
Dua mobil memasuki sebuah mansion. Carl turun dari dalam mobil diikuti oleh Sura. Sedangkan di mobil lain, madam Emma dan juga Callin turun dari dalam mobil dengan bergandengan tangan.
Keempat orang itu pun masuk kedalam mansion dengan Langkah yang gembira. Berharap mereka juga dapat membawa kegembiraan. Saat sudah didalam, Leticia egera menghampiri keempat orang tersebut
" Emma..."
" Kak Leti.." saling berpelukan
" Apa kabar? Kenapa tidak memberi tahu kalau ingin datang." Melihat kebelakang. Dimana ada adik iparnya, keponakan dan juga sekretaris keponakan nya
Callin terkekeh " Tanya sama ayah. Ayah yang menyuruh kami datang."
Carl melangkah mendekati Leticia lalu memeluknya erat. Ibu kedua bagi Carl. " Hahhh akhirnya bisa peluk wanita cantik." Celetuk nya 'dan montok' kalau dikatakan keras-keras sudah pasti esoknya Carl sudah digantung di menarah Eiffel
Leticia tertawa geli dan membalas pelukan Carl " Dasar manja!" Mengelus kepala Carl. Seandainya anaknya juga manja seperti Carl pasti ia akan sangat senang, sayang itu semua hanyalah angan-angan
" Ehem..." Ditrian segera melepas pelukan Carl dan Leticia. Pria paruh baya tersebut merangkul pinggang istrinya posesif sembari menatap tajam kearah ponakannya " Cari kekasih sana." Ketusnya
Carl cengengesan. Callin maju lalu merangkul pundak kakaknya " Apa kabar kak."
Ditrian menepuk pundak sang adik " Baik. Sering-seringlah kemari. Ayah selalu sensi." Berbisik di akhir kalimat 'setidaknya ada yang temani aku saat ayah marah-marah'
" Dimana kakek paman?" Tanya Carl
" Sepertinya di kamar."
" Apa perlu saya panggil?" Sura yang sedari diam akhirnya angkat bicara.
" Tidak perlu. Nanti juga datang sendiri." Seru Leticia " Bagaimana kabarmu, Sura? Aku kira kamu sudah kabur." Sambil tertawa
" Inginnya saya kabur, tapi saya tidak tega meninggalkan keponakan anda bibi yang selalu membuat masalah." Lagi-lagi mulut blak-blakan Sura memancing kekesalan Carl yang hanya bisa mengumpat dalaam hati
Tap.. tak.. tap.. tak.. tap.. tak..
Terdengar suara kaki dan tongkat dari lantai dan mendekat kearah kerumunan di depan pintu utama
" Apa yang kalian lakukan di depan pintu." Suara barinton berat tersebut membuat mereka semua mengalihkan pandangannya
" Ayah .."
" Kakek.."
Seru mereka terdengar. Sebelum melangkah, Callin lebih dahulu menahan tangan istrinya dan merangkul pinggang sang istri. Karena sudah tahu kalau istri tercinta nya pasti akan langsung memeluk sang ayah, dan hal itu sama sekali tak disukai Callin
" Ck dasar posesif." Gerutu Bryanskara
Callin hanya tersenyum tipis mendengar cibiran sang ayah, sedangkan Madam Emma yang sudah tahu sifat suaminya hanya bisa tersenyum kikuk.
__ADS_1
Carl mendekati sang kakek dan Langsung memeluknya " Apa kabar kek." Merangkul pundak Bryanskara
" Menurutmu. Kemana saja kalian, sudah tidak pernah berkunjung. Apa aku sekarat baru kalian mau datang." Bryanskara bersungut-sungut membuat madam Emma, Callin dan Carl hanya cengengesan.
Carl langsung kembali memeluk sang kakek " Jangan kek. Kalau itu terjadi, kakek tidak akan sempat melihat Carl jadi orang terkaya." Cetus Carl dengan wajah tengik. Sifatnya yang inilah yang tidak bisa ia ubah, walaupun sang kakak tidak seperti dirinya
Mereka hanya tertawa mendengar penuturan Carl. Dan di hadiahi sentilan di kening Carl " Kakek...." Rengek Carl semakin membuat mereka tertawa.
