Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Sepertinya akan menarik


__ADS_3

Flash back on...


Detrick tengah beristirahat di kamar hotel, hari ini adalah hari terakhir nya di negeri orang. Ia ingin mengistirahatkan tubuh nya yang sudah bekerja lima hari full. Ia juga harus menyiapkan rencananya saat pulang ke negerinya nanti.


Saat hendak menutup mata, tiba-tiba ponsel Detrick berbunyi. Tanpa melihat siapa yang menelepon, ia menjawabnya


" Cih! Ganggu! Jangan hubungi lagi!." Ketus Detrick dan hendak memutuskan sambungan


" Oh.. sama ibu sendiri tingkah nya seperti ini? Kamu sudah tidak mau ibu hubungi?." Yang di balik telepon juga berbicara tak kalah ketus


Detrick sedikit kaget, ia akhirnya melihat layar ponsel dan terlihat nama ibunya disana " Oh ibu, maaf aku kira tadi Michael. Ada apa bu? Jangan lama-lama, aku lelah mau istirahat." Memejamkan mata, walaupun ponselnya masiu dia taruh di daun telinga


Leticia berdecih di seberang " Ibu mau Lusa kamu harus datang ke perjodohan! Ibu tidak ingin mendengar alasan lain. Titik! Pokoknya kamu harus datang." Cerocos Leticia


" Tunggu dulu, bu. Ada yang ingin aku bicarakan juga dengan ibu." Pas sekali ia ingin melancarkan rencananya, dan sang ibu memberikan umpan


" Apa?." Tanya Leticia di balik telepon


" Aku tidak akan ke perjodohan karena sudah punya kekasih." Ucap Detrick


Terdengar sesuatu yang pecah di seberang telepon, dan Leticia juga tidak menjawab.


" Ibu? Ibu kenapa? Ada apa?." Tanya Detrick sedikit panik


" Ah! Tidak... Kamu tidak membohongi ibu 'kan?."


" Tidak." Singkat Detrick


" Baiklah, besok kamu harus membawa kekasih mu ke mansion utama. Kalau tidak kamu terbukti berbohong, kamu harus setuju ke perjodohan."


" Hmm tenang saja, aku tidak berbohong." Ucap Detrick


Setelah itu panggilan pun terputus. Detrik cepat-cepat menghubungi madam Emma, bibi nya untuk mempersiapkan gaun serta butik nya untuk seseorang. Ia juga mengatakan rencananya kepada Michael kalau semuanya akan di percepat.


Karena itu, Detrick memilih untuk mengistirahatkan tubuh nya lebih lama untuk memulai rencananya. Ia lelah di paksa terus ke perjodohan, apalagi wanita-wanita yang ia temui di perjodohan rata-rata sama, hanya menginginkan harta atau pun reputasi keluarga Reventoon.

__ADS_1


Flash back off


Kita kembali ke dalam mobil, dimana ada Fiona yang tengah berbicara dengan mengumpulkan sejumlah keberanian.


" Tuan, apa hubungan anda dengan orang tua anda baik-baik saja?."


Detrik melihat ke arah Fiona " Menurutmu?."


" Eh! Hmm mungkin kurang baik? Ah.. i.. itu hanya pendapat pribadi." Ia yang mulai pembicaraan tapi dia juga yang panik dan gugup akan jawaban yang di berikan


Detrick terkekeh " ehem..." Kembali berwajah datar. Michael yang melihat hal tersebut membulatkan mata, tidak percaya akan yang dia lihat. Sedangkan Fiona karena memang sudah sedikit biasa melihat Detrick yang terkekeh seperti ini menganggapnya biasa.


" Memangnya kenapa kamu berpikir seperti itu?." Tanya Detrick


" Itu.. karena anda sangat berani menjawab perkataan dari paman dan bibi dengan ketus. Seharusnya 'kan tidak. Apalagi paman Ditrian dan bibi Leticia nampak sangat baik, bahkan mereka menerima ku yang berpakaian seperti ini. Aku saja yang melihat diriku memakai pakaian kurang bahan seperti ini tidak bisa menerima diriku sendiri. Seharusnya anda bersikap baik pada kedua orang tua anda, walau bagaimanapun mereka yang sudah melahirkan dan mendidik anda....." Fiona tanpa sadar berbicara panjang kali lebar. Sepanjang jalan tol yang tidak berhenti-henti.


