
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Aku menatap jijik pantulan diriku dicermin dalam kamar mandi, begitu banyak kissmark di tubuhku . Aku kembali teringat kejadian buruk tadi malam, aku sudah berusaha menolak bahkan memberontak namun aku wanita tenaga ku tak sebanding dengannya.
" Pak tolong jangan lakuin ini ke saya pak " Aku masih memohon padanya
" Diam! Nikmatin aja sayang " ucapnya berusaha mendorong sesuatu untuk masuk
" Tolong pak jangan nodai- ARGGHHHH " jeritku saat merasakan sakit di **** ********** ku, air mataku jatuh
" Ahhhhh " Desahnya
Ingatan kejadian buruk itu, argggh aku meluruh ke lantai kamar mandi menarik kuat rambut di kepalaku, membekap mulutku dengan tangan kanan guna meredam jeritan tangisku agar tak terdengar. puas berteriak aku lekas berdiri menyeka air mata lalu mengambil sabun, mengosok kasar seluruh tubuhku ingin menghapus semua tanda merah ditubuh. Puas berteriak menyalurkan rasa frustasiku, masih dengan mata sembab dan langkah tertatih aku keluar dengan batrobe .
.............
Aldi bergegas turun, setibanya di lantai satu keluar dari lift lalu berbelok ke kiri. Membuka loker yang bertuliskan nama Riska tersebut, setelah menemukan pakaian itu Aldi dengan cepat mengunci loker dan kembali ke ruangannya.
Aldi masuk ke kamar pribadinya bertepatan dengan Riska yang keluar dari kamar mandi. Aldi tertegun melihat melihat keadaan Riska yang kacau dan seperti mayat hidup, bagaimana tidak berspekulasi seperti itu Aldi melihat Riska dengan muka pucat, mata sembab, rambut berantakan, berjalan tertatih dengan pandangan kosong sesekali mengeluarkan air mata. Astaga apa yang dia lakukan
ketika sudah berdiri berhadapan dengan Riska, Aldi menyodorkan pakaian Riska " Ini pakaian mu, gantilah setelah itu kita bicara "
Riska mengambil pakaiannya dan menggantinya dikamar mandi, setelah selesai dia segera beranjak ke sofa yang sudah Aldi disana.
" Duduklah " Aldi berujar lebih dulu " Hm" Aldi berdehem menghilangkan kegugupannya sebelum bertanya
" Boleh ku tau apa yang sebenarnya terjadi?? sungguh aku tidak ingat apa-apa sekarang "
" A-anda mem-perkosaku tadi malam " ujar Riska terbata
" Bisa kau jelaskan lebih rinci?? aku sungguh tak ingat "
" Tadi malam saat aku sedang mengepel lantai tiba-tiba bapak menarik ku masuk ke kamar ini, bapak mendorongku ke tempat tidur dan merobek paksa pakaianku lalu memperkosaku" Jelas Riska dengan suara pelan
" Aku sungguh tak mengingat apapun " Aldi mengusap wajahnya kasar
" bapak mabuk tadi malam, aku mencium dan merasakan ada alkohol "
__ADS_1
" Merasakan?? bagaimana bisa?? aku yang minum bukan kamu "
" Bapak lupa apa pura-pura begok sih?? Bapak semalam cium saya berkali-kali, dasar bodoh. "
" Kamu ngatain saya bodoh?? hah?? "
" Iya kenapa?? "
" Oke, stop. saya ngalah, yang waras ngalah "
" Bapak ngatain saya gila??"
