Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 21


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Papa Raka menatap tak percaya pada Aldi, anak yang dia didik sebaik mungkin bisa melakukan hal yang diluar batas. Memperkosa?? Astaga, mengapa anaknya bisa se bejat ini? Iya, jika mereka melakukan nya mau sama mau. Tapi dari dia dengar tadi, ini semua terjadi kerena unsur paksaan anaknya.


Glekkk..


Aldi menelan ludahnya kasar, shok ternyata Papanya mendengar pembicaraan yang berusaha mereka rahasiakan. Aldi kemudian membahasi bibirnya terlebih dahulu lalu bertanya dengan nada terbata bata. " Ja-jadi Papa denger pembicaraan a-aku sama Riska?? mak-maksud Aldi, pembicaraan kita ? "


Papa Raka menunjukkan senyum smirk nya,


" Jadi nama perempuan itu Riska ??


" I-ya, ta-tapi ini nggak seperti yang papa pikirkan "


" Memangnya apa yang Papa pikirkan? anak papa yang bejat yang tega memperkosa seorang gadis? begitu hm? " tanya Papa Raka dengan menaikan sebelah alisnya


Aldi berdecak frustasi " Astaagggaa, Pa aku dalam keadaan mabuk waktu itu. Aku nggak sadar pa, kalo sadar nggak mungkin Aldi lakuin hal melakukan kayak gitu " Aldi sampai mengacak rambutnya kasar.


Dia tidak salah bukan? dia tidak sadar waktu itu, dalam keadaan mabuk.


" Dan karena yang katanya ` Karena mabuk ` itu akhirnya mengahasilkan sesuatu ?? " Cibir Papa Raka


Tolong tengelam dirinya ke dasar laut, Aldi sangat tidak nyaman serasa di okok-okok oleh Papanya sekarang. " I-iya. tapi nggak tau juga pa, aku baru dikasih tau tadi belum diperiksa. Dia baru menunjukkan hasil tes kehamilan "


" Jadi kau baru saja mengakui jika itu adalah anakmu? Dan kamu memang menghamilinya? " Dasar anak bodoh! Dengan tidak langsung dia membenarkan apa yang terjadi. pikir Papa Raka


Aldi menghela nafas terlebih dulu lalu mulai menjelaskan. " Ya, saat bangun aku mendapati kami tidur bersama dikamar pribadi ku dan dalam kami sama-sama dalam keadaan nak*d. Dan aku menemukan bekas darah di seprei Pa "


" Lalu apa yang akan kamu lakukan? jelas kamu harus bertanggung jawab bukan? Jadi nikahi dia- " Ucapan Papa Raka terpotong oleh bentakan Aldi


" Pa !!! " bentak Aldi sampai berdiri dari duduknya


" Aku nggak bisa nikahin dia, Aldi nggak cinta sama dia Pa. Aldi nggak bisa.. " lanjut Aldi


" Duduk kamu Aldi !! Siapa yang memulai semua kekacauan ini? kamu Aldi !! kamu !! lalu sekarang Papa tanya, jika kamu tidak mau menikahinya lantas dengan cara apa kamu mau tanggung jawab ? Mengugurkan? Papa tidak akan pernah setuju, biar bagaimanapun dia itu cucu papa dan perempuan itu tak setuju juga bukan ? " Papa Raka geram dengan Aldi yang sangat egois


" Nanti akan Aldi kasih biaya setiap bulan, akan Aldi tanggung semua kebutuhannya melahirkan, sekolah dan lainnya. Biar bagaimanapun dia itu anak Aldi, tapi nggak harus nikah juga kan pa? "


" Oke, lalu bagaimana jika dia suatu saat bertanya mana ayahnya? Kamu mau dia dihina orang lain sebagai anak haram, karena tidak mempunyai ayah? Pikirkan itu juga Aldi, jangan egois. "


Aldi terdiam mendengar perkataan Papanya, menatap kedepan menerawang membayangkan apa yang dikatakan Papanya itu. Tega kah dia jika anaknya dihina orang lain? dikucilkan hanya karena tak memiliki ayah?


Memikirkan jalan terbaik untuk anaknya itu, Aldi pun harus menentukan keputusan yang terbaik . Aldi menghela nafas terlebih dahulu. " Baik lah Aldi akan menikahi Riska, tapi Aldi mau ini semua dirahasiakan. tak perlu mengadakan pesta, cukup keluarga kita saja yang tau. Dan.. "


" Dan apa Aldi? " desak Papa Raka


" Jangan pernah berharap pada pernikahan ini Pa, Aldi tak bisa menjanjikan jika pernikahan ini akan bertahan karena Aldi menikahinya hanya untuk tanggung jawab anak Aldi saja " Pungkas Aldi


" Baiklah, papa akan ikuti kemauan mu. Nanti malam kita akan bicarakan ini dengan Mamamu terlebih dahulu, baru kita beritahukan pada Riska. "


" Iya Pa, Aldi balik dulu " Aldi beranjak setelah mendapatkan anggukan dari papanya


...................

__ADS_1


Aldi tiba diruangan nya lalu mulai mondar-mandir tak jelas, sesekali mengacak rambutnya.


" ARGGHHHH.. " Jeritnya kemudian Menarik kasar rambutnya.


