
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Bian seketika tertawa kencang setelah meledek Riska, sedang Aldi sudah memasang wajah geram melihat kelakuan Bian.
" Bhhahh - hahh-ha.. Al lu liat tingkah dia nggak tadi?? Lucu banget yah ampun "
Sedang Aldi hanya diam tak merespon. Bian yang melihat itu seketika langsung diam.
" Ck' kenapa sih Al?? kok lu berdua kayak ada yang aneh gitu " Ujar Bian mempertanyakan
" Lu yang aneh, ketawa sendiri tiba-tiba diam. Udah gila lu?? " Kesal Aldi
" Ya elah bos cuma bercanda doang, udah ngegas aja "
" Berisik!! Sana lu keluar aja, bikin ilang selera makan gue aja lu " Usir Aldi sambil mengibaskan tangannya
" Ya elah Al, gitu aja udah baper. Kayak cewek lagi PMS lu " Ledek Bian kemudian berlari keluar
" BIANNNNNN !!!!!! "
Bian yang sudah berada dibalik pintu langsung terbahak-bahak mendengar teriakkan Aldi yang mengelegar.
" Dasar anak buah kampr*ttt " Maki Aldi dalam ruangannya
.................
Riska tiba dipantri dengan setengah berlari dan dihadiahi tatapan heran dari teman-temannya.
" Kenapa lu lari-lari?? dikejar setan?? " Celetuk Ayu
" Nggak kok, olahraga aja " Elak Riska
" Olahraga pala lu, muka aja nggak ada sehat-sehatnya " Intan menimpali
" Emang muka gue sakit?? sebelah mana nya yang sakit?? " Ujar Riska sambil memegang wajahnya
" Mata gue yang sakit, liat wajah lu nggak ada manis-manisnya " Selah Ayu
" kamu kenapa sih Ris?? lagi ada masalah?? Tanya Intan sambil memegang bahu Riska
" Nggak ada masalah kok, cuma lagi nggak enak badan aja dari kemarin "
__ADS_1
" Ya udah, kalo ada masalah nanti cerita ke kita. Siapa tau nanti kita bisa bantu, ingat kita udah kayak keluarga " Ujar Jihan sambil menepuk ringan pundak Riska
" Iya, makasih kalian udah peduli sama gue " Ujar Riska sendu sambil memeluk ketiga teman rasa saudaranya itu
" Tuh kan air mata berlian gue jatuh gara-gara kalian " Celetukan Riska saat sedang suasana sedih, akibatnya dia mendapat jitakkan dijidat oleh Ayu.
" Lagi mengsedih loh kita ini, kenapa lu rusak dodol?? " Ucap Ayu, lalu mereka tertawa bersama
" Terima kasih Tuhan kau telah menghadirkan kebahagiaan lewat mereka, setidaknya aku merasa ada yang merharapankan aku bahagia. Terima kasih telah menghadirkan kebahagiaan di tengah kesedihan ku " Ucap Riska dalam hati
.............
Drtt.. drtt...
" Siapa lagi sih yang nelpon, nggak tau apa gue lagi emosi " Gerutu Aldi, merasa terganggu dengan dering telepon genggam nya.
Aldi mengurungkan niatnya tak menjawab telepon ketika melihat nama pemanggil.
" Iya Ma, ada apa?? " Jawab Aldi dengan suara sedikit kesal
" Kok suara ngejawab nya kayak gitu?? nggak suka kamu kalo mama telepon?? hah?? " jawab mama membentak ** Emak-emak gaiss senggol bacok
" Bukan gitu Ma, ya ampun.. " Aldi mengacak rambutnya
" Makanya kalau jawab itu yang sopan, Mama kamu loh ini Al. Mau kamu jadi durhaka kayak Malin Kundang??
" Ngaur nih Mama, Ya udah mama ada perlu apa telpon Aldi?? " Jawab Aldi dengan suara lembut
Lebih baik mengalah ya kan?? menang lawan emak-emak?? Oh tidak semudah itu Ferguso..
" Gitu dong jawabnya, kan mama enak dengernya "
" Iya - iya Mama cantik, ada apa telpon Aldi?? "
" Al, nanti pulang kantor jemput Mama yah di cafe bintang?? harus mau titik nggak ada bantahan. "
Oh terendus ada maksud terselubung saudara..
" Iya-iya nanti Aldi jemput Mama, sekarang Aldi mau lanjut kerja dulu " Setelah mendapatkan sahutan Aldi segera mematikan panggilan nya.
Segera Aldi menelpon Bian memberitahu jika dia pulang menyetir sendiri karena harus menjemput Mamanya. Lalu kemudian kembali berkutat dengan berkas.
__ADS_1
Tak terasah sudah pukul 5 sore, sebagian karyawan mulai bersiap pulang dan ada sebagian yang harus lembur mengejar deadline.
Begitupun Riska dan teman-temannya segera berberes untuk pulang. Menunggu didepan hingga akhirnya pulang ke rumah dengan ojek pak Mamat.
Aldi juga melakukan hal yang sama, membereskan berkas, lalu mengambil kunci mobil dan tas kerjanya. Lalu dengan langkah tegas turun ke parkiran untuk pulang kerumahnya, namun harus Mampir dulu menjemput Mamanya.
Untunglah kase yang disebut kan mamanya dekat dengan kantor jadi hanya memerlukan waktu kurang dari 15 menit untuk bisa tiba.
Aldi memakirkan mobilnya, lalu masuk ke dalam cafe. Celingukan ke kanan dan kiri, akhirnya Aldi melihat keberadaan mamanya yang duduk meja dekat jendela sebelah kiri. Terlihat ada beberapa teman mamanya dan seorang gadis duduk didepan mamanya, Aldi pun melangkah menghampiri.
Mama Elsa yang melihat kedatangan putranya, langsung berdiri.
" Eh sayang udah nyampe yah?? Sini Mama kenalin sama temen-temennya Mama " Ujar mama langsung menarik tangan Aldi, sehingga Aldi berdiri disamping Mamanya.
" Ini yang kiri Tante Jully, yang ini Tante Sinta, yang ini Tante Diana dan ini anaknya Tante Diana namanya Sesil. Itu loh yang pernah Mama bilang ke kamu yang baru selesai kuliah dioxford. "
Tampak wajah gadis itu memerah dan menduduk malu mendengar ucapan mama " Tante bisa aja "
Aku menyalami satu persatu teman Mama dan terakhir perempuan yang bernama Sesil tadi.
" Aldi " Ucap ku datar tanpa senyum
" Sesil " Ucap nya menyambut tanganku dengan senyum genit
Aldi segera menarik tangannya yang masih digenggam Sesil, seperti enggan dilepaskan olehnya.
" Aldi, nanti kapan-kapan mau yah temenin aku jalan?? " Ucapnya dengan nada centil
" Dasar cabe kencentilan " Aldi ilfill melihat tingkah Sesil
" Liat nanti, aku sibuk!! " balas Aldi datar
" Ih Aldi kok jawabnya gitu sih "
" Al masa gitu sih jawabnya " Selah Mama membela Sesil
Dasar cabe-cabean kegenitan !!!
...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...
...~TERIMA KASIH~...
__ADS_1
DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