
Selama kehamilan Fiona, Detrick benar-benar menjaga sang istri. Tak membiarkannya bekerja atau melakukan hal-hal yang lain, bahkan Detrick sudah memberikan peraturan, Fiona hanya boleh berjalan tidak lebih dari lima langkah.
Tentu Fiona tak masalah, apalagi menurut dokter kandungan Fiona tergolong lemah. Jadi Fiona hanya akan menuruti semua perkataan Detrick.
Karena sangking khawatir nya, Detrick bahkan cuti satu tahun. Mengambil semua cuti yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Detrick juga yang terkena morning sick atau pun mual-mual sedangkan Fiona yang terkena ngidamnya.
Kehamilan Fiona sudah memasuki bulan ketiga. Perutnya sudah terlihat sedikit buncit jika memakai pakaian ketat. Siang yang penuh hujan ini, Fiona sedang menonton acara di ponselnya. Sedangkan Detrick terlihat fokus di mejanya melihat dokumen yang harus ia periksa walaupun sekarang sedang cuti.
Fiona yang duduk di atas pembaringan tak sengaja mengeluarkan air liur saat melihat apa yang ada di ponselnya. " Sluurrrppp.. sepertinya enak.." mengisap kembali air liur yang hampir menetas
#enaknya makan seblak di udara yang dingin ini
#makanan khas Indonesia yang harus di rasakan
Itulah caption yang tertulis di video yang sekarang Fiona nonton. Terlihat seorang pria berbadan gempal tengah memakan makanan berkuah berwarna merah ke orange tersebut dengan keringat yang bercucuran semakin membuat Fiona ingin merasakan nya.
Fiona melirik suaminya yang sedang fokus dengan apa yang dikerjakan. Tiba-tiba ia ingin makan seblak. Dengan perlahan Fiona bangkit dari tempat pembaringan.
Krieett..
Bunyi ranjang gabus, seketika mengalihkan pandangan Detrick dengan cepat. Ia melihat istrinya yang hendak bangkit. Dengan cepat Detrick bangkit dari kursi " Fio, stop. Kembali ke posisi mu tadi." Seru nya berjalan cepat menghampiri Fiona
Fiona terkekeh. Rupanya ia kedapatan. Lalu kembali ke atas ranjang dengan posisi yang semula. Ia hanya menampilkan senyuman tak berdosa melihat suaminya yang sedang khawatir padanya.
Detrick duduk di samping istrinya " Ada apa? Jangan bangkit tiba-tiba lagi. Teriakkan namaku, maka aku akan datang." Ucapnya sebisa mungkin dengan nada yang lembut
" Maaf..." Lirih Fiona
" Kalau tahu salah jangan di ulangi." Yah seperti itulah Detrick. Bukannya menghibur malah semakin menyalahkan, namun Fiona tak keberatan itu tandanya Detrick menyayangi dirinya.
Fiona mengangguk menanggapi.
" Jadi, ada apa? " Tanya Detrick
Fiona mengambil ponsel lalu kembali membuka video yang tadi ia tonton. Diperlihatkan kepada suaminya " Ini, aku mau makan seb.. seb.." ia sedikit susah mengatakan seblak, Fiona memang tak bisa berbahasa Indonesia
" Seblak? " Tebak Detrick. Ia sudah sering memakan nya saat kecil, ibunya sangat suka dengan makanan khas Sunda tersebut membuat Detrick juga cukup meminatinya
Fiona mengangguk Cepat " Iya.. iya.. aku mau Makan seblak." Serunya bersemangat
Detrick terlihat berpikir. Memangnya di negaranya ada yang jual seblak? Masa harus ke Indonesia dulu?
" Hmm tidak bisa yah, tidak apa-apa kalau tidak bisa." Menunduk sedih
" Tentu saja bisa." Ucap Detrick percaya diri. Ia akan melakukan apapun untuk membuat Wanitanya bahagia.
