Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Bab 84. Aku sayang kamu


__ADS_3

Sepanjang ia berjalan ke ruangannya, Bian tidak henti-hentinya mengerutu atas kelakuan sepasang suami-istri itu.


"Tunggu yah, kalau gue udah nikah sama Selly, gue balas."


"Bos nggak ada akhlak, bisa-bisa nya dia bilang nggak lihat gue ada di situ. Dia pikir gue semut, nggak kelihatan? Segede gaban gini nggak keliatan, bilang aja sih kalau sengaja."


"Aiiss .. pengen  nikahh .."


Sampai jam pulang kantor, Bian, Aldi dan Riska, kembali bertemu saat akan menunggu lift untuk turun ke lobby.


Bian merotasi kan matanya, melengos tidak mau menatap pasangan yang berdiri di sampingnya. Kurang ajar sekali memang Bian ini, atasannya loh ini. Jadi bawahan nggak ada sopan-sopan nya.


"Kenapa Lo? Kayak lagi kesal," Tanya Aldi tanpa ada rasa bersalah, padahal ia lah yang menjadi alasannya.


"Pake nanya lagi," beo Bian ketus.


"Lah karena nggak tau, makanya nanya. Kalau tau, ngapain pake nanya coba. Ngadi-ngadi nih orang," Sungut Aldi.


"Situ pikun apa pura-pura lupa? Belum tua loh yah kamu, Al."


"Yan, lama-lama Lo ngeselin yah. Nggak ada hormat-hormat nya Lo sama atasan, emang minta di pecat ini!" Hardik Aldi.


"Eh, jangan dong Al. Kalau aku di pecat, modal buat nikahin Selly gimana?" Dengan cepat Bian membujuk Aldi sampai memegang lengannya.


"Apa sih, lepas! Bisa di kira belok gue sama Lo!" Sentak Aldi menepis tangan Bian di lengannya.


"Iya, iya, tapi jangan di pecat yah, yah? Modal nikah gue ini taruhannya," bujuk Bian sambil menaik-turunkan kelopak matanya.


"Makanya sopan dikit Lo dong sama atasan! Dasar Kamp--" Aldi tak melanjutkan ucapannya karena mulutnya sudah di bekap oleh istrinya.


"Mulutnya kasar banget!" Tekan Riska melotot.


"Maaf sayang," ucap Aldi meringis setelah mulutnya bebas dari bekapan.


"Cihh .. sama bini aja kalem banget," Cibiran Bian.


"Heh, ngomong apa Lo barusan?"


"STOP!!" Pekik Riska melerai keduanya, "Ini mau pulang apa nggak? Kalo kalian masih mau debat, nggak usah pulang, diam aja di sini sampe berbusa itu mulut." Hardik Riska langsung masuk ke dalam lift.


Kesal sekali Riska, sudah pegal jarinya beberapa kali menekan tombol agar pintu lift nya tidak tertutup, karena menunggu perdebatan tidak berfaedah suaminya dengan asisten nya selesai.


"Eh, eh, tunggu dong Yang," Aldi dengan cepat masuk dalam lift di ikuti Bian menyusul di belakang.

__ADS_1


"Gara-gara Lo yah, Yan, bini gue jadi kesel!" Protes Aldi kembali.


"Apaan, kok gue sih? Kan Lo juga ikut-ikutan nggak mau ngalah, ngoceh mulu." Bian ikut protes tidak terima dengan tuduhan Aldi.


"Ya, tapi kan Lo duluan yang diam kayak cewek lagi pms, mode senggol bacok."


"Sekate-kate Lo, kan Lo duluan yang mulai tadi."


"STOP!! BISA DIAM NGGAK KALIAN BERDUA? KALAU NGGAK, KELUAR DARI SINI!!!" Hardik Riska setengah berteriak.


Seketika Aldi dan Bian langsung diam, tapi masih saja saling senggol dengan mata melotot saling menyalahkan. Susah memang memang kalau Tom dan Jerry kalau bertemu.


