
Enhart bertemu Michael yang saat itu tengah berdiri di depan pintu kamar Fiona dan Detrick " Apa kau ingin mengetuk nya? " Tanya Enhart
Michael berbalik melihat pria tersebut " Iya, apa yang kau lakukan disini? " Michael memang tak berbicara formal dengan Enhart mengingat Enhart bukanlah siapa-siapa baginya. Majikannya hanya Keluarga Reventoon, tentu Fiona juga masuk didalamnya.
" Aku ingin bertemu Fiona. Ada yang harus aku sampaikan." Michael hanya mengangguk.
Lalu Michael pun mulai mengetuk pintu. Tak lama pintu terbuka dan menampilkan Detrick yang tengah menatap tajam keduanya
" Ck ada apa! " Nadanya tidak seperti sedang bertanya
" Aku ingin bertemu Fiona. Tapi pertama-tama, selamat kau akan menjadi ayah." Ucap Enhart tetap ramah walaupun adik iparnya sama sekali tak menyambut
" Hmm Fio ada didalam. Masuklah." Ujar Detrick santai. Sepertinya ia punya urusan mendesak dengan Michael
" Baiklah." Enhart segera masuk kedalam kamar. Saat masuk, ia melihat adiknya yang sedang tertidur.
Dengan perlahan, pria itu mendekati sang adik yang tengah pulas tertidur. Wajah damai Fiona membuat Enhart mengulum senyum. Pria tersebut mengecup kening Fiona.
" Berbahagialah lah sayang. Semoga keberuntungan selalu mengikuti mu." Kembali mengecup kening adiknya
" Euhh hmm kak Enhart? " Mengerjap beberapa kali
" Kau bangun sayang. Maaf yah, ayo tidur lagi." Mengelus rambut adiknya
Fiona tersenyum lalu menggeleng pelan " Ada apa kak? " Tanyanya mencoba untuk bangun. Enhart segera membantu Fiona duduk
" Ada yang ingin kakak katakan. Tapi sebelum nya, selamat yah untuk kehamilan kedua mu."
Fiona tersenyum sembari mengangguk " Aku sangat senang. Sangat.. sangat.. bahagia. Semoga anakku akan tumbuh dengan baik dan sehat."
Enhart hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Fiona. " Jadi apa yang ingin kakak katakan? " Pertanyaan Fiona berhasil membuat Enhart sedikit gugup. Ia takut dibenci oleh Fiona
" Emm ehem.." berdehem terlebih dahulu yang mana membuat Fiona mengerutkan kening heran. Tidak biasanya kakak nya gugup.
" Emm aku akan menikah." Seru Enhart
Fiona langsung tersenyum senang " Benarkah? Kapan? Dan dengan siapa? Waahh aku sudah tidak sabar."
Enhart hanya tersenyum canggung " Emm sebenarnya bukan itu yang penting. Tapi emm tentang mempelai wanita nya." Ia semakin gugup
Fiona semakin heran dibuatnya " Kenapa dengan mempelai wanitanya? Jangan bilang mempelai wanita kakak mempelai gaib." Menatap tajam
" Bukan. Aku akan mengatakan nya, tapi janji jangan marah." Membuat Fiona mengangguk cepat. Marah atau tidak akan dia lihat dibelakang nanti
" Hmm Rani? Sahabat mu Rani. Aku tidak sengaja memperkosa nya." Tak ingin terlalu lama, Enhart mencoba untuk menyingkatnya menjadi satu kalimat walaupun ia sangat gugup
Fiona terdiam mendengar hal tersebut. Di perkosa? Sahabat nya?. Tidak mendengar balasan dari Fiona, Enhart seketika menunduk " Maaf, aku benar-benar tidak sengaja. Tapi tenang saja aku akan menikahinya dan mencoba mencintai nya."
Respon yang diberikan Fiona benar-benar diluar perkiraan Detrick. Wanita hamil itu menepuk pundak kakaknya " Selamat kak. Tenang saja aku tidak marah. Aku malah senang kakak yang melakukannya dengan Rani, dengan begitu kakak bisa menikahinya dan membahagiakan nya." Ucap Fiona tersenyum senang
Enhart ikut tersenyum. Kekhawatiran nya sungguh sia-sia " Aku akan langsung menikahi Rani. Untuk resepsi, sepertinya menunggu kamu lahiran dulu. Kandungan mu termasuk Lemah." Enhart masih mengingat perkataan dokter dulu saat Fiona pendarahan.
Fiona hanya mengangguk. Semua keputusan akan ia berikan pada pasangan pengantin.
.........
