
Sudah satu Minggu sejak baby Fergio lahir ke dunia ini. Perut Fiona pun sudah tidak terlalu besar, walau begitu Detrick tetap menjaga Fiona dengan sangat ketat.
Detrick dan Fiona menjaga dan merawat baby Fergio dengan bantuan Leticia dan juga seorang baby sitter seusia Leticia. Mereka sengaja mengambil baby sitter sebab belum terlatih dalam hal merawat bayi, sekalian Fiona ingin belajar bagaimana cara merawat bayi yang benar dari ahlinya
Tiga hari yang lalu Enhart dan juga Rani datang mengunjungi Fiona dan juga baby Fergio. Perut Rani nampak besar yang menandakan di dalam perutnya ada sebuah nyawa baru.
Setiap malam, jika baby Fergio bangun dan menangis pasti orang yang paling pertama terjaga adalah Detrick. Menimang-nimang dan mencoba bercengkrama dengan si bayi, yah Detrick benar-benar melaksanakan peran seorang ayah.
Walaupun di mulut selalu mengancam anaknya, namun ia yang akan menjadi garda terdepan untuk sang putra.
Dan seperti malam ini, Detrick lagi-lagi harus terjaga dijam 3 pagi karena lagi-lagi baby Fergio menangis. Baby Fergio tidur dalam satu kamar bersama mereka namun bayi kecil itu tidur di ranjang khusus bayi.
Baby sitter tidak diizinkan masuk kedalam kamar sang tuan dan juga nyonya. Mereka juga masih sayang nyawa untuk melanggar
Menimang-nimang " cup.. cup.. hmm mau apa anaknya ayah, hmm? " Mencium seluruh wajah putra nya yang mana semakin membuat Baby Fergio menangis dan Detrick paling menyukai hal itu
" Kamu haus boy..? " Melihat Fiona yang masih tertidur pulas, sebisa mungkin Detrick tak ingin menganggu tidur Fiona, namun apalah daya jika baby Fergio membutuhkan asi Fiona. Maka mau tak mau Detrick harus membangunkan istrinya
Mencium popok baby Fergio " Tidak bau."
" Hmm sepertinya kau ingin merepotkan ibu lagi. Dasar masih kecil saja sudah jadi beban bagaimana kalau sudah besar. Jangan sampai merepotkan ibu lagi, okey." Lagi-lagi ia mengeluarkan ancaman
Dengan sangat terpaksa Detrick membangunkan Fiona. Tangan kanannya ia memakai menggendong baby Fergio, sedangkan tangan kiri digunakan untuk mengusap pipi Fiona agar bangun dengan sangat lembut
" Sayang, bangun." Mengecup seluruh wajah Fiona lalu melanjutkan mengelus pipi
Fiona yang merasakan sentuhan aneh di pipi serta tangisan bayi yang tak asing tepat ditelinga sontak membuka mata, ia sudah sangat hapal kejadian seperti ini
" Hmm Fer kembali menangis, sayang? " Mengerjapkan mata. Wanita itu mencoba untuk duduk dan bersandar di pan ranjang
" Iya, sepertinya dia haus." Duduk di sebelah sang istri dan masih menimang-nimang baby Fergio bahkan terkadang Sangking gemasnya, Detrick memukul-mukul pantat putranya
Membuka tiga kancing atas piyama, lalu mengeluarkan salah satu gundukannya " Sini."
Bukannya memberikan baby Fergio, Detrick malah meremaas gundukan yang menggiurkan tersebut. Pria itu sudah tidak sabar melakukan nya bersama Fiona hanya saja belum cukup empat puluh hari, dan lagi-lagi Detrick harus bersabar
" Ahh.. sayang.. berikan Fer padaku. Jangan nakal." Menepis tangan Detrick. Bisa-bisanya suaminya memikirkan hal seperti itu sekarang
Tanpa banyak bicara, Detrick mengalah dan memberikan baby Fergio untuk disusui yang sekarang masih menangis. Setelah Fiona mengambil baby Fergio, benar saja bayi mungil tersebut langsung melahap rakus gundukan ibunya
" Auu pelan-pelan sayang, ayah mu tidak akan merebutnya." Ujar Fiona saat merasakan baby Fergio terlalu keras melakukan nya
Detrick sudah siap-siap mengambil kembali baby Fergio. Namun tangan Fiona menahan " Kenapa Fio? Dia menyakitimu. Masih kecil saja dia sudah berani menyakitimu." Dengus Detrick Reventoon
" Sayang, Fer masih bayi. Dia tidak sadar melakukan nya, okey. Jangan diambil pusing." Sungguh Fiona sudah lelah mengatakan hal ini. Namun ia cukup senang karena Detrick sangat perhatian padanya
Pria itu berdecak kesal. Akhirnya mengalah, Detrick dan Fiona menandatangani wajah tampan putranya yang sedang asik menyusu. Tangan mungil tersebut terkadang memukul-mukul dada Fiona, tak ada rasa sakit yang ada hanya rasa geli dan gemas akan tingkah nya
" Aku heran. Saat aku yang ada di posisi Fer, kamu tidak merasakan sakit tapi malah mendesaah enak. Sedangkan saat Fer, kamu kenapa malah merasakan sakit, sayang? " Pertanyaan diluar nalar keluar dari mulut Pria itu
Mendengar pertanyaan suaminya, sungguh Fiona ingin menenggelamkan diri. Bukan dia yang mengatakan nya namun dia yang malu.
