
Di bawah, orang-orang mulai berisik sana-sini akan berita di platform grup perusahaan. Di sana tertulis jelas bahwa Fiona, seorang Office girl yang selama ini mereka jadikan pesuruh atau bahkan tidak menghiraukan gadis imut itu adalah kekasih dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
Ketiga orang yang sudah keluar dari dalam ruangan, karena di usir secara tidak langsung oleh sang tuan, kini berdiri di depan pintu ruangan.
Canggung, sungguh keadaan sangat canggung. Namun mungkin hanya di rasakan oleh Rani
" Hmm kalau begitu saya permisi kembali bekerja, pak Michael, tuan Dokter." memutuskan untuk pergi dari sana, daripada ia harus tenggelam dalam kecanggungan
" Pergilah."
" Selamat bekerja." Seru Allen
Rani mengangguk dan pergi dari sana, entah apa yang akan menunggu nya nanti.
" Kau juga boleh pergi." Ucap Michael kepada Allen
" Dasar! Setidaknya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi terlebih dahulu." Tetap tersenyum kikuk. Sudahlah, ia juga sudah biasa mendapatkan Perkataan menyakitkan dari temannya yang satu ini
" Tidak ada yang perlu di jelaskan, yang penting berhati-hati lah dalam bertindak baik perkataan ataupun tindakan kepada nona Fiona, kalau kau masih sayang nyawa mu." Malah menjelaskan hal yang lain.
Sungguh ini kah rasanya berteman dengan orang yang terlalu serius? Allen hanya bisa meratapi nasib nya
" Baiklah... Lagipula aku bertanya tidak akan kamu jawab." 'lagipula aku sudah bisa menyimpulkan hanya dengan melihat hal yang terjadi tadi' setidaknya ia tetap menang dalam hal ini
" Baguslah kalau kau tahu. Aku ada urusan, jadi pergilah." Melangkah meninggalkan Allen
Allen hanya menatap kepergian Michael dengan hembusan nafas pelan dengan senyuman pasrah di bibirnya. " Setidaknya ia pamit padaku." Berbalik pergi dari sana
Michael terus berjalan menuju ke bawah, tempat dimana kerusuhan yang sempat terjadi, di dalam Lift ia membuka ponsel. Matanya langsung tertuju pada platform grup perusahaan
" Hahhhh bagaimana bisa mereka membuat berita seperti ini di platform grup perusahaan. Yah walaupun nanti tuan Detrick tidak akan keberatan." Menaruh kembali ponsel di dalam saku
Rapat di batalkan, yah itu bukanlah hal yang masalah. Namun ada masalah lagi yang ingin Michael sampaikan pada Detrick, namun ia sungguh tak berani untuk mengungkit hal itu sekarang
Ting...
Ia keluar dari dalam lift " Apa yang akan aku lakukan pada mereka yah." Gumamnya di perjalanan
Ia masuk kedalam divisi Humas, di sana masih banyak orang seperti tadi namun sudah sedikit tenang, mungkin karena sekretaris Iden disana
" Selamat datang pak Michael." Ucap Iden menunduk hormat
__ADS_1
" Bagaimana? Apa wanita itu sudah mengakuinya." Menatap tajam ke arah Dewi yang sudah bercucuran keringat dingin
" Sudah, pak. Jadi apa yang akan kita lakukan padanya." Iden Memang sedikit tahu hubungan antara sang CEO dengan seorang office girl yang bernama Fiona, namun ia tak menyangka kalau hubungan keduanya se intim itu.
'setidaknya aku tidak pernah memperlakukan wanita itu dengan buruk' hal ini patut di syukuri
Michael sedikit maju, ia melihat wanita di depannya dan beberapa karyawan lain yang juga ada disana. Bagaikan menonton pertunjukan menarik mereka semua menanti apa yang akan terjadi
" Saya hanya ingin mengatakan hal ini satu kali. Dan ingat! Jangan sampai kalian melupakan nya!." Meninggikan sedikit suaranya agar terdengar oleh orang-orang disana
" Apa yang tertulis di platform grup perusahaan, adalah benar. Jadi, jika ada yang mengganggu nona Fiona lagi, ingat! Kalian akan langsung berurusan dengan tuan Detrick." Sarkas Michael dengan wajah datar nan dingin seperti biasa, namun karena wajah nya yang datar seperti malah semakin membuat suasan mencekam
Bagaikan masuk rumah hantu, yah mungkin seperti itulah keadaan yang membuat bergidik sekarang. Anggaplah Michael adalah hantunya, sedangkan Iden adalah antek.
" Kalian sudah dengar 'kan. Jadi, hormati nona Fiona mulai sekarang." Timpal Iden, ia tidak terlalu mengenal Fiona sebab mereka memang tidak pernah berbicara satu sama lain, walaupun sering berpapasan
Mereka semua hanya menunduk dan mengangguk pelan tanda setuju
Sekarang tatapan Michael tertuju pada Dewi yang sedari tadi menunduk, tidak berani mengangkat kepala barang sedikit pun.
Menyesal? Tentu, Dewi sama sekali tidak tahu kalau gadis yang ia anggap rendahan adalah kekasih dari sang CEO, yah walaupun sepertinya yang mengetahui berita itu adalah Detrick sendiri.
