Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Kemarahan Detrick


__ADS_3

Fiona masuk kedalam ruangan divisi tersebut, sebelum nya ia terlebih dahulu bertanya Siapa yang memesan kopi susu


" Permisi." Ujar Fiona pada seorang karyawan wanita


" Iya, oh.. ini kopi untuk bu ketua yah?." Ucap wanita itu dengan riang


Fiona hanya mengangguk " Saya hanya di suruh membuat kopi susu untuk salah satu karyawan di divisi Humas." Jawab Fiona


" Nah kalau begitu memang punya bu ketua, karena cuman bu ketua yang biasanya minum kopi susu di saat bekerja seperti ini." Beo wanita tersebut


" Taruh saja di meja bu ketua, sekarang bu ketua sedang pergi. Tapi nanti di lihat juga." Ujar wanita itu sambil menunjuk sebuah meja yang paling besar dan terletak di tengah dekat jendela


Fiona kembali mengangguk dengan tersenyum " Terima kasih."


" Sama-sama, aku duluan yah." Setelah mengatakan itu wanita itu kembali ke tempat nya. Sedangkan Fiona dengan hati-hati membawa nampan berisi kopi susu tersebut ke meja yang di tunjuk oleh wanita tadi.


Ia telah sampai di meja dengan bertuliskan nama tag Dewi Anindiya. Fiona menaruh kopi tersebut dengan hati-hati 'aduh, perutku tambah sakit. Kenapa jadi semakin sakit, aku seperti tidak bertenaga. Apa karena tadi malam tenagaku jadi banyak terkuras yah' Keringat dingin sudah jatuh membasahi dahi Fiona.


Sungguh kali ini ia merasa akan pingsan akan sakitnya, padahal hal seperti ini tidak pernah sekalipun terjadi.


Fiona terdiam sesaat, sebelum akhirnya ia berbalik. Namun, saat ia membalikkan badan rupanya ada seorang wanita dengan panjang rambut sebahu di belakangnya


" Hei.. OG apa yang kau lakukan sangat lama disini." Melihat Fiona dengan senyuman sinis


Fiona mengerutkan dahinya 'bukannya wanita ini yang tadi ada di lift yah, yang aku kalahkan dalam perang urat syaraf. Ck apa dia ingin balas dendam'


" Maaf nona, tapi saya hanya membawakan anda kopi susu yang anda pesan tadi." Sebisa mungkin ia harus profesional, walaupun rasa sakit di perutnya semakin sakit 'ini kalau lama-lama disini aku benar-benar bisa pingsan. Kenapa terasa sangat sakit sih' Gerutunya dalam hati


Dewi, wanita yang kalah dalam perang urat syaraf itu maju lalu meminum kopi susu yang di bawa Fiona tadi " hoek.. apa-apaan ini! Kau menaruh garam di dalamnya. Benar-benar tidak enak." Pekik Dewi mendramatisir keadaan


" Ya? Mana mungkin saya melakukan hal itu." Membela diri, ia tidak ingin di tuduh atas apa yang tidak ia lakukan 'kalau aku memang ingin, akan langsung aku masukkan racun bukannya garam'


" Ck! Kalau begitu kopi buatan mu Memang tidak enak! Entah bagaimana bisa kamu bisa di izinkan masuk kedalam ruangan tuan Detrick dengan suka rela hanya dengan alasan kopi." Lagi dan lagi hal ini yang selalu dia bawa-bawa


Fiona mendengus dalam hati. Ingin sekali ia menjambak rambut wanita yang bernama Dewi ini. Tapi, sekarang ada banyak pasang mata di divisi Humas yang melihatnya


" Hahah saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan. Saya hanya membersihkan ruangan tuan Detrick, dan bukan saya yang membuatkan minuman untuk tuan Detrick." Jawab Fiona


'ahkk perut ku...' pekiknya dalam hati


" Heh! Tidak perlu mengelak, aku yakin kamu menggoda tuan Detrick 'kan. Cih! Hanya dengan mengandalkan tubuh kecil mu itu, bagaimana bisa tuan Detrick tergoda." Sindir Dewi lagi, ia sepertinya akan benar-benar membuat Fiona malu

__ADS_1


Fiona kesal 'kecil! Kau saja yang terlalu besar' melihat buah dada Dewi yang melebihi ukuran rata-rata. " Haha nona bisa saja, mana mungkin tuan Detrick tergoda dengan yang Kecil seperti ini. Tentu tuan Detrick lebih memilih yang lebih besar. " Tersenyum manis


Dewi tersenyum menang mendengar nya, ia bersedekap dada untuk menopang dadanya yang terlalu besar.


" Oh atau mungkin tuan Detrick lebih memilih yang asli daripada..._" Lanjut nya sembari melihat dada Dewi. " Hasil dokter atau mungkin mantan." Kali ini Fiona yang menyerang balik


Jeder...