Enhart keluar dari dalam mansion. Ia segera masuk kedalam mobil menuju ke kontrakan Rani. Baru menyalakan mesin mobil, tiba-tiba jendela diketuk seseorang dari arah luar.
Enhart menurunkan jendela mobil " Masuklah Sky." Rupanya Sky yang datang menghampiri Enhart setelah dari dalam mansion
Sky mengangguk lalu membuka pintu mobil di samping kemudi. Kemudian Enhart mulai menyalakan kembali mesin mobil dan mulai malajukannya
" Ada apa, Sky? " Tanpa melihat Sky, ia lebih fokus mengemudi. Tidak lucu bukan, pengantin pria nya harus kecelakaan sebelum menikah
" Mengenai pernikahan anda yang tiba-tiba, saya tidak akan bertanya lebih. Surat-surat serta dokumen pernikahan sudah saya bawa, nanti saya akan memberikannya pada pengacara. Lalu untuk orang yang ingin mencoba menjebak anda, saya sudah menemukannya dan masih belum berbuat lebih. Saya masih menunggu perintah anda." Jelas Sky panjang lebar
" Bagus. Untuk orang yang menjebak ku nanti aku urus, ada yang lebih penting." Semakin melajukan mobil 'aku tidak ingin wanita ku kabur jika terlalu lama' Walaupun Enhart sudah menaruh orangnya di sekitar kontrakan Rani, ia tetap khawatir mengingat bagaimana sikapnya tadi terhadap wanita itu.
Tak berapa lama mereka pun sampai di sebuah gang. Kedua pria itu kemudian keluar dari dalam mobil dan mulai menyusuri gang kotor tersebut " tuan muda, sepertinya calon istri anda tinggal dilubang semut." Celetuk Sky
Enhart berdecih " Aku akan mengeluarkan nya dari lubang semut dan membawanya ke sarang harimau." Sky terkekeh mendengar hal tersebut
Setelah melewati gang yang lumayan sempi, mereka pun sampai di depan sebuah rumah yang terlihat masih layak huni. Namun banyak terlihat sarang laba-laba di sela-sela langit atap rumah.
" Anda yakin tuan? Sepertinya calon istri anda tidak bisa bersih-bersih." Sebenarnya bukannya tidak bisa, hanya tidak mempunyai waktu luang
" Aku mencari istri bukan pembantu. Lagipula calon istri ku itu seorang cleaning servis, tidak mungkin tidak bisa membersihkan."
Sky mengulum senyum mendengar jawaban dari tuan mudanya. Ia sangat suka menggoda pria tersebut, secara selama ini Enhart benar-benar tak tersentuh walaupun dia terkenal sangat ramah.
__ADS_1
Tok.. tok.. tok..
Enhart mulai mengetuk pintu. Lalu terdengar teriakan menunggu dari dalam. Enhart berdehem lalu merapikan penampilan nya membuat Sky lagi-lagi mengulum senyum " Anda sudah tampan tuan." Celetuk Sky
" Ck diamlah Sky. Kau tidak mengerti perasaan ku sekarang." Ketus pria itu
Sky terkekeh dalam hati 'cinta maksud nya?'
Ceklek...
Terlihat Rani berdiri di balik pintu " ah.. apa yang anda lakukan dis..__" belum sempat Rani menyelesaikan ucapannya, Enhart sudah masuk begitu saja
" Kau seharusnya membiarkan calon suamimu untuk masuk terlebih dahulu." Dengan sangat santai ia duduk di sebuah karpet lantai. Tidak ada sofa atau pun tempat duduk di dalam kontrakan
Rani mengehela nafas kasar. Lalu ia melihat Sky yang hanya berdiri " Silahkan masuk tuan." Sky mengangguk lalu masuk mengikuti Rani
Enhart nampak meneliti setiap sudut rumah tersebut " Jangan melihatnya terlalu lama, rumah ku tidak seindah rumah anda." Ucap Rani ketus
Enhart terkekeh " Duduklah. Aku tidak akan menuntut air minum." Sebenarnya ia menyindir tapi Rani tak terlalu peka dan langsung duduk begitu saja di atas karpet bersama kedua pria tersebut
Sky terkekeh geli dalam hati 'dasar pasangan aneh'
Enhart mengambil dokumen yang ada ditangan Sky. Lalu menandatangani dokumen serta surat-surat tersebut. Menaruh pulpen " Silahkan, tanda tangani." Ucapnya menyodorkan dokumen tersebut
" Apa ini? " Terlihat Enhart mengangkat kedua bahu. Rani membaca dokumen tersebut. Matanya membulat seketika " Apa? Surat pernikahan? " Melihat kearah dua pria tersebut dengan tatapan terkejut
" Benar. Tanda tangani itu sesuai janji mu. Atau.."
