
Fiona mengetuk pintu ruangan yang bertuliskan CEO room dengan membawa paper bag yang ia sendiri tidak tahu apa isinya. Ingin di lihat, takut itu adalah hal yang seharusnya tidak ia ketahui
Setelah terdengar suara sahutan dari luar, Fiona segera masuk. Ia melihat Detrick dengan wajah gagah nan tampan sedang serius bekerja.
Fiona hendak buka suara, tapi belum sempat ia berkata apa-apa. Detrick sudah menyahuti
" Aku sudah bilang! Tidak usah!" Tegas Detrick tanpa melihat siapa yang ada di depannya.
Fiona bergeming, ia tidak tahu harus merespon bagaimana. Ia sama sekali tidak tahu apa yang di maksud dari perkataan Detrick. 'tidak usah apa? Apa seharusnya aku tidak usah masuk. Begitu kah??' batin Fiona bimbang
" Ada apa? Kenapa kau masih di sana?." Sekali lagi Detrick bersuara tanpa melihat orang di depannya
'eh apa aku harus pergi? Tapi, Bagaimana dengan paper bag ini!' lagi-lagi Fiona di buat bimbang
" Cih! Kenapa kau jadi kolot begini." Menekankan perkataan nya. " Michael!!." Sedikit meninggikan suara. Detrick mengangkat kepalanya saat mengatakan kata-kata terakhir
" Ah! Tu... Tuan Detrick, apa anda mencari pak Michael?." Entah sekarang Fiona harus berpura-pura bodoh atau ia memang harus meluruskan nya
Tentu Detrick kaget saat melihat Fiona yang ada di depannya dengan wajah pura-pura bodoh, bukannya Michael. Dan kemana Michael? Pikir Detrick
.........
Beberapa saat lalu, Michael masuk kedalam ruangan Detrick untuk mengingat 'kan sang tuan muda untuk makan siang. Sebab Detrick benar-benar akan melupakan istilah istirahat saat sedang bekerja.
" Tuan, sudah waktunya makan siang." Michael mengingat 'kan
" Kau tahu aku 'kan." Ujarnya tanpa melihat Michael tapi fokus dengan pekerjaannya
" Tapi tuan, setidaknya anda harus makan sesuatu. Tadi pagi anda tidak sarapan, dan makanan terakhir yang anda makan saat makan malam." Ujar Michael
" Aku tidak mengulangi perkataan ku untuk yang kedua kalinya." Masih tidak melihat Michael
" Bagaimana jika anda sakit?." Bukannya Michael khawatir atau bagaimana, tapi saat bosnya sakit yang repot juga dirinya sendiri
" Aku tidak akan sakit." Tegas Detrick melihat tajam Michael
" Baiklah jika itu mau anda." Ia hanya bisa pasrah. Michael sendiri tidak percaya kalau tubuh bosnya sangat istimewa, walaupun hanya makan satu kali dalam sehari ia tetap bisa melakukan aktivitas dengan biasa. Bahkan hal-hal yang memerlukan energi pun bisa Detrick lakukan.
Bukan hanya itu, walaupun Detrick hanya makan saat malam hari ia tetap mempunyai tubuh yang atletis 'entah apakah tuhan sangat menyayangi nya atau malah mengutuk tuan Detrick agar tidak bisa menikmati enaknya waktu beristirahat'
Setelah itu Michael pun keluar dari dalam ruangan Detrick.
Sedangkan Detrick kembali fokus dengan pekerjaannya. Tidak lebih dari 10 menit Michael keluar tadi, tiba-tiba pintu kembali di ketuk.
" Cih! Kenapa sekarang Michael benar-benar keras kepala." Gerutu Detrick. Tidak ada yang pernah di izinkan Detrick masuk kedalam ruangan nya kecuali Michael atau Fiona yang harus membersihkan ruangan tersebut.
Awalnya Detrick mengabaikan suara ketukan tersebut, namun bukannya berhenti suara ketukan nya malah semakin keras. Dengan menahan kesal Detrick akhirnya menyahut dari dalam.
Ceklek...
Detrick yang mengira Michael lah yang datang untuk menyuruhnya makan siang langsung berkata tanpa melihat siapa yang ada di depannya.
" Aku sudah bilang! Tidak usah!." Sahutnya dengan tegas. Ia ingin memotong perkataan Michael sebelum ia mengeluarkan suara
Tapi bukannya menjawab atau langsung pergi, orang yang ada di depan Detrick yang ia kira Michael malah bergeming
__ADS_1
" Ada apa! Kenapa kau masih disana!." Kembali mengusir, namun orang tersebut sama sekali tidak bergeming.
'haaaahhh sejak kapan Michael jadi lamban seperti ini' Gerutunya dalam hati
" Cih kenapa kau kolot begini." Menaruh pulpen yang tadi ia pegang di meja dengan sedikit menghentak nya.
" Michael!!." Ucapnya meninggikan suara lalu mengangkat kepalanya melihat orang yang ada di depan.
" Ah! Tu.. tuan Detrick, apa anda mencari pak Michael?."
Detrick terkejut saat melihat siapa yang ada di depannya. Apalagi saat Fiona memperlihatkan wajah pura-pura bodohnya.
'hah! Aku seperti orang bodoh berbicara dengan dia'
" Ada apa?." Seperti hal tadi tidak terjadi, Detrick bertanya kepada Fiona dengan sikap yang biasa
" I.. ini tuan, tadi pak Michael menyuruh saya membawakan paper bag ini kepada anda." Ucap Fiona memperlihatkan paper bag berwarna putih campur merah tersebut
Kening Detrick mengerut " Apa itu?."
