahu dan tidak mengerti
Yang pasti ia tidak suka jika ada yang dekat-dekat dengan gadis manis di depannya ini berdekatan dengan orang lain melebihi dirinya.
" Memangnya anda bisa tuan muda?." Tanya Allen. Ia tidak yakin akan kemampuan Detrick, karena setahu nya setiap Detrick terluka bahkan hanya untuk sebuah luka gores, pasti pelayan atau dekter yang mengobati
Michael yang mendengar pertanyaan Allen menepuk kening. 'cari mati' Menurut pengalaman Michael selama menjadi asisten pribadi Detrick, semua perkataan sang bos adalah mutlak. Apapun yang di katakan nya, bahkan jika Detrick salah dan Michael yang di salahkan, Michael hanya bisa menerima hal itu
" Ha?! Kau meremehkan ku." Ucapnya dengan tatapan tajam
" Eh! Ti.. tidak tuan muda. Silahkan anda yang melaksanakan nya." Ujarnya dengan nada sopan. Ia akan menyelamatkan nyawanya terlebih dahulu
Detrick pun mengambil alih antiseptik yang di pegang Allen.
'aku tidak akan mati 'kan' Monolog Fiona. Kini ia pasrah, apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya 'aku yakin itu'
Dengan sangat perlahan Detrick mulai mengobati luka Fiona. Awalnya Fiona memejamkan mata, ia tidak ingin merasakan saat-saat dirinya di ambang kematian. Bukan hanya itu, wajah Detrick terlalu dekat dengan wajahnya
'menggemaskan' Detrick terkekeh dalam hati melihat wajah Fiona.
Selama Fiona menutup mata, Detrick memerintahkan kedua orang yang berdiri melihat mereka untuk keluar dengan kode tangannya.
Merasa terusir keduanya pun pergi dari sana dengan langkah yang pelan.
" Sudah selesai." Ujar Detrick menaruh kapas yang ia gunakan di atas meja
__ADS_1
Perlahan Fiona membuka matanya, ia memegang pelipisnya dan rupanya disana sudah ada perban. Ia melihat sekeliling, tapi tinggal mereka berdua
" Mereka sudah keluar." Ucap Detrick seperti mengetahui apa yang ada di pikiran Fiona
" Oh.. begitu yah tuan. Kalau begitu saya juga permisi dulu." Hendak turun dari atas sofa
" Siapa yang menyuruhmu pergi." Rendah tapi berat, yah suara yang sangat mengancam di telinga Fiona
Mendengar hal itu sontak Fiona kembali duduk " Apa masih ada yang anda perlukan, tuan?." Tanyanya dengan Senyuman manis
Detrick terkekeh geli 'sungguh menggemaskan'
Sedangkan Fiona membatu Melihat Detrick terkekeh seperti itu. Ini pertama kalinya selama ia bekerja menjadi pelayan pribadi Detrick, ia melihat sang bos terkekeh seperti ini
" Keluarlah dan ambil barang mu. Mulai saat ini kau tidur satu kamar dengan ku." Titah Detrick lagi
" Ya? Eh! Tapi kenapa tuan?."
" Jangan banyak tanya. Kau sudah tahu penyakit ku bukan, hanya kau yang bisa menenangkan ku. Ayo cepat ambil barang mu."
" Eh! Ta.. tapi tuan..." Ia memang sudah tahu penyakit Detrick dari mulut Allen dan Michael saat ia keluar mengambil makanan tadi. 'tapi tidak mungkin juga 'kan aku harus tidur satu kamar dengan nya'
" Cepat pergi! Atau.." Sengaja menggantung kalimat nya
Sedangkan Detrick kembali tertawa melihat wajah Fiona yang menurutnya sangat menggemaskan jika sedang ketakutan atau pasrah dengannya
Sebenarnya Detrick hanya berasalan tentang penyakitnya agar Fiona ingin satu kamar dengannya. Entah mengapa, tapi ia benar-benar sangat tenang dan nyaman berada bersama dengan Fiona.