__ADS_1
'jangan tanya padaku. Mana aku tahu' kesal wanita itu namun hanya dikatakan dalam hati. Jika dijawab asal seperti itu, ia yakin ini tak akan selesai
" Hmm entahlah sayang. Mungkin karena Fer masih bayi. Jadi belum terlalu profesional." Walaupun jawaban Fiona seperti asal-asalan, tapi ketahuilah ia sudah putar otak untuk mencari jawaban yang tepat
Detrick manggut-manggut " Dengarkan Fer. Kau masih jauh dari ayahmu yang sudah profesional ini." Entah mengapa ia merasa bangga akan hal ini
Fiona mengulum senyum, menahan agar tak tertawa melihat tingkah suaminya yang diluar nalar. Apakah benar yang ada disampingnya sekarang adalah Detrick Reventoon yang pernah ia takuti bahkan sampai berlutut dihadapan nya? Entahlah mungkin saja pria itu sudah berubah
" Iya.. iya.. aku tau ayah, kau yang terbaik." Fiona menurunkan suara anak kecil
" Oh my.. kau terlalu manis, sayang." Menangkup wajah istrinya dan melabuhkan ciuman cinta disana. Sangat banyak, Fiona hanya terkekeh menerima hal itu.
Pyok..
Bunyi saat baby Fergio melepas lumataannya. Bayi mungil itu lalu memukul-mukul wajah sang ayah yang tengah melumaat bibir ibunya. Seakan-akan mengatakan agar melepas bibir ibunya
" Boy.. jangan ganggu kesenangan ayah." Ucap Detrick memegang lembut tangan baby Fergio
Setelah melihat bibir ibunya sudah tidak dilumaat, bayi mungil itu kembali menyusu sembari tangan kecil nya memegang dada sang ibu
Fiona tertawa kecil " Kau menggemaskan." Mengelus kepala botak anaknya
" Kau lihat sayang, sepertinya Fer tidak ingin kau mencium ku."
Detrick membuang nafas kasar " Itu tidak akan merubah apapun, okey." Kembali mendengus. Punya anak kok tingkahnya seperti ini, pikir pria tersebut. Apakah pria ini tak bercermin?
Tak patah arang, Detrick kembali mencium bibir Fiona. Melumaat pelan dan sangat lembut membuat Fiona juga ikut membalas walaupun tangan ia gunakan untuk menggendong baby Fergio
Tak lama pukulan itu semakin kencang dan akhirnya...
Oekk.. oekk.. oekk..
Sontak Detrick melepas ciuman nya. Fiona mendengus menatap Detrick
" Cup.. cup.. cup.. anak ibu, sudah sayang. Ibu sudah tidak apa-apa." Menimang-nimang baby Fergio
Tak lama baby Fer berhenti menangis lalu memukul-mukul wajah ibunya. Bayi mungil itu terlihat mendengus menatap sang ayah
" Lihatlah sayang. Putra mu sangat menyebalkan." Mencebik kasar. Masih bayi tapi sudah pintar memonopoli istrinya, bagaimana saat sudah besar
" Jangan diambil hati sayang. Fer masih bayi, lagipula tadi sudah aku bilang 'kan. Fer tidak suka saat kamu menciumku didepannya." Mengelus pipi suaminya yang sekarang terlihat kesal
Baby Fer kemudian melanjutkan menyusu dengan khidmat, sesekali menutup mata menikmati air susu sang ibu
Melihat kesempatan itu, Detrick kembali melumaat bibir ranum sang istri. Fiona menerima hal itu walaupun tadi dia sudah memperingati suaminya agar tidak menciumnya didepan baby Fergio.
Tangan mungil bayi tersebut kembali menepuk-nepuk dagu Detrick. Namun tidak melepas dada Fiona dari mulut. Detrick kembali tak mengindahkan, namun baby Fer juga tak patah arang.
Ia tepuk-tepuk dagu Detrick, hingga Detrick yang sudah merasa sangat terusik melepas bibir Fiona.
