Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 26


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Riska sedang mengelap kaca dan Intan mengepel lantai disampingnya.


" Eum Ntan entar istirahat kita makan gado-gado yuk diwarung mang Asep ? "


" Tumbenan lu. Biasanya juga diajak nggak pada mau, pengennya makan bekal dari rumah. Ngidam apa gimana? " Jawab Intan dengan tatapan menyelidik


" Ngidam? apa iya dia ngidam sekarang? " batinnya


" Apaan sih? Mau ngidam gimana coba, calon bapaknya aja belum nemu. Ck' " Decakan Riska se normal mungkin


" Lah terus? Emang udah mau ngidam? aku cariin bapaknya mau? Haha " balas Intan meledek


" Itu mulut kayaknya enak yah kalo disumpal pake cabe sekilo,hm? " Ucap Riska dengan lirikan sinis


" Ya elah neng, becanda doang.. Nanti aku temenin kok ya.. "


Hanya deheman yang Riska keluarkan sebagai jawaban. Setelahnya tidak ada lagi percakapan antara mereka, lalu mulai sibuk menyelesaikan pekerjaan.


...****************...


Disisi lain Aldi tengah melakukan peninjauan proyeknya bersama Bian dan pak Risal.


" Gimana menurut pak Aldi apakah sudah sesuai konsep yang kita sepakati? " Tanya pak Risal


" Sejauh ini tidak ada masalah. Kinerja para pekerja juga sangat kompeten, sesuai dengan tenggang waktu yang kita sepakati diawal. " Ujar Aldi sambil menatap ke sekeliling bangunan


" Baik pak Aldi, akan saya usahakan semua berjalan sesuai dengan kesepakatan kita. Saya tidak akan mengecewakan bapak "


" Baik, kalau begitu saya harus kembali ke kantor. Terima kasih atas waktunya "


Aldi bangkit dari duduknya, diikuti oleh Bian begitupun pak Risal. Mereka saling berjabat tangan lalu beranjak.


Aldi memasuki mobil bersama Bian. Bian sebagai asistennya yang baik, membukakan pintu penumpang untuk atasannya.

__ADS_1


Bian memperhatikan gelagat Aldi dari center mirror yang tengah memijit keningnya. Sebagai seorang sahabat, Bian sangat tau jika saat ini Aldi banyak pikiran.


" Kenapa Al? Cerita gih, jangan dipendem " Bian buka suara lebih dulu


" Hm, Gue nikahin Riska hari Minggu nanti " Ucap Bian lesu


" Widihh.. cepet banget Al, nggak sabaran banget sih Al buat ngulang? yang kemarin nanggung yah? haha " Ledekan Bian dengan wajah tengil


" Bang*e lu.. Rasanya aja gue nggak ingat, Eh tau-taunya udah jadi aja janinnya "


" Pantes Al lu mau cepet nikahin, pengen cepet lu rasain lagi kan pas skidipapap nya? Mes*m amat lu "


Yang ngomong siapa, yang dituduh siapa?


" Sebahagianya lu aja deh Yan, males gue berdebat absurd gini. pusing gue "


Tiba dikantor Aldi dan Bian langsung masuk ke ruangan masing-masing, namun Aldi berhenti sejenak didepan sekertarisnya.


" Cit, suruh OB bikinin teh hijau anterin ke ruangan saya " Titah Aldi


Citra segera melaksanakan perintah atasannya itu. melihat Riska dan Intan yang berjalan bersama menuju pantri, Citra pun langsung mengatakan perintah atasannya dan di iyakan Riska dan intan.


" Ris, lu aja yah yang bikin teh nya. Sini sapu sama kain lap nya aku aja yang balikin " Ujar Intan langsung mengambil sapu dan kain lap ditangan Riska


Mengingat ada yang ingin dia katakan pada Aldi, dan ini kesempatan yang tepat " Oke, biar gue aja yang bikin "


Selesai membuat teh, Riska langsung mengantarkannya. Mengetuk pintu dan diizinkan untuk masuk, barulah Riska melangkah.


" Permisi pak, ini tehnya "


" Taruh dimeja aja " Ucap Aldi sambil menutup mata menghadap ke atas


Riska meletakkan cangkir sesuai dengan permintaan Aldi, dan memeluk nampan. Lalu menatap Aldi


" Pak ada yang mau saya omongin "

__ADS_1


" Apa? " Aldi tak juga membuka matanya, karena dari suaranya Aldi tau itu siapa


" Tadi pagi aku ketemu pak Raka dan ditanyain pertanyaan diluar kerjaan, nanti minta tolong bapak sampein yah biar nggak usah kayak gitu lagi. Nanti yang lain curiga "


" Hm " Balas Aldi dengan deheman


Hanya deheman doang? hampir berbusa gue ngomong dijawab cuma hm aja? kan kamp*et namanya. Batin Riska


" Kamu bisa pijit nggak? pinjitin kepala gue cepet " Aldi sok bossy


" Hm " Deheman Riska kemudian menaruh nampan dimeja lalu berdiri dibelakang Aldi dan mulai memijit


" Pinter juga lu mijitnya, pernah kerja dipanti pijit yah? " Ledek Aldi


" Enak aja tuh mulut " Kesal Riska


" Ris pakein minyak kayu putih dikit "


" Mana minyak kayu putih nya? "


" Ambil dilaci tengah "


Bukannya diambilin, ini malah nyuruh. udah bagus gue pijitin, tetap aja nyebelin. seneng banget nyusahin orang. batin Riska


Tanpa memutar Riska langsung membungkuk dengan tangan kiri hendak menarik laci didepan Aldi, alhasil jika dilihat sekilas dari depan seperti Riska akan mencium pipi Aldi dan tangannya seperti berada di celana Aldi karena terhalang meja.


" Set dah yang udah nggak tahan, langsung praktek ding " Semprot Bian dengan ledekan


Mendengar ledekan Bian, Riska dan Aldi kompak menatap Bian. Tersadar akan posisi mereka, saking gugupnya Aldi lekas berdiri tanpa sadar jika tangan Riska masih menggantung dekat laci..


Plakk...


Sesuatu yang menonjol ditengah paha Aldi, langsung menabrak tangan Riska.


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN VOTE, SEBAGAI DUKUNGAN BAGI PENULIS....

__ADS_1


...TERIMA KASIH...


__ADS_2