Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Perkenalkan, Dia kekasih ku


__ADS_3

Dengan menggandeng tangan seorang gadis cantik nan seksi, Detrick melangkah masuk kedalam mansion di ikuti oleh Michael di belakang.


" Selamat datang tuan muda." Ujar beberapa pelayan membungkuk hormat


Detrick tak menjawab dan melangkah begitu saja. Sedangkan Fiona hanya diam dan tak berani berbicara seperti yang di katakan sang bos tadi.


'ya ampun ini benar di tinggali manusia? Ini sih istana' melihat sekeliling secara diam-diam setidaknya ia tidak ingin di anggap kampungan dam malah membuat sang bos marah.


'aku tahu kalau keluarga Reventoon Memang sangat kaya dan juga mempunyai kuasa di mana-mana, tapi haisss aku serasa jadi upil disini'


" Selamat datang, tuan muda." Ucap seorang wanita paruh baya dengan memakai pakaian butler


" Ayah, ibu dan kakek ada dimana?." Tak menjawa, Detrick malah balik tanya


" Nyonya dan tuan, sudah menunggu anda di ruang makan. Sedangkan tuan besar sedang ada di kota M." Ujar wania tersebut


Detrick hanya mengangguk dan melangkah menuju ke ruang makan di ikuti oleh Michael dan wanita yang berpakaian butler.


" Ingat yang ku katakan tadi." Bisik Detrick.


Glek...


Fiona hanya mengangguk, sekarang bukan hanya dress mini yang ia pakai menjadi pengganggu nya, namun suasan di sekitar nya juga serasa aneh.


" Ayah... Ibu." Ucap Detrick saat melihat kedua orang tuanya yang sudah duduk di balik meja makan


Deg ...


Tiba-tiba jantung Fiona bergetar sangat cepat hanya dengan melihat punggung kedua orang tua Detrick.


Leticia dan juga Ditrian berbalik mendengar suara sang putra.


" Detrick, kamu sudah datang." Ujar seorang wanita cantik, terlihat kalau dia memang sudah berumur tapi kecantikan di wajah nya tak dapat di pungkiri dapat membuat orang-orang salah paham kalau dia masih muda.


Leticia bangkit dari duduknya di ikuti sang suami. Awalnya Leticia nampak tersenyum melihat putra satu-satunya pulang, namun senyumannya Langsung surut saat ia melihat seorang wanita cantik di balik punggung Detrick. Sebenarnya Leticia tidak terlalu pusing siapa yang akan di bawa sang anak, namun melihat mini dress yang digunakan Fiona membuat Leticia sedikit kurang suka.


" Bagaimana kabar, ibu?." Tanya Detrick. Setidaknya ia tetaplah seorang anak yang berbakti


" Baik, tapi..."


" Siapa wanita ini?." Ditrian, ayah Detrick yang sedari tadi hanya diam akhirnya membuka suara. Seperti halnya Detrick yang blak-blakan, Ditrian juga tidak beda jauh.


Memang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.


Detrick merangkul pundak Fiona " Perkenalkan ayah, ibu. Dia Fiona kekasihku." Ucap Detrick dengan tersenyum tipis


Duar...

__ADS_1


Bagaikan tersambar petir, Fiona membeku. Ia tidak mengerti, sedari di butik, ia memang menanyakan ingin di bawa kemana dan untuk apa, tapi ia sama sekali tidak menyangka akan di perkenalkan sebagai kekasih?


'what!!! Ini gila!'


" Tu.." Baru juga Fiona ingin buka suara, tapi ia langsung membungkam mulut nya saat melihat senyuman tajam dari sang bos


" Se.. selamat malam paman, bibi. Saya Fiona de Edebenderg. Ke.. ke.. kekasih dari tu..."


" Emm?." Menekan pundak Fiona yang hampir salah bicara


" Maksudnya, kekasih dari Detrick." Ucap Fiona tersenyum manis. 'ingat! Fio ini pekerjaan. Maka lakukanlah dengan profesional'


Leticia dan Ditrian saling pandang, mereka memang menyuruh Detrick untuk membawa pacarnya ke mansion utama, tapi mereka tidak menyangka bagaimana bisa Detrick malah membawa seorang wanita dengan pakaian yang sangat seksi, tidak sesuai dengan aturan keluarga.


Tapi, sekarang Leticia dan Ditrian tidak ingin ambil pusing. Siapa pun yang dibawa sang anak, pasti akan di terima karena ini adalah permintaan mereka. Lagi pula keduanya tahu kalau sang putra sudah dewasa dan dapat menentukan yang namanya benar dan salah


Leticia tersenyum " Nak Fiona yah, sini sayang. Kita makan malam." Merangkul lengan Fiona


Fiona mendongak melihat Detrick, dan di angguki olehnya. Fiona pun mengikuti langkah Leticia dengan sedikit canggung.


Yah ini lah rencana Detrick selama ini. Ia ingin memanfaatkan Fiona sebagai kekasih pura-pura nya di depan sang ayah dan ibu, agar tidak di suruh lagi ke perjodohan.