Dewi langsung naik pitam mendengar nya. Ia sungguh sangat geram akan keberanian seorang office girl seperti Fiona. Bukan hanya Dewi saja, tapi orang-orang yang menyaksikan pertengkaran itu ikut terkejut akan keberanian Fiona yang notabet nya hanya seorang office girl.


Namun ada juga yang mengacungi jempol untuk keberanian Fiona. Sedangkan Fiona sendiri, ia tidak akan tinggal diam jika di hina, apalagi mengenai dirinya yang katanya jual diri. Bukan itu saja ia ingin agar ia bisa secepatnya pergi dari sana karena 'maag ku tambah sakit. Sial! Sial! Sial!'


Dewi Sangat kesal, bukan karena perkataan Fiona yang ambigu tapi ia tahu benar apa arti dari perkataan Office girl ini. Ia kesal dan geram karena itu benar, apalagi mendengar cekikikan beberapa orang yang mendengar perkataan Fiona semakin membuat Dewi meradang.


" Kau... Sialan! Cuman seorang office girl tapi banyak gaya." Maju mendekati Fiona


Fiona hanya diam " apa maksud anda? Oh... Atau mungkin yang saya katakan tadi benar? Ups.. maaf, tadi saya hanya menebaknya dan rupanya itu benar." Berpura-pura polos namun terlihat jelas wajah merendahkan Fiona.


'rasakan plastik! Tubuh hasil tangan dokter saja bangga' Seru Fiona dalam hati, ia setengah mati menahan cekikikan nya dan juga rasa sakit yang datang bersamaan


Dewi mengepalkan tangannya geram, wajahnya memerah karena marah dan juga malu. " Dasar wanita tak tahu derajat!." Pekik Dewi lalu mendorong Fiona


Sontak Fiona yang tidak punya persiapan, serta maag nya yang masih sangat sakit sangat gampang jatuh.


'sialan! Perut ku'


Dewi menatap rendah Fiona dengan senyuman licik " dasar lemah. Hanya di dorong sedikit sudah jatuh." Cibir Dewi kembali bersedekap dada.


Fiona ingin bangkit, namun rasa sakit di Perutnya kembali menyerang dan bahkan semakin sakit. Tiba-tiba ia merasa lebih baik duduk di lantai daripada berdiri dan menahan rasa sakit.


" Bitchh." Geram Fiona dengan nada rendah yang hanya bisa di dengar Dewi


" Apa! Apa katamu!!! Sialan!!." Entah mengapa Dewi sekali lagi sangat marah. Ia tidak terima di katakan wanita murahan seperti itu.


Dewi menendang perut Fiona


Brak..


Dan...


Bruk...

__ADS_1


Fiona langsung jatuh Pingsan, mungkin karena sakitnya yang amat sangat dan sudah di tahan dari tadi. Belum lagi sepatu high heels dari Dewi yang mengenai pas di titik sakit Fiona membuat nya tak dapat menahan lagi.


" Fiona!!." Tiba-tiba suara seorang pria dari arah pintu menggelar


Sontak saja semua orang menoleh melihat sumber suara. Mata mereka semua membulat, betapa terkejutnya mereka melihat siapa yang datang.


.........


Michael mengetuk pintu ruangan Detrick. Setelah mendapatkan sahutan, Michael pun masuk kedalam


" Selamat siang tuan." Ucap Michael sedikit menunduk.


Detrick berdiri " Siang." Lalu berjalan melewati Michael. Mereka ada jadwal untuk memantau divisi humas yang beberapa lalu di kirim ke lapangan untuk meninjau lokasi


Michael mengikuti langkah sang tuan muda dari belakang. Karena divisi humas tepat berada di bawah lantai paling atas, jadi tidak lama mereka naik ke atas lift.


Ting...


Dengan Langkah berwibawa keduanya keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ke divisi humas. Nampak pintu ruangan divisi Humas tertutup, dan semuanya tenang di luar


Namun saat mereka sudah tepat berada di depan pintu, sayup-sayup terdengar suara ricuh dan perdebatan di dalam ruangan.


Michael menepuk keningnya. Bisa-bisanya mereka membuat onar padahal sudah tahu kalau sang CEO akan datang berkunjung.


Sedangkan Detrick mengerutkan dahi " Apa mereka sedang menonton pertandingan." Gerutu Detrick


" Maafkan keteledoran saya, tuan." Sebagai atasan yang mengatur jalannya para karyawan, Michael merasa harus meminta maaf


" Sudahlah." Ia juga tidak ingin terlalu memikirkannya. 'sudah ku duga hanya gadis bodoh itu yang selalu membuat aku pusing namun tetap manis, beda dengan yang lainnya' Gerutu Detrick dalan hati. Belum tahu saja siapa yang sedang bermasalah di dalam sana


Michael pelan-pelan membuka pintu ruangan.


Ceklek...


Mungkin karena terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing, mereka sampai tidak mendengar pintu terbuka.


Saat pintu di buka, tepat saat Dewi menendang perut Fiona dan Fiona pun langsung pingsan membuat Detrick seketika meremang.


.


.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2