
Selamat membaca 🌷🌷🌷
"BRENG**K,!!!" Aldi berdiri dan berteriak mengumpat.
"BIAN, PANGGIL MEREKA SEMUA YANG TERLIBAT ...!!"
"BAWAH MEREKA SEMUA KE RUANG MEETING,! KHUSUSNYA SISKA ..!"
Bian cepat berdiri menjalankan tugasnya, takut kena amukan bosnya. Wajah Aldi terlihat menyeramkan, auranya begitu gelap.
Sama halnya dengan Jihan, dia juga ketakutan sekarang. Dia tak pernah melihat sifat bosnya yang seperti ini, menyeramkan.
***
Aldi sudah duduk didalam ruang meeting menunggu para tikus penganggu.
Tok.. Tok..
Bian masuk bersama Jihan yang nanti menjadi saksi, dan 4 orang pelaku termasuk Siska sang otak utama.
"Duduk,!" Bukan Aldi, melainkan Bian yang bersuara. Aldi masih duduk dengan tatapan tajam dan mematikan.
Bian duduk bersama Jihan berhadapan dengan Siska dan gengnya. Dan Aldi duduk dikursi petinggi perusahan.
"Kalian tau kenapa saya memanggil kalian saat ini?" Pertanyaan Aldi lontarkan dengan suara berat menusuk.
Siska hanya diam sedang 3 temannya mengelengkan kepala.
"Siska Kinanti staf accounting, Kamila Pratiwi staf accounting, Nerlina Burhan staf marketing dan Dinda Dwi Masayu staf marketing." Sela Bian menyebutkan satu persatu nama mereka.
"Kalian tidak tau rupanya ... Mungkin harus ku ingatkan kembali letak kesalahan kalian. Heh .." Aldi menatap tajam ke satu persatu dari mereka berempat, ketiganya mendunduk hanya Siskalah yang tidak. Siska tetap menatap lurus ke tembok.
__ADS_1
"Saya tanya sekali lagi, apa alasan saya memanggil kalian semua kesini? Hah?" Aldi sampai mengebrak meja, sakit tak kuat menahan emosi.
"Maafkan saya pak, saya tidak tau kalau Riska adalah istri bapak. Kami hanya mengikuti perintah Siska saja, pak." Nerlina membuka suara
"Iya Pak, sungguh kami terpaksa melakukan itu. Kami hanya disuruh Siska pak. Dan yang mendorong hanya Siska saja Pak." Dinda menimpali
"Be-betul Pak. Tolong jangan pecat kami pak." Kamila ikut membenarkan pernyataan kedua temannya.
"Siska ada masalah kamu dengan istri saya, sampai kamu berani mendorongnya? Hah?" Nada suara Aldi naik satu oktaf.
"Perempuan itu udah rebut Pak Aldi dari saya, saya tidak terima. Mana bisa bapak bersanding dengan perempuan miskin seperti dia? Aku bahkan lebih sexy darinya, kenapa Pak Aldi tak pernah sedikitpun melirik ke arahku? Kenapa?" Siska mulai terisak pelan ...
"HARUS PAK ALDI SAMA SAYA, BUKAN SAMA PEREMPUAN MURAHAN SEPERTI DIA .!!!" Jerit Siska meluapkan semua perasaannya.
Brak .. !!
"APA KAMU BILANG? MURAHAN? KAMU YANG MURAHAN ... SAYA SUDAH MENYELIDIKI KAMU, KAMU PIKIR SAYA TIDAK TAU KALAU KAMU SERING MASUK HOTEL DENGAN BEBERAPA MANAGER ..."
"Sekarang saya tanya. Jika yang hanya melayani saya seorang kamu katakan murahan .. Lalu sebutan apa yang pantas untuk kamu? Hm .. Jala*g mungkin .." Perkataan menusuk Aldi lontarkan.
"Sa-saya.. Apa yang bapak tundukan kepada saya tidak benar! Riska itu yang jala*g, bukan saya. Bahkan dia mengoda Pak Aldi, dia yang murahan. Aku cinta banget sampa Pak Aldi .." Kila Siska menghina Riska.
"Wah, sarap ini perempuan." Celetukan Bian mengeleng
"BERANI-BERANINYA KAMU MENGATAKAN IBU DARI ANAK SAYA JALA*G .. KAMU, DETIK INI SAYA PECAT!!! SILAKAN BERESKAN SEMUA BARANG-BARANG MU DAN KELUAR DARI PERUSAHAN INI, SEKARANG!" Teriak Aldi menunjuk dengan jari ke arah wajah Siska, Aldi tak bisa lagi mengontrol emosinya.
"Saya pastikan pak Aldi akan menyesal, lihat saja nanti." Tekan Siska disetiap perkataannya. Lalu menarik tas nya dan langsung bergegas keluar.
"Dan untuk kalian bertiga, saya kasih waktu percobaan 1 bulan. Jika kinerja kalian tidak bertambah, hanya modal tampang saja, maka kalian harus mau mengikuti jejak ketua kalian tadi. Permisi ..."
Aldi lekas keluar terlebih dahulu dari ruang meeting, dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa cepat pulang sesuai janjinya pada sang istri.
__ADS_1
***
Siska memasukan semua barangnya ke dalam kotak ukuran sedang, dengan wajah merah penuh amarah dan kebencian.
"Kita lihat saja nanti, ketika semua kerikil berhasil aku singkirkan. Kamu, Aldi ku sayang .. Akan datang berlutut dengan air mata permohonan padaku." Siska mengepalkan kedua tangannya, dia bersumpah akan membalas semuanya.
"Apa lihat-lihat?" Siska risih ditatap banyak orang. " ...Nggak pernah lihat orang dipecat? iya?" lanjutnya
"Belagu banget ya ampun, dipecat aja bangga."
"Iya rasain .. Berlaga kayak ibu bos, sombong nya kuadrat."
"Mampus! Makanya mimpi jangan ketinggian, Kalo jatuh sakit."
Cibiran-cibiran karyawan lain yang juga tidak menyukai Siska, sikapnya yang kerap dianggap sangat buruk dan suka merendahkan orang lain membuat mereka jengah melihatnya.
"Kalian pikir, kalian siapa hah? Berani sekali kalian mencemooh saya, lihat saja jika aku sudah jadi istri Aldi, saya akan pecat kalian semua." Sentak Siska dan balas tawa karyawan lain.
"*Udah mulai gila dia, haha .."
"Ya kali, pak Aldi mau perempuan gangguan mental. Haha* ..."
"STOP!! Sial*n ... " Jeritan Siska lalu segera membawah barangnya, keluar dari perusahan.
***Bersambung ....
See you next chapter, bye***...
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan hadiah.....
...Terima kasih...
__ADS_1