
Sedari tadi berusaha menahan diri untuk tidak memukul pria bejat yang yang berani-beraninya menyentuh tubuh wanitanya
Tangan Detrick mengepal kuat, ia sebisa mungkin mengontrol diri. Sebenarnya ia tak masalah jika memukul pria bejat tersebut, hanya saja Detrick penasaran apa yang akan di lakukan Fiona selanjutnya.
'ada apa dengan gadis Bodoh itu? Apa jangan-jangan...' Tatapan matanya tak bisa lepas memandangi Fiona
Saat Fiona Mendongak...
Deg..
Refleks tubuh Detrick bergerak lalu melayangkan bogeman mentah ke wajah pria yang berani-beraninya membuat Fiona menangis. Yah, rasanya dada Detrick remuk melihat air mata gadis itu luruh.
Bugh..
Bugh..
" Beraninya kau menyentuh tubuh wanita ku Brengsek!!."
" Kyaa..... " Para wanita malam disana berteriak histeris
Detrick tak menggubris dan tetap memukul wajah yang sudah berani membuat Fiona menangis. Meja sudah terbalik, sedangkan pria itu ada di bawah lantai dengan Detrick yang tetap memukul nya
Dua pria muda yang tersisa mencoba untuk menahan Detrick hanya dengan kata-kata karena tak ada yang berani untuk maju
" Tu.. tuan Detrick... Tolong hentikan." Ucap salah seorang pria muda disana yang tadi memberikan Fiona menuman
Detrick tak mendengarkan, ia berdiri lalu menendang pria yang ada di bawah kakinya tersebut. Pria itu sudah tidak sadarkan diri. Sungguh tidak sia-sia selama ini Detrick melatih tubuhnya, hanya dengan beberapa bogeman mentah darinya sudah dapat membuat lawannya pingsan tak berdaya
Detrick menatap tajam kedua pria yang tersisa, terlihat keduanya gemetar ketakutan. Mereka tak menyangka bahwa gadis yang sedari tadi mereka goda adalah wanita dari seorang penguasa seperti Detrick Reventoon.
Lirikan mata Detrick beralih melihat Fiona yang nampak masih menggeliat. Ia mendekati Fiona lalu memegang pundaknya.
Tubuh Fiona kembali meremang hanya karena sentuhan dari Detrick " Tu.. tuan." Menatap Detrick dengan wajah sayu yang sangat menggairahkan di mata Detrick
'Sial! Sepertinya benar-benar obat perangsang' Detrick melepas jas nya lalu menutupi tubuh bagian atas Fiona. Setelah itu ia langsung menggendong Fiona
Sebelum beranjak dari tempatnya, terlebih dahulu Detrick melihat satu-satu wajah yang ada di sana untuk mengingat nya.
Glek...
Setelah itu ia pun berjalan ke arah pintu lalu menendang pintu tersebut dengan keras, sontak Michael yang memang ada di luar bersama manager club langsung membuka pintu.
Aura mencekam menyeruak dari balik pintu, keadaan dalam ruangan bagaikan kapal pecah.
" Tuan? Eh! Nona Fiona..." Michael ikut terkejut saat melihat Detrick tengah menggendong Fiona yang di tutupi dengan jas nya, keadaan Fiona nampak tak baik-baik saja.
__ADS_1
" Michael buat mereka menyesali perbuatannya." Menekankan kata-kata nya
Michael menunduk hormat " Baik tuan." Ucapnya melihat satu persatu orang yang ada di dalam, ia tersenyum smirk. Dan yang di berikan senyuman langsung bergidik
Detrick melangkah keluar, ia berhenti tepat di depan manager club " aku tunggu penjelasan mu." Menatap tajam
Manager club langsung menunduk ketakutan. Ia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
" Eughh ahh panas ..." Kembali menggeliat, bahkan Fiona sampai menenggelamkan wajahnya di leher Detrick
Detrick menarik nafas kasar lalu berjalan keluar dari club di ikuti oleh Michael.
Di perjalanan menuju ke parkiran mobil, Fiona tak henti-hentinya mencium leher Detrick membuat empunya sudah ketar-ketir tidak karuan. Ingin sekali rasanya ia menerkam gadis di gendongan nya sekarang.
Michael segera membukakan pintu mobil bagian belakang, dan segera Detrick masuk kedalam sebelum nya ia mendudukkan Fiona terlebih dahulu barulah ia masuk dan duduk di samping Fiona yang seperti orang kepanasan.
" Cepat, kita ke mansion." Sahut Detrick dengan suara berat
" Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit, tuan?." Ucap Michael yang sudah menjalankan mobil
" Tidak, lebih baik kita ke mansion." Michael hanya mengangguk dan mulai menjalankan mobil menuju Mansion
Di dalam mobil, Fiona semakin menggeliat kepanasan. Ia mulai membuka kancing kemeja atas yang ia pakai.
