Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Pria-pria Sialan!


__ADS_3

" wah... Kau sangat cantik dan seksi menggunakan pakaian seperti ini." Ujar salah seorang waiters yang bekerja bersama Fiona


" Tapi, bukannya ini terlalu terbuka." Ia tersenyum canggung


" Memangnya kau mau pakai cadar masuk kedalam club." Ketus wanita tersebut. Ia nampak biasa saja memakai pakaian kekurangan bahan tersebut.


Fiona hanya diam, ia tidak ingin mencari masalah. Apalagi tempat ini bukanlah tempat yang biasa ia datangi, entah apa yang akan ia lalui di tempat haram seperti ini. Ah.. bukan! Ini bukanlah tempat haram, karena di negaranya hal kebebasan seperti sekarang ini sudah hal biasa.


Malah mungkin Fiona yang berpikir club adalah tempat haram adalah pemikiran orang-orang kulot.


" Ayo.. Ayo semuanya bersiap. Malam ini kita akan melayani pelanggan VVIP. Jangan sampai ada kesalahan." Seorang wanita yang adalah senior di tempat itu datang


Ia tersenyum melihat Fiona " Hmm kamu sangat cantik. Dengan kecantikan mu ini, kamu bisa mendaki ke level yang lebih tinggi. Goda lah sepuas mu." Ucapnya dengan percaya diri


" Apa? Tidak! Saya tidak ingin menggoda. Saya kesini bekerja untuk menjadi waiters! Hanya itu." Bantah Fiona


" Baiklah.. baiklah.. menggoda hanya kerja sampingan para waiters yang ingin cepat naik level. Kalau pun kamu tidak mau, jangan di paksakan. Okey." Ucap bijak wanita tersebut


Fiona mengangguk " Terima kasih."


Setelah itu mereka pun bersiap-siap menanti panggilan untuk membawa alkohol ke tempat VVIP.


" Fiona kamu bawakan alkohol ini ke room VVIP Nomor 09." Ucap senior Fiona. Inilah yang di tunggu-tunggu dari tadi


" Baiklah, aku tinggal menaruhnya di meja 'kan." Mengambil troli yang berisi beberapa botol minum keras


" Kamu serius tidak tertarik menggoda salah satu pengusaha muda? Dengan penampilan mu ini, pasti ada yang tergoda." Ucap salah seorang waiters seperti Fiona


Fiona menghembuskan nafas kasar " Tidak. Hidup ku sudah rumit, aku tidak ingin membuat hidup ku semakin rumit dengan masalah yang aku timbulkan." Ucap Fiona mulai menyusun dan merapikan beberapa botol dan gelas yang ada di atas troli


" Kalau begitu aku duluan yah. Aku harus mengantar pesanan ini." Mengalihkan pembicaraan


" Baiklah, hati-hati jangan sampai menyinggung perasaan orang-orang yang berkuasa." Senior Fiona memperingati


'aku sudah pernah menyinggung orang yang paling berkuasa di kota ini' Fiona tersenyum " Tidak untuk yang kedua kalinya." Setelah mengatakan hal itu, ia pun pergi dari sana


Fiona keluar dari ruangan tempatnya tadi menuju ke room VVIP Nomor 09. Gema musik mengiringi langkah Fiona, terlihat jelas beberapa orang yang mabuk-mabukan bahkan ada yang melakukan hal tidak senonoh.


" Yah namanya juga negara bebas." Gumam Fiona tidak mengambil pusing pemandangan merusak mata tersebut


Ia menghentikan langkahnya tepat di ruangan VVIP Nomor 09. Di dalam ruangan ini, sudah pasti isi nya adalah orang-orang yang berkuasa dan juga berpengaruh. Apalagi ruangan ini adalah ruangan istimewa yang di buat kedap suara agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan tamu di dalamnya


Sebelum masuk, Fiona mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok.. tok.. tok..

__ADS_1


Ceklek...


Seorang wanita berpakaian sama dengan nya membuka pintu " Ada apa?." Tanyanya


" Ini aku bawa minuman yang sudah di pesan sebelum nya." Ucap Fiona memperhatikan tampilan wanita di depannya ini. Ada beberapa kissmark di leher cantik wanita tersebut. Fiona tidak ingin ambil pusing


" Oh ayo bawa masuk." Membuka lebar pintu tersebut


Fiona mendorong troli memasuki ruangan, saat masuk aroma tembakau menyeruak memenuhi ruangan. Keadaan di dalam tidak terlalu terang namun juga tidak gelap.


Fiona bisa melihat ada lima pria di dalam. Dua di antara adalah pria paruh baya yang mungkin seumuran dengan Edward, ayah Erin. Sedangkan ketiga sisanya masih muda mungkin seumuran Detrick. Dan di sisi masing-masing pria-pria tersebut nampak ada beberapa wanita yang memakai pakaian seksi sama dengan dirinya.


" Suit.. suit.." Saat Fiona mulai melangkah masuk, salah seorang pria bersuil melihat kemolekan tubuh dan wajah Fiona


Fiona hanya tersenyum menanggapi, ia setidaknya ingin terlihat ramah di hadapan Pelanggan.


Dengan sangat hati-hati Fiona mulai menurunkan beberapa botol alkohol yang ada di atas troli beserta dengan gelas. Dan saat melakukan nya, ia sangat berhati-hati agar rok spam yang ia pakai tidak terangkat serta dadanya juga tidak terlihat. 'dasar baju kekurangan bahan'


Setelah menaruh semuanya, Fiona kembali berdiri " Silahkan di nikmati." Ujarnya


" Tunggu dulu." Seorang pria muda menahan tangan Fiona.


