
Fiona bangun sangat pagi, tentu agar ia bisa menyiapkan mental dan fisik nya untuk melayani Detrick. Apalagi semalam ia sudah di buat pegal-pegal.
Seperti biasa, tidak ada yang istimewa saat Fiona membangunkan Detrick bangun, ia juga sudah membuat dirinya agar terbiasa melihat pemandangan roti sobek Detrick sehabis mandi. Dan tentu Fiona harus bisa membuat kakinya menjadi lebih kuat untuk berdiri menunggu Detrick.
" Tuan, apa anda ingin sarapan?." Tanya Fiona saat melihat Detrick mengancingkan lengan kemeja nya
" Tidak." Jawab Detrick tanpa melihat Fiona
" Baiklah. Emm tuan, apa saya masih bisa bekerja menjadi Office girl di perusahaan?." Tanyanya hati-hati. Hari ini ia mengambil kelas siang, jadi saat pagi ia kosong
Detrick menghentikan aktivitasnya, ia melirik Fiona " Terserah kamu." Ketusnya
" Terima kasih tuan." Jujur saja ia bahagia karena tidak di larang untuk bekerja, walaupun hanya sekedar seorang office girl. Bagi Fiona asalkan mendapatkan gaji ia tidak akan masalah. Apalagi waktu nya banyak disita dengan aktivitas kampus dan sekarang ia juga harus membiasakan diri untuk menjadi pelayan Detrick.
Apalagi ia tidak di bayar untuk itu. Tapi, asalkan utang Fiona lunas ia rela melakukan nya. Fiona juga di untungkan disini " setidaknya makanan dan tempat tinggalnya gratis." Gumam Fiona
" ayo turun ke bawah. Bawa tas ku." Tanpa melihat Fiona ia pergi begitu saja
" Baik tuan.". Sahut dengan semangat. Ia dengan cepat mengambil tas Detrick
Mereka berdua pun berlalu meninggalkan mansion, didalam mobil. " Tuan, apa nanti anda bisa menurunkan saya di perempatan jalan?." Tanya Fiona
" Untuk apa?."
" Ah! Tidak bagus jika seorang office girl terlihat keluar dari dalam mobil yang sama dengan seorang CEO." Kata Fiona
" Terserah kamu. Aku juga tidak berniat membawamu sampai ke depan kantor." Ketus Detrick
Fiona hanya tersenyum paksa, biarlah asalkan Fiona tidak mendapatkan masalah itu sudah cukup baginya
" Kau dengar perkataan nya." Lanjut Detrick. Michael yang sedang mengemudi mengangguk.
Sesuai perkataan Fiona tadi, Michael menurunkan Fiona di perempatan jalan. Fiona akan berjalan sendiri sampai ke kantor
.........
Fiona Bekerja seperti biasa, ia bahkan seperti seolah-olah tidak mengenal CEO nya. Tapi, ada sesuatu yang berbeda yaitu pandangan para teman-teman yang sama-sama bekerja menjadi Office girl
__ADS_1
Kenapa tidak! Ini untuk pertama kalinya seorang Office girl di panggil ke dalam ruangan CEO, bahkan ketua atau senior Fiona saja tidak pernah di panggil, eh dia yang baru sebulan bekerja sudah di panggil
Apalagi Fiona menjadi satu-satunya office girl yang di tugaskan untuk membersihkan ruangan Detrick, semakin curiga lah mereka. Tapi, Fiona tidak ingin ambil pusing ia hanya ingin bekerja dengan baik
Waktu makan siang pun masuk
" Fiona, ayo kita makan siang." Ajak Rani salah satu teman Fiona.
" Ayo." Dengan senang hati Fiona menyetujui nya. Keduanya pun masuk kedalam kantin bersama-sama.