Awalnya Detrick sengaja mendadani Fiona dengan tidak sesuai aturan keluarga Reventoon. Ia melakukannya agar kedua orang tuanya tidak menyukai Fiona, namun melihat respon kedua orang tuanya terhadap Fiona entah mengapa ia malah lega karena ibu dan ayahnya tidak menentang nya.


Detrick mengikuti dari belakang, ia menarik kursi dan mempersilahkan Fiona untuk duduk. Fiona tersenyum hangat menanggapi Detrick, setidaknya ia akan Melakukan pekerjaannya secara profesional.


Memang, saat pertama kali Detrick mengatakan akan membawa seorang kekasihnya, keduanya sudah curiga. Dan kini entah mengapa kecurigaan mereka semakin besar, namun bukannya marah mereka hanya tersenyum. Sebab terlihat jika Detrick memang menatap gadis cantik itu dengan hangat dan tidak di buat-buat.


Leticia dan Ditrian juga entah mengapa tidak bisa membenci Fiona. Mungkin mereka pikir Fiona adalah gadis baik, terlihat jika ia sedang tertekan.


" Kapan kakek pergi?." Tanya Detrick saat sudah duduk di sebelah Fiona


" Kemarin malam. Ayah titip salam untuk mu." Ucap Leticia dan Detrick hanya mengangguk.


Sebenarnya Detrick ingin memperlihatkan kakek yang ia hormati bahwa dia sudah punya kekasih dan melarangnya untuk menjodoh-jodohkan nya lagi.


Setelah itu mereka pun makan malam 'yah setidaknya aku bisa makan makanan mewah' Syukur Fiona. Walaupun memang rasanya susah untuk menelan makanannya, tapi karena ini makanan mewah ia tidak boleh melewatkan kesempatan ini Begitu saja.


" Ayah dan ibu mu kerja apa, Fiona?." Tanya Ditrian


" Hmm ayah dan ibu kandung atau tiri, paman?." Tanya Fiona


" Eh! Kamu punya ayah dan ibu tiri?." Ucap Leticia


Fiona ingin menjawab, tapi entah mengapa rasanya sangat berat. Ia tidak pernah menganggap keluarga Eren sebagai Keluarga kandung nya. Tapi perkataan nya tadi keluar begitu saja dari dalam mulut


" Ck! Jangan bertanya lagi. Sekarang kita sedang makan." Ketus Detrick

__ADS_1


Ditrian berdecak " Bukan kau yang aku tanya."


Detrik menghentikan makan nya " Tapi, Fiona kekasih ku. Lagi pula apapun pekerjaan orang tuanya, aku berhubungan dengan Fiona bukan kedua orang tuanya." Jawab Detrick


Fiona memegang lengan Detrick " Sudah tidak apa-apa." Lembut Fiona. Sekarang biarkanlah ia berperan sebagai kekasih sesungguhnya. Ia tidak ingin acara makan makanan mewahnya terganggu.


Akhirnya Detrick diam, jujur saja ia sangat senang karena Fiona berbicara sangat lembut padanya. Dan hal itu tertangkap jelas di mata Leticia dan Ditrian, mereka jadi menyetujui hubungan keduanya. Walaupun mereka merasa ada yang aneh, tapi biarlah asalkan putra nya dapat berubah.


Setelah makan malam yang menegangkan, Detrick Langsung membawa Fiona pulang.


" Kalian sudah akan pulang?." Tanya Ditrian


" Iya aku baru pulang dari perjalanan bisnis. Dan langsung kesini." Alasan Detrick. Ia ingin cepat-cepat pulang karena risih melihat pakaian Fiona yang terlalu terbuka, ada banyak pelayan laki-laki yang melirik Fiona dan ingin rasanya Detrick mencolok mata mereka satu persatu.


" Yaaahh baiklah, tapi lain kali datanglah bersama Fiona." Ucap Leticia tidak rela, tapi dia juga tidak ingin menghambat waktu istirahat sang putra.


Setelah berpamitan Fiona dan Detrick pun pulang. Detrick kembali memakaikan Fiona jas nya.


.........


Di dalam mobil


Mereka bertiga sudah duduk dengan baik di tempatnya masing-masing. Dan mobil melaju membelah jalan yang sedikit lenggang


Fiona meremas jas yang ada di pangkuan nya sekarang. Ia ingin berbicara namun rasanya berat, bagaimana kalau sang bos malah marah? Karena ia merasa Detrick pulang cepat-cepat karena Fion membuat kesalahan.


'Apa seharusnya aku tidak perlu menjawab tadi yah'


" Mm... Tu.. tuan." Lirih Fiona


" Hmm." Tanpa melihat Fiona


" A.. apa anda bisa menjelaskan kenapa saya harus menjadi kekasih pura-pura anda?." Tanya Fiona dengan mengumpulkan keberanian nya


" Bukan apa-apa, aku hanya tidak ingin di paksa untuk ke perjodohan." Singkat Detrick


" O.. oh..." Entah mengapa tapi rasanya ada yang sakit di dada Fiona 'haha aku terlalu berharap'


Keadaan kembali hening, sampai Fiona membuka suara lagi " Tuan, apa hubungan anda dengan orang tua anda baik-baik saja?." Perkataan itu keluar begitu saja.


.


.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


__ADS_2