
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Hari ini harusnya aku pergi mengunjungi makam ibuku, hari ini adalah hari peringatan kematiannya namun aku tak bisa pergi. Untuk berjalan ke kamar mandi saja aku harus tertatih, apalagi untuk ke makam ibu yang berada cukup jauh dari rumah. Aku masih duduk terdiam dikasur tak mau beranjak padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, aku tak merasakan lapar padahal sedari pagi aku belum mengisi perutku dengan makanan.
Sungguh aku tak pernah menyangka akan mengalami kejadian seperti ini, Oh ayolah tidak pernah ada orang yang ingin mengalami hal seperti ini. Diperkosa oleh atasan yang notabene orang terpandang, aku tak pernah menginginkan nya. Aku hanya orang kurang mampu, aku tak ingin dicap penggoda. Pasti sebagian orang akan berpikir jika aku sengaja menggoda atasanku, itu realistis karena pasti sebagian dari mereka berasumsi aku mencari kedudukan, agar bisa hidup mewah. Itu yang aku takutkan, disudutkan hanya karena perbedaan kasta, antara si kaya dan si miskin.
Sepanjang hari yang ku lakukan hanya duduk melamun, memikirkan banyak hal bahkan aku tak menyentuh makanan apapun hanya air putih sebagai pengganjal laparku. Aku kenyang dengan segala pemikiran negatif yang bisa saja terjadi.
.......…....
Setelah kepergian Bian, Aldi duduk memikirkan segala yang terjadi. bagaimana jika pemikiran buruk itu terjadi?? bagaimana jika perempuan itu benar akan hamil?? bagaimana nanti dia harus mengatakan kepada orang tuanya?? dan bagaimana nanti respon keluarganya?? siapakah dia menerima segala konsekwensinya??
" ARGGHHHH bisa gila gue " jeritnya frustasi
" Nggak, nggak akan terjadi. itu nggak akan terjadi, iya gue harus berpikir positif " Ucapnya menenangkan diri sendiri
" Oke, gue nggak boleh kayak gini. gue harus tetap tenang, dan bersikap kayak biasa. iya "
" Kenapa lu ngomong sendiri?? udah gila?? " ucapan Bian seketika mengagetkan Aldi yang sedang tenggelam dalam dunianya sendiri
" Eh kampr*ett kalo masuk itu ketuk pintu dulu " Ucap Aldi melayangkan pulpen ke arah Bian, namun tidak mengenai Bian karena Bian mengelak
" Lu yang nggak denger ogeb, hampir bolong itu pintu gue ketukin dari tadi tapi lu nggak denger. Kalo aja itu pintu bisa ngomong, udah ngomel-ngomel dia lentaran kesakitan " Ucap Bian mengeluarkan unek-uneknya
__ADS_1
" Masa sih ?? Aldi mengeritkan kening tak percaya
" Iya, noh tanyain ke Nita kalo nggak percaya. Lu kenapa sih ngelamun?? ada masalah?? sini cerita " ucap Bian lalu duduk berhadapan dengan Aldi dengan meja kerja Aldi sebagai penghalang
" Nggak ada Yan, cuma capek aja sih kayaknya " Elak Aldi
" Beneran ?? Bian memicing tak percaya
" Iya, beneran Yan. terus ngapain kamu kesini?? ada apa?? "
" Lu lupa ada rapat sama dewan direksi?? bapak lu nelpon lima kali kagak lu angkat, makanya dia nyuruh due kesini buat pangilin lu"
" Astaga gue lupa, ya udah gue siapin dulu trus kita pergi " Decak Aldi " Udah, ayok pergi "
Rapat pun dimulai setelah Aldi memberikan sambutan lalu dilanjutkan dengan presentasi oleh para anggota. Setelah memberikan sambutan Aldi kembali duduk, selama prestasi berlangsung Aldi hanya duduk melamun entah apa yang dia pikirkan. Semua itu tak lepas dari penglihatan Bian dan papa Raka.
" Bagaimana menurut pak Aldi dengan metode yang saya sampaikan ?? apakah nanti bisa membantu peningkatan penjualan?? "
Sedang yang ditanyai langsung gelagapan, Bian yang melihat itu dengan sigap membantu atasannya itu. Bian lekas berdiri
" Baik terima kasih atas prestasi dari bapak Susilo, menurut pak Aldi metode yang bapak beberkan tadi masih kurang efektif. Masih ada beberapa kendala yang akan nanti kita hadapi contohnya dalam masalah integrasi. Kiranya nanti bapak bersama tim bisa melakukan kajian ulang guna mengurangi beberapa dampak yang mungkin bisa terjadi. Terima kasih " Bian duduk kembali
Selesai rapat Aldi keluar bersama Bian, namun panggilan pak Raka menghentikan langkah mereka.
__ADS_1
" Aldi, bisa keruangan papa setelah ini ?? "
" Bisa pa, nanti Aldi kesana "
" Baiklah papa tunggu " Aldi mengangguk dan papa Raka lekas berjalan menuju ruangannya. Sedang Aldi dan menuju ruangan Aldi
" Lu kenapa si Al?? ada masalah?? " Tanya Bian kawatir
" Nggak ada Yan, gue baik-baik aja "
" Baik gimana?? Rapat aja lu cuma bengong sampe selesai itu rapat " geram Bian
" Nggak ada Yan, suerr. udah ah gue mau keruangan papa dulu " Ujar Aldi berusaha menghindari Bian
Bian masih duduk memperhatikan Aldi yang mulai menghilang dari balik pintu dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Lu kenapa sih Al?? Masalah apa bikin lu sampe nggak fokus kayak gini?? gue akan selidiki Al " Monolog Bian
...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...
...~TERIMA KASIH~...
DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘
__ADS_1