Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Saksi bisu


__ADS_3

Fiona mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan matanya dari cahaya matahari yang menembus dari balik celah-celah jendela kamar.


Saat membuka mata pertama kali, hal yang ia lihat jelas adalah wajah tampan sang bos yang tengah menatapnya tajam.


Deg...


Tiba-tiba ia teringat akan kejadian panas semalam.


Blush...


" Hmm ada apa? Apa kau teringat dengan apa yang terjadi semalam?." Ucap Detrick dengan suara serak menatap Fiona dengan senyuman manis


Fiona hanya diam, ia terlalu malu untuk menanggapi. Apalagi jika mengingat ia yang meminta duluan, dan menikmati nya. Ah .. sungguuh masukkan saja dirinya kedalam lubang semut


" Kau tidak menyesal 'kan."


Fiona hanya diam, menyesal? Memangnya ia pantas untuk menyesal? Seharusnya yang jadi pelaku disini adalah dirinya. Jadi, tidak ada waktu untuk menyesal


" Diam mu ku anggap kau tidak menyesal." Ujar Detrick lalu memeluk Fiona erat


" Tu.. tuan?."


" Hmm." Menutup kembali matanya, ia menenggelamkan kepalanya di dada Fiona yang terbuka lebar


" Terima kasih untuk yang tadi malam, kalau bukan karena anda saya tidak tahu akan jadi apa." Lirih Fiona mendekap kepala sang bos di dadanya.


Detrick Mendongak " kau tidak menyesal?." Tanyanya, bukannya Fiona sendiri yang bilang akan melakukan apapun kecuali menjual tubuhnya sendiri


" Tidak ada gunanya Menyesali yang sudah lalu. Lagi pula tadi malam saya juga menikmati nya." Mencoba menebalkan wajah. Ia tidak ingin di lihat bersedih akan apa yang telah terjadi


" Oh.. hmm seharusnya kau bersyukur. Aku memang jagonya."


" Iya servis dari orang yang berpengalaman Memang yang terbaik." Entah mengapa ia kesal sendiri dengan perkataan nya


" Iya aku memang berpengalaman.. eh!." Sontak Detrick mendongak melihat wajah Fiona yang datar. Entah mengapa ia tiba-tiba merasa bersalah


" Bu.. bukan seperti itu. Aku memang berpengalaman, iya aku mengakui itu. Tapi, aku melakukan nya untuk kesehatan. Dan juga.." Ucap Detrick menjelaskan


" Kau yang pertama kalinya aku peluk dan cium saat bercinta.." lirih Detrick


Mata Fiona membulat, ia cukup terkejut karena Detrick mencoba menjelaskan padahal ia tidak mengharapkan nya, dan yang paling penting dan mengejutkan ciuman pertama Detrick di berikan padanya??


Whatt!!!


" Ada apa? Katakanlah sesuatu." Entah mengapa ia jadi tiba-tiba malu akan perkataan nya tadi. 'ahhkk kenapa aku harus menjelaskan nya!!'


" Emm... Emmm be.. begitu yah, saya juga." Ucap Fiona, sebenarnya ia bingung harus mengatakan apa


" Ck pastilah. Aku yang mengambil keperawanan mu." Ujar Detrick lalu turun dari ranjang meninggalkan Fiona dari balik selimut.

__ADS_1


" Ahkkk Tuan.. celananya di pake dulu." Menutup mata


" Ck, bukannya tadi malam kamu sudah melihatnya. Bahkan merasakan nya juga sudah." Masuk kedalam kamar mandi dengan sangat santai


Fiona masih menutup mata sampai Detrick benar-benar masuk kedalam kamar mandi barulah ia membuka mata " Aku Memang merasakannya tadi malam kalau bagian itunya sangat besar, tapi aku tidak menyangka kalau akan sebesar itu. Dan yang menakjubkan yang sangat besar itu masuk kedalam tubuhku. Pantas saja masih sangat sakit." Gerutu Fiona


Ia kemudian mencoba untuk turun dari ranjang " Ahk sakit..." Kakinya sampai gemetar menahan rasa sakit.


Ia turun dengan sangat perlahan, di punguti bajunya yang berserakan di atas lantai " Syukurlah pakaian ku masih dalam keadaan yang utuh." Mengangkat bajunya yang sama sekali tidak lecet


Fiona kembali memakai pakaian nya yang semalam, setelah itu ia masuk kedalam walk closet untuk mengambil 'kan pakaian kerja yang akan di pakai sang bos. Walau bagaimanapun ia juga tetap harus menjalankan tugasnya


Fiona meletakkan satu set pakaian kerja tersebut ke atas ranjang. Ia terlebih dahulu merapikan selimut dan sprey serta bantal yang berserakan kemana-mana. Melihat hal itu membuat Fiona mengingat pergulatan panas mereka tadi malam


" Ck! Kenapa aku harus mengingat nya lagi." Wajahnya kembali memerah.


" Sudahlah, lebih baik aku merapikan nya dulu." Saat ia menarik selimut.


Blushhh...


Semburat merah kembali terlihat di wajahnya, ia melihat bercak darah di atas sprey yang berwarna putih ini, mengingat 'kan nya tentang kejadian semalam. Sebaik mungkin Fiona mencoba untuk tidak mengingat nya, tapi pasti hal itu selalu terngiang-ngiang di kepala.


" Memalukan." Segera melepas sprey. Ia memasang yang baru.


Setelah melakukan tugasnya, Fiona keluar dari kamar Detrick dan menuju ke kamar sebelah untuk membersihkan tubuh.


