
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Bian menjemput Aldi sebagaimana tugas nya sebagai asisten.
" Silakan masuk pengantin baru hasil paksaan " Ledekan Bian saat membukakan pintu mobil
Aldi memutar bola matanya malas. " Enak kali yah kalo ganti asisten, bosen liat muka elu "
Bian meringis " Elah cuma bercanda doang Al, baperan amat sih "
" Kita mau ngobrol aja atau mau berangkat ke kantor, asisten Bian? " Aldi menatap Bian jenggah
" Siap laksanakan pak bos! " Bian pun melajukan mobil membela jalanan
***
Tok.. tok..
" Non ini bibi, mau anterin teh " Seruan bibi dari luar pintu kamar
" Masuk aja bi, nggak dikunci " Sahut Riska dari dalam
" Letakkan di meja aja bi, makasih yah bi " Ujar Riska saat bibi masuk
" Langsung diminum yah non, biar cepat rendah mualnya. Ada lagi non? "
" Ini aja bi, makasih yah " Riska memberikan senyum tulusnya
" Bibi kembali kedapur dulu, kalo ada apa-apa panggil bibi aja "
Riska mengganguk, setelah itu bibi pun keluar kembali meneruskan pekerjaannya didapur.
Selang 1 jam setelah kepergian bibi, Riska merasa lapar. Jelas saja dia belum sarapan sedang waktu sudah menunjukkan pukul 9 lebih 10 menit.
" Pengen makan udang asam manis pake nasi hangat. Anak Mama laper yah? kita ke dapur yah sayang, let's go! " Monolognya sambil menatap dan mengelus perutnya yang masih datar.
***
Sedang diruang tamu Elsa sedang menyambut tamu kesayangannya.
__ADS_1
" Tante " Sapaan manja sang tamu
" Yah ampun calon mantu, Sesil apa kabar? " Sambutan manis Elsa
" Baik kok Tan, Tante gimana sehatkan? maaf yah baru ke sini, sibuk soalnya Tan "
" Nggak pa-pa kok. Yuk masuk, kita ngobrol didalam aja "
Elsa mengandeng tangan Sesil, bak takut nyasar atau hilang.
" Duduk sini sayang samping Tante " Sesil mengikuti ajakan Elsa. " Mau minum apa sayang? " sambungnya
" Heh sini kamu! " Seru Elsa melihat Riska yang berjalan menuju dapur
Riska menghampiri " Iya kenapa Ma- " ucapan Riska langsung dipotong Sesil
" Dia siapa Tante? " Sesil mengeritkan alis mengingat jika dia pernah melihat perempuan di depannya ini.
" Pembantu baru sayang. Sesil mau minum apa tadi? "
" Jus jeruk aja Tan "
" Buatkan jus jeruk 2, nggak pake lama " Tekan Elsa menatap tajam menantu tak direstui nya
" Sabar Ris, jangan diambil hati. Percaya aja suatu saat kamu pasti bisa memenangkan hati mertuamu, hanya perlu berusaha dan sabar. " Batin Riska
Lekas Riska membuat jus dan mengantarnya, lalu kembali ke dapur untuk memasak masakan yang sedang dia inginkan. Tak mau ambil pusing dengan perbincangan mertua dan calon pelakor diruang tamu. Bodoh amatlah dengan Mereka, sekarang lebih baik dia urus asupan nutrisi bayinya.
Bibi yang baru selesai mencuci pakaian kaget melihat majikannya yang sedang berkutat didapur.
" Non lagi ngapain? ". Melihat apa yang dilakukan majikannya itu bibi pun berujar kembali dengan senyuman. " Lagi ngidam yah non? "
" Iya kayaknya bi, pengen banget makan ini soalnya " Riska mengangkat piring dan menunjukkan isinya
" Oalah, makan aja non. Nanti peralatannya bibi yang cuci. "
" Biar Riska aja bi, nggak usah " Tolak Riska sungkan
" Nggak pa-pa kok non, mending non makan aja. Mau anaknya ileran karena lama makannya? "
__ADS_1
" Emang iya bi? Ya udah Riska makan dulu deh." Riska memilih makan dimeja dapur saja
" Loh kok makan disini non? kenapa nggak dimeja makan aja? " Bibi mengerit heran
" Nggak bi, sini aja. Males, nanti lihat calon pelakor request-an mertua. " Riska sampai mengerucutkan bibirnya kesal
Bibi hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah majikan barunya itu.
***
Selesai pertemuan dengan klien Aldi langsung masuk ke ruangannya, sedang keruangan nya sebentar menaruh berkas sebelum menyusul atasannya.
" Kenapa lu Al mondar-mandir kayak ikan hias galau nggak dikasih makan? " Bagaimana tidak heran saat masuk, Bian mendapati bos sekaligus sahabatnya sedang mondar-mandir tak jelas sambil bersedekap didada.
" Lagi mikir " Singkat padat dan jelas jawaban Aldi
" Mikirin apa sih? " Bian melemparkan bokongnya ke sofa
Aldi pun mengikuti dan duduk disamping Bian. " Lagi mikir cara buat bales ke setan betina "
" Emang ada yah setan betina? baru tau gue. " Bian mengangkat sebelah alisnya berpikir. Beginilah jika sih bego ketemu temannya sih goblok.
" Ada lah.. itu sih Riska setan betinanya " ujar Aldi datar
" What the F*ck'!! Nji*rr bini sendiri di katain setan.. terus lu apa? iblis? " Bian sampai berdiri sambil mengumpat
" Tau ahh.. Mending lu keluar aja, bukan ngasih solusi malah nambah beban pikiran " Usir Aldi mendorong Bian keluar sampai pintu
Setelah mengusir Bian, Aldi Duduk kursi kebesarannya. Kurang lebih 15 menit Aldi memutar otak memikirkan rencana sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke dagu, hingga tiba-tiba Aldi berdiri dan menyeringai.
"Aha! gue dapat ide. Nggak sia-sia ternyata gue kuliah sampe luar negeri, kalo otak gue pintarnya cuma setengah. Setan betinaku tersayang tunggu pembalasan gue. Ha-ha " Gumamnya lalu tertawa jahat.
***Bersambung....
Kira-kira rencana apa yang akan Aldi lakukan?
Berhasil kah? atau Riska lagi yang menang?
See you next chapter, bye***..
__ADS_1
...JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN HADIAH YAH.....
...TERIMA KASIH...