Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Jangan dekat-dekat dengan yang lain


__ADS_3

Di saat Fiona dan Detrick sedang berbagi peluh dengan menggoyangkan sofa. Lain halnya dengan seseorang yang sedari tadi di depan pintu ruangan.


Michael yang sudah dari tadi mengetuk pintu tapi tidak di bukakan. " Sebenarnya apa Yang terjadi? Apa jangan-jangan..." Menggedor-gedor pintu. Ia khawatir sang tuan muda dalam bahaya. Walaupun sebelumnya hal itu tidak pernah terjadi, tapi tidak ada yang tahu mas depan bukan?


Bisa saja Detrick di serang oleh pembunuh bayaran! Atau mungkin sindrom nya sedang kambuh? Ia segera menggeleng. Michael benar-benar tak akan memaafkan dirinya sendiri kalau sampai tuan yang selama ini ia layani dan hormati kenapa-napa.


Dengan kaki panjang nya, ia berlari ke ruang IT melihat cctv khusus ruangan Detrick yang hanya bisa di akses oleh Detrick serta Michael


Saat masuk semua karyawan bagian IT terkejut dan segera menunduk memberi hormat. Kemudian mereka memberi jalan untuk Michael ke tempat ruangan khusus cctv CEO room berada.


Dengan sangat serius Michael menatap layar.


" Ah... Se.. sedikit lebih keras.. lagi..." Desahaan tersebut langsung terdengar di ruangan tersebut.


" Astaga!." Segera menutup layar.


Sedangkan orang-orang yang ada disana. Langsung menoleh melihat Michael dan mulai berbisik-bisik


"Aku tidak menyangka rupanya pak Michael juga menonton film seperti itu"


"Benar kata orang-orang. Orang yang pendiam lebih agresif."


"Hustt jangan bicara lagi."


Michael memejamkan mata 'yang benar saja! Mataku ternodai' ia kembali mengontrol ekspresi untuk lebih datar walaupun sebenarnya ia sangat malu.


Setelah nya dengan santai ia pergi meninggalkan orang-orang yang mengira Michael telah menonton film blue. 'rupanya hubungan tuan Detrick dan nona Fiona sudah sangat jauh. Aku tidak yakin suatu hari nanti tuan Detrick akan melepaskan nona Fiona begitu saja'


.........


Carl tersenyum licik melihat laporan yang baru saja di berikan oleh sekretaris tak tahu malunya mengenai perusahaan Wijaya Grub


" Bagaimana tuan muda? Apa anda puas?." Tanya Sura. Sebenarnya ia geleng-geleng kepala saat di berikan tugas membeli semua saham Wijaya Grub kecuali saham utama


Carl menaruh dokumen tersebut di atas meja " Kerja bagus. Dengan Begini, kak Detrick tidak perlu turun tangan lagi." Carl menyerang Geo karena mendapatkan informasi kalau sang kakak sudah menyerang terlebih dahulu, karena itu ia juga ikut menyerang


" Tapi, anda yakin tuan Detrick akan senang dengan apa yang anda lakukan sekarang?."


" Entahlah." Mengangkat kedua bahu seakan tak perduli, sedangkan Sura membulatkan mata tak percaya. Sekali lagi ia hanya geleng-geleng kepala


" Setidaknya dengan begini, kak Detrick tidak perlu turun tangan lagi." Ucapnya acuh


" Terserah anda saja, tuan muda." Ia sudah pasrah. Mengangkat bendera putih untuk kelakuan sang bos hanya untuk dapat perhatian dari sang kakak.


Sura kemudian kembali memberikan sebuah laporan baru kepada sang bos


Carl membaca laporan yang baru saja di berikan oleh sekretaris nya, Sura. Dengan serius ia mencermati setiap bait kata yang ada di dalam laporan tersebut


" Anda sangat serius membacanya, tuan." Seru Sura dengan wajah datar di depan Carl sedang berdiri. Sedangkan Carl duduk di kursi kebesaran nya


Tanpa mengalihkan pandangan dari kertas-kertas di tangan, ia menjawab " Tentu saja. Ini semua adalah informasi penting kak Detrick."