Lain halnya dengan Detrick yang sedang kalang kabut mencari sang kekasih hati. Apalagi melihat laporan yang di berikan Michael membuat Detrick menggeram kesal
Rahangnya mengeras, gambar ditangannya di remass kasar " Shitt!!" Bangkit dari duduknya
" Michael! Bawa mobilnya!" Ia tak akan membawa mobil sendiri dengan emosi yang naik turun. Bisa-bisa Detrick menabrak semua kendaraan yang menghalangi ketika macet dan malah menambah masalah
Michael yang sudah tahu maksud sang tuan muda, tanpa banyak tanya ia langsung mengangguk dan melangkah mengikuti sang tuan muda yang sudah terlebih dahulu melangkah
Brakk...
Di ruang tamu, Detrick sempat-sempatnya menendang vas keramik yang harganya seharga sebuah mobil BMW dan hanya didapatkan di pelelangan barang antik. Ia ingin menyalurkan terlebih dahulu beberapa persen kemarahan nya sebelum mengeluarkan semuanya
Michael memejamkan mata di belakang sang tuan muda, ia kemudian menyuruh beberapa pelayan yang terkejut dan datang memeriksa untuk membersihkan kekacauan yang dibuat sang tuan muda
Setelah sampai di depan mobil, tanpa menunggu Michael membuka pintu Detrick segera masuk dan duduk di bangku penumpang. Michael berjalan cepat dan masuk kedalam mobil kemudian melajukan mobil membelah jalan.
Ia tak akan menahan Detrick atas apa yang akan di lakukan nanti. Michael bukanlah Sura yang pasti akan selalu menegur dan menghalangi majikannya untuk melakukan hal-hal berbahaya. Michael malah akan selalu mendukung apapun hal tersebut, asalkan tuan mudanya senang
" Apa yang kau lakukan akhir-akhir ini, Carl?" Tanya Bryanskara menatap cucu bungsunya tersebut
Ditanya seperti itu tentu Carl menjawab dengan biasa " Hanya mengurus perusahaan ku." Jawab seadanya. Ia tidak mungkin jujur kalau sudah mengganggu kekasih dari sang kakak
Sura berdecih dalam hati 'Jujur memang paling susah dilakukan. Apalagi dihadapkan sosok seperti singa yang siap menerkam Kapan pun' bahkan Sura yang blak-blakan tidak dapat berkutik dihadapkan seorang Bryanskara.
Bryanskara Menatap curiga sembari menyipitkan mata " Oh... Bagaimana perusahaan mu? Berjalan lancar?" Tanya Bryanskara basa-basi. Sebenarnya ia sudah tahu apa yang dilakukan Carl kepada cucu perempuan tersayang nya, namun ia tak akan ikut campur urusan anak muda. Dan Bryanskara juga penasaran apa yang akan dilakukan cucu tertuanya yang sangat dingin duplikat dirinya saat muda dulu
Saat Carl ingin angkat bicara, tiba-tiba seorang pria berpakaian hitam datang dengan wajah panik " Tuan... Diluar ada..__"
" Carl...." Suara Tenor tersebut menggema didalam mansion. Dengan wajah yang sangar memerah menahan amarah, Detrick melangkah masuk kedalam mansion.
Tatapannya langsung tertuju pada ruang tengah. Dimana disana semua anggota keluarga nya ada berada disana. Apa sekarang dirinya benar-benar sudah dilupakan? Padahal dia juga bagian dari keluarga Reventoon? Pikir Detrick. Namum hanya sesaat, kesadarannya kembali saat seseorang yang ia cari-cari ada disana tengah tersenyum senang
Semua orang berdiri melihat Detrick di susul Michael. Semuanya menatap heran kearah Detrick yang berteriak memanggil Carl
" Kakak ada apa?" Bukannya takut, Carl malah senang dan melangkah mendekati Detrick.
