Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 18


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Tiba di mall, Aldi berjalan tanpa memperdulikan Sesil yang mengerutu dibelakangnya. Dia sangat jijik dengan Sesil saat ini, bagaimana tidak?? jika dalam mobil Sesil berusaha mengodanya. Dasar bic*t !!


Flashback


Tak menunggu Aldi membukakan pintu, dengan cepat Sesil langsung duduk disamping kursi pengemudi. Aldi langsung duduk dan mulai mengendarai mobilnya keluar area kantor menuju mall yang sudah diberitahu oleh Sesil sebelumnya.


Sesil yang hanya memakai dress setengah paha, sengaja memangkuh kaki kanannya ke kaki kiri memperlihatkan paha mulusnya ingin menggoda Aldi. Cihh' dia pikir Aldi akan tertarik?? yang ada malah Aldi tetap fokus menatap kedepan tanpa memperdulikan Sesil disampingnya.


Sesil yang merasa tidak dipedulikan Aldi, dengan santai menyentuh lengan kiri Aldi yang memegang setir kemudi. " Al, nanti makan siang diresto hotel Emerald aja ya?? "


Merasakan ada yang menyentuh tangan kirinya, dengan cepat Aldi menyentak kasar tangan Sesil. Rahangnya mengeras meremas setir kuat, dia sangat emosi sekarang. Menatap tajam Sesil disampingnya. " Kamu mau makan atau mau tidur?? "


" Kalo kamu mau sekalian tidur juga nggak masalahnya Al, aku bisa kok temenin " Ujar Sesil dengan suara sensual dengan tatapan genit.


" Dasar jala*g " umpat Aldi lalu menatap Sesil dengan tatapan merendahkan " Maaf, kamu tidak termasuk kriteria wanita yang bisa naik ke ranjang ku " Ejek Aldi lalu kembali fokus menyetir


Flash back off


Tangan Aldi ditarik paksa oleh Sesil untuk memasuki toko pakaian. Sesil langsung memilih beberapa dress untuk nanti dia coba diruang ganti.


Sesil mendudukkan Aldi disofa depan ruang ganti " Al nanti bantu pilihin yah?? aku coba dulu " Ujar Sesil kemudian masuk ke ruang ganti.


Sedang Aldi duduk dengan wajah datar, sungguh dia enggan melakukan hal seperti ini. Mungkin ya dia akan suka melakukan semua ini jika bersama dengan orang yang special untuknya, dan orang itu bukan Sesil.


Sesil keluar dengan dress pertama dengan model model Sabrina sebatas paha dan memilih belasan dipaha kiri. " Al bagus nggak ??" Tanya Sesil sambil sesekali memutar badan nya


" Hm " Deheman Aldi sebagai jawaban

__ADS_1


" Ihh " Kesal Sesil Kembali masuk ke ruang ganti.


Sesil keluar dengan dress tanpa lengan sebatas paha dengan belahan dada rendah berwarna hitam. " Yang ini gimana Al?? Cantik kan?? " Tanya Sesil dengan mengerling nakal.


" Hm " lagi dan lagi hanya deheman yang Sesil terima sebagai jawaban, tidak sesuai dengan ekspetasinya.


" Ihh kok cuma deheman doang sih Al?? Jawab dong iya cantik, gitu !! " tuntut Sesil


" Iya cantik " Aldi diam sejenak melihat reaksi Sesil. Oh tentu saja hati Sesil seketika berbunga-bunga mendengarkan nya. " Bajunya, tapi pas kamu pake langsung jadi jelek " Aldi melanjutkan perkataannya dengan nada mengejek.


Ya ampun, tolong pemadam kebakaran lekas datang. Tolong padamkan api amarahnya Sesil..