__ADS_1


Sura membuang nafas kasar " Sangat baik jika anda juga seserius ini saat berhadapan dengan laporan perusahaan." Keluhnya. Ia tahu kalau bos nya sangat mengagumi sosok Detrick Reventoon yang di raja-raja 'kan di Antara pebisnis. Tapi, tidak sampai harus seperti ini 'kan


Menaruh kertas di atas meja, sembari memutar bola mata " Jangan mengatakan hal aneh-aneh lagi." Ketusnya


Carl memikirkan sesuatu " Fiona de Edebenderg." Gumam Carl, seraya melihat Sura " Apa kamu yakin, wanita ini adalah anak angkat keluarga Eren?." Rupanya Carl mencari tahu identitas Fiona. Wanita yang sedang dekat dengan sang kakak


Sura mengangguk " Iya. Tapi sepertinya dia tidak di perlakukan dengan baik."


" Hmm dari laporan ini. Fiona bukanlah wanita baik-baik? Tapi kenapa?." Hanya ada kata-kata wanita ini bukanlah wanita baik-baik dalam laporan dan tidak mengatakan alasan nya membuat Carl mendesaah jengah


" Hal itu dari beberapa rumor yang menyebar tuan. Bulan lalu Fiona de Edebenderg lulus jurusan sistem informasi manajemen dengan nilai yang sangat memuaskan. Tapi ada beberapa rumor yang kurang baik mengenai nya." Jelas Sura


" Apa itu?."


" Fiona de Edebenderg terkenal dingin dan sinis. Walaupun cantik, tapi tidak mempunyai teman bahkan kekasihnya berselingkuh karena tidak tahan dengan sikap Fiona yang terlalu acuh. Begitulah kata orang-orang."


Carl berdecih " Kalau Memang cinta, apapun yang ada di dalam diri pasangan nya, pasti akan di cintai nya." Menurut Carl yah memang seperti itu


" Tapi bukan itu saja tuan, dari laporan yang saya dapatkan. Fiona de Edebenderg pernah bekerja di sebuah club malam X. Dimana tempat itu terkenal dengan keliarannya." Lanjut Sura


" Apa?! Cih ini tidak bisa di biarkan. Kita harus mencari kebusukan wanita itu dan memberikan kepada kak Detrick agar kak Detrick bisa mengetahui watak asli wanita itu." Geram nya. Ia terlalu menyayangi sang kakak, sampai buta akan kebaikan Fiona


" Anda yakin, tuan? Hanya karena hal itu anda mengambil keputusan seperti ini? Bisa jadi Fiona de Edebenderg hanya bekerja saja tanpa melakukan hal lebih." Entah mengapa Sura merasa akan ada hal yang berbahaya jika Carl turun tangan


Carl berdecak " Itu sudah salah! Bagaimana bisa seorang wanita bekerja di tempat seperti itu! Menjijikkan!. Pokoknya kita harus membebaskan kak Detrick." Seru dengan semangat


Sura menghembuskan nafas pelan " Baiklah tuan, saya akan menuruti perintah anda. Tapi, jangan sampai menyesal." Ia memperingati. Hatinya tidak tenang sekarang


" Aku tidak akan menyesal." Tersenyum smirk 'lihat saja! Akan aku bongkar kebusukan mu'


Sedari tadi ia senyum-senyum tak jelas sembari mengerjakan pekerjaan. Pintu masih ia kunci karena Fiona masih telanjang bulat, tubuh bugil Fiona hanya di tutupi dengan selimut tebal yang di ambil Detrick di ruangan pribadi nya. Inginnya Detrick menaruh Fiona di atas ranjang pribadinya namun ia selalu ingin melihat wajah tidur Fiona yang menenangkan. Bahkan Michael tak di izinkan masuk kedalam.


Fiona menggeliat kecil, perlahan ia membuka mata. Mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk. Dengan masih berbaring ia celingak-celingukan melihat keadaan ruangan yang sekarang ia tempati


'dimana ini' belum sinkron. Hingga 'astaga! Gila! Kami benar-benar melakukannya di atas sofa' ia tidak percaya dengan ingatan nya sendiri


Ia melihat tubuhnya. Fiona perlahan bangkit dengan memegang selimut agar menutupi bagian depan tubuh. Ia mengintip dan terlihat sekarang dirinya sudah memakai pakaian dalam. Pertanyaan nya, siapa yang memakainya? Mulai memutar otak hingga satu nama muncul dalam pikiran. Tapi, kemana orang itu?