Sontak Fiona mendongak " Benarkah? Aku mau sekarang." Dengan wajah yang berbinar
" Tunggu, aku akan menelpon chef yang paling hebat." Seru Detrick
Fiona semakin bersemangat. Apalagi jika melihat proses pembuatan nya pasti akan semakin membuat nya berselera " Cepat. Aku sudah tidak sabar..." Membayangkan dirinya makan seblak tak ia sadari air liur hampir kembali menetes
Sluurrrppp...
Detrick terkekeh melihat tingkah konyol sang istri " Baiklah. Tunggu disini, aku akan segera kembali." Fiona mengangguk, Detrick segera pergi dari sana untuk menelpon koki yang kata nya paling hebat
Terlihat Detrick di meja kerjanya fokus menelpon, sedangkan Fiona kembali menonton acara mukbang tersebut. " Aku sudah tidak sabar." Gumamnya
Detrick menutup telepon lalu melihat istrinya yang masih termangu melihat mukbang " memang makanan Indonesia selalu bikin ngiler." Gumamnya lalu melangkah mendekati istrinya
" Bagaimana? Chefnya akan datang cepat 'kan." Sangat bersemangat. Sepertinya kali ini ia benar-benar mengidam berat
Detrick mengangguk " Iya, sebentar lagi."
.........
Tak butuh waktu berapa lama, deruman mobil memasuki pekarangan mansion Detrick. Mendengar bunyi mobil, Fiona langsung bangkit dan menuju ke jendela mengintip dari sana. Detrick waktu itu ada di dalam kamar mandi jadi tidak melihat istrinya yang sudah melanggar peraturan nya.
" Hmmm ibu dan ayah? Aku kira chef yang akan memasak seblak ku. Tapi, bukannya kemarin ibu dan ayah sudah berkunjung." Gumam Fiona
Ceklek...
__ADS_1
Sangking Fokus nya, Fiona sampai tak mendengar saat pintu kamar mandi terbuka. Sedangkan Detrick yang sudah keluar dari dalam kamar mandi, kaget saat tidak melihat istrinya di atas ranjang.
Ia mulai mencari-cari dan yah dapat. Istrinya sekarang sedang berdiri didepan jendela " Fio! " Suara penuh penekan Detrick mampu membuat Fiona bergeming
'mampus' berbalik dengan perlahan, dan terlihat suaminya yang sudah ada tepat di depannya dengan tatapan nyalang
" Sa.. sayang, ada apa? " Memasang wajah senyuman semanis mungkin
Detrick menghembuskan nafas halus. Di tangkupnya pipi istrinya lalu melabuhkan Beberapa ciuman penuh cinta di seluruh wajah Fiona " Aku benar-benar tidak bisa marah padamu." Sungguh gemas ia melihat istrinya
Fiona tersenyum memperlihatkan semua gigi nya yang rapi dan putih " Coba lihat." Menunjuk kearah luar jendela dimana ada sebuah mobil yang tak asing terparkir " Ayah dan ibu datang. Ayo kita keluar dan menyambut nya." Menarik tangan Detrick
Detrick bergeming. Ia menarik tangan istrinya lalu langsung membopong tubuh Fiona ala bridal. " Sayang..." Protes Fiona
Detrick tak menjawab. Dengan wajah datar pria tersebut berjalan keluar dari dalam kamar. Ia menuju kedalam lift dan membawa keduanya turun kebawah.
Fiona hanya bisa mencebik. Ia memang tak akan bisa membantah perkataan sang suami. Lagipula para pelayan yang ada di mansion sudah menghapal kelakuan kedua pasutri tersebut.
Ting...
