
Sayup-sayup Fiona membuka mata " Eugghh." Meregangkan otot-otot tubuh, ia mencoba bangun dari tidur. Setelah duduk, ia kembali meneliti ruangan tersebut
" Ckckck tadi aku sempat memperhatikannya tapi, ruangan ini memang sangat mewah. Melebihi kemewahan di hotel bintang lima."
Mengambil ponsel yang ada di atas nakas. Ia membuka pesan-pesan yang dikirim Rani kepadanya " Tumben Rani mengirim pesan sebanyak ini." Tak tunggu waktu lama ia pun membalas pesan tersebut
" Penjelasan apa?." Balas Fiona
Tidak cukup satu menit pesan tersebut terkirim, Rani langsung membalas nya " Jangan pura-pura tidak tahu." Setelah mengirim balasan tersebut, link juga tak luput di kirim Rani
Tak ingin terjebak dalam kebingungan, Fiona tanpa ragu menekan link tersebut. Jaringan yang sangat bagus dan cepat bagaikan meteor yang mendekati bumi, berita itu langsung memenuhi ponsel Fiona
" Hah??! A.. apa-apaan ini!!!." Meneliti lebih jauh apa yang di katakan artikel di dalam platform grup perusahaan
Ting...
Pesan kembali masuk dari Rani, Fiona pun membukanya. Disana tertulis " bagaimana? Sekarang kamu sudah bisa menjelaskan nya 'kan." Di sertai emoji merajuk dan asap yang keluar dari kedua hidung
Fiona pun membalas " Tunggu dulu." Dan di sertai emoji ketawa canggung yang keringatnya keluar sebelah
Dengan cepat Fiona turun dari ranjang dan berlari keluar.
Brakk....
Berbalik melihat Pintu, ia meraba-raba bagian pintu mahal yang tidak sengaja ia banting 'ini tidak rusak 'kan. Barang mahal kalau rusak gantinya akan lebih mahal' khawatir dengan Pintu, padahal dirinya sendiri yang membanting malah ia juga yang di buat kalang kabut
Detrick yang tadi sempat terkejut karena tiba-tiba pintu ruangan pribadinya di banting cukup keras sontak Melihat ke arah sumber suara
'apa yang di lakukan wanita bodoh itu' tidak mengalihkan pandangan dari seseorang yang sedang mengkhawatirkan pintu
Detrick Terkekeh geli " apa yang kau lakukan." Suara barinton itu mengalihkan perhatian Fiona.
Fiona yang tadi sempat melupakan tujuan awalnya kembali sadar akan apa yang ia ingin lakukan, ia berjalan mendekati Detrick. Saat sudah sampai di depan Detrick dan hanya di halangi dengan meja, Fiona menyodorkan ponsel ke wajah sang bos
" Tuan, apa maksudnya dengan artikel ini?." Tanya Fiona sedikit menggebu-gebu walaupun tetap berhati-hati
Detrick menaikkan sebelah alisnya lalu mengambil ponsel tersebut, di bacanya artike yang ada di platform grup perusahaan, sudut bibir sebelah terangkat
" Beritanya cepat juga." Jawaban Detrick malah membuat Fiona melongo
" Maksudnya? Tuan, jangan-jangan..."
Menaruh ponsel di atas meja " Seperti yang tertulis di platform itu, mulai saat ini berhentilah jadi office girl karena sekarang tugasmu adalah menjadi kekasihku." Dengan sangat santai mengatakan nya
__ADS_1
'apa! Bisa-bisanya dia mengambil keputusan begitu saja, yah walaupun aku senang juga sih'
" Tapi tuan, bagaimana dengan reputasi anda?." Seorang office girl berpacaran dengan seorang CEO, waw berita yang tak akan terlupakan. Tapi, bagaimana pendangan orang tentang hal tersebut?
Detrick tersenyum sinis " Memang nya mereka berani berbicara tentang ku."
'haha aku lupa siapa anda'
" Baiklah jika anda tak keberatan. Tapi, bagaimana dengan pekerjaan saya?."
" Kau sudah ku pecat, jadi sekarang jadilah kekasihku. Tugasmu sangat gampang, kamu hanya membawakan makan siang padaku saat jam 9."
Fiona manggut-manggut " baik... Eh? Jam 9? Bukannya seharusnya jam 11 atau 12 yah?." Siapa yang akan menyangka jam makan Siang adalah jam 9
" Tidak perlu membantah! Lakukan saja!."
