Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Sudah Biasa


__ADS_3

Setelah merapikan ranjang yang berantakan, Fiona berjalan perlahan-lahan ke balkon " Eh! Tuan Detrick kemana? Bukannya tadi di balkon yah." Celingak-celingukan


Byurr...


" Eh! Dia sudah ada di kamar mandi. Hah!! Dia hantu atau makhluk jadi-jadian, aku sama sekali Tidak mendengar langkah kakinya." Melihat pintu kamar mandi


" Apa aku juga harus menyiapkan pakaian kerja yah. Tugas ku 'kan melayaninya, artinya aku juga harus menyiapkan pakaian kerjanya 'kan." Ia melirik kesana kemari mencari walk closet.


" Ah! Pasti ini." Masuk kedalam ruangan ganti. " A.. apa... Bukannya ini terlalu besar. Gila!." Tidak ingin terhanyut lebih dalam, Fiona pun mencari-cari pakaian yang menurutnya akan cocok di gunakan oleh sang bos.


" Aku seperti istrinya kalau seperti ini." Gumam Fiona. Mulai mencarikan jas serta kemeja dan dasi untuk sang bos


" Apa aku harus menyiapkan pakaian dalam juga?." Menaruh jari telunjuk di dagu. Ia menepuk-nepuk dagunya sembari berpikir. " Ah.. sudahlah aku ambilkan saja." Ujarnya tanpa malu mulai memilih boxer dan pakaian dalam untuk sang bos.


Setelah itu Fiona membawa pakaian yang telah ia pilihkan untuk sang bos ke atas kasur. " Entah dia menyukainya atau tidak, setidaknya aku sudah memilihkan pakaian yang cocok menurut ku." Ujarnya sembari menaruh satu stel pakaian kantor itu di atas kasur.


" Hmm sepertinya aku berbakat menjadi penata busana." Mengangguk dengan bangga. Hidungnya sudah terasa memanjang


" Apa yang kau lakukan." Suara barinton dari belakang, sontak membuat Fiona menoleh


" Ah! Tu.. tuan.. saya hanya membawakan pakaian anda." Ujar Fiona 'Gila!!! Roti sobek ada di depanku. Ahhhh aku ingin memotret nya.' sungguh rasanya ia ingin berteriak sembari guling-guling.


Detrick mengibas-ngibaskan rambutnya. Ia hanya menggunakan handuk sebatas pinggang " Oh..." Ujarnya lalu mengambil pakaian yang di siapkan Fiona


Sedangkan Fiona tetap berdiri dengan senyuman profesional. Walaupun dalam hati ia sudah ketar-ketir melihat pemandangan di hadapannya, ia tetap harus profesional. Fiona sudah terbiasa hidup dalam wajah dan sikap yang palsu, senyuman yang selalu mengatakan ia baik-baik saja tapi sebenarnya tidak seperti itu.


Satu kali Fiona mengeluh, maka ia tidak akan berhenti. Karena itu Fiona tak akan mengeluh kepada siapa pun.


Ia pernah bekerja di gym, melihat pemandangan roti sobek seperti ini bukan hal yang asing lagi. Walau seperti itu 'bukannya otot perut nya terlalu seksi' ia tetap berteriak dalam hati.


Sedangkan Detrick sedari tadi curi-curi pandang melihat gadis mungil di sampingnya yang dari tadi tersenyum layaknya resepsionis.


'apa dia tidak kaget melihat tubuh seorang pria dewasa. Atau dia sudah terbiasa. Ck wajah polosnya begitu menipu' Batin Detrick yang tidak mendapatkan reaksi seperti yang ia harapkan


" Apa yang kau lakukan disini." Melihat Fiona dengan tatapan datar


" Eh! Bukannya saya disini untuk melayani anda, tuan?." Memiringkan kepalanya, dengan wajah kecil yang nampak polos disertai kedua mata yang berkedip-kedip


'bukannya dia terlalu menggemaskan.' sontak pikiran itu datang begitu saja 'astaga aku sudah tidak waras! Bodoh!' merutuki dirinya sendiri


" Kau ingin melihat aku membuka handuk ini." Menunjuk handuk yang melingkar di pinggang


" Ah! Ma.. maaf tuan. Saya akan balik badan." Ia sudah menutup mata dan berbalik

__ADS_1


" Ck keluarlah!." Ia tidak ingin berlama-lama do kamar ini bersama gadis mungil tersebut. Entah kenapa tubuhnya beraksi hanya dengan melihat tingkah nya


'Shiit'


" Ba.. baik tuan.. kalau begitu saya permisi." Tanpa banyak bicara Fiona langsung lari dengan masih memejamkan mata.


Brukkk..


" Ahkk.. auchh." Fiona tersandung pintu


" Hei kau bodoh yah!." Sentak Detrick


Fiona langsung berdiri " Ma..maafkan saya tuan. Janji deh pintunya tidak akan rusak karena kaki saya." Setelah mengatakan itu ia langsung pergi. Tidak ingin disalahkan lagi


" Tu.. tunggu..." Geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya dia masih bisa hidup sampai sekarang dengan sifatnya yang seperti itu. 'Padahal aku khawatir dengan kakinya.'