'apa yang harus aku lakukan... Aku tidak tahu.. bagaimana ini? Apa aku akan di pecat? Tidak! Pasti lebih dari itu, bagaimana ini? Bagaimana jika aku tidak dapat selamat dari sini?!' Meremass kemejanya sendiri sampai urat-urat nya menonjol
Sungguh hanya ini yang bisa ia lakukan sekarang, sebelum Detrick benar-benar akan turun tangan dan malah membuat wanita yang sudah melakukan kesalahan besar ini mendapatkan hukuman yang lebih berat dan mungkin sudah tidak dapat melihat matahari.
" Te.. terimakasih pak.. terima kasih... Terimakasih..." Menunduk berkali-kali dan segera mengemasi barang-barang nya. Sungguh dirinya sangat berterima kasih, setidaknya ia masih di beri toleransi
Ia tak akan membantah lagi, ini adalah hukuman paling ringan yang di berikan. Walaupun mungkin kehidupannya setelah ini tidak akan semudah yang ia bayangkan setidaknya ia masih bisa keluar dari perusahaan ini dengan keadaan utuh.
Michael pun pergi dari sana dan kembali ke ruangan Detrick
" Kembali ke pekerjaan kalian." Beo Iden lalu melangkah mengikuti Michael untuk kembali ke tempatnya
Semua karyawan tanpa kata langsung kembali melakukan pekerjaannya. Kali ini mereka akan hati-hati dalam memperlakukan para ob/g, siapa tahu di antara mereka masih ada orang penting yang tidak di ketahui.
.........
Mengetuk-ngetuk jari telunjuk nya, Detrick menatap tajam Michael yang sedang menunduk di depannya " Jadi, kau benar-benar memecat begitu saja wanita tak tahu diri itu." Suara rendah nan tajam yang mampu membuat bulu kuduk berdiri walaupun sudah beberapa kali merasakan nya
" Iya tuan, maafkan saya." Ucap Michael, walaupun ia tidak menyesal telah mengambil keputusan tersebut, daripada sang bos malah melakukan kejahatan yang pastinya akan merugikan diri sendiri
__ADS_1
Detrick berdecak " atas dasar apa kau melakukan nya tanpa izin dariku."
Sekali lagi pria itu menunduk " Maafkan saya tuan, saya hanya berpikir. Mungkin saja nona Fiona akan marah jika anda melakukan hal yang kelewat batas pada seorang wanita." Menjadikan Fiona sebagai kambing hitam
Detrick tersenyum sinis " Kau salah Michael, wanita itu bukan wanita lemah seperti yang kau kira." Mengingat perkataan yang pernah di katakan Fiona padanya
"Saya akan melakukan apapun untuk bertahan hidup, bahkan walaupun sampai harus mengorbankan kehidupan orang lain" menurut mu, siapa yang tidak akan beranggapan jahat pada kata-kata yang tercetak jelas di kepala Detrick
Detrick mendengus " karena hal ini sudah terlanjur mau bagaimana lagi. Tapi, pastikan agar kejadian serupa tidak terulang lagi!." Mau bagaimana lagi, semuanya sudah berlalu. Yang pasti Detrick tidak akan menoleransi hal yang sama
" Baik tuan." Sekali lagi menunduk hormat
" Emm tuan, ada yang ingin saya laporkan." Sedikit ragu mengatakannya.
" Apa?." Menyerngit heran melihat keraguan Michael
" Mengenai masa lalu nona Fiona." Badan Detrick seketika menjadi tegap, ia kembali fokus membuat Michael tercekat dan seperti tidak ingin melanjutkan nya.
'tapi daripada nyawaku melayang duluan, lebih baik aku laporkan terlebih dahulu' konsekuensi apapun yang akan ia dapatkan, akan di terimanya.
" Lanjutkan." Satu kata itu entah mengapa membuat Michael harus mempersiapkan mental
'tapi, disini bukan aku yang salah' mencoba berdalih Walau memang adanya ia tak bersalah
" Sebelum nya saya ingin meminta maaf karena tak bisa mengerjakan tugas yang anda berikan dengan baik. Masa lalu nona Fiona tidak dapat kami telusuri, karena sepertinya ada seseorang yang sengaja menyembunyikan masa lalu nona Fiona." Jelas Michael
Di luar dugaan, Detrick menanggapi dengan tenang. Walaupun dari raut wajah pria tersebut nampak kebingungan dan juga heran " Kalau sampai kamu juga tidak dapat menulusurinya, jadi bisa saja ada seseorang yang cukup berpengaruh di belakang Fiona." Memainkan pulpen di atas meja sembari berlirih
" Sepertinya begitu tuan." Timpal Michael " jadi, apa yang akan kita lakukan? Apa kita harus meminta bantuan dari keluarga anda?." Reventoon, bukanlah keluarga yang bisa di anggap remeh. Koneksi nya yang sangat banyak mampu mendapatkan apapun yang ada di dunia.
Namun, Detrick tidak ingin bergantung pada kekuasaan keluarganya. Walaupun namanya masih terdapat nama keluarga, ia tetap tidak ingin bergantung. Perusahaan yang ia bangun bukanlah atas nama keluarga Reventoon ataupun dapat bantuan dari keluarga besar tersebut, semuanya ia bangun dari nol.
" Kau tahu itu tidak mungkin." Memukul-mukul meja
Menghentikan ketukan nya di meja" Hubungi Langga." Sembari mengatakan hal tersebut
Michael menunduk lagi, entah kepalanya Memang sudah biasa seperti itu atau memang ia yang kebal " Baik tuan."
.
.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️