" Baik." Mengangguk. Tidak perlu mencari masalah lagi, karena itu tidak akan ada untungnya malah akan merugikan nya
" Oh yah dan mulai sekarang jangan panggil aku dengan embel-embel tuan." Yap perkataan Detrick kali ini membuat Fiona bingung dan heran. Bukan karena apa, ia cuman tak tahu harus memanggil sang bos dengan sebutan apa
" Jadi, saya harus memanggil anda dengan sebutan apa?."
" Jangan memakai bahasa formal! Tidak ada sepasang kekasih di luar sana yang saling menggunakan bahasa formal."
Fiona sedikit ragu, masa iyya dirinya harus bersikap santai di depan sang bos. Tapi, sepertinya kalau hal ini tak di lakukan mungkin besok kepalanya sudah ada di depan pintu melayang-layang.
Detrick tersenyum smirk " Memang nya bagaimana cara sepasang kekasih di luar sana saling memanggil?." Menaikkan sebelah alis
" Eh! Hmm mu.. mungkin dengan panggilan kesayangan." Hanya itu yang ia tahu, walaupun dulu ia tak pernah memanggil sang mantan dengan panggilan kesayangan
Detrick mengetuk jari di atas meja kaca " Hmm panggilan kesayangan yah ..." Mengelus dagu, tiba-tiba ia berhenti memainkan jarinya " Boleh juga." Lirih sambil melihat Fiona yang masih setia berdiri di sana.
Membayangkan Fiona memanggilnya dengan panggilan kesayangan sudah membuat Detrick mabuk kepayang
" Baiklah, mulai sekarang panggil aku dengan panggilan kesayangan." Lagi-lagi mengambil keputusan dengan sesuka hati. Tapi, tidak ada yang berani protes
" Apa??!." Pekik Fiona tanpa sadar, ia Langsung menutup mulut memakai kedua tangannya
" Ada masalah?." Suara rendah nya sungguh mampu membuat lawan bicara tak dapat berkutik
Fiona menunduk " Baiklah..." Pasrah. Ia tak bisa membantah 'tapi, bagaimana caraku memanggil nya? Baby? Honey? Darling? Atau sayang? Aduh... Kenapa panggilan kesayangan ada banyak sekali sih' menggerutu menyalahkan sesuatu yang seharusnya tak di salahkan
Pria itu lagi-lagi menaikkan ujung bibirnya, sekali lagi ia menang. Detrick menumpu Kepala di atas meja dengan kedua tangan " Contohkan."
__ADS_1
" Ya?." Sontak ia mendongak, padahal baru saja Fiona memikirkan nama panggilan yang pas tapi malah di kagetkan
" CONTOHKAN." menekan perkataan nya
Glek...
Fiona menunduk " Sa...." Lirihnya sangat lirih, bahkan hanya huruf awal yang terdengar
Detrick lagi-lagi mengetuk jari di atas meja " Apa?!."
Fiona melirik diam-diam ke arah sang bos, sungguh ia sangat malu 'masukkan aku kedalam karung' seandainya ia bisa memilih mungkin hal itu lebih baik
" Sa.. sa.. sa..." Bibirnya tak bisa melanjutkan perkataannya
" Hmm?."
" Sayang...." Menatap ke arah lain dengan wajah yang bersemu merah
Suara ketukan jari Detrick di atas meja tiba-tiba berhenti membuat Fiona tak berani menatap langsung sang bos yang sekarang sudah menjadi kekasih nya
Terdengar langkah kaki mendekati nya. Fiona sontak mendongak saat merasakan seseorang berada tepat di hadapannya, dan benar saja Detrick sudah ada di sana.
Dengan sekali hentakan, Detrick menarik pinggang Fiona lalu mendaratkan bibirnya di atas bibir Fiona lalu menarik tengkuk gadis itu agat ciuman mereka menjadi dalam
" Ehmmmppp."
Detrick melepas ciumannya " Bayaran karena sudah menggoda ku." Bisik di telinga Fiona dan di akhiri dengan hembusan nafas pelan yang membuat Fiona meremang
Blush..
" Tuan...." Ia tak berani melihat Detrick sedangkan yang menjadi pelaku tergelak.
Dan begitulah awal mula mereka menjalani hidup dengan menjadi sepasang kekasih, entah itu kekasih asli atau tidak. Tapi yang pasti tidak ada yang ingin memastikannya sendiri
Bagi Fiona, hal ini sangat menyenangkan dan membahagiakan untuk nya. Ia sadar akan perasaannya terhadap pria yang selama ini menampungnya, karena itulah ia tidak ingin menghadapi kenyataan yang ada di depannya.
Sedangkan Detrick, entahlah tak ada yang tahu apa yang ia inginkan sebenarnya. Yang pasti ia hanya ingin membahagiakan Fiona dan selalu menempatkan nya di samping nya seumur hidup
.
.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️.
......klik tanda love di bawah 👇......