Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Anda sudah berubah


__ADS_3

Seorang pria dengan wajah tampan dan perawakan yang lembut baru saja turun dari pesawat. Dengan langkah tegap ia berjalan bersama sekretaris nya. Wajahnya yang rupawan lumayan menarik perhatian


" Tuan sebaiknya kita berjalan lebih cepat." Bisik sang sekretaris


" Kau benar." Seraya mempercepat langkah menuju ke mobil yang telah menunggu keduanya


Saat sudah sampai di depan mobil, Sekretaris tersebut membuka pintu mobil untuk sang tuan. Pria tersebut masuk kedalam mobil di ikuti oleh sekretaris nya yang juga masuk kedalam mobil namun duduk di samping kursi kemudi.


" Apa kita langsung ke kediaman tuan muda?." Tanya sekretaris pria tersebut


" Iya." Singkatnya " oh yah. Apa anak buah mu sudah menemukan keberadaan adik kecilku?." Tanyanya kemudian


" Maaf tuan muda. Tapi masih belum ada tanda-tanda keberadaan nona muda Fiona." Jawabnya


Enhart, yah dia Enhart putra Eren. Yang sudah kembali pulang. Hal pertama yang ia cari tentu saja adik kecilnya. Erin? Tentu tidak, siapa lagi kalau bukan Fiona


Enhart menghela nafas kasar " Sebenarnya kamu dimana Fio." Gumamnya


" Tuan muda, bagaimana jika menanyakan langsung keberadaan nona muda Fiona. Tidak perlu repot-repot mencari diam-diam seperti ini." Kalau ada jalan mudah, kenapa harus pilih jalan yang sulit? Pikir Sky. Sekretaris Enhart


" Menurut mu, dia akan mengatakan hal yang sebenarnya? Kalau iya, aku juga tidak akan repot-repot seperti ini. Kalau aku tanya, pasti dia akan menjawab." Berdehem


" 'kakak tidak perlu khawatir, Fio baik-baik saja' dengan wajah imut nya. Ahkkk kenapa adik ku sangat manis." Menirukan suara wanita, walaupun tidak mirip. Sungguh Enhart adalah seorang bucin adik


Sky terkekeh di depan " Anda benar tuan muda. Nona muda memang sangat manis." Timpalnya. Dan Enhart manggut-manggut membenarkan


" Tapi, apa anda akan mengatakan hal yang sebenarnya kepada nona muda, tuan muda? Walau bagaimanapun nona muda juga harus mengetahui kebenaran nya." Melirik sekilas kearah kaca spion. Ia terlalu malas untuk menoleh, punggungnya hampir patah duduk di pesawat


" Menyembunyikan masa lalu nona Fiona juga tidak terlalu efektif. Saya yakin ada beberapa orang yang dapat mengakses nya." Lanjut Sky


Enhart terdiam. Ia menghembuskan nafas halus " entahlah. Tapi sepertinya aku harus mengatakan hal yang sebenarnya. Kasian Fiona selama ini sudah menderita. Tapi, menurutmu dia akan membenciku?."


" Hmm kalau dilihat dari sifat nona muda, bisa saja ia membenci anda." Bukannya memberikan semangat malah mengatakan hal yang paling ditakuti Enhart, bahkan dirinya sendiri


" Haisss kau benar juga. Tapi, bisa saja kau ikutan di benci."


" Eh! Benar juga. Tapi, yah semuanya juga tergantung nona muda. Nona Fiona adalah wanita yang kuat, aku yakin dia tidak akan membenci kita hanya karena hal ini." Pendapat awal dan sekarang berbeda. Rupanya ia benar-benar takut di benci nona mudanya


Enhart terkekeh geli " kau juga takut yah. Tenang saja aku juga." Membuat Sky garuk-garuk kepala


Sedangkan supir disana hanya terkekeh dalam hati. Entah apa yang sedang di bicarakan majikan nya, dia tidak punya urusan disana.


.........


Pagi ini Fiona bersiap-siap untuk menjemput sang kekasih di bandara. Sekarang wanita itu sudah ada di depan mobil " apa aku harus pakai papan nama lagi yah?." Berpikir dan " ah aku pakai saja."


