Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Meminta Bantuan


__ADS_3

Karena Fiona yakin kalau Langga Anataran adalah tamu penting dari Detrick, ia jadi tidak langsung ke ruangan sang bos melainkan ke tempat Rani berada


Dengan santainya ia berjalan menuju ruang istirahat dari Ob/g. Di lorong semua yang melihat Fiona menunduk horma membuat Fiona harus tersenyum paksa tapi tetap harus manis


Ceklek...


Ia membuka pintu, dam terlihat semua orang sedang menatapnya lalu Langsung menunduk. Karena sudah mulai biasa, Fiona hanya tersenyum lalu melangkah mendekati Rani yang ikut menunduk


" Hei..." Menepuk pundak wanita itu


Rani mendongak " Selamat datang nona muda. Apa ada yang.. auuu auuchh." Memegang pipi yang di cubit oleh Fiona


Fiona tergelak " Rasakan! Makanya jangan bermain-main padaku seperti itu." Duduk di samping Rani


Rani hanya terkekeh " Asik saja menjahili mu. Lagian kamu juga tidak mengatakan kalau selama ini kamu bekerja menjadi Office girl untuk mengawasi kekasihmu." Itulah yang di ketahui orang-orang di kantor


" Padahal tidak mungkin tuan Detrick selingkuh. Ada-ada saja kamu." Fokus dengan drama yang menampilkan para pria-pria tampan di sana sembari memakan cemilan


Fiona hanya bisa tersenyum kikuk 'seandainya kau tahu yang sebenarnya' menangis dalam hati.


Mengusap tengkuk " Kamu sedang menonton apa?." Tanyanya mengalihkan perhatian


Mengunyah cemilan samptai tandas " Biasalah drakor. Tapi, ada apa nih tiba-tiba nyonya Detrick datang ke tempat rendahan seperti ini." Sekali lagi menggoda Fiona


Wajah Fiona memerah " husstt hentikan! Kamu tahu itu sangat menggelikan."


Rani terkikik geli " Haisss seharusnya kamu pamerkan pada keluarga angkat mu itu. Aku yakin 10 milyar persen mereka akan terngaga, atau mungkin jatuh pingsan." Di akhiri dengan tawa renyah nya


Fiona ikut tertawa " Itu tidak salah sih, tapi apa gunanya aku melakukan itu. Hidupku sudah tenang tanpa ada serangga-serangga seperti mereka." Dan keduanya kembali tertawa


Orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut curi-curi pandang Kepada dua wanita yang ada di dunianya sendiri 'irinya... Aku juga ingin berbicara dengan nona Fiona' itulah kata hati mereka. Padahal belum ada satu Minggu yang lalu mereka bebas berbicara dengan wanita itu, sekarang hanya untuk menyapa rasanya sangat enggan dan tak berani


" Sudah ku duga." Menepuk bahu Fiona " seharusnya sudah dari dulu kamu memakai pakaian yang feminim seperti ini. Kamu tahu, sekarang kamu benar-benar sudah seperti orang kaya."


Fiona tergelak " Yah beginilah caranya menjadi crazy rich instan." Lagi-lagi mereka tertawa bersama


Tatapan Rani beralih melihat sebuah paper bag yang ada di atas meja, yang di taruh Fiona tadi tapi tidak di bahas sama sekali " Bekal makan siang ala tuan Detrick?." Menunjuk menggunakan dagu


" Yah seperti itulah." Mengangkat kedua bahu


Dengan menatap jam di dinding, Rani kembali angkat bicara " Sudah jam 9.15 menit, kamu yakin masih duduk di sini?."


" Dia ada tamu penting, tidak enak aku ganggu." Mengambil cemilan yang ada di atas meja dan ikut memakan nya


Rani manggut-manggut. Memang yah orang kaya memang aneh. Dimulai dari Detrick yang menyuruh Fiona membawakan bekal makan siang di jam 9, boleh kurang tapi tidak boleh lewat satu menit pun. Bahkan terkadang detiknya itu ia hitung. 'dan hebatnya, temanku yang satu ini selalu bisa menuruti semuanya. Entah aku harus memberikannya penghargaan'


Rani ikut memakan camilan yang sama dengan Fiona, dan kemudian keduanya kembali pada layar kecil yang sedang ada di atas meja yang di sandarkan dengan sebuah botol minuman kaca.


'aneh, kenapa tiba-tiba jadi hening' Batin Fiona. Ia memegang pundak Rani, dengan tatapan keduanya berbicara


Mungkin kira-kira percakapan keduanya seperti ini 'apa kau tidak merasa ada yang aneh?' di mulai dari kode mata Fiona. Rani membalas 'aku juga merasa ada yang aneh, tapi apa?'