Memegang lembut tangan Putra nya, ia mendesaah pelan " Fer, bisakah kau tidak mengganggu kesenangan ayah." Berbicara selembut mungkin dengan wajah yang sudah sedikit kesal
__ADS_1
Seperti paham akan ucapan sang ayah, Baby Fergio menggeleng dengan mulut yang masih penuh dengan dada ibunya. Fiona terkekeh geli melihat hal itu sedangkan Detrick kembali menghela nafas kasar
" Fio, kenapa putra kita sangat posesif terhadap mu. Kau milikku, kenapa sekarang dia yang mengatur-atur kita." Protes pria itu yang hanya bisa dilakukan didepan istrinya.
Fiona tertawa geli " Bukan seperti itu sayang. Mungkin Fer cuman ingin mengingatkan mu agar tidak keterusan. Ingat, aku masih masa nifas. Belum bisa melayani mu, sayang." Sekarang Fiona sedang merawat dua bayi, satu yang kecil dan satu yang besar. Anggaplah ia hamil satu kali dan langsung mendapatkan dua bayi
Detrick hanya bisa pasrah, benar apa yang dikatakan sang istri. Detrick tak ingin sampai kebablasan dan ujung-ujungnya yang susah juga dia, harus menidurkan adik kecil yang ia sembunyikan. Walaupun bisa dengan menggunakan cara lain, namun Detrick tak suka mulut istrinya yang seharusnya ia lumaat harus ia gunakan melumaat adik kecilnya.
Sampai tak lama baby Fer pun tertidur. Mulutnya sontak melepas dada Fiona. Detrick tersenyum lalu kembali mengambil putranya, namun baru ia akan Gendong baby Fer kembali menangis dan memasukkan kembali dada sang ibu didalam mulut dengan mata yang masih terpejam
" Oh my.. dia gila dada, sayang." Geram, gemas tercampur. Detrick sungguh tak tau bagaimana harus bersikap melihat putra nya yang tak ingin terlepas dengan dada istrinya
Fiona tertawa geli " Sudahlah, biarkan Fer tidur bersama kita disini. Jangan mengganggunya atau dia akan marah lagi." Saat terlihat baby Fer melepas dada Fiona, dengan perlahan wanita itu kembali mengancing piyamanya dan meletakkan sang putra di tengah-tengah ranjang
" Hei.. sayang, bagaimana aku bisa memeluknya jika ada Fer di tengah-tengah kita." Protes tak terima. Mana bisa Detrick tidur tanpa memeluk sang istri
Membaringkan tubuh di samping kiri baby Fer " Fer mempunyai tubuh yang kecil, dan tangan mu panjang. Bukankah dengan itu kamu bisa melakukan nya, sayang."
Sekali lagi Detrick menghela nafas kasar dan dengan perlahan, ia ikut membaringkan tubuh di samping kanan sang putra yang terlihat sangat pulas tertidur. Detrick tak ingin mengganggu tidur putranya walaupun ia sangat suka menjahili baby Fer
Tangan besar pria itu kemudian memeluk istrinya yang berada di sebelah baby Fer. Benar apa yang dikatakan Fiona, Detrick masih bisa memeluk mereka berdua dengan tangan besarnya.
" Benarkan apa yang aku katakan." Celetuk Fiona
" Iya sayang, kau yang selalu benar."
" I love you... So so so much." Lirih Fiona, lambat laun mata nya mulai tertutup karena sudah mengantuk.
Detrick tersenyum. Merapatkan pekulan " Love you so much honey, boy. Aku akan menjaga kalian berdua, harta paling berharga ku." Mengecup kening Fiona lalu bergantian mengecup kening putranya.
Dengan rasa lelah dan bahagia, Detrick ikut memejamkan mata dengan masih memeluk dua orang kesayangan nya. Berharap semoga saat membuka mata ini semua bukan mimpi. Berharap saat membuka mata Keluarga kecilnya yang akan ia lihat.
Detrick sangat menantikan hari-hari bahagia keluarga kecilnya suatu hari nanti.
...~END...
Udah tamat ajah nih๐
Cukup sampai sini ajah yah guys. Bagi manteman yang udah setia baca novel othor, sekali lagi othor ucapin terimakasih ๐
Dan maaf, kalau misalkan othor ada salah sama manteman selama tiga bulan ini๐
Kami dari keluarga novel THSM (Terjebak Hasrat sang Majikan) berterima kasih pada manteman sekalian โ๏ธ dan juga ingin meminta maaf๐
See you next time...
Love you All
Bay.. bay..๐
Follow ig othor๐คญ๐ ๐ \=> HimaSun_05
__ADS_1