Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 17


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Sampai diluar didepan pintu ruangan Aldi, tak henti-hentinya Sesil menghentakkan kakinya bergantian dengan memerah cemberut.


" Awas aja kamu Al, aku akan laporin kamu ke tante Elsa. Dan aku pastikan kamu akan menemaniku jalan-jalan " Gerutu Sesil langsung berjalan meninggalkan kantor tanpa mengindahkan Bian yang dari menatapnya bergidik ngeri.


Itukah yang terpilih sebagai calon pendamping bosnya??


Tak ada kah perempuan lain yang lebih waras??


" Ck' Tante Elsa ngadi- gandi nih, masa ulet bulu kek begitu dijadiin calon mantu. " Kekehan Bian mengelengkan kepala sambil berjalan ke ruangannya.


...................


Sepeninggalnya Bian dan Sesil tinggallah Aldi dan Riska dalam kecanggungan. Riska yang masih melongo menatap pintu, dan Aldi menatap Riska intens.


" Kamu?? Kalau sudah selesai silakan keluar!! " Ucap Aldi dingin menunjuk Riska dengan jari telunjuknya


" I-iya baik pak " Riska dengan cepat mengambil kain lapnya dan segera keluar, takut.


Riska kembali ke pantri sambil mengelus dada, jantung nya berdetak cepat takut dengan sikap dingin Aldi serasa bisa membekukan.


Sedang Aldi di ruangannya tengah mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja menatap lurus kedepan sedang berpikir. Bagaimana bisa Mamanya memilih calon menantu yang hanya cantik wajah saja, tapi tidak dengan akhlaknya yang sangat tidak sesuai. Yang katanya lulusan Oxford, bibit bobotnya jelas, tapi seperti orang yang tidak berpendidikan. Apakah stok perempuan didunia ini sudah habis?? sungguh Aldi tak habis pikir.


Aldi kembali pada kesadarannya, tak ingin memikirkan itu dulu. Lebih baik dia menyelesaikan pekerjaannya saja.


Aldi tengelam dalam pekerjaannya, sibuk menantangani beberapa berkas dari bawahannya. Hingga dering telepon genggamnya menghentikannya sejenak.


Drtt.. drtt..


" Assalamualaikum Ma "


" Kamu apain ini Sesil sampe nangis begini?? hah?? " Sahutan yang tidak menyenangkan dia terima dari Mamanya, segala rentetan pertanyaan yang dia terima.


" Pasti itu perempuan udah ngadu ke Mama." pikirnya, Oh jelas itu sudah pasti.


" Ma, jawab dulu salamnya bukan malah ngomel " Jawab Aldi sungguh dia sedang kesal sekarang.


" Walaikumsalam, Sekarang jawab pertanyaan mama. Kamu apain ini anak orang hah?? "


" Selow Ma, maksud mama apa sih?? Aldi nggak ngerti "


Memangnya apa yang dia lakukan?? Dia tidak bersalah dalam hal ini, dan dia yang disalahkan?? Dunia kejam sekali !!


" Ini Sesil datang ke Mama sambil nangis-nangis, kamu katanya nggak mau nemenin dia jalan trus usir dia. Iya Al?? kamu lakuin itu ke Sesil?? "


" Aldi sibuk Ma!! " jawab Aldi singkat


" Besok pokoknya kamu harus temenin Sesil, TITIK!! " tekan Mama tak ingin dibantah


Aldi memutar bola matanya jengah " Iya " Jawab Aldi dengan nada malas.


" Itu baru anak Mama, sekarang kerja lagi aja " Ujar Mama dengan suara sumingrah

__ADS_1


Tut.. tutt..


Setelah mendengar jawaban Mamanya, Aldi tak membalas lagi dan langsung mematikan sambungannya.


Astaghfirullah, Cobaan apa ini??


Sedang diseberang tepatnya dirumah keluarga Narendra, Mama Elsa dan Sesil tengah tertawa bersama.


" Makasih yah Tante " ucap Sesil sambil memeluk Tante Elsa


" Iya, sama-sama sayang. Seneng kan sekarang?? " balas Mama Elsa sambil melonggarkan pelukan mereka


" Iya seneng Tan " jawab Sesil sambil cekikikan


" Ya udah besok dandan yang cantik yah " Nasehat calon besan mendukung Sesil


Bahagia banget dong Sesil, iya kan?? Iya lah masa enggak !! Disupport calon besan..


...........


Riska duduk dipantri setelah menyelesaikan semua tugas-tugas nya, menunggu waktu pulang yang tinggal kurang dari satu jam lagi. Dia sangat lelah, mengantarkan pesanan kopi ke beberapa karyawan lalu mengepel lantai.