" Baiklah.. baiklah." Dengan tangan yang sedikit gemetar Rani menandatangani dokumen tersebut membuat Enhart tersenyum senang.
Sky mengambil kembali dokumen tersebut, lalu merapikannya " Baiklah dengan begini kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri dimata hukum."
" Terima kasih." Ucap Enhart
" Baiklah kalau begitu saya permisi." Sky segera pergi dari sana meninggalkan pasutri baru tersebut. Ia sudah menelpon bawahannya untuk menjemput dirinya dan segera memberikan dokumen pernikahan tersebut ke pengacara.
Tinggallah mereka berdua. Suasana hening, sampai Enhart berdiri lalu menarik tangan Rani, yang sekarang sudah menjadi istrinya.
" Hei.. lepaskan saya tuan." mencoba menahan diri namun kekuatan Enhart lebih kuat
" ikutlah denganku tinggallah bersamaku." ia tidak ingin kecolongan, karena itu ia akan langsung membawa Rani untuk tinggal dengannya di apartemen
" tinggal beli yang baru." ucapnya santai menstarter mobil.
Rani mendengus dan hanya mengikuti lagipula ia tak akan bisa menang dalam perdebatan dengan pria ini.
Dii dalam mobil Hening sampai mereka tiba di sebuah gedung apartement yang sangat tinggi. Rani berdecak kagum 'aku benar-benar jadi kaya instan'
.........
Tak ada satu katapun yang terucap dari bibir keduanya hingga mereka sampai disebuah pintu apartemen. Dengan santai, Enhart menakan password apartemen tanpa menutup-nutupi dari Rani. Dan Rani tak peduli.
Ceklek..
" Masuklah." Ujar Enhart masuk kedalam apartemen. Dengan langkah ragu Rani masuk kedalam.
" Maaf aku hanya punya apartment di negara ini. Lain kali aku akan membawamu pulang ke mansion ku." Ucapnya masuk terlebih dahulu
Sedangkan Rani termangu melihat apartment yang sangat luas dan juga modern 'ini sih sudah lebih dari cukup' mengikuti langkah Enhart
Enhart berbalik melihat Rani karena tidak mendapatkan jawaban. Ia mengulum senyum saat melihat istrinya yang termangu melihat apartment nya " Apakah apartment ku terlalu bagus sampai kau tidak menghiraukan aku yang sangat tampan ini." Ucapan Enhart mampu membuat Rani kembali kedunia nyata
Ia mencebik " Iya ini terlalu bagus. Bahkan sangat berlebihan untukku."
" Ini bukan berlebihan. Bahkan sangat kurang untuk istri ku." Mengedipkan mata menggoda Rani.
Blushh..
Memalingkan wajah " Jangan menggodaku."
Enhart terkekeh. Lalu membuka kaos nya. Keranjang pakaian kotor berada tepat disampingnya, ia ingin langsung mandi.
" A.. apa yang kau lakukan! " Pekik Rani segera berbalik dengan wajah yang memerah
Tentu Enhart kaget, ia lupa ada Rani disana. Senyum smirk ia terbitkan. Pria itu sangat suka memggoda Rani " apa? Aku hanya membuka kaos ku karena ingin mandi." Jawabnya santai dan kini membuka celananya meninggalkan bokser yang menutupi bagian inti tubuh
" Ta.. tapi jangan buka di depan ku juga! " Masih berbalik bahkan menutup mata
" Memangnya kenapa aku membuka bajuku di depan istriku. Bukannya kau juga sudah melihatnya bahkan merasakan nya juga. Apa yang kau malukan sekarang? "
__ADS_1
Blushh..
Pipi Rani semakin mengeluarkan semburat merah " ta.. tapi.. i.. itu.." ia sudah tidak tahu akan mengatakan apa
Enhart pelan-pelan mendekati Rani lalu memeluknya dari belakang " kyaaa a.. apa yang kau..__"
" Husstt jangan berisik sayang." Berbisik tepat di telinga Rani
Rani menggeliat. Ia tidak nyaman dengan posisinya sekarang. Ralat, bukannya tidak nyaman tapi ini pertama kalinya ia dipeluk oleh seorang pria dewasa dan lagi si pria dalam keadaan hanya memakai bokser. " Lepaskan." Memberontak
Enhart berdesis dibalik telinga Rani. Batangnya tak sengaja bergesekan dengan pantat sang istri " isssttt.. sayang, hentikan." Sebenarnya ia ingin lebih tapi tidak mungkin 'kan Enhart meminta lebih sekarang
Rani tak mengindahkan " Kalau begitu lepaskan aku." Semakin menggeliat semakin membuat Enhart menggila
" Ahhh jangan salah kan aku, sayang." Membalik tubuh istrinya dan langsung membungkam bibir seksi Rani
Rani terdiam. Ia hanya diam saat Enhart melumaat bibirnya. Enhart yang tak mendapat balasan menggigit kecil bibir Rani, membuat empunya sontak membuka mata dan hal itu menjadi kesempatan Enhart untuk memasukkan lidahnya kedalam rongga istrinya.