" Apa kau mencariku." Memeluk Fiona dari belakang. Dari tadi Detrick Memang sudah memperhatikan Fiona


" Ah! Hmm apa kamu yang memakai 'kan pakaian dalamku." Mencoba mengalihkan pembicaraan, agar ia tidak canggung lagi. Namun, bukannya suasa akan jadi canggung jika ia menanyakan hal vulgar


Mencium bahu mulus Fiona " Siapa lagi." Menggigit kecil


Fiona sedikit memberontak " Lepaskan, aku mau pakai pakaian ku." Tidak berani berbalik melihat Detrick


Detrick terkekeh. Tidak mengindahkan perkataan Fiona, ia malah menenggelamkan kepalanya dia cerucuk leher wanita nya. Fiona pasrah, melawan ia tak mungkin menang.


Ting...


Ponselnya berbunyi. Fiona mengambil ponsel yang ada di atas meja dengan Detrick yang masih memeluk dari belakang.

__ADS_1


Fiona membuka ponselnya dan melihat apa yang masuk. Detrick menaruh kepalanya di atas bahu Fiona dan ikut melihat layar ponsel


Di sana terlihat berita yang membuat Fiona penasaran dari sebelum bergelut tadi. Ia melirik Detrick yang nampak biasa saja


" Ada apa?." Mendongak Melihat Fiona. Tatapan keduanya bertemu membuat Fiona menjadi gugup.


Dulu dia memang selalu gugup saat bertatapan dengan Detrick, ralat! Bukan gugup tapi lebih ke takut. Siapa sih yang tidak takut di beri tatapan mengerikan. Tapi, sekarang Fiona malah berdebar tak karuan. Memang yah, cinta akan membuat semua hal menjadi menyenangkan


" Emm bukannya ini cabang perusahaan mu." Karena di pancing, yah mau tidak mau Fiona harus memakan umpan


Detrick menghembuskan nafas kasar. Ia melepas pelukannya dan membalik tubuh Fiona hingga sekarang mereka saling berhadapan 'sial! Aku Sangat tidak ingin meninggalkan nya sekarang!'


" Yah begitulah."


" Apa kamu akan pergi?." Dari tadi dia sudah menahan diri untuk tidak mengatakan nya


" Hmm mau ikut?." Berharap setidaknya kali ini Fiona menyetujui nya. Entah mengapa tapi Detrick sama sekali tidak bisa memaksa Fiona lagi


Fiona sedikit berpikir " Tidak. Aku akan menunggu." 'aku hanya akan menjadi pengganggu jika ikut. Lagipula aku bisa kerja paruh waktu lagi' rupanya dia punya maksud tersembunyi


Tapi, bukan Detrick namanya jika tidak tahu maksud tersembunyi dari wanita nya " Baiklah. Terserah kamu." Ia ingin memberikan kebebasan kepada Fiona.


Mata Fiona berbinar " Benarkah??."


" Tapi jangan sampai kamu dekat-dekat dengan pria lain." Memperingati dengan wajah serius


Fiona tersenyum manis " tenang saja." 'memangnya ada pria sempurna selain anda. Seharusnya yang mengatakan hal itu, aku'


Keadaan kembali hening sampai " tidak ada kata-kata yang ingin kamu sampaikan kepada ku?."


" Eh! Emmm..." ia sedikit ragu " kamu juga." Lirihnya


Mengangkat sebelah alis " Aku tidak mendengar nya."


Fiona menghembuskan nafas pelan. Lagi-lagi ia di goda, dan sialnya Fiona selalu termakan godaannya " Kamu jangan dekat-dekat dengan wanita lain di luar sana." Membuang muka. Malu dan geli ia mengatakan nya


" Hmm aku tidak menyangka rupanya kekasih kecilku sangat pencemburu. Baiklah aku tidak akan melakukan nya." Mengedip 'kan sebelah mata


Blush...


Fiona berdecak dalam hati 'lagi-lagi aku tertipu' mendengus


Detrick mencium kening Fiona lalu turun mengecup bibir mungil tersebut " Anak baik." Mengelus kepala Fiona


'aku sudah besar' Ingin sekali ia meneriakkan hal ini. Tapi, sekali lagi keberanian Fiona tidak keluar cuma-cuma hanya untuk seperti ini


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2