Entah mengapa Detrick senyum-senyum sendiri memikirkan sifat Fiona yang kekanakan seperti itu " Huh! Aku tidak boleh terbawa perasaan!." Ujarnya.


Ia tertarik kepada Fiona bukan hanya karen wajahnya yang manis dan cantik, tapi Detrick merasa nyaman berada di dekat Fiona, berbanding terbalik pada saat ia berdekatan dengan orang-orang asing.


" Yah setidaknya itu menguntungkan ku." Mengancingkan kemejanya


Fiona turun ke lantai bawah menggunakan lift. Saat sampai di lantai bawah, ia celingak-celingukan tak tahu harus berbuat apa.


" Ah! Pak Ziel." Kejut Fiona 'apa orang-orang di rumah ini tidak mempunyai energi kehidupan sama sekali. Aku bahkan tidak bisa mendengar langkah kakinya'


" Sejak kapan anda disini?." Tanya Fiona, setidaknya ia memastikan kalau pria di depannya ini benar-benar manusia


" Baru saja. Saya ingin ke depan, tapi tidak sengaja melihat Nona disini sendiri. Apa ada yang bisa saya bantu?."


" Ehmm sebenarnya tadi saya disuruh tuan Detrick turun duluan setelah tadi melayaninya. Tapi, saya tidak tahu harus apa." Ucap Fiona santai


" Apa!." Pak Ziel nampak kaget


" Ada apa pak?."


" Ah ti.. tidak nona. Bagaimana kalau anda membuatkan sarapan untuk tuan muda. Selama ini tuan muda tidak pernah sarapan pagi, saya khawatir dengan kesehatan tubuh tuan muda." Ia mendramatisir. Seolah-olah akan terjadi sesuatu pada tubuh Detrick yang tidak sarapan


" Mm memang nya tidak apa-apa? Takut nya tuan Detrick marah-marah dan malah menghancurkan makanan yang aku buat.. eh! Maa.. maaf."


Pak Ziel tersenyum " Bukannya sifat tuan muda memang seperti itu? Tidak perlu khawatir, saya yakin tuan muda akan memakan makanan nona." Pria tua ini seperti mendapatkan kesempatan dari gadis muda di depannya.


" Pak Ziel yakin?." Bagaimana bisa seorang iblis seperti itu akan memakan makanan buatan rakyat biasa seperti dirinya. Pikir Fiona

__ADS_1


" Pecaya pada saya nona." Ujar pak Ziel penuh yakin. Melihat keyakinan pria tua di depannya ini membuat Fiona menjadi yakin juga


" Baiklah. Tapi, dapurnya ada di mana?."


" Sini saya antar." Fiona mengangguk dan mengikuti langkah pak Ziel


'maafkan saya nona. Saya harus memanfaatkan gadis polos seperti anda' batin pak Ziel, ia jadi merasa bersalah.


Tapi mengingat bagaimana tuan mudanya yang tidak menolak kehadiran Fiona membuat Pak Ziel yakin, pasti sang msr young akan berubah setelah mendapat pawangnya.


Setelah sampai di dapur, terlihat ada dua koki yang sedang memasak. Melihat pak Ziel masuk dengan seorang gadis cantik, sontak mereka mengundurkan diri


" Apa saya boleh memakai semua bahan disinii?." Menatap berbagai bahan masakan di atas meja dapur serta di lemari pendingin.


" Silahkan nona, gunakan apapun yang bisa anda gunakan." Ujar Pak Ziel


Fiona mengangguk sembari tersenyum lebar 'beeehh orang kaya memang beda.' batinnya dan mulai memasak nasi goreng untuk sarapan.


Di sisi lain, Detrick yang sudah siap-siap ia turun menggunakan lift.


Ting...


" Hmm kemana gadis bodoh itu." Gumamnya. Ia melirik kesana-kemari namun tak mendapatkan apa yang ia cari


Ia mengedikkan bahunya, Tidak ingin buang waktu Detrick langsung ingin keluar begitu saja.


" Eh! Tuan Detrick. Apa anda sudah akan berangkat?." Fiona yang tadi ingin memanggil Detrick, tanpa sengaja melihat nya ingin keluar dari dalam mansion


Detrick berbalik " Dari mana saja kau." Tanya Detrick dingin. " Ah sudahlah." Ia kembali malas berhadapan dengan gadis mungil di depannya.


Detrick kembali melanjutkan langkah ingin berangkat ke kantor.


" Tunggu dulu tuan. Apa anda tidak ingin sarapan? Saya sudah membuat sarapan untuk anda." Ujar Fiona, yakin akan masakan nya yang pasti akan di makan oleh Detrick. Entah bisikan apa yang ia dapat dari pak Ziel membuat nya seyakin ini


Detrick terdiam, ia sudah mempertimbangkan sikap seperti apa yang akan ia berikan pada Fiona. Gadis mungil cantik ini hanya akan berada di sisi nya selama setahun, ia tidak boleh memberikan perhatian lebih padanya.


.


.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


__ADS_2