Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Jaga Matamu


__ADS_3

" haha kamu memang sangat pandai bercanda tuan Detrick Reventoon!." Tersenyum canggung


" Heh! Sejak kapan aku bercanda. Kau 'kan memang sudah tua." Tersenyum sinis


Madam Emma menghela nafas kasar " Entah bagaimana bisa anak seperti mu lahir dari rahim Leticia yang sangat manis." Ketus madam Emma


Fiona Sampai termangu melihat seorang wanita yang sangat berani mengatakan hal tersebut di depan Detrick


" Ck! Dasar wanita tua! Cepat lakukan yang aku perintahkan. Sebelum butik mu aku ratakan."


Madam Emma berdecih " Coba saja kalau berani." Ketusnya. Ia kemudian beralih melihat seorang gadis cantik dan manis yang dibawa oleh pria dingin dan angkuh tersebut


" Baiklah dear, sekarang waktunya untuk me-make over mu. Walaupun kamu memang sudah cantik, tapi pasti akan jadi lebih cantik." Menarik tangan Fiona


Fiona yang tidak tahu apa-apa, tidak sempat bertanya atau pun mendapatkan penjelasan dari semua ini.


Sedangkan Detrick duduk dengan tenang sembari meminum kopi yang di siapkan oleh karyawan madam Emma.


Di dalam ruang ganti plus ruang rias


" Hmm nyonya, apa anda bisa menjelaskan semua ini?." Tanya Fiona, yang sedang duduk di depan cermin dan sekarang sedang di make over


" Panggil madam Emma saja. Kamu tahu, anak itu benar-benar kurang ajar." Dengus madam Emma


" Emm anda sangat berani mengejek nya." Ucap Fiona tersenyum canggung. Sungguh ia kagum dengan keberanian wanita paruh baya di samping nya ini


Madam Emma terlihat mengehela nafas panjang " walaupun dia seperti itu, Detrick tetap keponakan ku yang manis. Dulu, saat masih bayi."


" Eh! Maksudnya? Anda benar-benar bibi Tuan Detrick?." Sungguh kali ini Fiona terkejut


" Hmm bisa dibilang aku menikah dengan Callis, adik dari Ditrian, ayah Detrick." Jelas Madam Emma


" Kamu tahu, baru kali ini anak tengil itu membawa seorang wanita. Aku sampai kaget saat dia menghubungi ku."


Fiona hanya diam mendengarkan. Dan satu yang pasti 'aku sama sekali tidak mendapatkan penjelasan kenapa semua ini terjadi padaku'


Di saat Fiona di make over tanpa tahu apa yang terjadi, lain halnya dengan Detrick yang sedang santai duduk di ruang tunggu dengan meminum kopi. Di luar memang tenang tapi entah kenapa ia juga sedikit gugup


'huh! Bagaimana bisa aku gugup hanya karena gadis itu' Dengusnya dalam hati.


Sebelum kembali, Detrick sudah menghubungi bibinya untuk me-make over seorang gadis untuk menjalankan rencananya, Tapi Detrick tidak memberitahu madam Emma apa rencananya.


Srek..


Tiba-tiba kain gorden terbuka dan Fiona keluar dari dalam ruangan ganti, memakai pakaian yang cukup seksi dengan dandanan yang cukup waw.


Detrick manggut-manggut melihatnya. " Sempurna."


" Tunggu dulu tuan, kenapa saya harus memakai baju kekurangan bahan seperti ini?." Menarik-narik dress nya yang sangat ketat sampai memperlihatkan lekukan tubuh Fiona. Ia merasa tidak nyaman memperlihatkan pahanya

__ADS_1


" Iya itu benar. Kenapa Fiona harus di dandanin seperti ini? Yang natural dan biasa saja pasti lebih bagus. Kenapa harus seperti ini? Yah walaupun cantik sih." Protes madam Emma


" Ini bukan urusan madam. Ayo!." Menarik tangan Fiona.


Fiona hanya pasrah akan di bawa kemana. Dress ketat berwarna merah, itu membuatnya sungguh tidak nyaman.


'gawat dia sangat seksi. Semua laki-laki jadi bisa melihatnya, huh!' Ketus Detrick, padahal ini adalah rencananya sendiri.


Detrick terus menarik tangan Fiona, sampai Fiona harus terseyok-seyok akibat high heels yang di gunakan nya. Apalagi ia juga terus menari dress mini yang ia gunakan.


" A.. aduh tuan, apa anda bisa berjalan baik-baik?." Tanya Fiona


Detrick terdiam, ia melihat ke arah Fiona. Wajaj memerah Fiona semakin terlihat seksi dan menggoda di mata Detrick. Lalu matanya beralih melihat Michael


" Jaga matamu." Sarkas Detrick menatap tajam Michael. Sedangkan yang di tatap langsung menundukkan kepalanya.


'salah apa lagi aku? Haiss sabar'


Fiona ikut melihat Ke belakang dimana tempat Michael, belum sempat ia menoleh Detrick Langsung menangkup pipi Fiona dan membawanya untuk hanya melihat dirinya


" Tu.. tuan?." Gugup Fiona. Ia tidak tahu harus apa, degupan jantungnya sangat keras


" Jangan banyak bicara! Ayo masuk kedalam mobil." Ucap Detrick dan mendorong pelan tubuh Fiona untuk masuk ke dalam mobil, dan ia pun ikut masuk.


Setelahnya, Michael melajukan mobil membelah jalan.


Di dalam mobil


'aduh.. sebenarnya kenapa aku harus disuruh memakai pakaian seperti ini. Sangat menggangu' geurutu Fiona, ingin sekali rasanya ia protes, tapi perkataannya selalu menyangkut di tenggorokan


Detrick yang melihat tingkah gadis di sampingnya yang sedang gelisah, menjadi heran. Ia diam-diam memperhatikan dan akhirnya tersadar saat Fiona selalu mencoba menarik-narik dress mini yang ia gunakan.