Sampai-sampai Michael dan Detrick yang mendengar serta melihatnya melongo tak percaya.


Glek...


Detrik memberikan kode kepada Michael untuk menekan tombol untuk mengangkat penghalang antara kursi penumpang dan juga kursi kemudi selagi Fiona masih berbicara.


" Ingat tuan anda harus...__"


Detrik menarik tengkuk Fiona dan melabuhkan bibir nya di bibir merah ranum Fiona


Fiona membelalakkan mata, ia termangu sebelum tersadar akan apa yang di lakukan sang bos kepada nya " Ehmpp mm..." Memukul-mukul dada Detrick, namun yang di pukul tidak bergeming.


Karena tidak bisa melepas ciuman tersebut, terpaksa Fiona menyerah dan hanya diam saja menerima apa yang di lakukan sang bos, walaupun ini adalah ciuman pertamanya


Sedangkan Detrick yang sedari tadi memang sengaja menghindari Fiona agar ia bisa menahan nafsunya, namun naas bibir ranum Fiona yang bergerak sana-sini saat berbicara membuat Detrick tak dapat membendung hasratnya untuk mencicipi bibir Fiona.


Dan yah, ini juga ciuman pertama Detrick. Walaupun ia kadang melakukan hubungan intim bersama seorang wanita bayaran, namun ia sama sekali tidak pernah mencium atau bahkan melakukan foreplay dengan pasangannya.


Saat ia tidak mendapatkan perlawanan dari Fiona, pelan-pelan Detrick menggerakkan bibirnya melumaat bibir Fiona.

__ADS_1


" Ehmmp.." serangan yang mendadak itu membuat tubuh Fiona berdesir, namun ia hanya diam dan tidak tahu harus apa.


" Balas." Bisik Detrick tepat di depan bibir Fiona


" Tu.. tunggu dulu a.. ehmmmppp." Mencengkram erat lengan sang bos. Tiba-tiba saja Detrick memasukkan lidahnya saat Fiona membuka mulut tadi.


Dengan sangat perlahan dan lembut, Detrick melakukannya membuat Fiona hanyut dalam permainan Detrick dan menikmati ciuman panas ini bahkan terkadang Fiona juga membalas nya. Membuat sudut bibir Detrick tertarik.


Setelah hampir kehabisan oksigen, keduanya melepas ciuman tersebut.


Detrick menatap lekat mata Fiona dengan menempelkan dahi nya dengan dahi Fiona. Sedangkan yang di tatap menunduk malu, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


" Manis." Ujar Detrick melap bibir Fiona menggunakan ibu jarinya.


Blush...


Fiona semakin di buat malu. Semburat asap sudah keluar dari atas kepalanya.


Detrick terkekeh lalu mengecup sekilas bibir Fiona membua empunya terkesiap dan sontak mendongak melihat Detrick.


" Ayo turun." Ucap Detrick tanpa dosa dan langsung membuka pintu mobil, rupanya sudah dari tadi mereka sampai di mansion.


Fiona tak bergeming, ia tetap berada pada tempatnya dan mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.


" Nona? Apa yang anda lakukan? Apa anda tidak ingin keluar?." Ucap Michael membuyarkan lamunan Fiona


" Ah! Sa.. saya mau keluar." Ucap Fiona dan langsung keluar dengan wajah yang masih memerah meninggalkan Michael


Sedangkan Michael hanya menatap dua orang insan yang menurut nya sangat aneh " Sebenarnya apa yang telah terjadi? Tadi, tuan Detrick yang keluar dengan wajah yang memereh dan kali ini nona Fiona. Apa jangan-jangan... Hoo.." Tersenyum menyeringai


" Sepertinya ini akan menjadi hal yang menarik." Menutup pintu mobil yang tadi tidak sempat di tutup Fiona.


.


.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2