Fiona dan Rani duduk di kursi paling pojok lalu mulai membuka bekal nya masing-masing. Yah dua orang yang sama-sama tidak akan menghabiskan uang hanya untuk makanan yang bisa mereka dapatkan secara gratis. Lebih baik bawa bekal daripada beli di kantin, pikir keduanya
" Oh yah Fiona setelah ini kamu akan masuk kuliah 'kan." Rani memulai pembicaraan sembari memasukkan satu sendok nasi kedalam mulut
" Iya. Aku ada kelas siang ini." Jawab Fiona, ia terlebih dahulu minum air putih barulah makan makanannya. Itulah salah satu kebiasaan Fiona
Rani manggut-manggut, ia seumuran dengan Fiona. Setelah lulus SMK Rani lebih memilih untuk langsung bekerja dari pada kuliah. Karena masalah finansial yang tidak memadai
" Kamu beruntung sekali. Andaikan aku juga sepintar dirimu, mungkin aku juga bisa dapat beasiswa." Ucap Rani mengunyah makanannya
Fiona terkekeh " Salah mu sendiri yang tidak mengasa otak." Timpalnya. Mungkin Rani adalah orang yang paling dekat dengannya di banding teman-temannya yang lain. Setelah Liana dan Nia tentunya, teman-teman nya di bar
Fiona geleng-geleng kepala. 'enak dari mana!' dengus dalam hati
" Kamu bisa melihat wajah tampan tuan Detrick setiap hari. Ahhh enaknya..." Mengunyah makanannya
'enak dari mananya! Melihat wajah menyeramkan itu setiap hari membuat ku ingin sembunyi di lubang semut' Fiona bersungut-sungut dalam hati. Tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya, bisa-bisa para karyawan yang sedang makan di kantin mendengarnya
" Tapi.." menghentikan kunyahan nya
" Tapi?." Fiona bertanya, ia juga menghentikan kunyahan nya
" Kamu kok bisa di izinkan masuk kedalam ruangan tuan Detrick. Apalagi kamu keluar dalam keadaan utuh." Tanya Rani berbisik
Fiona menghela nafas kasar 'aku lebih baik keluar dengan keadaan tidak utuh yang penting masih hidup daripada di jadikan pelayannya seperti sekarang.'
" Sebenarnya aku di marahi habis-habisan. Tuan Detrick benar-benar menyeramkan. Aku seperti akan di lahap habis olehnya." Balasnya dengan berbisik. Membayangkan wajah dingin Detrick membuat bulu roma Fiona berdiri
__ADS_1
" Memangnya kamu salah apa?."
" Aku tidak bisa mengatakan nya. Yang penting sekarang aku sedang tidak baik-baik saja, aku sangat-sangat tidak suka melihat wajah dingin nya." Sungut Fiona
" Kau tahu, aku seperti ingin memasukkan nya kedalam karung lalu membuangnya ke lautan agar aku tidak bisa melihatnya lagi."
" Hah! Aku sangat ingin memandang rendah dirinya seperti dia yang selalu memandang rendah diri ku. Akan aku suruh dia menjilati kakiku." Fiona benar-benar mengeluarkan unek-uneknya
" Fi.. husstt Fiona..." Rani menaruh telunjuknya di bibir lalu melirik ke arah belakang Fiona
" Ada apa?."
" Belakang.. belakang." Begitu lah kira-kira yang dikatakan Rani lewat bahasa bibir
" Belakang?." Gumam Fiona, ia baru akan menoleh ke belakang namun tiba-tiba...
" Mungkin hal itu tidak akan terjadi, karena kaki nona sudah hilang." Suara dingin nan datar langsung bisa Fiona kenali siapa dia
Sontak Fiona berbalik " Pa.. pak Michael. A.. ada yang bisa saya bantu?." Tersenyum paksa
Para karyawan yang tengah makan di kantin sontak menghentikan kegiatannya. Mereka semua melirik tangan kanan sang CEO yang terkenal datar. Mereka tidak percaya seorang seperti Michael datang ke kantin.
Michael menatap Fiona dengan datar. Ia sudah menduga kalau gadis di depannya ini akan memaki dan mengumpat sang tuan muda, tapi Michael tak menyangka Fiona akan mengatakan hal-hal yang kejam.
Michael memberikan sebuah paper bag " Bawalah ini ke ruangan tuan Detrick jika anda masih sayang dengan nyawa anda, nona Fiona." Ucap Michael datar tapi terkesan mengancam
" Ah.. ba.. baik!." Mengambil paper bag tersebut " Kalau begitu saya permisi." Menunduk sembilan puluh derajat dan langsung pergi dari sana tanpa menoleh melihat Rani yang juga sudah tidak bisa berkutik, begitu pun dengan para karyawan yang lainnya. Apalagi saat Michael mengatakan tentang nyawa tadi.
" Lanjutkan acara makan siang kalian." Katanya dengan nada datar lalu pergi dari sana.
Setelah Michael pergi..
Haaaahhhhhhh
Semua karyawan sontak mengembuskan nafas lega. Sedari tadi mereka menahan nafas. Haisss hanya untuk bernafas dan bergerak saja sudah susah apalagi untuk menjawab
Memang, bos dan anak buah sama saja
__ADS_1
.
.