Sura hanya menghela nafas melihat hal tersebut 'semoga anda kembali waras, setelah kejadian ini tuan' batin Sura. Ia seperti sudah dapat menebak apa yang akan terjadi melihat dari wajah Detrick. Namun ia sama sekali tak ada niatan untuk menolong tuannya, walau bagaimanapun sudah berapa kali Sura memperingati sang tuan muda yang tetap keras kepala
Bughh...
__ADS_1
Detrick langsung melayangkan tinjunya tepat diwajah Carl membuat yang dipukul langsung jatuh ke lantai terduduk.
" Detrick!!" Teriak mereka semua kaget melihat pria tampan tersebut yang datang tak diundang, saat datang pun ia membuat masalah
Tak mendengar teriakkan semua orang, lantas Detrick menarik kerah baju Carl untuk beridiri. Kembali lagi, Detrick melanjutkan pukulannya kepada Carl tanpa memberikan kesempatan kepada Carl untuk membalas
Bughh...
Bugh...
Bughh...
" Brengsek.." Teriak Detrick. Ia menendang tubuh sang adik yang sudah tergeletak di lantai
Tidak ada yang melerai. Apalagi melihat Michael dan Sura yang hanya diam saja tanpa melakukan apapun membuat mereka semua juga hanya diam. Kecuali madam Emma yang sudah menangis melihat keadaan anaknya, serta Leticia yang juga ikut menangis
" Tidak! Berhenti.. berhenti.." teriak madam Emma berlari memeluk Carl yang sudah pingsan di lantai dengan darah diwajah. Madam Emma segera memeluk erat tubuh sang anak sembari berlinang air mata
" Hiks.. hiks.. kenapa? Kenapa kau melakukan ini huh!! Padahal aku sudah memperingati mu agar tidak melukai anakku!" Teriak madam Emma.
Callin yang melihat istrinya segera memeluk sang istri dan menatap tajam Detrick " Apa maksud mu ini." Sarkas Callin
Detrick seketika tersadar. Ia menatap mereka semua yang menatap geram dan heran kepadanya. Tiba-tiba tubuhnya lemas, seakan-akan dunia berhenti berputar.
Detrick terduduk lemas. " Semua karenanya.. ke.. kekasih ku.." bibirnya bergetar, tubuhnya pun ikut bergetar menahan tangis
Tak bisa dibendung, untuk pertama kalinya semenjak Detrick menginjak usia 5 tahun, akhirnya air mata lolos dari Mata pria tampan tersebut. Mata semua orang membulat sempurna melihat seorang Detrick Reventoon menangis, walaupun tidak terlalu keras karena Detrick berusaha untuk menahannya. Kecuali Michael yang sudah hampir biasa melihat kebiasaan aneh tuannya setelah ditinggal Fiona
Leticia segera memeluk anaknya yang terduduk di lantai sembari menutup mata untuk menyembunyikan wajah menyedihkan nya. Membenamkan kepala sang anak di dada, Leticia baru sadar penampilan anaknya sangat amburadul tidak seperti biasanya
Mengelus punggung Detrick. Leticia masih belum mengerti dengan apa yang terjadi, tapi hati seorang ibu pasti akan sakit saat melihat anaknya menangis. Sentuhan Letcia semakin membuat Detrick menangis dan memeluk perut sang ibu
Madam Emma dan Callin yang tadinya kesal melihat Detrick memukul Carl, tiba-tiba kekesalan nya hilang saat melihat Detrick menangis. Mereka langsung bisa mengambil keputusan kalau Carl yang salah disini.
Bryanskara yang hanya diam akhirnya angkat bicara. Pria tua itu menyuruh beberapa pelayan untuk membawa Carl ke kamarnya dan memanggil dokter untuk mengobati cucunya yang sedang berlumur darah.
Setelah semuanya tenang, Bryanskara menyuruh mereka semua untuk duduk di sofa " Emma kau juga ikut duduk. Biarkan Allen yang mengurus Carl." Dan Allen yang tidak tahu apa-apa akhirnya menjadi kambing hitam untuk mengobati dan merawat Carl
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...klik tanda love dibawah ini 👇...
__ADS_1