Jujur saja, Detrick tergoda melihat penampilan Fiona, apalagi paha mulus serta leher jenjang nya yang terpampang jelas dan jangan lupa dengan belahan dada Fiona semakin membuat darah Detrick mendidih dengan jakun yang naik turun. Yah walaupun penampilan Fiona sekarang sama sekali tidak mencerminkan kepribadian asli dari seorang Fiona De Edebenderg.


" Jangan menariknya lagi, nanti bisa sobek." Ujar nya lalu melepas jas yang melekat pada tubuh kekar Detrick dan melemparkannya ke paha Fiona


" Gunakan itu." Ketus Detrick lalu melihat ke arah Luar jendela


" A.. a.. te.. terima kasih, tuan." Ucap Fiona terbata-bata dan langsung memakai jas Detrick untuk menutupi paha nya. Ia sedikit malu karena kedapatan menarik-narik dress mahal yang ia gunakan sekarang.


Detrick tidak menjawab dan suasan kembali hening. Sampai Fiona membuka suara karena benar-benar penasaran.


" Tu.. tuan, apa saya boleh bertanya?." Tanya Fiona hati-hati


" Hmm." Tidak melihat Fiona tapi masih sibuk melihat luar jendela


" Sebenarnya kita mau kemana? Dan kenapa saya harus berpakaian dan di dandani seperti ini? Bukan kah seharusnya anda beristirahat terlebih dahulu? anda 'kan baru kembali." Tanya Fiona beruntun. Ia sengaja mengeluarkan semua pertanyaan dalam sekali ucapan agar tidak terpotong


Detrick melihat Fiona " Ikuti saja dan jangan banyak tanya. Nanti kau akan tahu saat sudah sampai. Dan.. emm.. ehem.. aku sudah beristirahat di pesawat dengan sangat cukup." Setelah mengatakan hal itu, ia kembali melihat ke luar jendela.

__ADS_1


Ia senang karena merasa Fiona mengkhawatirkan nya. Padahal Fiona sengaja mengatakan hal itu agar Detrick tertarik untuk menjawab.


Fiona diam, sebanyak apapun ia bertanya pasti tidak akan di berikan jawaban yang memuaskan. Ia sekali lagi pasrah akan di bawa kemana oleh sang bos.


Sedangkan Michael tidak bisa melihat apa yang terjadi di belakang, ia hanya bisa mendengar percakapan kedua orang tersebut. Sang tuan muda sudah memberikan peringatan lewat tatapan mata agar tidak melirik ke bangku belakang.


Keadaan di dalam mobil kembali hening, hingga Michael membelokkan mobil ke arah sebuah mansion yang benar-benar sangat besar, mampu membuat Fiona tak bisa berkata-kata. Bahkan mulutnya menganga melihat mansion tersebut dari dalam mobil.


" Apa yang kau lakukan? Ayo turun." Ujar Detrick, yang sudah ingin turun namun urung saat melihat Fiona masih asik bengong sendiri.


" Ah!.. ba.. baik tuan." Fiona pun membuka pintu mobil dan keluar dari sana bersamaan dengan Detrick yang juga ikut keluar dari dalam mobil.


Lagi-lagi Fiona termangu melihat keindahan mansion yang ada di depannya sekarang ini. 'ini sih istana' Monolog dalam hati


Tuk..


" Auh.." memegang kening nya " Tuan, apa yang anda lakukan, ini sakit." Keluh Fiona karena tiba-tiba Detrick mengetuk kening nya.


" Jangan melamun terus." Ketus Detrick, ia cekikikan dalam hati.


Fiona mendengus dalam hati " Ini tuan, jas anda." Memberikan jas yang di berikan oleh Detrick tadi


Detrick mengambil jas tersebut lalu memakai nya " Ayo masuk." Ujar Detrick


" Tunggu dulu tuan, apa yang akan kita lakukan disini? Dan ini sebenarnya dimana?." Tanya Fiona


Detrick hanya diam dan memberikan kode kepada Michael agar dia yang menjawab.


" Selamat datang nona Fiona di kediaman utama Keluarga Reventoon." Ucap Michael


" Apa? Kediaman utama? Untuk apa kita kesini?." Bingung Fiona. Ia sama sekali tidak nyambung akan semua yang terjadi di sekitarnya sekarang


" Hal itu bukan tanggung jawab saya yang menjawab." Beo Michael, lagi-lagi Fiona tak mendapatkan jawaban yang memuaskan


" Sudahlah, jangan banyak tanya lagi. Ingat! Di dalam nanti, apapun yang terjadi kau hanya harus diam. Tidak perlu melakukan apapun. Saat di sapa kau boleh menjawab tapi hanya sekedar itu saja. Selebihnya kau harus diam, biarkan aku yang menanganinya." Entah mengapa peringatan Detrick justru semakin membuat Fiona penasaran dan juga takut untuk masuk kedalam.


Fiona mengangguk cepat " Baik tuan." Ucapnya


" Tangan mu."


Fiona memiringkan kepalanya bingung. Untuk apa dia harus memberikan tangannya? Tapi karena tidak ingin berdebat lagi, ia akhirnya memberikan sebelah tangannya dan langsung di sambut oleh Detrick.


" Tu.. tuan.." Gugup Fiona, tiba-tiba saja tagannya di gandeng oleh Detrick


" Diam saja, turuti semua yang aku perintahkan!." Fiona Diam dan lagi-lagi hanya pasrah, menyerahkan nasibnya ke pada Tuhan.


Setelah itu mereka pun melangkah masuk kedalam mansion.


.

__ADS_1


.


__ADS_2