" Auchh.. sumpah ini sangat perih." Berjalan sedikit mengangkang


.........


Detrick keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan yang masih basah, ia mencari Fiona namun nihil. Tak ingin ambil pusing ia berjalan menuju ranjang, dan benar saja di sana sudah tersedia kemeja beserta jas nya


" Bisa-bisanya dia masih bekerja dalam keadaan seperti itu." Geleng-geleng sendiri


Detrick segera memakai kemeja dan celana yang sudah di siapkan oleh Fiona. Setelah itu ia duduk di atas ranjang menunggu sampai gadis yang tadi malam ia perawani datang.


senyum-senyum sendiri melihat ranjang, Detrick teringat akan pergulatan semalam " Ck dia sangat manis." Gumam Detrick dengan senyuman. Ia mengelus sprey, tak ada kejanggalan apapun, sampai..


" Tunggu! Sejak kapan sprey di ganti?." Ia semakin melebarkan mata saat melihat tak ada jejak percintaan semalam. Detrick semakin yakin kalau sprey sudah di ganti


Dengan tergesa-gesa, ia keluar dan langsung turun ke arah tempat pencucian pakaian " Pasti gadis Bodoh itu yang mengganti nya." Gerutu Detrick.


Para pelayan yang sedang bekerja langsung mundur saat Detrick memasuki tempat pencucian.


" Tuan ada yang bisa saya bantu?." Tanya seorang wanita paruh baya yang sepertinya penanggung jawab tempat tersebut. Melihat sang majikan yang seperti panik datang ke tempat pencucian, membuat nya ketar ketir tidak jelas.


Apa mungkin dia melakukan kesalahan? Pikirnya


" Dimana tempat pakaian kotor yang belum di cuci?." Tanya Detrick. Ini baru pertama kalinya ia menginjakkan kaki di tempat seperti ini

__ADS_1


" Di keranjang sebelah sana tuan. Tunggu saya ambilkan." Ucap wanita paruh baya tersebut lalu mengambil sebuah keranjang berisi pakaian


" Ini tuan." Meletakkan keranjang tersebut. Isi keranjang tidak terlalu banyak, mungkin karena kemarin mereka baru saja sudah mencuci pakaian


Tanpa banyak bicara Detrick berjongkok lalu mulai membongkar isi keranjang


Sontak saja para pelayan terkejut dengan aksi Detrick. Bukan hanya saat tadi sang majikan masuk ke tempat lembab seperti ini, tapi Detrick sampai berlutut di lantai dan yang lebih parahnya, majikannya yang terkenal akan kebersihan sedang mengobrak-abrik pakaian kotor!


" Tu.. tuan.. apa yang anda lakukan? Biar saya yang cari jika anda memang mencari sesuatu." Ujar wanita paruh baya tersebut


" Keluarlah." Tungkas Detrick tidak menatap wanita itu


" Ta..__"


" Ck!." Menatap kesal ke arah wanita Tersebut, sontak saja wanita paruh baya itu langsung menunduk dan undur diri di ikuti oleh beberapa pelayan yang bertugas di tempat pencucian pakaian.


Sekarang tinggal Detrick sendiri " Ck! Bagaimana bisa aku terdampar disini." Gerutunya, namun tangannya tetap masih mencari apa yang ia cari.


Detrick mengangkat sebuah kain putih " Ah! Ini dia! Ini dia!." Seperti dapat jack pot, ia langsung lompat-lompat tak jelas.


Sungguh tidak akan ada yang percaya akan tingkah kekanak-kanakan yang di lakukan Detrick sekarang.


Detrick segera melipat kembali sprey, saksi bisu akan percintaan yang sangat bersejarah dalam hidup Detrick. Setelah itu ia segera keluar dari tempat tersebut lalu naik kembali ke atas kamar Dengan membawa benda bersejarah di tangan nya.


Para pelayan yang melihat tak ada yang berani protes, Mereka tidak ingin kena masalah dengan mencampuri urusan sang majikan, karena mereka juga hanya di bayar


.........


Di sisi lain, Fiona yang sudah membersihkan tubuhnya tak langsung kembali ke kamar Detrick. Ia masih terlalu malu untuk bertatatapan dengan sang bos.


Jadi, sekarang Fiona malah terdampar di dapur. Walaupun rasa sakit bekas percintaan semalam masih terasa, ia tetap harus bekerja. Fiona memakai jeans panjang dengan sweater yang menutupi bagian lehernya. Sungguh bintik-bintik merah di leher serta di dadanya sangat amat banyak


"Apa tadi kamu melihat tuan muda? Tingkahnya sangat aneh." Ucap salah seorang pelayan yang lewat di dekat dapur


"Iya, katanya tadi tuan muda ke tempat pencucian dan mengambil sesuatu." Timpal yang lainnya


Fiona yang sedang asik memasak tak sengaja mendengar obrolan mereka " Tempat pencucian? Untuk apa tuan Detrick ke sana. Apa tuan Detrick tidak akan merelakan uang nya yang ada di kantong kemeja nya begitu saja." Gumam Fiona


" Oh yah! Astaga kenapa aku tidak bekerja di tempat pencucian saja, bukannya aku bisa untung jika dapat harta karun di dalam kantong tuan Detrick." Entah mengapa pikiran itu tiba-tiba keluar begitu saja


" Lakukanlah jika kau sudah tidak sayang nyawa mu." Suara rendah nan basah tersebut sangat di kenali Fiona


Glek..


Fiona berbalik " Tu.. tuan Detrick."


.


.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2