" Kenapa jadi gini sih?? Argghhh " Gumannya frustasi


" Kenapa Lu? kayak udah setres, cerita gih.. gue tau lu lagi ada masalah " Ucap Bian yang tiba tiba masuk ke ruangan Aldi


" Kampr*t.. berapa kali sih Yan gue bilang kalo masuk ketuk pintu dulu " Kesal Aldi sekaligus kaget dengan kedatangan Bian


" Harus berapa kali juga gue bilangin kalo lu yang budek, nggak pernah dengar itu pintu gue ketuk.. " Balas Bian


" Udah sini, lu ngomong sama gue ada masalah apa " Ucap Bian sambil menyeret Aldi duduk disofa berdampingan


" Lepas ! " sentak Aldi melepaskan tangannya dari pegangan Bian


" Udah, sekarang cerita " Sentak Bian


Aldi hanya diam menghadap ke atas, tak menyahuti perkataan Bian. Bian yang kesal tak ditanggapi, langsung memukul pelan lengan Aldi.


" Cepet ngomong, jangan diem aja "


Haisss...


Aldi mendesis lalu menarik nafas Kemudian " Gue hamilin anak orang "


Gue hamilin anak orang.. What the fu*k !!


Bian melotot tak percaya " Jangan bercanda lu Al, nggak lucu !! " sentak Bian


" Lu liat muka lagi ngelawak? " balas Aldi dengan datar


" Ja-jadi bener? gimana bisa ? "


" Yah bisa lah, orang gue keluarin di dalam "


Bian menimpuk kepala Aldi gemes dengan jawaban Aldi, semua orang juga tau itu.


" Astagaa dodol !! maksud gue bukan nanya prosesnya, kenapa bisa lu hamilin anak orang?? terus siapa yang lu hamilin? " Ingin sekali Bian bogem tuh wajah


" Gara gara lu sama sih Jo bikin gue mabuk, gue perkosa sih Riska "


" Whattttt????? Riska?? dimana?? lu ke rumah dia?? " Bian sampe berdiri dari duduknya karena kaget


" Duduk !! " Sentak Aldi kembali menarik Bian duduk


" Gue awalnya juga nggak percaya, takut cuma dijebak sama dia. Pas bangun gue kaget liat dia nangis duduk disamping gue dikasur, dan lebih bikin gue kaget kita nggak pake apa apa. Dia bilang gue yang paksa dia dan perkosa dia, gue nggak ingat sama sekali waktu itu. dia lagi lembur dan yah.. pas gue cek cctv apa yang dia bilang bener, gue tarik paksa dia ke ruangan gue. "


" Wahh parah lu Al.. berapa ronde pas unboxing ?? " Bian Sampai geleng-geleng kepala lalu terkekeh geli dengan pertanyaan nya


" Gue lupa, tapi Riska sempat keceplosan bilang nggak sekali gue lakuin ke dia. Samar samar ada yang gue ingat tapi nggak semua " Jawabnya sambil tersenyum


" Wahh mesum lu sat, lagi bayangin yah?? "

__ADS_1


" Sat?? apaan?? " Bingung Aldi


" He-he Bangs*t maksudnya " Jawab Bian cengengesan


" Kampr*t !! gue atasan lu kalo lu lupa. Mau gue pecat ? "


" Ampun bos, becanda.. Ihh sensi amat, bawaan bayi yah?? "


Cari mati ini Bian 😅


" Emang gue yang hamil ?? Riska noh yang hamil "


" Iya deh, sih bini yang hamil.. Eh- calon bini maksudnya.. Lu nikahin dia dong yah?? Hamil anak lu dianya " Tanya Bian penasaran


" Gue bakalan nikahin tapi pernikahannya disembunyikan, hanya keluarga aja sama lu yang tau.. cuman bentuk tanggung jawab gue aja, nggak lebih. Entah akan bertahan berapa lama, nggak ada cinta "


" Ya, yang penting anak lu jelas lah nanti. Tapi hati hati loh Al, halah entar juga lu yang bucin " Goda Bian


" Nggak mungkin Yan, nggak mungkin " Sergah Aldi


" Wah percaya diri anda ini.. Gimana kita taruhan?? " Ada udang dibalik bakwan


" Apa?? " Tanya Aldi tanpa menoleh ke Bian


" Kalo lu jadi cerai, guru siap pake rok jalan keliling semua lorong kantor. Terus kalo lu jatuh cinta sama Riska lu harus kasih gue tiket liburan gratis lengkap sama fasilitasnya selama 2 Minggu. Gimana?? deal?? " Tanya Bian sambil menaik turunkan alisnya


" Oke! siapa takut, siap siap aja mental lu buat nahan malu keliling kantor " Ucap Aldi tanpa ragu


Mereka pun saling berjabat tangan tanda menyepakati taruhan tersebut.


..............


" Kenapa Ris?? Masih sakit yah?? Muka kamu pucet banget " Jihan menatap kawatir


" Iya, Masih nggak enak badan. Masih mual juga " Jawab Riska sambil mengelap keringat yang keluar didahi nya


" Udah tau masih sakit, kenapa masuk kerja?? Ayo, kita izin ke Bu Dewi terus kamu pulang istirahat dirumah " Omel Jihan lalu menuntun Riska meminta izin


Saat berjalan menuju lift, Meraka berpasan dengan papa Raka. Raka yang melihat Riska yang sedang tidak baik langsung menghentikan langkahnya.


" Riska kenapa?? " Tanya papa Raka lembut


Jihan dan Riska mengeritkan dahi, perhatian sekali bosnya kepada karyawan.


" Iya pak, Riska lagi enak badan tapi maksain masuk kerja- " Ucapan Jihan langsung dipotong


" Ya ampun, Riska pulang aja yah istirahat di rumah " Papa Raka sedikit panik namun berucap lembut


" Baik pak, Makasih atas izinnya. Permisi pak " Ucap Riska sekalian pamit.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN VOTE, SEBAGAI DUKUNGAN BAGI PENULIS.


...TERIMA KASIH ...

__ADS_1


__ADS_2