" siapa yang ngatain kamu gila sih "
" Tadi bapak bilang cuma bapak yang waras, dengan kata lain bapak tuduh saya gila?? "
" Stop! kalo kita debat terus kapan selesainya ini pembicaraan. aku minta maaf "
" Terus sekarang gimana?? saya takut pak" ucap Riska melunak
" Ini juga lagi mikir saya, nggak ada yang liat kan tapi pas kita lakuin?? "
" Oke untuk sementara jangan sampe ada yang tau kejadian ini, cukup kita berdua aja. nanti kita pikirin jalan keluarnya nanti "
" Tapi aku nggak akan hamil kan pak?? aku takut hamil pak "
" Nggak mungkinlah, kita lakuin cuma sekali nggak mungkin sampe hamil " Sergah Aldi tapi sebenarnya dia juga was-was
" Sekali apanya, bapak minta nambah sekali tadi malam. Terus bapak nggak pake pengaman "
" Nggak akan pasti, yang udah sering aja jarang hamil apalagi kita cuma ngelakuin semalam. Ya udah aku anterin kamu pulang, sebelum ada yang liat. Ayokk " Riska mengangguk
Riska dan Aldi berjalan beriringan keluar kantor, kantor masih sangat sunyi karena masih pukul enam pagi. Riska duduk disamping Aldi, Aldi segera melajukan mobil ke alamat yang sudah di beritahukan oleh Riska. mobil Aldi berhenti didepan rumah sederhana bercat kuning.
" Nggak usah dipikirin, kamu istirahat aja " ujar Aldi sebelum Riska keluar dari mobil "Iya " jawab Riska
Setelah Riska keluar dan melihat dia masuk ke dalam rumah, Aldi segera menjalankan mobilnya kembali ke kantor dia harus mengecek cctv lalu menghapusnya. Setelah memarkirkan mobilnya Aldi berjalan tergesa-gesa menuju ruang kontrol. Aldi segera membuka pintu dan masuk
__ADS_1
" Huh untung nggak ada orang " gumam Aldi legah karena diruang kontrol sedang tidak ada orang.
Dengan cepat Aldi mengetik waktu untuk melihat kejadiannya. setelah mendapat apa yang dia cari, mata Aldi terbelalak melongo tidak percaya melihat setiap adegan dilayar tv itu.
" Glekkk " Aldi menelan ludahnya kasar
" Gila, jadi bener gue narik paksa dia masuk. Dasar mabuk sialan!! " umpatan Aldi tidak percaya dengan kelakuannya sendiri
Selesai melihat adegan tarik-menarik dirinya dan Riska, Aldi segera menghapus tayangan itu. Setelah dirasa beres Aldi segera keluar dan pergi ke ruangannya.
Tiba di depan ruangannya dengan cepat Aldi membuka pintu lalu masuk. setelah menutup pintu Aldi berbalik.
" Mampusss " batin Aldi terkejut melihat sudah ada Bian didalam ruangannya
" Ngapain pagi-pagi udah disini?? belum jam delapan loh ini, bahkan jam tujuh pun masih kurang sepuluh menit. "
" Gue sengaja datang cepet mau liat keadaan lu bos, semalam lu mabuk soalnya. gue takut lu kenapa-kenapa " Ucap Bian kawatir
" Lu udah liat kan gue nggak kenapa-kenapa, sekarang mending lu keluar "
" Ok " Bian mulai beranjak, tapi tiba-tiba berbalik
" Waktu gue nyampe kok mobil nggak ada, masuk ke ruangan lu juga nggak ada. Kemana lu pagi-pagi begini?? " Tanya Bian sudah seperti polisi yang mengintrogasi tersangka
" Gu-gue ta-di abis keluar be-li kopi. iya beli kopi tadi " jawab Aldi terbata gugup
" Emangnya dipantri nggak ada kopi?? perasaan ada deh " Bian memicing curiga melihat kegugupan Aldi tadi
" Eng-enggak cu-ma pengen beli diluar aja, sekalian nyari angin " Aldi sedikit gelagapan
" Nah kan kayak ada yang beres " Ucap Bian dalam hati curiga " Ok, ya udah aku ke ruangan lu dulu " Bian segera keluar
Aldi membuang napas kasar lalu mengelus dada " Selamat.. selamat " desahnya legah
...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...
...~TERIMA KASIH~...
__ADS_1
DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