Detrick melangkah keluar dari dalam lift. Detrick terus melangkah menuju kedapur. " Untuk apa kita ke dapur? " Bukankah seharusnya mereka bertemu dengan ayah dan ibu, pikir Fiona
" Kau ingin menyambut ayah dan ibu 'kan. Jadi diam saja." Terus melangkah, Fiona hanya diam dengan tangan merangkul leher suaminya
Dari arah dapur terdengar suara orang-orang yang sedang sibuk memasak. Bukannya sarapan sudah selesai? Jadi untuk apa lagi para pelayan memasak. Dia sampai lupa dengan seblaknya
" Ayah? Ibu? " Seru Fiona melihat kedua mertuanya sedang memasak di dapur
Detrick menurunkan Fiona di kursi bar didapur dan ikut duduk di sampingnya.
Leticia dan Ditrian berbalik melihat siapa Yang datang " Bagaimana kabarmu, sayang? " Tanya Leticia kepada Fiona
" Baik, bu. Bukannya kemarin juga sudah bertemu. Dan apa yang ayah dan ibu lakukan? "
Ditrian duduk di samping sang menantu " Memangnya siapa yang ingin memakan seblak, hmm? " Menaik turunkan alisnya
Fiona akhirnya ingat kembali dengan seblak " iya. Aku ingin seblak." Jawab Fiona bersemangat
" Eh?! Ja.. jadi oh my.. jadi chef terhebat sedunia itu ibu." Tertawa kecil di akhir kalimat
" Ibu bisa masak seblak? " Tanya Fiona
" Tentu saja. Ibu 'kan orang asli asal seblak." Seru Leticia bersedekap dada
Fiona bertepuk tangan " Wah... Ibu sangat hebat. Semangat bu, aku tidak sabar makan seblak." Ucapnya bersemangat seperti anak kecil saja
Mereka semua tertawa geli " Baiklah. Lihat saja." Seru Leticia
.........
Dengan rasa yang sudah menggebu-gebu, Fiona menunggu di meja bar dapur. Disamping ada suaminya sedangkan disamping kiri ada mertuanya. Ia di apit dua pria hot dan seksi.
Ketiga orang itu menunggu masakan Leticia. Seblak yang sangat dirindukan Ditrian, seblak yang sudah lama tidak dimakan Detrick, dan seblak yang sudah di ingin-inginkan Fiona akhirnya jadi.
" Seblak nya sudah jadi.." seru Leticia membuat ketiga orang itu tersenyum. Kecuali Detrick yang hanya tersenyum tipis, pria itu memang tidak terlalu biasa mengumbar perasaan di hadapan banyak orang
" Wah... Cepat bu." Seru Fiona. Ditangan kanan sudah ada garpu sedangkan ditangan kiri pasangan garpu yang tak bisa lepas, sendok.
" Cepat beb..." Timpal Ditrian
Leticia tersenyum " Sabar sayang-sayangku." Menyajikan di setiap mangkuk di depan suami, anak dan menantunya.
" Silahkan dinikmati.."
Sluurrppp...
Ditrian dan Fiona menghisap kembali air liur yang hampir menetas melihat seblak panas berwarna merah dan oranye di depan mereka
Detrick dan Leticia hanya terkekeh melihat hal itu. Keduanya pun mulai memakan seblak tersebut
" Hmm enak.." ucap Leticia
__ADS_1
" Rasanya tidak berubah." Timpal Detrick
Fiona dan Ditrian ikut memakan " Selamat makan.." seru kedua
Satu suapan pertama " Hmmmm eeeenaaaakkk." Pekik dua orang berbeda gender dan generasi itu.
" Hmm ini enak sekali.." memakan dengan lahap
" Masakan mu memang yang paling luar biasa, beb." Timpal Ditrian
" Fio, makan perlahan-lahan. Tidak akan ada yang mengambilnya." Tegur Detrick Melihat istrinya yang makan dengan gaya ala jepang. Dimana mangkuk diangkat dan ditaruh di depan bibir.