" Pak apa papan namanya ada?." Tanyanya ke pal Ziel


Pak Ziel tersenyum " Sudah saya siapkan nona." Ia sudah mengantisipasi hal ini. Sekarang pak Ziel sudah sedikit terbiasa meladeni kelakuan sang nona muda yang kadang absurt


Senyum Fiona mengembang seperti sinar mentari yang timbul pagi ini " Mana?." Dan tak lama datang seorang pelayan yang entah siapa namanya memberikan papan nama bertuliskan Detrick Reventoon disana. " Terima kasih yah."

__ADS_1


Setelah itu Fiona pun masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju membela jalan padat di pagi hari ini.


Didalam mobil, Fiona selalu memeluk papan nama tersebut. Entahlah seperti ada magnet dipapan tersebut membuat wanita cantik itu selalu ingin memeluknya. Namun tiba-tiba " eh! Hadiah untuk Detrick tadi sudah aku bawa 'kan." Mencari-cari disekitar mobil namun nihil


" Pak berhenti dulu." Supir pun memberhentikan mobil.


" Ada apa nona?."


" Apa bapak melihat hadiah untuk yang sudah aku persiapkan untuk Detrick?." Yang ditanya langsung menggeleng 'kan kepalanya cepat. Kenapa jadi dia yang ditanya? Pikirnya


Fiona segera mengambil ponsel yang sedari tadi menganggur di sampingnya. Dengan segera ia menghubungi pak Ziel. Di taruhnya ponsel di daun telinga " Halo Pak Ziel?." Ucapnya saat sambungan telepon tersambung


" Iya nona."


" Begini. Apa pak Ziel tidak melihat hadiah yang sudah aku persiapkan untuk tuan muda mu?" Tanyanya


" Tidak nona. Tapi, tunggu akan saya Carikan." Kata yang di seberang membuat Fiona mengangguk cepat tanpa sadar. Pak supir yang melihatnya tersenyum geli, sungguh sikap sang nona muda sangat menggemaskan


" Bagaimana pak?." Tanyanya lagi saat menurut nya sudah menunggu beberapa lama


Terdengar helaan nafas yang di seberang " Maaf nona saya tidak menemukan apapun."


" Yah.. bagaimana dong? Tapi kok tidak ada yah?."


" Anu.. maaf sebelumnya Memang nya kemarin nona membelikan sesuatu untuk tuan muda?." Yang di ingat pak Ziel, kemarin saat Fiona pulang. Wanita itu sama sekali tidak membawa hal yang menurutnya cocok dijadikan hadiah


" Eh? Aku sudah membelikannya kok. Bahkan sudah aku bungkus. Memangnya kemarin aku tidak membawa apa-apa pulang ke mansion?."


Fiona kembali mengingat dan..


Puk..


Ia menpuk kening " Astaga bagaimana bisa aku lupa. Kemarin aku tidak membawa apa-apa pulang 'kan." Yang diseberang mengangguk seperti saat berbicara bertatapan muka dengan Fiona


" Berarti hadiah yang sudah aku beli hilang dong. Yah bagaimana ini?" Terkadang ia memang lupa menaruh barang-barang. Bahkan terkadang ponsel yang ia cari-cari ada di depan televisi tapi ia sama sekali tidak mengingat nya


" Sepertinya anda harus mencari hadiah lain lagi nona."


Fiona mendengus kasar. Padahal ia sudah capek-capek mencari barang tersebut, bahkan sampai harus merepotkan orang lain. Bukan hanya itu 'harganya yang seharga kehidupan satu tahun ku hilang begitu saja' pekiknya dalam hati


" Baiklah. Terima kasih pak Ziel. Aku tutup." Setelah mendapatkan jawaban dari seberang, ia pun memutuskan sambungan


Dihempaskan ponselnya di samping tempat duduk. Ia mulai berpikir, kira-kira apa yang harus ia katakan saat sang kekasih menagih hadiahnya? Ahhh memikirkan nya saja sudah membuat Fiona pusing.


" Sudah jam berapa yah? Memangnya waktunya cukup untuk mencari hadiah lagi. Padahal hampir 3 jam aku mencari hadiah itu." Bisakah sekarang ia berteriak? Seperti nya tidak


Di ambilnya ponsel yang sempat ia hempaskan tadi untuk memeriksa jam. Mata Fiona membulat lebar melihat layar ponsel " Kenapa inj? Bagaimana bisa..__" ia menutup mulut, syok. Gara-gara emosi sesaat ponselnya harus rela retak. Sial! Umpat dalam hati


" Apa kita akan langsung ke Bandara nona?."