Dodi datang menghampiri Riska yang hanya duduk sendirian dipantri, kesempatan buat pedekate pikirnya. Iya kan?? siapa tau ada peluang..


" Ris, sendirian aja?? " Sapa Dodi membuka obrolan


Riska tersenyum ke Dodi " Iya, yang lain masih nyelesain tugas kali "


Pepet terus sampe dapet..


" Enggak, anaknya sakit. Jadi temenin anaknya dipuskesmas dulu "


" Yess !!! Akhirnya gayung bersambut. " sorak Dodi dalam hati.


" Aku anterin aja gimana Ris ?? ajak Dodi dengan wajah sumringah


" Nggak ngerepotin ?? " Tanya Riska tak enak


" Nggak kok, lagian kita searah kan?? aku anterin aja ya?? sama sekali nggak repot kok "


" Boleh deh " Riska menyetujui dengan senyum tipis.


" Pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya ya Allah.. setelah sekian purnama berusaha " Sorak Dodi dalam hati


Saat jam pulang tiba, Riska berjalan bersama teman-temannya sampai ke parkiran. Riska naik ke motor Dodi, karena dia akan pulang bersama Dodi. yang lain pun sudah pulang.


" Udah Ris ?? " Tanya Dodi sebelum menjalankan maticnya


" Udah Dodi " jawab Riska yang sudah berpegangan pada besi di jok motor.


Akhirnya Dodi menjalankan pelan motornya, takut bidadari nya jatuh. keluar dari gerbang kantor, kemudian akan bergabung dengan kendaraan lain di jalan raya.


Sedang Aldi yang sudah masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Bian asistennya. duduk dikursi penumpang, sambil metatap ke luar jendela. Ketika mobil mulai keluar dari gerbang, matanya hampir melotot melihat dua orang yang berboncengan disepeda motor.

__ADS_1


Aldi berdecak pelan " Ck' dasar sama aja, murahan " Mood Aldi makin hancur


ternyata decakan Aldi dapat didengar oleh Bian didepan, " Kenapa Al?? ngomong apa tadi?? "


" Nggak !! "


" Gue belum budek yah Al, gue denger tadi lu ngomong pelan banget " Bian tak puas dengan jawaban Aldi, dasar kang kepo..


" Nggak ada Yan, udah fokus nyetir aja " Elak Aldi tak mau jujur


Bian pun tak melanjutkan lagi, melihat wajah sahabatnya yang tak bersahat itu. Dia kembali fokus menatap ke depan menyetir.


Keesokan harinya Riska setelah tiba dikantor, langsung melakukan tugas-tugas nya mulai dari menyapu lalu membelikan kopi dan sarapan bagi karyawan yang belum sarapan.


Disisi lain Aldi pun sudah berada di ruangannya bersama sekertaris nya, Citra.


" Cit nanti kamu minta ke bagian keuangan bilangin laporan keuangan bulan lalu,udah harus ada dimeja saya sehabis makan siang " Perintah Aldi


" Baik pak, ada lagi pak?? "


" Nggak, kamu boleh keluar " Ujar Aldi sambil menunduk membaca laporan.


sibuk berkutat dengan berkas hingga pukul 11 siang, pintu ruangannya diketuk dan langsung dibuka dari luar sebelum dia izinkan.


Melihat orang yang membuka pintu Aldi langsung melengos sebal, dia pikir Bian yang masuk ternyata dia salah.


" Al, yuk jalan. kamu udah janji yah kemarin?? kita sekalian makan siang yah?? " Ajak Sesil langsung duduk disofa tanpa disuruh.


" Iya " jawab Aldi singkat kemudian membereskan berkas dimeja nya.


Mau tak mau, suka tak suka dia harus pergi bukan?? dari pada kena amukan Mamanya.


" Ayo " Ajak Aldi berjalan tak perlu menunggu Sesil, sedang Sesil dengan wajah kesal berusaha mengejar.


Tiba diluar ruangan, dengan cepat Sesil mengandeng tangan kiri Aldi. Langkah Aldi langsung terhenti seketika.


" Lepas!!! " tekan Aldi geram


" Nggak mau "


" Lepas atau kamu pergi sendiri?? " Aldi tak mau kalah.


" Ihh Aldi.. iya-iya nih aku lepas " Sesil langsung melepaskan tangannya dari lengan Aldi.


Setelah lengan Aldi bebas, dia langsung berjalan lebih dahulu. Tak mereka sadari ada yang memperhatikan sejak awal.


" Cihh..kemarin aja sok-sokan nolak, sekarang jalan bareng. Dasar buaya, dikasih daging segar langsung mangap " Cibir Riska sambil memperhatikan


...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...


...~TERIMA KASIH~...


DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘

__ADS_1


__ADS_2