Pria posesif itu mengambil mangkuk seblak Fiona dan menaruh di atas meja " Berjanjilah untuk makan perlahan dan aku akan memberikan nya kembali." Ucap Detrick
Fiona mendengus " Baiklah. Aku berjanji." Ucapnya dengan nada ketus. Tapi percayalah, Detrick tak akan semudah itu untuk luluh mengingat semua yang ia lakukan demi kebaikan istrinya.
Ditrian dan Leticia mengulum senyum. Perlakuan Detrick tak berbeda jauh dengan Ditrian, hanya saja Ditrian lebih muda luluh.
Entah mengapa Detrick tak percaya begitu saja. " Biar aku yang menyuapi mu." Putus nya kemudian
Bukannya marah atau pun kesal, Fiona malah tersenyum bahagia " Benarkah? Baiklah suapi aku." Ia nampak bersemangat. Sebenarnya sudah dari tadi ia ingin disuapi, hanya saja ia terlalu malu meminta Detrick untuk menyuapinya di hadapan mertuanya.
Dengan senang hati Detrick menyuapi Fiona. Dengan perlahan, telaten dan lembut. Terkadang juga Detrick menyuapi dirinya sendiri. Atau Fiona yang menyuapi Detrick makan seblak. Hingga mereka tak sadar Ditrian sudah membawa kabur istrinya pergi meninggalkan dua orang yang sedang di mabuk asmara
" Jangan ganggu mereka." Perintah Ditrian kepada para pelayan disana
Dengan masih menarik tangan Leticia, Ditrian melangkah masuk kedalam kamarnya yang berada di mansion Detrick " Apa yang akan kau lakukan, hon? " Ia sudah merasakan perasaan tak enak
Ditrian tersenyum tipis " Yang dibawah butuh dibelai, sayang." Menarik masuk kedalam kamar dan langsung menguncinya.
Sedangkan Fiona dan Detrick terus saling suap-suapan sampai seblak keduanya habis tak tersisa. Rasanya lebih enak bila di suapi dari istri atau suami.
Fiona meminum air minum yang diberikan Detrick. Lalu Detrick juga ikut minum dari gelas yang sama. Wanita itu melihat sekeliling " Ayah dan ibu kemana? " Ia baru sadar akan kepergian kedua mertua
Mengambil tusuk gigi " ayah dan ibu sudah masuk ke kamarnya." Memegang dagu Fiona " buka mulut mu, sayang. Aaaa." Membuka mulut sebagai peraga.
Fiona menurut lalu membuka mulutnya. Dengan telaten Detrick membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi sang istri. Setelahnya ia kemudian membuang tusuk gigi tersebut
" Sudah selesai, buka lebih besar." Fiona mengangguk lalu membuka mulutnya lebih besar. Detrick manggut-manggut. Sudah tidak ada, ucapnya dalam hati
" Setelah ini sikap gigi." Fiona kembali mengangguk. Ia sudah biasa dengan perlakuan Detrick yang seperti ini.
Bahkan terkadang Fiona sikap gigi 5 kali dalam sehari, atau setiap dia selesai makan. Dan ini adalah salah satu peraturan Detrick. Fiona Tentu tak menentang. Memangnya dia bisa apa?
Fiona mengambil tusuk gigi " Sekarang giliran aku. Buka mulut mu, sayang." Ujar Fiona memegang pipi Detrick
Detrick tersenyum tipis lalu membuka mulutnya. Dengan telaten Fiona membersihkan gigi suaminya " Hmm sudah bersih." Membuang tusuk gigi disebuah tempat sampah di samping meja bar.
" Setelah ini sikat gigi." Meniru Detrick
Detrick menaikkan sebelah alis Melihat tingkah menggemaskan istrinya.
Cup...
Satu lumataan berhasil ia labuhkan di bibir seksi istrinya. Fiona membalas ciuman dan lumataan suaminya.
.
.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya π banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya βοΈ
...klik tanda love dibawah ini π...
Follow ig othorπ€π π \=> HimaSun_05
__ADS_1