Fiona kembali melihat layar ponselnya. Dilihat jam disana, tinggal 45 menit lagi jet yang di tumpangi Detrick akan mendarat " sepertinya masih ada waktu." Gumam Fiona

__ADS_1


" Ke konter HP terdekat dulu pak." Setidaknya ia ingin memperbaiki layar ponselnya yang rusak. Ia benar-benar gemas melihat wajahnya yang abstrak yang terpantul dari layar ponsel.


Pak supir hanya mengangguk dan mengikuti permintaan Fiona. Hingga mereka sampai di sebuah konter, yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil " Apa disini cukup, nona?." Merasa keberatan sendiri melihat konter yang tidak terlalu besar dihadapan nya


" Iya." Singkat Fiona lalu turun dari mobil. Ia segera masuk kedalam konter berwarna cat merah tersebut.


" Permisi, apa disini bisa mengganti anti gores ponsel?." Tanya Fiona pada seorang pria yang mungkin sebayanya


Pria tersebut tersenyum " Bisa. Boleh tahu tipe ponsel nona?." Dan mereka pun berbincang sebentar. Setelahnya Fiona menunggu ponselnya yang sedang di ganti anti gores.


Saat sedang menunggu, tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sebuah gantungan ponsel berbentuk karakter kartun anak-anak berbentuk burung. Burung merah, yang selalu menjadi karakter favorit dan pasangannya berwarna merah muda " oh yah. Kira-kira hadiah apa yang harus aku berikan yah?." Menimbang-nimbang dan akhirnya mengambil dua gantungan ponsel sepasang.


" Ini nona ponsel anda." Mengulurkan ponsel yang sudah seperti baru


Fiona tersenyum senang. Ponselnya benar-benar terlihat baru " Terima kasih. Oh yah, aku juga ingin membeli gantungan ponsel ini."


.........


Dengan langkah tegap, Detrick turun dari jet pribadi nya. Dengan diikuti oleh Michael keduanya berjalan keluar dari bandara. Wajah datar nan tampan keduanya tetap menjadi pusat perhatian, apalagi Detrick yang memang mempunyai wibawa seorang pemimpin


Walau wajahnya terlihat datar diluar, jangan kaget jika dalam hati ia bersorak gembira akhirnya bisa bertemu dengan kekasih kecilnya. Dan hanya satu orang yang bisa mengetahui hal itu, siapa lagi kalau bukan Michael si sekretaris serbaguna


" Anda terlihat senang, tuan." Ia juga ikut senang melihat tuan mudanya gembira


Detrick berdehem " Kau memang yang paling bisa memahami ku." Yah mau bagaimana lagi, mereka berdua sudah sangat lama bersama.


Michael tersenyum tipis " Tentu tuan. Semoga kebahagiaan selalu mengikuti langkah anda kedepannya."


Detrick ikut tersenyum tipis " Semoga saja." Tiba-tiba langkah nya terhenti saat melihat didepan sana ada seorang wanita manis yang tengah mengangkat sebuah papan bertuliskan namanya


Pria itu terkekeh " coba lihat. Bukannya dia sangat manis dan menggemaskan. Siapapun yang melihatnya pasti ingin membawanya pulang." Berbisik


Michael ikut terkekeh mendengar perkataan sang tuan muda. Yah memang benar apa yang dikatakan Detrick, kalau Fiona Memang sangat menis sekarang. Apalagi tingkahnya yang mirip anak kecil sungguh menggemaskan. Siapapun yang melihat hal itu pasti akan gemas sendiri. Tapi, tidak akan ada yang berani membawanya pulang begitu saja, apalagi melihat beberapa pengawal dibelakang Fiona. Malahan semua orang pasti akan ketakutan sebelum melihat wajah tersenyum Fiona


" Tidak akan ada yang berani membawanya pulang selain anda, tuan."


Detrick tertawa kecil " yah itu sudah pasti." Mengangkat kedua bahu lalu kembali melanjutkan langkahnya diikuti Michael yang sudah tidak terlalu terkejut melihat perubahan sikap dari sang tuan muda.


'anda benar-benar hebat nona Fiona' bukan hanya Detrick yang diubah menjadi lebih manusiawi, tapi seorang Bryanskara pun ikut berubah setelah berinteraksi dengan Fiona


'mungkin aku juga akan berubah suatu hari nanti'


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...klik tanda love dibawah ini 👇...

__ADS_1


__ADS_2