
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Dua garis??
Duarrrr..
Duniaku seakan berhenti, hancur..
Harapan?? masih adakah??
Masa depan?? entalah..
pikiranku berkecamuk, apa yang harus kulakukan sekarang?? apakah aku harus mengugurkan nya?? Ya Tuhan aku tak setega itu. Haruskah aku meminta tanggung jawabnya?? tapi apakah dia mau bertanggung jawab??
Mengugurkan?? Aku tak mau egois hanya memikirkan diriku sendiri, dia tidak salah bukan?? kami lah yang bersalah!! Kami yang membuat nya bisa hadir dalam rahim ku. Tapi bagaimana jika dia tidak mau mengakuinya?? tidak mau tanggung jawab?? bagaimana dengan bayi ini??
Tak ingin berfikir negatif, lebih baik aku mencoba mengatakan yang sebenarnya bukan?? Ya, aku akan mengatakan padanya.
Riska dengan tergesa-gesa mempersiapkan dirinya untuk pergi bekerja sekaligus bertemu dengan ayah bayinya. Hampir semua yang dia lakukan berantakan, pikirannya kacau, kalut. Tak lupa alat tes kehamilan sebagai bukti, dia masukan ke sakunya.
Pak Mamat yang sudah menunggu nya didepan rumah, melongo melihat penampilan Riska yang.. sedikit berantakan.
Riska lekas memakai helm dan duduk diatas motor " Pak ayo jalan, nanti telat " ajak Riska karena pak Mamat tak juga menjalankan motornya.
" Neng tumben pake sendal pergi kerjanya?? biasanya pake sepatu " Ucap pak Mamat sambil nyengir
" Astaghfirullah, Saya lupa ganti pak. sebentar yah pak " Riska kaget menatap kakinya dan langsung bergegas masuk lagi ke dalam rumah
Sedang pak Mamat mengelengkan kepala.
Tiba dikantor Riska mulai mengerjakan tugasnya sambil menunggu seseorang. Melihat orang yang dia tunggu keluar dari lift, ternyata datang bersama dengan asistennya. Dia mendesa, belum saatnya.
" Yan, berkas yang harus saya pelajari untuk meeting pimpinan direksi, kamu bawah ke meja saya yah. " Ujar Aldi saat keluar dari lift
Mendengar perkataan atasannya Bian memukul jidatnya pelan " Saya lupa Al, ketinggalan dimobil. Gue ambil dulu "
Melihat Bian yang masuk kembali ke dalam lift, dan Aldi sendiri mulai berjalan ke ruangannya. Dengan cepat Riska menarik tangan Aldi membawanya ke lorong dekat ruangan komisaris.
Aldi menyentak tangannya kasar, sehingga tangan Riska terlepas " Kamu apa apaan sih?? Narik orang sembarangan, nggak sopan sama atasan " bentak Aldi
" A-ada yang mau saya omongin sama bapak " Ucap Riska tegang
" Kenapa harus narik kesini?? sepi. kan bisa keruangan saya "
" Takut ada yang masuk tiba tiba, dan dengar " Jawab Riska pelan
" Ya udah, kamu mau ngomong apa? cepetan! "
Riska kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya nda memperlihatkan kepada Aldi.
" Aku hamil " pungkas Riska
Aldi langsung terdiam kaku ditempat, serasa ada batu besar yang jatuh di kepalanya. Otaknya seakan tak berfungsi.
" Ba-bagaimana bisa?? " Aldi terbata
" Bapak masih nanya?? bapak lupa kejadian sebulan lalu?? " Bentak Riska dengan suara sedikit keras
__ADS_1
Aldi membekap mulut Riska " Jangan kenceng kenceng ngomongnya, nanti ada yang denger "
Riska melepaskan tangan Aldi. " Bapak sih, kenapa nanya gitu?? lupa?? atau pura pura lupa?? " kesal Riska sambil menyeka mulutnya bekas bekapan Aldi
" Terus mau kamu gimana?? inget jangan sampe ada yang tau " Tekan Aldi
" Pokoknya aku nggak akan mau kalo bapak minta aku buat aborsi. Dia nggak salah! yang salah disini bapak, karena bapak yg perkosa saya ! " jelas Riska
" Kamu tau kan saya mabuk waktu itu?? Kalo pun sadar mana mau saya perkosa kamu ! "
" Pokoknya bapak harus tanggung jawab !! "
" Oke, nanti kita pikirin jalan keluarnya. Udah berapa lama kandungannya?? "
" Nggak tau, baru aku tes aja. belum dibawah periksa ke bidan "
" Ya udah, aku keruangan ku dulu. nanti aku pikirin jalan keluarnya gimana baiknya "
" Hm, ingat aku nggak mau kalo harus aborsi " Riska langsung berjalan lebih dulu meninggalkan Aldi
Aldi pun juga langsung ke ruangannya, setelah beberapa menit kepergian Riska. Takut ada yang melihat dia keluar bersamaan dengan Riska, dan mereka curiga.
Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang tak sengaja mendengar percakapan mereka.
..........
Aldi duduk menyender di kursi kebesarannya, memejamkan mata sambil memijit kepalanya. Aku hamil, aku hamil.. Kata kata itu berulang ulang terdengar ditelinga nya. Sibuk dengan pikirannya, hingga tak sadar ada yang masuk ke ruanganya.
" Al, berkasnya udah aku taruh dimeja kamu dari tadi " Ucapan Bian mengagetkan Aldi
" Eh- dia ham- " Aldi langsung mengentikan ucapan spontan nya melihat Bian dihadapnnya.
" Lu kenapa dah Al, kayak orang linglung?? Mulai setres lu ya ?? " tanya Bian heran dengan tingkah aneh Aldi
" Nggak apa-apa gue, kenapa masuk nggak ketuk pintu dulu?? "
" Nggak ketuk pintu kata lu?? elu yang budek, hampir bolong itu pintu gue ketukin "
" Iya-in aja lah biar lu seneng. Kalo nggak ada lagi yang penting mending keluar sana lu. Enek gue liat muka lu " Usir Aldi sambil mengerakkan tangannya
" Iya iya gue keluar "
Bian yang sudah memegang gagang pintu, kembali berbalik menghadap Aldi ketika mengingat sesuatu.
" Oh iya Al gue lupa, dipanggil papalu disuruh ke ruangannya "
" Hm " gumam Aldi sebagai jawaban sambil terus memejamkan mata
Setengah jam kemudian merasa sudah sedikit tenang, Aldi memilih bangkit untuk menemui papanya.
...........
Tiba didepan ruangan papanya Aldi, langsung menyuruh Suli sekertaris papanya memberitahukan kedatangan nya.
" Pak Raka, pak Aldi sudah didepan " ujar Suli
Papa Raka hanya mengangguk sebagai jawaban, dan Suli langsung membukakan pintu untuk Aldi.
__ADS_1
" Papa nyuruh Bian manggil Aldi?? "
Papa Raka mengganguk, " Duduk Al, papa mau bicara "
Aldi langsung duduk disofa, diikuti papa Raka duduk disofa single depan Aldi.
" Mau ngomongin apa pa ?? " Aldi penasaran
Papa Raka menghela nafas lebih dahulu sebelum berucap " Papa minta kamu jawab dengan jujur ya Al "
Aldi mulai tak nyaman mendengar perkataan Papanya " Ba-baik pa, apa yang mau papa tanyakan?? "
" Al, kamu... kamu hamilin anak orang?? "
Keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya, Aldi terdiam tak percaya dengan apa yang ditanyakan Papanya, bagaimana bisa Papanya tau?? apa Riska sudah memberitahukan pada Papanya??
" Iya- Eh Papa tau dari mana?? " Tanpa disadari, Aldi sudah mengiyakan pertanyaan Papanya.
" Apa dia yang memberitahukan nya pada Papa?? " Sambung Aldi
" Tidak ada memberitahu papa Al, papa dengar sendiri pembicaraan kalian tadi pagi " jelas papa Raka
" Ja-jadi Papa--- " ucapan Aldi langsung dipotong oleh papa Raka
" Iya Al, "
Flash back
Papa Raka baru saja masuk keruangan nya, namun baru akan duduk papa Raka mengingat jika dia ingin bertemu dengan Rusdi yang menjanjikan sebagai general manager.
Baru beberapa langkah berjalan dari depan ruangan, sayup-sayup dia mendengar apa orang yang berbicara dengan suara seperti saling berbisik. Ingin mengabadikan, namun ketika mengenali salah satu suara orang yang berbicara Papa Raka akhirnya berhenti dan menguping. apalagi suara yang dia kenali berbicara dengan seorang perempuan.
" A-ada yang mau saya omongin sama bapak "
" Kenapa harus narik kesini?? sepi. kan bisa keruangan saya "
" Takut ada yang masuk tiba tiba, dan dengar "
"Sepertinya sangat serius" gumam papa Raka
" Ya udah, kamu mau ngomong apa? cepetan! "
" Aku hamil* "
Papa Raka membeku tak percaya dengan apa yang dia dengar, benarkah??
" Ba-bagaimana bisa?? "
" Bapak masih nanya?? bapak lupa kejadian sebulan lalu?? "
" Jangan kenceng kenceng ngomongnya, nanti ada yang denger "
Jadi itu benar?? anaknya menghamili anak orang??
Cukup sampai situ yang dia dengar, selebihnya dia akan tanyakan langsung pada anaknya. Papa Raka pun berbalik kembali ke ruangannya.
...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...
__ADS_1
...~TERIMA KASIH~...
DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