" Saya juga tidak tahu tuan."
" Buka." Tegas Detrick. Jika ini Michael pasti tanpa harus mengatakan nya Michael pasti akan membukanya
" Eh! Bu.. buka apa tuan." Ucap Fiona dengan wajah panih 'buka? Buka apa? Tidak! Aku akan mempertahankan tubuhku!'
Detrick menatap jengah Fiona 'apa aku memang harus menjelaskan nya satu persatu. Ah! Sial'
" Ck! Yang kau bawa itu. Buka!."
" Eh! Ah.. i.. ini toh, baik tuan." Mulai membuka Paper bag tersebut
" Ini makanan tuan. Seperti nya ini makanan makan siang anda."
" Sudah ku duga." Gerutu Detrick " Bawa keluar." Mengibas-ngibaskan tangan mengusir Fiona
" Tapi tuan, anda harus makan. Tadi pada anda tidak sarapan setidaknya anda harus makan siang."
" Cih perkataan mu sangat mirip dengan Michael. Aku sudah bilang aku tidak butuh! Keluar lah!." Tegas Detrick
" Tapi tuan..."
Brakk...
Detrick memukul meja " Aku tidak mengulangi perkataan ku!." Ucapnya dengan tatapan tajam
" Baiklah tuan." Pasrah Fiona, ia hendak keluar dari sana namun tiba-tiba...
Kruyuuukkk....
Suara Perut Fiona berbunyi nyaring, sontak Fiona membeku 'Ahhhhhhhhhkk apa-apaan lagi ini!!' rutuk nya
Detrick menahan tawa, ia tidak mungkin tertawa di hadapan Fiona. Apalagi saat melihat wajah malu Fiona ingin sekali rasanya Detrick tertawa
" Ehem... Kapan terakhir kau makan?." Tanya Detrick
__ADS_1
Fiona menunduk malu " Ta... Tadi tuan. Walaupun tidak habis." Ucapnya terbata-bata 'bahkan tidak habis setengahnya tahu!!'
" Tadi malam? Kau tidak makan?." Tanya Detrick lagi, ia bahkan melupakan hal yang terjadi tadi malam
'wah.. bisa-bisa nya pria ini bertanya seperti itu. Salah siapa aku tidak makan tadi malam!!!' Pekik Fiona dalam hati
" Hei.. aku bertanya padamu?."
" Ah! Semalam saya tidak sempat makan tuan." Jawab Fiona apa adanya
" Bodoh! Kenapa kau tidak makan!."
'kau yang bodoh pria sialan' umpat Fiona dalam hati
Fiona tertawa hambar " haha bukannya tadi malam saya sedang melakukan tugas yang anda berikan tuan. Karena rupanya tugas itu memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak, saya jadi lupa makan malam dan langsung tertidur." Jawab Fiona menekankan beberapa kata-katanya. Ia berharap setidaknya pria brengsek ini tersindir
" Tugas?." Detrick nampak memikirkan sesuatu " oh tugas yang itu." Ujarnya santai tanpa dosa
'apa!! Cuman itu saja??!! Gila! Aku ingin memakan orang ini hidup-hidup' Sungut Fiona. Tidak tahu kah Detrick tadi malam kaki Fiona serasa patah. Fiona bahkan tidak bisa menggerakkan nya secara leluasa
Detrick berdiri dari kursi kebesaran nya, ia lalu menghampiri sofa yang ada di ruangan itu " Sini duduk." Menepuk samping nya
" Apa? Kenapa tuan?."
" Ck! Jangan banyak tanya. Ayo duduk!!." Meninggikan sedikit suaranya
Glek..
" Ba.. baik tuan." Dengan langkah yang sangat berat akhirnya Fiona menurut dan duduk di samping Detrick
'ada apa lagi ini yah tuhan' Ingin sekali Fiona mengumpat bosnya ini
" Hidangan makanan itu." Titah Detrick, tanpa banyak tanya lagi Fiona menurut. Ia menghidangkan makanan yang ada di dalam paper bag
'wah makanannya sangat banyak. Bagaimana bisa pak Michael menyiapkan makanan sebanyak ini' Monolog Fiona dalam hati, jujur saja ia sudah dari tadi menahan salivahnya yang ingin turun melihat makanan di atas meja
Fiona melirik Detrick yang sedari tadi memperhatikan gerakan tangannya 'ah aku baru sadar kalau tuan Detrick mempunyai tubuh yang atletis. Pantas saja ada banyak makanan yang di siapkan pak Michael'
" Sudah tuan. Silahkan anda makan." Hendak pergi dari sana
" Bergerak satu inci, denda 10 juta." Ujar Detrick dingin
Sontak saja Fiona membatu mendengar perkataan Detrick. Ia tidak berani bergerak, bahkan ia sampai menahan nafasnya 'salah apa lagi aku' pekik Fiona dalam hati
Tak di sangka Detrick mengambil beberapa makanan di atas piring lalu memberikan nya untuk Fiona " makanlah. Dan jangan lupa bernafas." Ujar Detrick santai, ia juga mengambil beberapa makanan untuk ia makan
" Haahhh." Fiona membuang nafas lega, dari tadi dia memang menahan nafas " tu.. tuan apa saya boleh memakan nya?."
" Kenapa? Kau tidak mau?." Menyuapkan makanan ke dalam mulut
" Ti.. tidak! Saya mau!." Mengambil piring yang berisi makanan lalu memakannya. Ia tidak akan menolak makanan gratis, apalagi ia juga sangat lapar
.
.
__ADS_1
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️