" Maaf?." Ia mencoba untuk tenang


" Hei.. ayo temani kami minum." Ujar salah seorang lagi


" Ckckck jangan membantah! Ayo."


Karena tidak ingin mencari masalah, akhirnya Fiona turut duduk di samping pria yang memegang tangan nya sekarang " Apa sekarang anda bisa melepaskan tangan saya?." Ujar Fiona dan duduk di samping pria tersebut. Mau bagaimana lagi, hanya tempat itu yang kosong


Pria yang ada di seberang nya memberikan alkohol Kepada Fiona " Minum lah. Kita bersenang-senang malam ini."


" Tapi jangan sampai mabuk." Sahut salah satu pria paruh baya di sana, ia nampak tak tega melihat Fiona di paksa


" Tenang saja, kami kuat minum alkohol." Seru pria yang ada di samping Fiona


" Maaf, tapi saya tidak minum." Ucap Fiona hati-hati. Jangan sampai ia menyinggung perasaan salah seorang di sana, jika tidak ingin mendapatkan masalah


" Hei.. tidak ada yang bertanya kau bisa minum atau tidak! Tapi kau harus minum." Kesal yang berada di seberang Fiona


Sebenarnya Fiona cukup kuat dalam hal minum alkohol atau teman-temannya, tapi ia tidak ingin menerima minuman dari pria yang tidak ia kenal begitu saja


" Tapi tuan, saya benar-benar tidak bisa minum." Tolak lagi Fiona


Pria yang ada di samping Fiona berdecak " Ck! Kemarikan." Mengambil gelas yang berisi Alkohol dari tangan pria yang ada di depannya

__ADS_1


Lalu ia menarik tangan Fiona dan menjepit pipi gadis yang ada di sampingnya. Sontak mulut Fiona terbuka secara paksa dan dengan cepat pria bejat tersebut memasukkan minuman haram ke dalam mulut Fiona


" Uhuk.. uhuk.. uhuk..." Memukul-mukul dadanya yang terasa sesak gara-gara di paksa meminun alkohol.


Ketiga pria muda disana tersenyum licik sedangkan kedua pria paruh baya disitu tidak tahu harus apa. Mereka tidak tega melihat Fiona yang di paksa, keduanya teringat dengan anak perempuan mereka. Tapi, memangnya apa yang bisa kedua pria paruh baya itu laki-laki tersebut lakukan? Keduanya juga di paksa berada disana dengan mengancamnya menggunakan kekuasaan.


Bahkan wanita-wanita yang ada di samping mereka juga di paksa untuk duduk menemani keduanya, walaupun jujur saja kedua pria paruh baya itu tidak suka akan keberadaan wanita-wanita seksi di samping mereka.


" Tu.. tuan.. uhuk.."


" Seharusnya tadi kau meminumnya suka rela, aku jadi tidak perlu memaksa mu." Ketus pria yang ada di sampingnya


Fiona mencoba untuk kembali profesional " Maafkan saya." Ucapnya. 'untunglah aku kuat minum'


Setelahnya Fiona hanya diam duduk memperhatikan orang-orang bejat di dalam ruangan ini. 'wanita-wanita seperti mereka rupanya memang hal ini yang mereka incar' Monolog Fiona dalam hati melihat beberapa wanita dengan pakaian yang sama dengan nya tengah menggoda pria-pria di sana bahkan yang paruh baya tidak mereka lepaskan.


'mungkin seperti ini pekerjaan ibu dulu'


" Uhhh kenapa panas begini." Baru beberapa menit berlalu, Fiona merasakan panas dan gerah di tubuhnya


Ketiga pria muda di sana tersenyum tipis melihat hal itu. 'apa-apaan ini, apa mungkin di minuman itu. Ahhhk ini panas'


Ia menggeliat dan tidak tenang " Ada apa, kau baik-baik saja?." Ucap pria yang ada di depan Fiona. Sontak semua orang menatap ke arah wanita Tersebut


'bajingan gila!' Umpat Fiona, tapi tidak mungkin ia mengatakan hal tersebut " Ti.. tidak, saya baik-baik saja." Ucap Fiona mencoba untuk tetap tenang walaupun saat ini ia sungguh-sungguh haus akan sentuhan


" Kau benar, baik-baik saja? Sepertinya tubuhmu tidak sedang baik-baik saja." Menyentuh pundak Fiona


Hanya dengan sentuhan seperti itu mampu membuat tubuh Fiona meremang ingin lebih, ia menepis kasar tangan pria di sampingnya " Saya baik-baik saja. Saya hanya pusing sedikit. Kalau begitu saya permisi ke belakang dulu." Berdiri, ia ingin segera pergi dari ruangan yang penuh dengan pria bejat dan pria pengecut


Pria yang ada di samping Fionq menahan tangan Fiona " Hei.. jangan seperti itu. Kau pasti baik-baik saja kalau ada di ruangan ini. Temanilah kami disini." Mencengkram erat tangan Fiona


Fiona kembali duduk agar tangannya bisa di lepaskan. Hawa di sekitarnya sudah sangat panas. Ia melihat dua pria paruh baya yang ada disana, dan yang di lihatnya malah memalingkan wajah seperti tidak melihat Fiona yang jelas-jelas sudah di tipu.


'sialan'


Tiba-tiba...


Ceklek..


Mata Fiona melebar melihat siapa yang masuk.


.


.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2