***


"Halo sayang, tumben nelpon kangen yah? .." jawab Bian pada panggilan di ponselnya, ia saat ini sedang berbaring di ranjang.


Bian belum lama selesai mandi setelah tiba di rumah, kemudian memutuskan untuk berbaring di ranjang sesaat sebelum kekasihnya menelepon.


"Enggak, lagi apa?" Balas Sherly dengan suaranya yang lembut, tanpa lihat jika iya sedang tersipu malu sekarang.


"Ngaku aja lah Yang, sama calon suami sendiri juga masih malu-malu. Lagi tiduran aja sambil mikirin kamu,"


"Enggak, cuma sedikit. Dih gombal," cibir Selly.


"Baru selesai periksa ulangan harian anak-anak, terus telepon kamu. Ada yang mau aku omongin sama kamu," Bian terkekeh, ini kan lagi ngobrol yah pikirnya.


"Ini kan emang lagi ngomong, yang," canda Bian.


"Aku serius loh ini, mas. Penting soalnya!" Hardik Selly, bisa ketus juga ternyata kekasihnya Bian ini.


"Ehem! Oke, mau ngomong apa yang?"


"Aku mau minta tolong sama kamu."


"Apa? Minta tolong di nikahin secepatnya?" Goda Bian, padahal tadi janji akan serius bicara.


"Sayang ..." Sentak Selly merengek dengan suara manja. "Aku serius loh yah," sambungnya geregetan.


"Sama aku juga serius sama kamu, yang, coba ulang panggilan tadi," memang minta di cekik Bian ini, Selly sudah gelisah padahal, dia malah bercanda.


"Mas nanti aja sayang-sayangannya, aku mau minta tolong serius ini. Kalau nggak mau ya udah aku matiin aja," Selly merajuk.


"Eh, eh jangan di matiin Yang, iya ngomong aja sekarang, mau minta tolong apa?" Ucap Bian panik.

__ADS_1


"Kak Serly minta tolong ke aku buat ngajak Mas Aldi dan Mbak Riska buat ketemu, Kak Sherly mau minta maaf secara langsung, dia sekarang udah sadar sama kesalahan yang dia buat. Bisa nggak kamu bantu aku ngomong ke Mas Aldi dan mbak Riska buat jenguk kak Serly di penjara?" Tanya Selly hati-hati.


Bian terdiam sejenak menimbang akan permintaan kekasihnya, "oke Yang, nanti aku bantu ngomong besok ke Aldi dan istrinya. Tapi aku nggak janji yah soal kesediaan mereka mau datang atau enggak."


"Iya, makasih yah udah mau bantu aku. Aku sayang kamu," ucap Selly dengan tulus.


Rasanya kalau Bian punya sayap, sudah terbang dia sekarang ke tempat kekasih nya, lalu melabuhkan beberapa kecupan di wajahnya.


"Aku juga sayang kamu,"




**Follow Ig Christy\_amoraa**



**Halo para readers kesayanganku👋**


**Author mau promosi novel terbaru nih**!



**Judulnya; AKHIR PENANTIAN ELINA**



**Novel ini berkisah tentang seorang gadis, yaitu; Elina yang terjebak dalam lingkaran persahabatan, hingga tak bisa mengutarakan juga memperjuangkan cinta kepada Kevin**.



**Selama 6 tahun Elina mencintai Kevin diam-diam, hingga akhirnya ia harus merasakan patah hati terbesar saat Kevin akhirnya mempunyai kekasih hati bahkan menjadikan wanita itu sebagai pendamping hidupnya**.



**Haruskah Elina menjadi egois dengan menghancurkan persahabatan, juga merebut Kevin dengan paksa demi bahagianya**?


**Atau kah nanti Elina juga akan menemukan bahagianya walau bukan dengan Kevin**?



**Jangan lupa mampir, dan tambahkan ke rak buku favorit kalian🙏**

__ADS_1


__ADS_2