" Hei.. apa yang kau lakukan." Pekik Detrick mencoba menahan tangan Fiona
Michael melirik ke arah spion dan melihat tingkah Fiona yang kini mulai menempel di tubuh Detrick, bahkan ia mencoba untuk mencium bibir Detrick, namun sebisa mungkin Detrick menahannya. Sepertinya Fiona sudah tidak bisa di kendalikan, ia kini benar-benar haus akan belaian.
Detrick melirik tajam ke arah Michael " Tutup matamu." Sarkas dengan nada yang paling dingin di antara yang pernah di dengar Michael
Sontak Michael membuang muka lalu memencet tombol agar sekat antara kursi kemudi dan penumpang.
" Huffhh semangat tuan." Gumam Michael
Di belakang...
" Eughhh panas tuan... Tolong saya.. ahh.. gerah..." Mulai kembali membuka kancing kemejanya
" Hei.. aku bilang jangan dibuka." Menahan tangan Fiona, dan yah itu berhasil. Namun hal tak terduga terjadi, Fiona langsung mengalungkan tangannya di leher Detrick.
Ia mencium dan mengendus bau tubuh pria tampan tersebut " Eughh Fiona.. jangan lakukan ini." Mencoba mendorong Fiona, namun gadis itu malah semakin mengeratkan pelukannya.
Fiona yang sudah kehilangan kendali, Langsung mencium bibir Detrick, ia juga melumaat bibir pria tersebut. Membuat Detrick yang memang sudah di landa gairah akan tubuh Fiona Langsung membalas ciuman panas tersebut
" Ummphhh." Melepas ciumannya " Jangan menyesal nanti." Kembali mencium Fiona, ia menarik tengkuk gadis yang sudah di landa gairah tersebut dan merangkul pinggang nya.
__ADS_1
Sedangkan Fiona mengelus tengkuk serta pipi Detrick yang mana semakin membuat gairah tersebut meningkat. Keduanya saling menukar salivah, kepalanya di putar kanan kiri untuk mencari kenikmatan yang lebih. Lilitan lidah tak luput mereka lakukan.
Detrick melepas ciuman tersebut untuk mengambil nafas, ciuma yang sangat membara kembali ia layangkan dan dengan senang hati di terima oleh Fiona yang sudah terpengaruh dengan obat perangsang.
Tangan Detrick mulai meraba-raba bagian dada Fiona yang mana membuat Fiona mengeluarkan desahaan laknat yang sangat indah di dengar oleh Detrick.
Detrick semakin bersemangat, ciumannya turun ke leher jenjang gadis tersebut
" Tu.. ah.. tuan..."
Detrick menghentikan aktivitasnya dan melihat wajah Fiona yang sangat sayu dan merah, ia tahu kalau gadis yang tengah ia cumbu ini sudah tidak tahan, dan dirinya juga sama.
Detrick menekan tombol di bagian samping kursi " Apa masih lama?." Ucapnya dengan nada berat pada Michael melalui alat tersebut
" Kita sudah sampai tuan." Ujar Michael
Dengan cepat Detrick kembali memakaikan jasnya ke tubuh Fiona, menutupi tanda kissmark yang ia buat serta tubuh bagian dada yang telah terbuka.
Tanpa menunggu Michael membukakan pintu mobil, ia langsung membuka pintu mobil tersebut dan segera turun sembari menggendong Fiona, dan tanpa banyak bicara ia berjalan dengan langkah cepat ke dalam mansion
" Ada apa sebenarnya?." Gumam Michael melihat punggung sang tuan muda yang semakin menjauh
" Semoga saja semuanya akan baik-baik saja." Ucapnya lagi
Sedangkan Detrick yang sudah masuk kedalam mansion segera naik ke atas kamar menggunakan Lift.
Di dalam Lift, Fiona kembali mencium leher Detrick yang bisa ia jangkau. Sungguh dirinya sudah tidak bisa menahan sesuatu yang akan segera meluap
Detrick melahap bibir mungil tersebut, ciuman panas kembali terjadi di dalam lift dengan posisi Detrick yang masih menggendong Fiona ala bridal style.
Ia melepas ciumannya " Sialan! Kenapa mansion ini besar sekali!." Untuk pertama kalinya ia menyesal telah membangun mansion yang sangat besar.
Ting..
Akhirnya setelah di tunggu-tunggu sekian lama pintu lif pun terbuka. Detrick segera keluar dari dalam lift dengan kembali mencium Fiona. Di depan kamar, ia langsung menendang pintu kamar lalu segera masuk kedalam.
Detrick kembali menutup pintu, setelah itu ia kembali menciun bibir manis Fiona lalu membawanya ke atas ranjang. Ia mengukung tubuh mungil Fiona dan kembali mencium Fiona dengan sangat bergairah.
Tangannya perlahan mulai membuka semua kancing kemeja ketat yang di pakai Fiona, ia melepas ciumannya lalu melepas dasi yang ada di kemejanya sendiri " Jangan menyesal yah." Smirk Detrick dan kembali mencium Bibir Fiona lalu turun ke leher jenjang gadis tersebut
.
.
TBC
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️