
Selamat membaca 🌷🌷🌷
" Nggak jelek-jelek amatlah, calon ibu anaknya gue ". Gumam Aldi dalam hati sambil tersenyum tipis
Tersadar dengan akan Gumamnya dalam hati, Aldi mengutuk dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia membayangkan hal itu, sedang masih ada seseorang yang belum bergeser dari lubuk hatinya.
" Bagaimana bisa gue membayangkan cewek gila ini " ucap Aldi dengan suara pelan sambil menggelengkan kepala " Eh- udah bukan gadis lagi dia yah " Aldi terkekeh dengan ucapannya
Pukul 7 kurang 10 menit mobil yang dikendarai Aldi memasuki gerbang rumah megah keluarganya, berhenti didepan teras rumah dengan pintu yang langsung terbuka dari dalam oleh pelayan.
Aldi dan Riska keluar dari mobil, dan langsung disambut pelayan yang mengambil tas kerja Aldi. Riska terpaku ditempatnya. Menatap tak berkedip bangunan mewah didepannya.
" Ayo masuk " Aldi melangkah lebih dulu
Mendengar tak suara yang terdengar dibelakangnya, Aldi berhenti dan menoleh. Melihat Riska yang masih berdiri tak beranjak dengan wajah cengo menatap rumahnya.
" Astaga, ngapain masih disitu? Cepetan masuk" Titah Aldi " Cewek begini yang jadi calon bini, banyak sabar Al " batinnya
...................
Assalamualaikum..
Ucap Aldi dan Riska bersamaan, sambil melangkah kedalam rumah. Raka, Elsa dan Renata yang memang sudah menunggu langsung berdiri dari sofa menghampiri.
" Ma, Pa, Renata kenalin ini Riska " Aldi memperkenalkan
Riska yang tadi menunduk, mengangkat kepalanya.
" Saya Riska om, tante, Renata " Riska terdiam menatap papa Aldi itu " Jadi pak Raka itu Papanya Aldi? " Batinnya
__ADS_1
" Halo kak, saya Renata adik cantiknya Kak Aldi" Balas Renata
" Saya Raka Papanya Aldi, dan ini Elsa Mamanya Aldi. " Sambung Papa Raka sambil merangkul bahu Mama Elsa yang hanya diam
" Ayo kita makan malam dulu, nanti selesai makan kita bicara " Ajak papa Raka
Di meja makan Riska duduk disebelah Aldi berhadapan dengan Elsa dan Renata dan Papa Raka dikursi utama.
Acara makan malam berlangsung tenang hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring, tanpa ada pembicaraan.
Selama makan malam Elsa memperhatikan cara makan Riska. " Table maner nya lumayan lah untuk kelas orang miskin " Batin Elsa
Selesai makan semua berkumpul disofa ruang keluarga.
" Riska, sudah berapa bulan kandunganmu? " Raka membuka suara
" Belum saya cek bidan Om "
Riska tertohok dengan tuduhan Elsa "Sudah ku duga aku lah yang akan dituduh "batinnya.
" Enggak Tante, aku nggak pernah ada niat menjebak siapapun. Pak Aldi sendiri yang memaksa saya " tutur Riska pelan
" Halah. Nggak usah ngeles kamu! jujur aja udah bosen kan hidup susah jadi cari jalan pintas biar kaya mendadak? "
" Ma cukup! " Selah Raka, Dia kasian melihat Riska yang matanya mulai berkaca-kaca
" Em, Riska Aldi akan menikahi kamu. Apa kamu setuju? "
" terima kasih jika memang pak Aldi mau tanggung jawab, jujur saya tidak akan memaksa Om, jika memang pak Aldi tak mau mengakui anak ini. asal jangan paksa saya mengugurkan nya pak, saya tidak bisa. Maaf. "
__ADS_1
" Baik, jadi kamu setuju kan? " Riska hanya mengangguk sebagai jawaban pada Raka
" Jadi kapan kami bisa bertemu dengan keluarga kamu Riska untuk melamar kamu? "
" Saya yatim piatu Om "
" Maaf Om nggak tau, apa ada keluarga kamu lainnya? "
" Nggak apa-apa om. Saya tinggal hanya sendiri Om, saya tidak mempunyai kerabat lain "
" Ya sudah nanti digantikan dengan wali hakim saja. Riska, Aldi setuju menikah tapi meminta agar pernikahan ini dirahasiakan. Apa kamu tidak keberatan? " Terang Raka dengan hati-hati takut menyakiti perasaan Riska
" Saya tidak keberatan Om. Tapi saya masih bisa kan berkerja walau hanya sampai kehamilanku membesar? "
" Bagaimana Al ? Raka menatap Aldi meminta jawaban
" Tidak masalah, yang penting kamu tidak membahayakan kandungan kamu "
" Ada lagi yang mau ditambahkan Riska, Aldi? "
Aldi dan Riska serentak mengeleng.
"Kalau begitu seminggu lagi kalian akan menikah, papa yang akan siapkan semuanya "
Aldi dan Riska tak menyahuti hanya mengangguk saja, sedang Renata sedari tadi hanya menyimak takut untuk ikut campur. Sedang Elsa dengan menyekap kedua tangan didada dengan raut wajah sinis terus menatap Riska.
"Jangan harap kamu akan bahagia setelah menjebak Aldi perempuan munafik, dasar miskin " batin Elsa dengan kekehan sinis
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN VOTE, SEBAGAI DUKUNGAN BAGI PENULIS....
__ADS_1
...TERIMA KASIH...