__ADS_1


Sampai mata Rani menangkap sosok di belakang Fiona. Dengan cepat Rani berdiri dari duduknya, Sontak saja Fiona heran melihat hal itu. Lagi-lagi Rani hanya mengatakannya lewat tatapan mata 'cepatlah menoleh ke belakang'


Fiona langsung bangkit dan menoleh ke belakang. " Mi.. Michael..." Mengusap tengkuknya. 'kenapa suara langkah kakimu harus tidak terdengar sih'


" Nona, sebenarnya apa yang sedang anda lakukan disini. Tuan Detrick sudah mencari-cari anda dari tadi, sebaiknya anda segera bergegas menemui kekasih anda." Seperti ucapan ijab qobul, Dengan hanya sekali tarikan nafas Ia mengatakan nya. Michael tak ingin berbelit-belit lagi


" Eh?! Tapi bukannya dia sedang ada tamu." Masih tidak terbiasa mengucapkan nama Detrick di tempat banyak orang.


" Nona tidak perlu memikirkan hal itu, sebaiknya anda segera naik ke atas menemui tuan Detrick." Sungguh ia menjawab dengan ciri khasnya


Fiona menghela nafas pelan " Baiklah." Berbalik melihat Rani, sekali lagi ia berbicara lewat tatapan mata 'kamu sudah dengar. Aku pergi dulu' mengambil paper bag yang ada di atas meja


Dan di balas oleh Rani dengan tatapan mata juga 'semangat! Temuilah kekasih tercinta mu' Mengangkat jari jempolnya


'apa ini yang di sebut kekuatan ikatan batin' Michael melihat heran kedua wanita di depannya. Padahal bisa memakai mulut tapi mereka malah memakai mata. Apa ini yang di sebut dengan jika ada cara sulit kenapa harus pakai cara mudah? Pikir Michael


Setelah itu Fiona pun pergi dari sana dengan Michael di belakang mengikuti kekasih sang tuan muda dengan masih segala kebingungannya.


.........


Saat Langga bersama sekretaris nya berpisah bersama Fiona tadi, ia Langsung menuju ke CEO room.


Bersama sekretaris Detrick yang melaporkan kedatangan Langga, ia mengetuk pintu. Setelah mendapatkan sahutan, sekretaris wanita itu membukakan pintu dan mempersilahkan Langga bersama sekretaris nya untuk masuk.


Langga bersama sekretaris nya masuk " Selamat pagi menjelang siang, tuan Detrick." Ucap Langga


Detrick berdiri " Selamat datang. Duduklah." Mengajak untuk duduk di sofa dan ikut duduk juga tepat di depan Langga, sedangkan Michael duduk persis di sebelah Detrick, sama dengan sekretaris Langga yang ikut duduk di sebelah Sang bos


" Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Kau sendiri?." Keduanya memang cukup akrab. Apalagi kakak Langga, mungkin lebih akrab dengan Detrick


" Hahah saya juga baik."


" Bagaimana dengan Nona Lyza?." Menanyakan kabar mengenai rekan setianya


" Kak Lyza sudah bahagia bersama suami dan anak-anak nya di negeri bagian timur." Ujar Langga


" Wah.. Nona Lyza sudah menikah? Jadi, dia sudah keluar dari dunia hitam?." Sedikit terkejut. Lyza yang ia kenal sangat kejam terhadap musuh-musuh nya, bahkan sesama rekannya juga ia sangat kejam jika ada yang berkhianat


" Seperti yang anda katakan. Sudah 8 tahun kak Lyza menikah, dia lebih memilih Keluarga nya daripada dunia hitam. Apalagi keluarga suami kak Lyza juga sangat berpengaruh."


" Keluarga yang Berpengaruh di negeri timur?." Gumam nya sembari berpikir " Ah! Apa jangan-jangan keluarga Warrent?." Yang kali ini ia sangat terkejut, bukan hanya Detrick saja tapi Michael juga ikut terkejut.


Keluarga Warrent, Memang terkenal akan keramahan dan taat akan agamanya, jadi karena itu bagaimana bisa seorang ketua mafia yang hari-hari nya di penuhi dengan kegiatan maksiat menikah dengan tuan muda dari keluarga Warrent


" Yah begitulah. Yang penting sekarang kak Lyza sudah bahagia itu sudah cukup."


" Jadi, ada apa anda memanggil saya kesini?." Akhirnya menanyakan hak yang utama


" Fiona de Edebenderg, aku sudah mencari-cari informasi tentang nya sebelum di adopsi tapi tidak ada data sama sekali yang tertinggal." Tidak rela untuk memberikan foto Fiona begitu saja


" Fiona de Edebenderg? Hmm nama yang unik. Apa ada gambarnya?." Tidak ingin bertanya lebih, siapa gadis ini bagi seorang seperti Detrick Reventoon

__ADS_1


Detrick berdehem " Aku tidak bisa memberikan foto kekasihku begitu saja." Wajahnya sedikit memerah mengatakan hal itu


Langga manggut-manggut " Oh.. keka.. eh! Apa!!!." Pekiknya. Bukan hanya Langga saja yang terkejut tapi sekretaris nya juga ikut terkejut 'tunggu.. jangan-jangan Fiona yang aku temui di lift tadi. Bagaimana bisa gadis lugu seperti itu terjebak dengan hewan liar!!'