" Racun apa yang sebenarnya di berikan padanya hingga aku bisa di buat seperti ini."
.........
Kita kembali ke beberapa saat lalu, dimana Detik-detik saat penyakit Detrick kambuh.
Di kantor saat itu.
Detrick membuang tubuhnya di atas kursi kebesaran nya. Ia memegang kening nya yang pusing memikirkan karyawan nya yang selama ini ia percayai melakukan penggelapan uang, bersama dengan beberapa rekannya.
Detrick membuka laci, tapi ia tidak menemukan obat penenang nya. Sebenarnya ia sendiri tidak ingin meminum obat penenang lagi, karena akan berbahaya dengan penyakitnya. Namun jika ia tidak meminumnya, ia merasa akan gila
" Hah! Kemana obat itu." Kembali menghempaskan kepalanya di sandaran kursi
" Sialan! Bagaimana mereka bisa bekerja dengan seperti itu!!! Aghhh." Sedikit berteriak
__ADS_1
Tok.. tok.. tok..
" Masuk." Sahut Detrick
Tak lama masuklah seorang office boy membawa minuman. " Saya membawakan anda kopi tuan." Ujar office boy tersebut yang bername tag Deon. Selain Fiona, Deon satu-satunya yang bisa di izinkan masuk kedalam CEO room untuk memberikan tempat tersebut ataupun membawakan makanan maupun minuman kepada sang bos
" Taruh di meja." Ujar Detrick
" Baik tuan." Menaruh segelas kopi tersebut di atas meja " Kalau begitu saya permisi tuan." Detrick hanya mengibas-ngibaskan tangan di udara.
Setelah terdengar bunyi pintu di tutup kembali. Detrick mengambil segelas kopi tersebut dan mulai menyeruput nya. Karena ia memang haus dan kebetulan kopi ini adalah kopi kesukaan nya, hanya dengan sekaligus seruput semua kopi yang ada di dalam gelas habis tak tersisa. Kecuali ampasnya
" Ah segar." Kembali melihat dokumen-dokumen penggelapan dana yang di lakukan karyawan nya
" Ahk ada apa ini! Kenapa semuanya menjadi seperti ini." Perlahan tapi pasti dokumen yang ia pegang serasa bergerak sendiri. " Apa penyakit ku kambuh lagi! Sial! Sebenarnya apa isi kopi itu."
Sebelum Detrick benar-benar mengamuk, ia segera menghubungi Michael dan menyuruh Michael untuk membawanya pulang ke mansion. Nanti lah ia cari siapa dalang dari kopi tersebut
.........
Kembali ke masa kini.
Fiona berjalan dengan langkah lesu ke dalam Paviliun. " Hiks sebenarnya apa salah ku huaaaa." Ingin sekali rasanya ia berteriak.
Jujur saja ia juga merasa iba saat mengetahui penyakit yang di derita sang bos.
Saat keluar dari dalam kamar tadi, ia langsung di hampiri Michael dan juga Allen. Dan Fiona pun menceritakan kejadian yang saat itu terjadi, serta Michael dan Allen juga ikut menceritakan penyakit yang di derita Detrick
Setelah mengemas barang, tak lupa Fiona terlebih dahulu mandi. Sebenarnya ia cukup lelah hari ini, di tambah lagi ia akan satu kamar dengan sang bos.
" Haiisss nasib ku memang benar-benar malang." Menghembuskan nafas kasar lalu masuk kedalam kamar mandi
Setelah beberapa saat ia pun keluar dari kamar mandi dan masuk kedalam walk closet
Setelah bersih-bersih, dan membereskan barang-barang nya. Dengan langkah yang cukup meyakinkan Fiona melangkah keluar dari Paviliun. " Kamu bisa Fio." Ujarnya dengan semangat
" Ah.. semoga aku bisa keluar hidup-hidup dari kamar tuan Detrick." Entah mengapa ia kembali lesu hanya dengan mengingat Detrick. Walaupun wajah nya tampan, tapi Kepribadian nya sangat buruk
.
.
TBC
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like, komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️