
selamat membaca 🌷🌷🌷
Bian dan Aldi memasuki restoran mewah yang telah direservasi oleh salah satu anak teman bisnis papanya.
" Selamat malam pak, selamat datang di Centuri cafe and resto " sapa pelayan
" Selamat malam, meja yang sudah direservasi oleh bapak Jonatan Sebastian ?? Tanya Bian
" Atas nama bapak Jonatan Sebastian ada di ruang VIP no 3, mari bapak bapak saya antarkan "
Bian dan Aldi berjalan mengikuti petunjuk pelayan tadi. Tiba di depan pintu, pelayan wanita itu langsung mengetuk pintu lalu membukakan pintu mengizinkan kami masuk.
Melihat kedatangan Aldi dan Bian, Jonatan segera berdiri dan menyambutnya dan bertos ria dengan Aldi dan Bian " Hai Al apa kabar?? "
" Baik, kamu Jo gimana kabarnya?? "
" Sama Al, loh gimana Yan baik ?? Tanya Jo pada Bian juga
" Sangat baik " ujar Bian sambil mengangguk tersenyum
" Kita ngobrol sambil makan aja ya, gue pesan solanya tadi sambil nunggu kalian "
" Ok, sorry yah kamu nunggu lama " maaf Aldi merasa tak enak
" Ok fine, thank you "
" Kek Kinan aja loh ngomong " Cibir Bian pada Jonatan. Yang sering nonton drama satu itu, pasti kenal dengan kalimat itu. iyaa kan???
" Eh selesai makan, kita lanjut ke paradise club yok. Nongki nongki lah kita, jarang kan kita punya waktu ngumpul kek gini. gimana Al?? " ajakan sesat Jonatan
__ADS_1
Aldi tampak berpikir sebentar sebelum mengangguk menjawab " Boleh deh, tapi aku nggak lama yah " Ujar Aldi disetujui oleh Jonathan dan Bian
......................
Alunan music terdengar menyentak keras terdengar dari dalam ketika tiga orang pria berjalan masuk ke dalam, Naik ke lantai dua khusus kamar VIP dan memesan 1 kamar beberapa botol Vodka. Ya mereka lebih suka di VIP, karena merasa tidak nyaman jika berada di tempat yang agak ramai seperti di lantai satu yang ada dance floor nya. terlalu bising menurut mereka.
Setelah masuk mereka segera duduk di sofa sembari menunggu minuman yang mereka pesan tiba
" Gimana Al, masih lu sama sih Diana?? " tanya Jonathan membuka obrolan
Aldi mendengus kesal mendengar pertanyaan Jonatan, hati Aldi kembali panas sekali lagi terdengar suara retakan dari hatinya yang kembali patah. " Udah nggak!! "ucapnya sambil membuang muka ke samping
" Udah enggak Jo, lu tau?? Diana ningalin Aldi pas lagi sayang sayangnya. Sakit nggak tuh??" selah Bian menahan tawa melihat wajah suram sahabat sekaligus atasannya itu
" Wahh, padahal kalo diliat liat kalian udah kek perangko. Kok bisa dia ninggalin lu?? Jonatan terheran heran
" Di tinggal nikah dia sama sih Diana, Diana ternyata selingkuh dan lebih milih sih selingkuhan nya. Dan parahnya nih ya Jo, udah diselingkuhin di tinggal nikah, masa Aldi belum ada move on sampe sekarang udah 2 tahun padahal. Begok nggak tuh?? " ujar Bian kek lambe turah menjelaskan
Percakapan mereka terhenti sejenak ketika waiters mengetuk pintu dan meletakkan minuman mereka dimeja.
" Udah, nggak usah bahas Diana. Enek gue denger namanya " geram Aldi
" Ya udah kita minum dulu aja " Ucap Jonatan sambil menuangkan minuman ke gelas mereka masing-masing
" Gue dikit aja yah tapi, Yan nanti anterin gue balik ke kantor yah. gue mau tidur dikantor aja, takut mama ngamuk kalo tau gue minum lagi " Peringat Aldi pada Bian. Dan di iya kan Bian " Siap bos "
Mereka pun menelan minuman mereka yang pertama. dan kembali ngobrol santai
" Udah lah Al cari lain aja, jangan stuck di Diana terus " Saran Jonatan seperti pakar percintaan. Lah iya lah pakar, orang dia playboy. ingat semboyan para player?? `` Mati satu tumbuh seribu, putus satu cari yang baru``
__ADS_1
Kembali mendengar nama Diana di sebutkan membuat Aldi makin emosi saja, ditambah lagi bayangan Riska yang tersipu di goda oleh pria lain berputar bagai kaset rusak. Membuat Aldi kembali menuangkan minuman nya dan meminum dengan sekali teguk.
melihat hal itu Bian geleng kepala, bagaimana tidak Bian sangat tau jika Aldi tidak kuat minum. Bian yakin acara mereka ini tidak akan lama mengingat tingkah Aldi yang sudah mulai tak terkendali, entah sudah berapa gelas yang Aldi minum. yang jelas sekarang Aldi mulai meracau tak jelas.
" Dasar cewek ganjen, sok cantik, kecentilan " racau Aldi. Namun Bian tidak tau untuk siapa kata-kata itu di tujukan, untuk Diana kah??
Melihat kondisi Aldi sudah mabuk duluan, akhirnya mereka memilih pulang saja. Bian membopong tubuh Aldi masuk ke kursi penumpang mobil, Jonatan sudah lebih dulu pergi menggunakan mobilnya. Bian bertugas mengantar Aldi dulu ke kantor barulah dia akan pulang ke apartemen nya.
Bian melajukan mobil dengan kecepatan sedang, ditemani dengan racauan Aldi tak jelas sepanjang jalan terkadang teriak, tertawa lalu menangis. Oh kasian sekali Bian pada bos nya itu, tiba di lobi kantor Bian dengan sigap keluar lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Aldi. Bian yang akan membantu mengantar Aldi masuk, namun dicegat oleh Aldi.
" Nggak usah Yan, aku masuk sendiri aja. kamu mending balik, udah larut aku bisa kok " ujar Aldi
" Ya udah , gue balik ya Al. hati-hati naiknya "
" Iya bawel, udah sana balik " usir Aldi
Bian segera melajukan mobil menuju apartemen setelah melihat Aldi melangkah masuk ke dalam kantor. Jujur Bian khawatir pada sahabatnya itu.
Dengan langkah sempoyongan Aldi masuk ke lift menuju ke atas, keluar dari lift Aldi dan melangkah melewati lorong menuju ruangannya. hampir sampai di ruangannya tiba-tiba langkah Aldi terhenti melihat gadis yang bayangan nya tadi berputar bagai kaset rusak di pikirannya. Rasa kesal kembali menguar dalam hatinya, dengan tegas namun sedikit sempoyongan Aldi melangkah mendekat.
" Pak lepaskan tangan saya pak, pak lepas!! ba-bapak mau apain saya?? pakk lepas!! "
•
•
Kira - kira apa yang terjadi yah??
...°° **MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...
__ADS_1
...~TERIMA KASIH**~...
DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