" Ehmmmmpp." Tak sadar, Rani pun membalas ciuman panas dari Enhart.
Mereka terengah-engah. Enhart melepas ciumannya lalu mencium dahi istrinya " Bolehkan? " Tanya nya dengan wajah memelas
Entah Rani harus menolak atau tidak. Yang pasti sekarang ia juga sedang bergairah dan pria didepannya sangat-sangat seksi. Sungguh menggoda di mata Rani.
Rani tak membalas, mata wanita Tersebut turun Melihat otot-otot dada dan perut Enhart.
Glek..
Enhart tersenyum licik melihat hal tersebut. Ia kemudian menggendong Rani ala koala dan menjatuhkan nya di atas sofa besar di ruang tengah. Lalu kembali berciuman panas
Tangan pria itu tak tinggal diam disela-sela ciuman keduanya. Enhart mengangkat kaos yang digunakan Rani dan meremaas salah satu gundukan kesukaannya
" Ahh..." Desaah Rani yang tak bisa di tahan
Enhart semakin tersenyum menang " Bolehkan sayang." Sekarang ia mengemuut bulatan kecil diujung gundukan Rani
Rani kian mendesaah. Belum mendapatkan jawaban, tangan Enhart turun kebawah, ke inti istrinya. Ditekannya inti sang istri membuat empunya mendesaah keras
Enhart melepas segitiga tipis dibawa sana. Lalu mengelus-elus bibir mister V Rani. " Ahh... " Ingin menolak, namun sentuhan yang diberikan membuat nya mabuk kepayang
" Ahhhhkkk..." Kali ini Rani benar-benar dibuat mendesaah keras saat ia merasakan sebuah jari sedang keluar masuk liyangnya.
" Bolehkan sayang.." lirih Enhart mencium kembali gundukan istrinya dan semakin mempercepat jarinya
Tak bisa ia kendalikan, Rani akhirnya mengangguk tanpa sadar. Lagipula sekarang yang menyentuhnya adalah suaminya. Jadi tidak akan ada masalah.
Enhart semakin tersenyum senang. Ia menarik kembali jarinya membuat Rani mendesaah kecewa. Enhart yang mendengar hal itu tentu Terkekeh geli
" Sabar sayang." Celetuk pria tersebut
Dibukanya semua pakaian Rani, ia pun membuka boksernya. Setelah mereka tak memakai sehelai benang pun, Enhart menaruh batangnya yang sudah siap tempur di pintu masuk liyang Rani dan digesek-gesekkan perlahan
" Hmm ahhh..." Sungguh Rani sudah tidak tahan. Pelepasan nya sempat tertunda tadi, dan sekarang ia dibuat gila dengan gesekan yang dibawah, bagaimana jika sudah masuk.
" Hmm memohonlah sayang.." Dan Enhart sangat suka melihat wajah tersiksa dan menggoda istrinya
Rani menatap kesal Enhart namun tatapan nya sungguh sayu " Ahh.." Rani tak akan kalah kali ini
Enhart semakin dibuat gila Melihat wajah bergairah istrinya, dan juga lekuk tubuh istrinya yang benar-benar menggiurkan. Tapi ia sangat ingin menaklukkan sang istri " Memohonlah untuk aku masuki.. ahh..." Ia mendesaah saat cairannya tak sengaja terkena ujung batang pria tersebut
Rani menggeleng. Sungguh ia sudah tak tahan " Ahhh masukkan.. please.." memalingkan wajah tak berani melihat wajah suaminya yang sangat bergairah
Enhart melumaat kembali bibir sang istri dan tangan nya yang dibawah menutun untuk masuk kedalam sarang istri nya.
" Ahh..." Desaah mereka berdua saat batang pria tersebut sudah masuk kedalam sepenuhnya. Dengan perlahan Enhart bergerak di atas tubuh Rani
Sofa yang lumayan besar dan empuk tersebut lumayan nyaman untuk digunakan. Suara-suara laknat keluar dari bibir keduanya memenuhi ruang tengah apartemen. Siapa pun yang mendengarnya tentu akan dibuat basah.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya π banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya βοΈ
...klik tanda love dibawah ini π...
Follow ig othorπ€π π \=> HimaSun_05
__ADS_1