" Jadi maksud kamu aku yang jelek?? begitu?? Asal kamu tau Al, banyak cowok yang mendambakan diriku. Kamu beruntung Al, aku pilih kamu dari antara mereka semua " Ujar Sesil emosi menekan perkataannya, ingin berteriak namun dia masih waras tak ingin menjadi tontonan semua orang.


"Heh " Kekehan Aldi lalu mengeluarkan kata pedasnya " Bukan aku yang memilih kamu!! Dan kau ini tidak masuk dalam kriteria calon istriku, dan satu lagi kau bahkan tidak masuk dalam kriteria penghangat ranjang ku. Ingat!! " Setelah mengucapkan itu Aldi langsung melengos pergi tanpa harus menunggu jawaban ataupun makian Sesil.


" Bagsa*** " Umpat Sesil menatap kepergian Aldi. " Akan aku pastikan kamu akan mengemis cintaku Aldino Devan Narendra " Batinnya


Tiba dikantor Aldi melangkah ke ruangannya dengan wajah memerah menahan amarah. Dengan cepat Aldi masuk ke ruangannya, tak menghiraukan tatapan para karyawanya. Bian yang tidak segaja melihat atasannya itu masuk dengan wajah menyeramkan, dengan cepat dia pun menyusul ikut masuk. Kepo ye kan..


" Kenapa lu Al, abis jalan Ama cewek kok mukanya kayak abis ketemu setan?? Serem " Mendengar pertanyaan Bian, Aldi yang hampir mencapai kursi kebesarannya langsung berbalik dan membatingkan pant*tnya kesofa.


" lebih parah, abis ketemu iblis jablai. jijik gua !!"


" Tuh perempuan yang tadikan maksud lu?? Siapa tuh namanya Sisir bukan?? " Aldi terkekeh mendengar nama yang disebut Bian


" Ck' Iya dia, Sesil tepatnya bukan sisir "


" Alahh sama aja Al, Mau Sesil kek, sisir kek, sama-sama dibutuhkan bagi orang yang lagi kegat*lan " Aldi mendengus dengar gurauan Bian.

__ADS_1


" Serah lu dah.. "


" Heran gue sama emak lu Al, perempuan kayak begitu dipilih jadi calon mantu. Ck' emak lu liat akhlaknya pake mata batin kayaknya, makanya ketutup sama makhluk halus " Cibir Bian


" Iya kayaknya Yan, liat aja paling juga entar dia ngadu lagi ke Mama sambil nangis " Aldi pun menimpali


" Bisa jadi aktris sih Sisir, aktingnya jago begitu sampe emak lu aja percaya "


" Ck' dasar somplak lu " ucap Aldi lalu menimpukkan bantal ke kepala Bian


..............


Riska berjalan dilorong menuju toilet dengan muka kesal sambil mengerutu, hingga langkahnya terhenti karena pertanyaan Intan.


" Kenapa lu Ris?? mulutnya komat-kamit kayak dukun lagi baca mantra?? " tanya Intan menaikkan sebelah alisnya heran.


" Lagi kesel " Sunggut Riska mengerucutkan bibirnya


" Kesel sama siapa?? siapa yang bikin kamu kesel, sini bilang ke gue. gue bejek-bejek itu orang " ujar intan sambil mengulung lengan kemejanya, seperti orang yang mengajak berkelahi.


" Itu kesel sama sih pak-- Argghhh nggak jadi, nggak jadi " Jerit Riska dengan panik menghentakkan kakinya lalu berlari masuk ke toilet.


Intan menatapnya melongo. Udah mulai sinting kayaknya temannya itu, pikirnya


Sedang dalam toilet Riska menatap wajahnya dicermin, sambil menunjuk nunjuk bayangan dirinya dicermin. " Kenapa mukanya Kek gitu?? Cemburu yah?? Gila kamu?? "


Udah sinting kayaknya gue ini yah?? kok ngomong sendiri?? dasar Aldi setan !! Monolognya


...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...

__ADS_1


...~TERIMA KASIH~...


DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘


__ADS_2