" Ada apa? Tidak ada yang salah 'kan aku punya kekasih."


" Tidak salah sih, cuman saya hanya merasa aneh." Tersenyum kikuk. Walaupun keduanya cukup akrab, Langga tetap berbicara sopan dengan Detrick


" Jadi, anda menyuruh saya mencari latar belakang kehidupan Fiona? Hm kenapa tidak meminta bantuan keluarga Reventoon?."


" Aku tidak akan capek-capek meminta bantuan mu jika ujung-ujungnya aku pindah haluan." Tetap saja harga diri lebih penting dari segalanya


Langga terkekeh, ia sangat tahu setidak sudi nya pria di depannya ini dengan yang namanya kekuasaan keluarga yang ia dapat dari lahir. Detrick Memang lebih suka menggunakan kekuasaan yang ia raih dengan tangannya sendiri


" Baiklah, tapi jika sampai anda tidak bisa mendapatkan informasi sedikit pun, kemungkinan besar kekuasaan saya juga belum tentu bisa membantu." Apalagi sudah bukan Lyza yang memegang alih keluarga Anataran


" Kemungkinan kita membutuhkan kekuatan dari dunia gelap. Hmm sepertinya saya harus menghubungi pemimpin ketuanya yang baru." Menyebut nama ketua mafia yang sekarang menempati Dark Blodd


" Benar juga, nona Lyza sudah tidak berada dalam Dark Blodd 'kan. Berarti yang memimpin sekarang, yang memimpin Zean?." Tebak Detrick. Menurutnya kemungkinan besar yang akan menggantikan Lyza adalah Zean


" Bukan Zean, tapi Sean. Zean mengikuti jejak kak Lyza yang juga ikut bertobat."


Detrick mengangkat kedua alis cukup terkejut dengan perkataan Langga. Sean? Sean yang itu??! Yang benar saja! Tidak ada masalah 'kan pikir Detrick


Lain dengan Michael yang malah nampak jelas wajah keterkejutan nya. Ia sangat yakin bahwa Zean yang akan meneruskan nya, sifatnya dengan Zean tidak jauh berbeda hanya saja Zean tidak akan pernah mengumpat sang majikan dalam hati sekalipun.


'tidak! Bukan hal itu yang penting sekarang. Sean? Apa?! Aku malah lebih percaya kalau Singa makan sayuran!' segitu tidak percaya Michael akan semua ini. Mungkin ia lebih percaya Ronaldo lahir di Indonesia


Langga tertawa melihat wajah Michael yang selalu berwajah datar sampai memperlihatkan keterkejutan nya, sedangkan Detrick hanya manggut-manggut tak jelas " Setidaknya Sean cukup mahir dalam dunia gelap."


" Itu benar. Jadi, sepertinya aku harus menghubungi Sean Siangga Putra." Tak menampik bahwa Sean yang mempunyai sifat seperti anak-anak memang sangat ahli dalam hal dunia gelap


Sekretaris Langga, Gerald namanya memberikan kartu nomor telepon Sean kepada Michael " Saya juga nanti akan memberitahu tuan Sean mengenai anda yang akan menghubungi nya." Kata Gerald saat memberikan nomor telepon Sean


Detrick melirik jam tangan mahal nya 'sudah lewat 14 menit dari jam 9, kenapa wanita itu masih belum sampai. Padahal tadi sudah di jalan' Biasanya Fiona datang sebelum jam 9, tapi sekarang batang hidungnya bahkan tidak terlihat


Michael yang sadar akan sang tuan muda yang selalu melihat jam akhirnya sadar. Ia berbisik " Apa saya harus menjemput nona Fiona, tuan." Asisten yang sangat peka adalah yang terbaik


Detrick memejamkan mata sebagai tanda iya. Setelahnya Michael langsung berdiri " Maaf sebelumnya, tapi ada urusan yang harus saya lakukan. Kalau begitu saya permisi." Mereka hanya mengangguk.


Michael pergi dari sana, ia keluar dari dalam ruangan dengan melihat jam " pasti nona, sedang berada di ruangan ob/g." Tadi, dia sudah mendapatkan laporan bahwa nyonya masa depan Dbr kingdom sudah datang dari 45 menit yang lalu.


Tapi Michael yakin kalau Fiona akan langsung naik saat memang sudah jam 9, tapi sampai 14 menit berlalu batang hidung Fiona masih belum muncul juga. Sungguh membuat Michael harus repot-repot mencari nya, Padahal bukan dia kekasih nya, tapi malah ia yang harus repot.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2